
"Maaf buk tadi ban motor aku kempes, terus ayah ngapain nungguin aku? " ucap Ana dengan nada tinggi
"duduk dulu ana" perintah ibu yani
Ana pun duduk di sebelah ibunya.
" gini An, ayah kesini mau minta maaf sama kamu dan ibu kamu atas kesalahan ayah, yang ninggalin kalian" ucap ayahnya Ana dengan wajah yang menyesal.
"minta maaf, ayah bilang minta maaf, gak segampang itu yah, ayah udah bikin ibuk, aku dan adek menderita, dan sekarang ayah dengan gampangnya bilang minta maaf. gak. gak akan pernah aku maafin ayah" ucap Ana sambil berdiri lalu pergi masuk ke kamarnya.
"Anaa" panggilan ibu yani pun tidak dihiraukan lagi oleh Ana.
Ana masuk kedalam kamar membanting pintu.
BRAKKK
"Yani, tolong maafin aku, aku bener-bener menyesal sudah memperlakukan kalian seperti itu" Ayahnya Ana berusaha meminta maaf pada ibu Yani
"Entahlah mas, aku bisa maafin kamu apa gak, sakit hatiku masih sangat membekas, sekarang lebih baik kamu pergi mas"
"Baiklah aku akan pergi tapi aku akan berusaha agar kalian bisa maafin aku, kalau gitu aku pamit, Assalamualaikum" pamit ayahnya Ana
"Waalaikumsalam" tidak terasa air mata bu yani menetes begitu saja.
Didalam kamar Ana menangis sesenggukan, dia benci banget sama ayahnya.
tok.. tok.. tok
"Ana.. buka pintunya nak" ucap bu yani
Tidak ada jawaban, Ana masih sesenggukan.
"Ana kalau kamu masih belum bisa maafin ayah kamu gapapa nak, tapi sekarang bukain pintunya ya, ayo kita makan siang bareng, ibu udah masakin masakan kesukaan kamu loh, adek kamu juga udah nunggu" ucap bu yani di depan pintu kamar Ana
CEKLEKK
pintu kamar terbuka, Ana langsung memeluk ibunya sambil menangis.
"udah ah jangan nangis lagi, ntar cantiknya ilang lo" goda ibu yani
"apaan sih buk" dengan wajah malu-malu Ana menunjukkan senyum pada ibunya.
"nah gitu donk kalau senyum kan cantik" kata bu yani
"ibuk gombal"
"gak donk, anak ibuk kan emang cantik-cantik, yaudah yuk kasian adek kamu udah nungguin"
Merekapun makan siang bersama-sama.
"maafin ibuk ya nak, belum bisa jadi orang tua yang baik buat kalian" ucap bu yani dalam hati sambil memandangi dua anaknya yang makan dengan lahap.
"ibu gak makan? " tanya Ana yang melihat nasi di piring ibunya masih utuh.
"lihat kalian makan dengan lahap, ibu ngerasa udah kenyang"
"hadehhh ibuk ada-ada aja, makan buk, apa mau Ana suapin"
"gak nak, ibu makan sendiri aja"
__ADS_1
\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>
Seperti hari-hari biasanya Ana pergi kesekolah dengan motor bututnya.Di parkiran dia melihat Andre baru datang, rasa hati ingin sekali dia menyapa, mengungkapkan semua perasaan rindunya, ya Ana rindu dengan Andre yang dulu.
"woyyyy... " Tiba-tiba Reni datang mengagetkan Ana
"Renii.. kamu itu bisa gak sih gak ngagetin orang, kebiasaan banget , gimana kalau aku jantungan coba" omel Ana kepada sahabatnya yang usil itu
" maaf An, gitu aja marah" Reni mengerucutkan bibirnya
"Ehh.. An kamu tau gak? " Reni berubah ekspresi menjadi kegirangan
"tau apa? " jawab Ana
" emmmm kasih tau gak ya"
"apaan sih, kalau gak mau ngasih tau ya udah"
"Ann... "
"hmmm"
" Akuuu.... "
"ngomong yang jelas bambang" Ana kesal dengan sahabatnya itu
"yeee biasa aja dong"
" Reni... kalau ngomong gak usah bertele-tele, sebentar lagi jam pelajaran dimulai"
"Aku udah jadian sama Johan" teriak Reni saking senengnya
" ya serius lahh,,, ngapain aku bohong"
" hadehhh... Reni Reni awas aja ya kalau dia sampai nyakitin kamu, abis tu bocah"
"tenang bos, johan itu baik kok baik malah, kamu tau gak kemarin dia nembak aku tuh romantis banget" Reni senyam senyum sendiri mengingat kejadian ketika ditembak johan.
"ya ya ya yaudah masuk yuk, udah mau bel nih" ucap Ana
Mereka berjalan menuju ke kelas.
"kamu kapan punya pacar An? " ledek Reni
"gak penting" jawab Ana Asal
"bukannya kemarin kamu jadian sama anak SMK itu? "
"udah putus"
"ya ampun kasihan banget sih sahabatku ini, cup cup cup"
Ana tidak menggubris omongan Reni dia berjalan cepat kedalam kelas.
"Ana tungguin" ucap Reni
"makanya jangan lemot"
" hishhh untung sahabat , kalau gak udah tak cemplungin ke got" omel Reni kesal kepada Ana karena ditinggal.
__ADS_1
Didalam kelas sudah ada Johan and the gang.
"selamat pagi princess" sapa johan kepada Reni
"pagi pangeranku" jawab Reni
Ana merasa ingin muntah mendengar percakapan mereka pagi ini.
Pelajaran hari ini berjalan dengan lancar. begitupun hari-hari berikutnya.
Tanpa terasa ujian kenaikan kelas sudah didepan mata. Ana akan menjadi senior disekolah SMA Nusada. Saat ujian kayak gini Ana pasti ingat Andre.
"bodoh banget sih aku, suka sama orang yang gak sama sekali peduli sama aku" ucap Ana dalam hati merutuki kebodohannya.
"hay An, ntar kalau aku gak bisa ngerjain soal, tolong bantuin aku ya" ucap johan sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Ya Ana dan Johan satu kelas saat ujian, sedangkan Reni beda kelas.
"Matanya biasa aja, ganjen banget " kata Ana kesal kepada Johan.
"kamu kalau marah, tambah cantik An, ya meskipun jutek, galak" rayu johan
"Apaan sih lo, aku bilangin sama Reni baru tau rasa, kalau pacarnya ganjen, huhhh"
"hahahahaha" johan hanya ketawa mendengar omelan Ana.
"dasarrr orang gak jelas, gitu kok Reni mau-maunya pacaran sama dia.. hiiii" umpat Ana dalam hati.
Johan pun duduk di bangkunya, di belakang Ana.
"tunggu tanggal mainnya Ana, kamu akan jatuh cinta sama aku, trus kamu bakalan berantem sama Reni, hhahaha sekuat apa sih persahabatan kalian" ucap johan dalam hati.
Setelah ujian yang melelahkan pikiran, sekarang waktunya classmeeting.
kelas XI-C kelasnya Andre, tanding futsal dengan kelas XI-B kelasnya Ana.
"oke teman-teman sekarang kita saksikan, pertandingan futsal putra antara kelas XI-C dan XI-B, beri tepuk tangan" ucap siswa dari anggota OSIS yang menjadi pembawa acara.
Tepuk tangan dan sorak-sorak menyambut mereka ketika memasuki lapangan.
Tim Andre dan Tim Johan mereka sama-sama jago main futsal.
"Johannn semangatt" teriak Reni menyemangati johan
"kalau teriak jangan dikupingku Reni" ucap Ana
"hehe maaf Ana, aku terlalu bersemangat"
"huhhh dasar"
"ehh itu bukannya Andre , oh iya kamu kan dulu deket sama dia, tapi semenjak masuk SMA, aku liat kalian kok gak pernah bertegur sapa"
"dia udah lupa sama aku" Ana keceplosan
"maksudmu? "
" eh maksudku, kita bertegur sapa kok, kamu aja yang gak tau" Ana membohongi Reni
"ohhh gitu" Reni cuma manggut-manggut
__ADS_1
bersambung