
Tak terasa waktu sudah hampir malam merekapun memutuskan untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
" Ren masak kamu mau balik malam ini? " tanya Ana sambil memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
" Enggak lah, aku tidur di rumah pamannya Riko" jawab Reni lalu menyesap esteh nya yang masih penuh.
" ohhh... jangan aneh-aneh lo ya" kata Ana memperingatkan sahabatnya itu.
" ngaco kamu, aku gak serendah itu keless"
Ana tertawa menanggapi omongan sahabatnya.
" An kamu masih suka sama Andre? " tanya Reni
" emmmm gak tau Ren, dia itu udah blagu ee sekarang malah suka maksa, tapi entah kenapa aku tuh nurut-nurut aja sama dia, apa aku bucin? "
" hahahaa ....An, kamu gak coba buka hati kamu buat Johan? "
Seketika Ana tersedak mendengar omongan Reni.
uhukk.. uhukk...
" minum dulu An, makanya kalau makan pelan-pelan" kata Reni menyerahkan minuman untuk Ana.
" kamu sih Ren, Johan ngomong apa aja sama kamu? " tanya Ana penasaran.
" Dia suka sama kamu, kamu gak mau buka hati buat dia"
Mata Ana melotot.
" enggak, aku gak mau kamu salah paham sama aku" kata Ana
" Aku gapapa An,, aku udah lupain semuanya , lagian sekarang aku udah punya Riko"
" Enggak Ren, aku gak mau pacaran apalagi sama mantannya sahabat aku" kata Ana meyakinkan sahabatnya.
" hmmm aku cuma ingin kamu bahagia An, soal kamu bisa nerima johan atau tidak itu keputusan kamu" ucap Reni pasrah.
\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>
Dua tahun berlalu setelah kontrak kerjanya habis, Ana kembali ke kampung halamannya, dia ikut kursus memasak di kota nya sendiri karena dia ingin menjadi juru masak yang hebat.
__ADS_1
Reni pun telah lulus kuliah dan dia akan menjadi seorang nyonya Riko. Iya Reni dilamar oleh Riko tepat di hari ulang tahunnya, Riko itu lima tahun lebih tua dari Reni dan dia menjadi pewaris tunggal perusahaan keluarganya.
Tentang Johan, dia masih sering menghubungi Ana, tapi Ana masih belum bisa nerima Johan karena dia tidak ingin pacaran. Sedangkan Johan belum bisa melamar Ana dengan alasan dia belum punya pekerjaan yang tetap.
Kalau soal Andre, dia sudah menyelesaikan kuliahnya sama seperti Reni. Dia di trima kerja di sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Membahas hubungan Andre dengan Ana, ya masih tetap sama sikap Andre yang tidak bisa di tebak, suka memaksa.
Kadang Ana merasa bingung dengan sikap Andre yang aneh. Tapi dia tidak mau sakit hati lagi dia berusaha untuk menetralkan hatinya sendiri.
Ana tidak mau memikirkan pacaran, dia ingin fokus pada kursus masaknya. Tapi jika ada yang datang untuk melamar mungkin bisa di pertimbangkan karena sekarang bukan waktunya lagi untuk main-main.
**
Hari ini adalah hari bahagia yang ditunggu oleh setiap insan apalagi oleh seorang wanita yang akan membayangkan bagaimana hari bahagia itu di wujudkan.
Reni dan Riko melangsungkan pernikahannya hari ini di sebuah gedung yang besar di luar kota.
Banyak keluarga dan pasangan yang datang ke pesta Reni termasuk Ana yang datang bersama keluarganya.
" Ren.. selamat ya semoga sakinah mawadah warohmah cepat di berikan dedek, aku ikut bahagia di hari bahagiamu ini" ucap Ana sambil memeluk sahabatnya yang sekarang sudah menjadi seorang istri.
" Makasih ya, aku doakan semoga kamu cepat nyusul" Kata Reni mendoakan sahabatnya yang masih bimbang tentang hubungan percintaannya itu.
Kedua perempuan berbeda status itu meneteskan air mata haru dan kebahagiaan. Ana berharap sahabatnya itu menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.
Setelah menyelamati pengantin, Ana berkeliling untuk mencari makanan.
" hay boleh kenalan gak? " goda seorang lelaki yang berumur sekitar 30 tahunan.
" oh iya " jawab Ana merasa risih dengan lelaki tersebut.
" aku feri, namamu siapa cantik? " tanya lelaki itu sambil menjabat tangan.
" Aku Andre " Tiba-tiba Andre datang dan menyambut tangan lelaki itu.
Ana kaget, dengan datangnya Andre.
" heeyy aku gak ada urusan sama kamu" kata feri terlihat kesal.
" urusan dia urusanku juga " jawab Andre tak kalah kesalnya.
" emang kamu siapanya dia haaaa?" tanya feri lagi dengan nada marah.
__ADS_1
" Aku calon suaminya " kata Andre dengan lantang membuat orang di sekitar memusatkan perhatian.
Jantung Ana terasa berdetak cepat mendengar jawaban Andre, rasanya dia ingin pingsan saja.
" Ndre kamuu.... " sebelum Ana melanjutkan ucapannya Andre sudah memotongnya terlebih dahulu.
" ayo sayang kita pergi " kata Andre dengan tatapan mata sinis ke arah feri dan menggandeng tangan Ana. Ana pun hanya bisa mengikuti perintah Andre untuk pergi dari situ dan membiarkan Andre untuk menggandengnya.
Andre membawa Ana ke samping gedung yang agak sepi.
" Ndre mau kemana ini, pintu keluar kan disana" tanya Ana yang merasa takut karena Andre membawanya ke tempat sepi.
Yang di tanya hanya diam seribu bahasa, membuat Ana jengkel lalu melepaskan pegangan tangannya dengan paksa.
" Aku mau balik ke pesta " kata Ana berbalik arah dan melangkah pergi.
" Tunggu " ucap Andre akhirnya bersuara, Ana pun berhenti melangkah mencoba mendengarkan apa yang akan di katakan Andre.
" kamu gak nanya kenapa aku menyebutmu dengan calon istriku" tanya Andre, Lagi-lagi jantung Ana seperti mau copot tapi dia slalu berusaha mendamaikan nya.
" Aku... aku... tau kamu hanya melindungiku dari orang itu, makanya kamu bilang gitu, makasih sudah menolongku" jawab Ana menahan perasaannya yang tak karuan lalu dia pergi meninggalkan Andre sendiri.
" An darimana saja kamu nak, ibuk dan yang lain nyariin kamu loh? " tanya bu yani melihat anak sulungnya itu baru bergabung dengan mereka.
" emmmm Ana habis dari luar buk nyari udara" Jawab Ana sedikit membohongi ibunya.
" kak... kakak kapan kayak kak Reni" tanya Nisa dengan polosnya.
" Nanti dek kalau udah waktunya" jawab Ana sambil makan camilan yang sudah di sediakan.
" hmmm sama kak Andre apa kak Johan kak?" tanya Nisa lagi sembari memasukkan permen coklat ke dalam mulutnya.
" Anak kecil gak usah kepo" jawab Ana sedikit kesal dengan adiknya.
Acara selanjutnya adalah pelemparan bunga dari sang pengantin. Para gadis pun berjejer untuk mendapatkan bunga tersebut termasuk Ana karena di paksa oleh ibunya.
satu dua tiga....
bunga terlempar ke udara dan jatuh mengenai seorang pria.
"Andre... " ucap Ana dalam kebisingan para gadis yang berteriak-teriak melihat Andre.
__ADS_1
Andre pun berjalan ke arah Ana sambil membawa bunga tersebut. sorak- sorak dari orang yang berada disitu, semua mata pandangannya tertuju ke arah Andre.
bersambung.