
Ana hanya mengikuti arus kehidupannya. Menerima Andre sebagai calon suami, tanpa tau perasaan Andre yang sebenarnya.
\=>\=>\=>\=>\=>\=>
Satu bulan setelah acara lamaran, kini hari itu tiba, hari yang dinantikan semua insan. Hari yang akan menjadi sejarah dalam hidupnya.
Kalau gadis lain yang akan menikah dia akan merasa senang tapi lain halnya dengan Ana, dia merasa takut, pikiran buruknya selalu menghantui. Dia takut Andre hanya mempermainkannya dan membuat malu di pesta ini, terlalu berlebihan mungkin kali ya.
Biarlah orang berkata apa, Ana hanya berjaga-jaga saja.
" An udah selesai? , Andre sudah datang, pak penghulu juga udah nunggu" tanya bu Yani menghampiri Ana yang masih didalam kamar untuk di rias.
" Ya Allah anak ibuk cantik banget" kata bu Yani memandangi Ana lewat cermin.
" Apa ini gak terlalu berlebihan buk " Ana melihat pantulan dirinya yang sama sekali tidak seperti Ana.
" enggak sayang kamu cantik banget, Andre pasti semakin tergila-gila" ungkap bu Yani
" aishhh tergila-gila darimana, sikapnya aja kayak es batu gitu" batin Ana menggerutu.
terdengar suara SAH dari luar, itu menandakan Ana sudah resmi menjadi seorang istri Andre Wijaya.
" Andre sudah mengucapkan ijab kabul buk? " tanya Ana yang mendengar suara gemuruh orang-orang di luar.
" sudah sayang, selamat ya sekarang kamu sudah menjadi seorang istri" jawab bu Yani sambil merapikan jilbab Ana.
Ana merasa apakah ini benar, dalam sekejap dalam satu tarikan nafas dia sudah menjadi istrinya Andre.
" sekarang kita keluar" kata Bu Yani menuntun Ana keluar kamar, keringat dingin mulai bercucuran, rasanya Ana tak sanggup berjalan.
Seorang pria menggunakan tuxedo warna hitam, kemeja putih dan memakai peci warna hitam yang atasnya di beri bunga gading. Terlihat gagah sedang menunggu permaisuri untuk duduk di sampingnya.
Dia pria yang sempurna, semoga dia juga punya cinta yang sempurna untuk Ana.
Seorang gadis yang statusnya sudah menjadi seorang istri beberapa menit yang lalu, tengah berjalan dengan anggun ke arah sang pangeran. Menggunakan kebaya syar i modern berwarna putih dan jilbab lebar yang menutupi auratnya, riasan yang tipis membuat dia bagai bidadari yang turun dari kayangan. Semua mata tertuju padanya, dia merasa bagaikan ratu yang dinantikan oleh semua orang.
" Subhanallah bidadari " ucap Andre dalam hati mengagumi istrinya.
__ADS_1
Ana duduk di samping Andre yang tengah menghadap penghulu, tapi dia hanya menunduk tidak berani melihat orang-orang di sekelilingnya, apalagi melihat Andre bisa-bisa dia pingsan.
" Selamat mbak Ana sudah sah menjadi istrinya mas Andre, sekarang kalian bisa menandatangi buku nikahnya" kata pak penghulu menjelaskan.
Ana menandatangani buku nikah dengan tangan yang bergetar, lalu dia mencium punggung tangan Andre dan Andre mencium kening Ana.
Ana memeluk ayahnya dengan air mata yang ditahan.
"Selamat nak, kamu sudah menemukan seseorang yang akan menjagamu, dan mencintaimu selamanya, ayah berdoa semoga kalian bahagiaa selamanya" ucap pak Soni sambil berderai air mata, Ana tidak mampu berucap, air mata yang ditahannya, tanpa sadar, mengalir juga.
Andre yang melihat ayah dan anak itu merasa terharu, senang atau entahlah perasaannya campur aduk menjadi satu.
Selesai sesi ijab, foto-foto lalu mereka ganti baju untuk acara resepsi.
" Aku akan ganti baju di kamar mandi" kata Ana kepada perias.
" gapapa mbak ganti disini aja, kan disini mahram semua" ucap perias itu, Ana lupa kalau Andre sudah menjadi suaminya sekarang.
Andre yang mengerti maksud Ana pun dia keluar dari kamar sebentar untuk menunggu Ana ganti baju lalu gantian.
Ana menggunakan baju kabaya syar i yang tentunya model masa kini berwarna abu-abu beserta jilbabnya,,warnanya kalem tapi bisa membuat orang yang melihat menjadi terpana.
" Anaaa... selamat ya akhirnya segala penantianmu menjadi nyata, aku turut bahagia, maaf ya aku baru bisa datang soalnya ayah Riko masuk rumah sakit" kata Reni menghampiri Ana dan memeluknya di atas pelaminan.
" makasih yaa, kamu slalu ada buat aku, semoga mertua kamu cepat sembuh Ren" ucap Ana melepaskan pelukan sahabatnya itu.
Mereka berdua tak bisa membendung air matanya yang akan keluar.
" ndre selamat ya, tolong jaga Ana jangan pernah kamu sakiti dia lagi" kata Reni ketika berhadapan dengan Andre.
" siapp makasih sudah datang" jawab Andre sambil mengembangkan senyumnya.
Akhir dari acara yaitu sungkem kepada orang tua,, Lagi-lagi Ana tak bisa menahan air matanya.
Acara pun selesai. Sungguh menguraas tenaga dan air mata. sebenarnya Ana ingin langsung tidur. Tapi para orang tua menyuruh mereka untuk menginap di hotel, kata mereka agar malam pertama tidak ada yang mengganggu.
" Rencana macam apa ini, aku cuma pengen tidur" gerutu Ana ketika di dalam mobil bersama Andre menuju ke hotel yang diantar oleh supir.
__ADS_1
" Nanti juga bisa tidur di hotel" jawab Andre dengan santay.
" iya juga sih, mikirin apa sih aku ini, dasarrr" batin Ana
Sesampainya di hotel Ana langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang lumayan besar itu.
" hmmm capek bangett" ucap Ana sambil memejamkan mata.
" Mandi dulu baru tidur" ucap Andre yang hanya memakai handuk habis mandi.
Ana membuka matanya dia bangkit dari tidurannya dan melihat pemandangan yang berbeda hari.
" Ndre pakai bajumu" kata Ana sambil menutupi matanya dengan 10 jari tapi masih bisa mengintip.
" Males.. " Jawab Andre singkat sambil menyisir rambutnya di depan cermin.
Ana memasuki kamar mandi dengan mata yang di tutupi jari. Dia mau mandi tapi tidak bisa melepas kancing bajunya yang berada di belakang karena nyangkut.
" duhhh gimana ini, susah banget sih nglepasinnya" ucap Ana yang kebingungan.
" Apa aku minta tolong sama pegawai perempuan yang ada disini?ah tidak tidak-tidak apa kata mereka nanti ada suami tapi minta tolong sama orang lain,,tapi masak aku minta tolong sama Andre" Ana berfikir sejenak dan dengan terpaksa dia akan meminta tolong Andre.
Ana keluar dari kamar mandi , ia melihat Andre berbaring di kasur dengan mata terpejam, dan yang pasti sudah memakai baju tidur.
" Apa dia udah tidur " tanya Ana pada diri sendiri.
Dia bertekad untuk membangunkan Andre, karna kalau tidak dia akan memakai baju pengantin ini sampai besok.
" Ndre..... " tidak ada jawaban.
" Ndre kamu udah tidur? "
" hmmmm..... " jawab Andre masih dengan mata terpejam.
" Ndre bisa tolongin aku gak, aku gak bisa buka kancing baju yang di belakang"
Andre membuka matanya, entah dia udah tidur atau pura-pura tidur.
__ADS_1
bersambung