Simfoniku

Simfoniku
MASA LALU 8


__ADS_3

DEGGGG.. DEGGGG..


Jantung Ana berdetak dengan cepat, seperti sedang lari maraton. Semua mata tertuju kearah Ana, karena sedari tadi dia hanya diam saja.


"An... Ana... " panggil Reni


Ana menoleh ke arah Reni dan tersadar sedari tadi dia hanya mematung di atas panggung.


"echhmmmm" Ana mengetes suara


"eee... ba.. ik teman-teman sa.. ya akan menyanyikan lagu dari sherina munaf


*Simfoni hitam*" ucap Ana dengan gagap.


Semua siswa bertepuk tangan meriah.


prokk... prokk... prokk..


suittt... suittt..


iringan musik pembuka.


Malam sunyi ku impikanmu


kulukiskan kita bersama


namun slalu aku bertanya


Adakah aku di mimpimu


Dihatiku terukir namamu


Cinta rindu beradu satu


Namun slalu aku bertanya


Adakah aku di hatimu


Reff:


Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku


Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


Bila saja kau disisiku


Kan kuberi kau segalanya


Namun tak henti aku bertanya


Adakah aku di rindumu


Reff:


Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku


Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


Tak bisakah kau


Sedikit saja dengar aku


Dengar simfoni ku


Simfoni hanya untukmu......

__ADS_1


Reff:


Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku


Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


"Terimakasih" ucap Ana sambil berlari turun dari panggung


semua siswa tepuk tangan meriah.


"An... " panggil Reni


Ana tidak mempedulikan panggilan Reni, dia berlari menuju toilet. Reni mengikuti dari belakang.


Sesampainya di toilet.


"An.. kamu kenapa sih buru-buru banget? " tanya Reni


"Aku kebelet Ren" jawab Ana


"Huuu dasar kirain mau nangis, yaudah aku balik ke kelas dulu"


"yaudahh sana-sana"


Ana masuk kedalam toilet, tanpa sadar air matanya menetes begitu saja.


"air mata apaan sih ini, dasarr lemah banget" Ana mengomeli dirinya sendiri.


\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>


Hari terakhir classmeeting selesai. Besok penerimaan rapot dan setelah itu libur panjang.


"An ntar liburan kita ke pantai yukk" ajak Reni sambil makan bakso di kantin sekolah.


"ngapain? " kata Ana kepedesan makan bakso.


" sama johan juga" tanya Ana


" iya hehe"


" males ahh, kamu sama johan, trus aku jadi obat nyamuk gitu haaa.. "


" ya gaklah Ann.. kita bisa ngajak anak-anak yang lain juga, ya an mau ya " rayu Reni


" emmmm mau gak yaaa"


"ayolah an... , plisss" rengek Reni


" liat ntar aja ya, kan kamu tau sendiri kalau libur aku harus bantuin ibuku jualan"


"yaaaa masak sehari doang bu Yani gak ngijinin sih, ntar aku yang minta ijin ke bu Yani deh"


"ya ya seterahmu lahh"


" yeee makasih sahabatku " ucap Reni kegirangan.


Liburan tiba Reni sudah meminta ijin bu Yani untuk mengajak Ana jalan-jalan.


"Assalamualaikum" Reni menjemput Ana di rumah.


"Waalaikumsalam, ibuku lagi dirumah nenek ayo langsung berangkat" kata Ana mengunci pintu.


" Oke "


" kamu gak bareng Johan? "


" enggak ntar ketemuan disana aja"


" ooouuhhh "

__ADS_1


Sampai di pantai, disana sudah ada Johan dan anak-anak yang lain. Dan juga ada Andre, Santi.


"Ren, ngapain ada Andre juga kamu sengaja ngajakin dia? " tanya Ana menunggu Reni parkir motor.


"enggak An, aku gak ngajakin, suerrr deh" kata Reni mengangkat dua jarinya membentuk huruf 'v'


"huhhh bikin gak mood aja" Ana kesal


Reni menghampiri Johan sedangkan Ana berjalan sendiri menyusuri pantai yang terlihat indah namun berbeda dengan hatinya yang masih saja terasa suram, apalagi melihat kemesraan seseorang yang dicintai bersama orang lain. Ana berdiri menghadap Laut yang luas itu. Angin laut yang sejuk menerbangkan rambut Ana yang sebahu, karena semenjak SMA Ana tidak memotong rambut lagi, kalau dulu waktu SMP rambutnya selalu pendek seperti cowok.


"aku harus bisa lupain Andre, Ana kamu pasti bisa, semangat" ucap Ana dalam hati


Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundak Ana dari belakang. Ana kaget dan menoleh.


"Johan, ngapain kamu, Reni mana? " tanya Ana


" tuh " menunjuk kearah Reni yang sedang main pasir bersama anak-anak yang lain.


Sedangkan Andre dan Santi sedang berada di warung bakso, tapi mereka malah asyik main HP masing-masing.


"bodo amatlah" ucap Ana


" kamu ngomong apa An? " tanya johan


" ehh gak kok gak ngomong apa-apa, ayo gabung sama yang lain" ajak Ana melangkah mendahului johan.


" Ann... " Tiba-tiba johan menahan tangan Ana.


Dengan cepat Ana melepas pegangan Johan.


"Ngapain sih kamu, kalau sampai Reni liat gimana becanda kamu itu gak lucu Johan bisa buat orang lain salah paham tau gak? " kata Ana kesal.


" Tapi kali ini aku beneran An, aku suka.. " belum sempat Johan melanjutkan omongannya Reni datang.


" suka apa Johan? " tanya Reni


Johan hanya diam.


" Aku kesana dulu, urusin pacar kamu Ren" kata Ana meninggalkan mereka berdua.


Setelah Ana menjauh.


"kamu ngomong apa sama Ana? " tanya Reni


" ohhh enggak kok, tadi aku mau bilang aku suka sama pantai ini bagus pemandangannya, apalagi kalau sama kamu malah lebih suka, hehe" kata Johan membohongi Reni


"ihhh kamu gombal" kata Reni manja


Hari menjelang sore, Ana Reni dan yang lain siap-siap pulang.


"Ren, kalau kamu mau pulang sama Johan, biar aku yang bawa motor kamu" kata Ana


"emmm okedeh, makasih ya, kamu emang sahabatku yang paling pengertian, hehe" kata Reni sambil mencubit pipi Ana


Mereka pulang bareng mengendarai motor masing-masing.Tapi tidak dengan Andre, entah kemana mereka berdua. Semuanya boncengan, hanya Ana yang nyetir motor sendiri.


"duhhh nasib jadi jomblo gini banget ya" kata Ana dalam hati.


Sampai dirumah Ana langsung mandi. Hari ini dia dirumah sendiri karena ibu dan adiknya nginap dirumah nenek.


\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>


*POV ANA*


Liburan panjang telah usai, waktunya untuk kembali kesekolah. Ya sekarang aku sudah jadi senior, sudah kelas XII sekarang aku memutuskan untuk benar-benar melupakan Andre dan aku akan fokus belajar.


Hari ini pembagian kelas, eh tidak usah dibagi deh soalnya tidak ada perombakan lagi, jadi aku tetap satu kelas sama sahabatku Reni dan sama Johan juga tentunya.


Satu semester, semuanya berjalan lancar, aku hanya fokus pada sekolahku, aku bahkan tidak memikirkan Andre lagi. Entah perasaan ini sudah hilang atau belum aku gak perduli lagi. Aku juga jarang ketemu sama Andre. Entah gimana kabarnya aku gak tau. Karena kelas kita agak jauh.


*POV END*


"pokoknya aku mau putus"

__ADS_1


Ana yang sedang asyik membaca buku ditaman terganggu karena mendengar suara orang yang sedang berantem.


bersambung


__ADS_2