
" Aku tu seneng banget tau gak, ehh apalagi kita satu kelas juga sama johan" Reni senyum-senyum sendiri membayangkan johan.
"siapa itu johan? " tanya Ana
"itu loh johan, dia pemain futsal yang wajahnya ganteng, tinggi, pokoknya perfect deh, masak kamu gak tau sih Ann" Reni menjelaskan sambil kegirangan.
"Enggak, gak penting" jawab Ana cuek
"huhhh kamu itu, makanya cari gebetan donk"
"malesss" Ucap Ana
"An.. kamu gak lesbi kan, selama ini kamu gak pernah nyeritain cowok ke aku, padahal setiap kali aku suka sama cowok kamu orang pertama yang aku ceritain? "
"ngaco banget sih kamu, aku itu normal Reni, aku masih suka sama cowok, kalau aku lesbi kamu udah aku pacarin dari dulu"
" hiii najis "
Merekapun ketawa bersama. Tiba-tiba ada seorang siswa laki-laki menghampiri mereka.
"hay" sapa siswa laki-laki itu
"johan" Reni merasa berbunga-bunga karena cowok inceran nya tiba-tiba datang menghampiri.
"aku boleh gabung" tanya johan
" boleh-boleh" matanya Reni berbinar-binar memandangi sosok yang ada di depannya itu.
Sedangkan Ana asyik membaca novel romance favoritnya, tidak menghiraukan siapa yang datang.
"Dia satu kelas juga kan sama kita" tanya johan kepada Reni sambil menunjuk kearah Ana yang gak berkutik dari membacanya.
"iya johan kita semua satu kelas" jawab Reni
"hay aku johan, nama kamu siapa? " ucap johan sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Ana.
Ana tetap tidak menggubris, hingga dia tersadar setelah di senggol Reni.
"ehhh ren ada apa sih? " tanya Ana yang merasa terganggu
"itu kamu di ajak kenalan sama johan" ucap Reni sambil berbisik dan melirik tangan johan yang masih menunggu balasan dari Ana.
"Aku Ana"
Ana tidak membalas uluran tangan johan, johan pun dengan rasa malu menarik tangannya kembali.
"sombong banget tuh cewek, cantik juga enggak, huhhh" batin johan menampilkan senyumannya yang bisa membuat setiap wanita meleleh.
"maafin sahabatku ini ya johan, dia orangnya emang begitu, aku sampai takut kalau dia tu gak suka sama cowok" ucap Reni ngerasa bersalah dengan ulah sahabatnya itu.
__ADS_1
Ana mendengar ucapan Reni, dia melirik Reni dengan tajam.
"ehhh iya gapapa kok Ren" ucap johan lagi-lagi dia tersenyum membuat Reni semakin tergila-gila dengannya.
Jangan ditanya kenapa Reni udah akrab sama johan, ya secara Reni kan cantik, dia pasti akan slalu ngejar cowok incarannya.
\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>
Hari-hari berlalu sekolah pun berjalan dengan lancar. Reni, dia semakin lengket sama johan.
"Ren ayo pulang" ajak Ana karena jam pelajaran sudah berakhir
"emmm sepertinya aku gak bisa pulang bareng deh An"
" Johan ngajakin aku jalan " ucap Reni sambil berbisik ke telinga Ana
" Apaaaa... " Ana kaget dengan ucapan Reni
"hishhh biasa aja keless, do'ain ya biar PDKT nya lancar.. hehe" kata Reni sambil kegirangan membayangkan nanti ketika dia jalan sama Johan.
" Hati-hati loh Ren, Johan itu sepertinya kurang baik" Ana mengingatkan sahabatnya
" Apaan sih an, kamu gak seneng liat aku jalan sama johan? " jawab Reni kesal.
" haduhhh Reni sayang, bukan gitu aku seneng banget kalau sahabatku seneng, tapi Johan itu kan playboy kamu gak takut di permainin sama dia"
" Tau darimana kamu kalau johan playboy? " tanya Reni
" masak sih An, kamu salah liat kali" Reni menyangkal ucapan Ana
"Renii mataku itu masih normal, aku tuh gak mau kamu disakitin Ren"
Reni memasang wajah cemberut, tapi langsung berubah tersenyum setelah melihat SMS dari Johan.
"maaf ya An bukannya aku gak percaya sama kamu, tapi aku akan ngebuktiin kalau johan gak seperti yang kamu fikirkan"
"hmmmm terserah lah, awasss aja nanti kalau kamu nangis mewek-mewek gara-gara ulah johan, abis tu bocah bakal aku cincang-cincang"
"hahahahaa... yaudah bye Ana aku udah ditunggu johan di parkiran" Reni pergi meninggalkan Ana.
"ya hati-hati"
Ana keluar dari kelas menuju ke parkiran, tidak sengaja dijalan dia bertemu Andre dengan seorang perempuan, cantik. Mereka tertawa bersama seperti dunia milik mereka berdua.
DEGG
Saat kedua bola mata Ana bertemu dengan kedua bola mata Andre.
"duhhh jantungku kenapa sih kamu itu? " ucap Ana dalam hati setelah berpapasan dengan Andre.
__ADS_1
Ya setelah kejadian status di Facebook itu Ana dan Andre malah semakin jauh. Waktu itu Ana mencoba stalking Facebook Andre, ehh tapi gak bisa menemukan Facebook Andre. Ana sadar ternyata dia di blokir dari pertemanan. Dari situlah Ana semakin benci dengan Andre, sefatal itukah kesalahannya.
Ana pulang mengendarai motor bututnya. Ditengah perjalanan bannya kempes.
"haduhh sial banget sih, pakek kempes lagi, gimana pulangnya coba, mana jauh lagi dari bengkel" dengan kesal Ana menendang ban motornya.
Tiba-tiba ada seorang siswa laki-laki mengendarai motor yang juga satu sekolah dengan Ana, berhenti tepat di depan Ana.
"Ayo aku bantu, kamu pakai motorku , dan motormu aku yang bawa ke bengkel" kata siswa laki-laki itu
"tapi apa gak ngrepotin" kata Ana
" enggak, yaudah nih kamu bawa motorku"
Ana pun mengendarai motor milik siswa laki-laki itu yang Ana pun gak tau namanya siapa. Tapi gak penting lah, dia ngebantu Ana aja, dia udah bersyukur banget padahal gak kenal.
Mereka berjalan ke bengkel dengan pelan-pelan, Ana mengiringi dari belakang.
Dilain sisi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
Sesampainya di bengkel.
"Makasih ya kamu udah bantuin aku meskipun kita gak saling kenal" ucap Ana
"iya An sama-sama udah kewajiban kita sebagai manusia harus saling tolong menolong"
"kamu tau nama aku, aku kok gak tau, kamu dari kelas apa? "
" Aku satu kelas sama An... eh maksud aku, aku Toni dari kelas XI-C"
"hampir aja aku keceplosan" batin Toni
"ohh sekali lagi makasih ya, kamu pulang aja aku bisa kok nunggu sendiri"
"iya An, aku pulang ya Assalamu'alaikum"
" Waalaikumsalam"
"untung ada yang baik hati nolongin aku, terimakasih ya Allah" ucap syukur Ana
Ana pulang kerumah agak telat gara-gara ban motornya yang tiba-tiba kempes itu.
"Assalamu'alaikum buk, loh ayah ngapain disini? " Ana kaget ternyata ada ayahnya di ruang tamu sedang ngobrol sama ibuknya.
" Waalaikumsalam" jawab mereka
"Ana kamu kok baru pulang jam segini, ayahmu nunggu dari tadi lo? "
"Maaf buk tadi ban motor aku kempes, terus ayah ngapain nungguin aku? " ucap Ana dengan nada tinggi
__ADS_1
bersambung