
"Ana, gimana tadi sama bu sofi? " tanya sarah
"Aku mau dipindah ke cabang baru di kota X sar" jawab ana seraya terduduk lesu setelah membereskan meja customer.
"Apaaa.. "
"iya aku akan dipindah"
"annn... jangan pindah donk.. hiks.. hikss" sarah merengek seperti anak kecil
"sebenernya aku gak mau, tapi.. sudahlah jangan dibahas" sambil pergi membawa piring-piring kotor ke tempat cucian.
"ann.. annn.. kamu jahat mau ninggalin aku" sarah cemberut karena tidak dihiraukan ana.
\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>
Jam kerja pun berakhir ana bersiap-siap pulang.
"ana.. " panggil bu sofi
"iya bu"
"besok kamu sudah harus pindah ke cabang kota X "
"apa bu kenapa mendadak bu? "
"iya soalnya renovasi nya sudah selesai besok lusa adalah grand opening, jadi kamu harus sudah ada disana soft opening dulu"
"oh gitu ya bu, yaudah bu saya pulang dulu mau packing barang-barang dan ijin sama orang tua"
"oke good luck, jangan bikin masalah disana" bu sofi memasang tampang garangnya.
"siap bu" ana mengembangkan senyum yang sebenarnya sulit untuk dia lakukan.
Sarah yang mendengar percakapan Ana dan bu Sofi pun langsung datang memeluk Ana.
"Ehhh Sar kamu apa-apaan sih? "
"An maafin aku ya kalau jadi partner kerja kamu yang ngeselin, hiks hiks"
"duhhh Sarah iya aku maafin, maafin aku juga ya, kamu lucu kalau kayak gini. haha" Ana mencubit kedua pipi Sarah seperti anak kecil.
Sarah cuma manyun aja.
"yaudah yuk pulang" ajak Ana
"Teman-teman kita pulang dulu Assalamualaikum" Ucap Ana dan Sarah
"Waalaikumsalam" jawab teman-teman Ana yang lain.
"Yaudah aku udah dijemput, bye Ana kamu hati-hati ya disana jangan lupakan partner kamu yang cantik dan imut ini" ucap Sarah sambil tersenyum memamerkan deretan giginya.
"huhhhh dasar"
Ana pun melangkah meninggalkan tempat kerjanya, yang sebenarnya terasa berat karena ini hari terakhir dia kerja disana.
"Selamat tinggal tempat kerjaku" ucap Ana dalam hati.
Sesampainya dikos jam menunjukkan pukul sembilan malam. Reni masih belum pulang ngerjain tugas bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Oh iya besok berangkat jam berapa kok Bu Sofi gak ngasih tau, aku whatsapp aja kali ya"
Ana ngomong sendirian sambil melepas sepatunya.
Ana : Assalamualaikum bu, besok saya berangkat jam berapa? dan yang mengantar saya siapa bu?
Tak menunggu lama HP ana berbunyi.
drrrtt.. drrrtt..
Bu sofi : Waalaikumsalam, oh iya tadi lupa ngasih tau, besok kamu berangkat sekitar jam 10 an ya, diantar sama pak Roby (supervisor juga ditempat kerjanya Ana) naik mobilnya, kamu akan dijemput di depan gang kosmu.
Ana : oh baiklah bu terimakasih, Assalamualaikum.
Bu sofi : Waalaikumsalam.
"hmmm Reni kenapa belum pulang juga ya? lebih baik aku mandi dulu, sholat trus telpon ibuk" gumam Ana
Reni pun pulang.
"Assalamualaikum"
Tak ada jawaban.
"An... " Reni mencari Ana ke kamar mandi.
"Ren... kamu udah pulang? " tanya Ana ketika mendapati Reni di depan kamar mandi.
"Belum pulang"
"jelas jelas udah disini ya pasti udah pulang lah"
"uuuu mentang-mentang udah mandi" balas Reni tak terima.
Setelah sholat Ana berencana menelpon ibunya untuk meminta ijin.
tuttt... tuttt.. tutt...
Ibuk : hallo assalamualaikum An...
Ana : Waalaikumsalam bu, ibu belum tidur, maaf bu Ana malam-malam ganggu ibu
Ibuk : gapapa Ana, ibu belum tidur kok ini baru aja selesai ngajarin adik kamu ngerjain PR.
Ana : gini bu, Ana mau minta ijin, Ana dipindah tugas ke kota X bu, tempat kerja Ana buka cabang disana, besok pagi Ana berangkat kesana. Ana minta doa dari ibu supaya perjalanan dan kerjaan Ana disana lancar.
Ibuk : kok mendadak sekali An? kamu disana tinggal sama siapa?
Ana : Ana juga baru dikasih tau tadi bu, trus disuruh berangkat, tenang aja bu disana Ana tinggal di mes karyawan jadi akan ada banyak teman dan tidak perlu bayar kos.
Ibuk : sebenarnya ibu tidak tega An, tapi ibuk percaya anak ibuk sudah besar dan pasti bisa jaga diri.
Ana : iya bu, ibu jaga diri jaga kesehatan juga ya, nanti kalau libur Ana pasti akan pulang mengunjungi ibu.
Ibuk : iya An kamu juga jaga diri jangan lupa sholat.
Ana : siap bu , yaudah bu Ana tidur dulu ya soalnya besok harus bangun pagi siap-siap.
Ibuk : yaudah An ibu juga mau tidur.
__ADS_1
Ana : Assalamualaikum bu
Ibuk : Waalaikumsalam
Ibu yani adalah nama ibunya Ana, ia seorang janda ber anak dua. Ana anak nomor satu dan adiknya Ana baru kelas 4 SD. Ayah dan ibu Ana berpisah semenjak Ana masih SMP. Ana tinggal bersama ibu dan adiknya, sedangkan ayahnya menikah lagi.
"hmmm lega udah ijin sama ibuk" ucap Ana
Ana tidak mengetahui kalau sedari tadi Reni berdiri dibelakang mendengarkan semua percakan Ana dengan ibunya.
"An... kamu mau pergi? " ucap Reni
Ana pun dengan cepat menoleh kebelakang karena kaget.
"Ren... iya aku dipindah ke kota X"
"Annn... kamu mau ninggalin aku sendiri disini.. hikss hikss" Reni menghampiri Ana dan mereka saling berpelukan.
"Ren.. kamu tau kan aku harus bantu ibuk dikampung, dan ini kesempatan aku karena disana gajinya lebih besar"
"hiksss... hiksss.. an maafin aku ya gak bisa bantuin kamu"
"Reniii... kamu jadi sahabat aku, slalu ada buat aku, itu udah lebih dari cukup, kita kenal udah dari jaman orok dan kamu slalu setia berteman sama aku" Ana memaksakan senyumannya tapi air matanya tidak terasa jatuh begitu saja.
"Ann.. kamu janji kita akan sering-sering kirim pesan, video call an" rayu Reni
"iyaaa bawelll" Ana mencubit pipi Reni yang mulus tanpa jerawat itu.
"duhhh sakittt Ann"
"hahhhaaa yaudah yuk kita tidur...hooammmm"
"yaudah kamu duluan aku mau pakai masker dulu"
"oke"
Ana pun mencoba tidur tapi matanya susah untuk di ajak kompromi.
"Ann.. katanya mau tidur" tanya Reni yang melihat ana masih terjaga sambil membolak balikkan badan diatas kasur"
"iya nih Ren aku gak bisa tidur, kepikiran besok"
Reni ikut berbaring bersama Ana.
"Ann... kalau kamu pergi kamar ini pasti jadi sepi... "
"hmmm mau gimana lagi Ren? "
Reni mengerucutkan bibirnya.
"tidur Annn... besok kamu kesiangan loh bangunnya" Reni mencoba menegarkan hatinya meskipun sebenarnya dia berat harus pisah dengan sahabatnya dari kecil itu.
"jangan lupa doa Renii... "
" siap bos"
Mereka berdua memejamkan matanya meskipun sebenarnya susah bagi keduanya untuk terlelap. Jam menunjukan tengah malam, tapi mereka masih terjaga terbang dalam pikiran masing-masing.
bersambung
__ADS_1