Simfoniku

Simfoniku
MIRIP


__ADS_3

"An... " ucap Johan


"hmmm... " jawab Ana sambil menata minuman di nampan.


"kamu cantik" rayu Johan


" ini panas loh ya" kata Ana menunjuk secangkir kopi latte


" ayo johan, masih kurang satu ini orderannya"


ucap Ana


" iyaa itu masih di buatin sama fery (barista yang lain)"


Karena Ana tidak bisa menunggu, jadi dia mengantarkan minumannya dulu.


"An mau kemana yang satu belum jadi ini" kata johan


Ana tidak menanggapi johan dia terus berjalan mengantarkan minuman tersebut.


"mel tolong kamu anterin jus jambu ke meja nomor 4 ya" ucap Ana menyuruh Amel.


"oke " jawab Amel


Jam istirahat tiba. Ana menyuruh intan duluan yang istirahat.


Sekarang giliran Ana untuk istirahat, dia bareng sama Sinta tapi dia sholat dulu lalu makan di tempat yang telah disediakan yaitu di belakang cafe tempat kemarin ketika dia istirahat hanya berdua dengan Johan.


"mbak Sinta gak makan? " tanya Ana menghampiri Sinta yang sedang main HP.


"aku udah makan kok" jawab sinta masih asyik main hpnya.


"An.. " panggil Johan menghampiri Ana karena tadi berkumpul sama karyawan yang lain.


"Apa... "


" bisa ngomong berdua gak? "


" ngomong ya ngomong aja Johan, ngapain harus berdua? "


" tapi An... "


" An aku gabung sama yang lain aja, mungkin kalian ada sesuatu yang mau di omongin" kata Sinta pergi dan berkumpul dengan karyawan yang lain.


" mau ngomong apa? " tanya Ana sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


" kamu kok bisa sih kerja disini? "


" ya bisa bisa aja"


" Ana aku serius "


" aku dipindah, dulu aku di kota S, aku ngekos sama Reni"


" emmm Reni gimana kabarnya? "


" baik kok, lebih baik malah tanpa kamu"


" ouhhhh"


" kenapa mau balikan sama Reni? gak akan aku biarkan kamu nyakitin sahabat aku lagi"

__ADS_1


" ya enggak lah An"


" baguslah kalo gitu" kata Ana sembari menguyah krupuk.


" Aku kan maunya sama kamu " kata Johan sambil menatap mata Ana


" gak lucu " ucap Ana lalu pergi meninggalkan Johan.


Dilain tempat seorang lelaki yang sedang melakukan praktek magang di rumah sakit, merasa kelelahan karena hari ini banyak pasien.


" ehhh bro pulang dari sini ke cafe yuk, kita nongki-nongki apalagi disana lagi banyak promo, cocok banget kan buat kantong mahasiswa seperti kita, ya gak? " ucap teman lelaki tersebut.


" males ah, aku capek mau langsung pulang"


"yaelah bro sekali ini aja ya.. "


" hahh yauda deh ntar kita kesana"


" nah gitu dong"


Selesai bekerja mereka berdua pun pergi ke cafe.


" ke cafe yang mana nih kita? " tanya lelaki itu


" itu di depan belok kiri"


"selamat datang di cafe RZ" sapaan dari Amel dan intan.


"aku tunggu diatas kamu pesenin aku kayak biasanya" ucap lelaki itu kepada temannya


" oke"


Lelaki itupun naik ke atas rooftop di lantai dua. Dia melihat-lihat pemandangan di bawah yang lumayan indah.


" dari atas pemandangannya bagus" kata lelaki tersebut


" nah gak nyesel kan aku ajak kesini, ini cafe baru buka loh, ini cocok banget buat nongki-nongki Sama temen-temen"


"permisi ini pesanannya kak" kata waiters datang menghampiri mereka


" ya terimakasih" kata lelaki tersebut.


Merekapun menikmati pesanan masing-masing dan melanjutkan obrolan.


\=>\=>


Ana berdiri di depan, entah mengapa dia melihat seseorang yang sepertinya tidak asing.


"lelaki itu" ucap Ana sambil berfikir


"Andre "


"kenapa An? " tanya intan


" ehhh aku tinggal kesana sebentar ya" kata Ana menunjuk ke arah lelaki tersebut.


" Ya An.. "


Ana memberanikan diri untuk menghampiri lelaki yang mirip Andre itu atau emang itu Andre.


"permisi.. " ucap Ana

__ADS_1


lelaki itupun berbalik badan.


"iya... " jawab lelaki tersebut


" ehh maaf kak saya kira tadi temen saya" kata Ana meminta maaf kepada customer yang mirip dengan Andre.


"ohh oke no problem"


Ana membungkukkan badan tanda sikap hormat, lalu pergi meninggalkan lelaki itu.


"haduhh bodoh-bodoh mana mungkin Andre ada disini" ucap Ana merutuki dirinya sendiri sambil berjalan kembali ke tempat semula.


"customer nya kanapa An, ada masalahkah? " tanya Sinta melihat Ana kembali.


"enggak kok, gapapa aku kira tadi temen aku, ternyata bukan" jawab Ana merasa agak kecewa.


"Andre gimana kabar kamu, apa kamu bahagia, ahh jelaslah dia pasti bahagia dan yaa mungkin gak akan ingat aku,haha emang aku siapanya? aku aja yang bodoh, selama ini masih saja mengharapkan dia yang jelas-jelas gak peduli sama sekali" perang batin Ana memikirkan Andre.


Hari sudah larut, cafe pun akan segera tutup. Lagi-lagi Ana melihat lelaki yang mirip dengan Andre.


Ketika Ana dari kamar mandi dia melihat lelaki itu keluar dari cafe, lalu dia mengejarnya, tapi lelaki tersebut keburu melesatkan motornya dengan cepat.


"Hari ini aku kenapa sih, masak semua orang aku kirain Andre, hahhh menyebalkan" gerutu Ana memasuki cafe kembali karena tidak berhasil mengejar lelaki tersebut.


"Darimana An? " tanya Johan yang melihat Ana ngos-ngosan seperti habis berlari.


" Dari luar " Jawab Ana singkat lalu pergi.


"An ntar habis close cafe , kita keluar sebentar yuk, besok kan udah shift dan jadwal aku sama kamu masuk sore" Ajak Johan menghampiri Ana yang sedang membersihkan meja-meja customer.


"kapan-kapan aja ya, aku capek" jawab Ana


"hmmm yaudah aku tagih ntar janji kamu"


" aku gak janji kok, udah ah kerjaanku masih banyak" Ana pergi membawa piring dan gelas-gelas yang kotor ke tempat cucian.


"Aku akan sabar nunggu kamu An" ucap Johan dalam hati sambil memperhatikan punggung Ana yang menjauh.


Semilir angin malam menerbangkan jilbab hitam milik Ana. Cafe sudah close tapi gadis itu masih berada di atas rooftop, memandangi lampu-lampu malam yang terlihat indah dari atas sana.


"ayo balik An" ucap Amel menghampiri Ana dengan meletakkan kedua tangannya di depan dada karena malam ini terasa dingin.


" kamu balik aja dulu, aku masih pengen disini" sahut Ana yang masih setia di pinggir pagar memandangi pemandangan di bawahnya.


" yaudah aku balik dulu, udah ngantuk" kata Amel sambil menguap.


" Awas ada mbak kunti loh" Amel manakut-nakuti Ana.


" kamu itu kuntinya"


Ana tertawa mengiringi kepergian Amel.


"Ndre aku merindukanmu, entah sudah berapa kali aku mencoba menghilangkan dirimu dari memori ku, tapi tetap saja muncul disaat yang tidak menentu" ucap Ana berbicara sendiri di keheningan malam itu.


"An... " panggil Johan


Dengan reflek Ana menjawab "Andre, eh Johan" Ana merasa kikuk ketika salah menyebutkan nama.


"kamu belum pulang" tanya Ana kepada Johan yang ikut berdiri di pinggir pagar.


"belum, aku tadi liat kamu keatas tapi gak turun-turun aku nanya sama Amel katanya kamu mau disini dulu, yaudah aku ikut kesini" Jelas Johan panjang lebar.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2