
"yaudah hari ini kamu istirahat ya, karena besok sudah soft opening .Teman-teman mu sebentar lagi juga akan datang" kata pak Roby sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
" ehh hampir lupa, kalau mau makan kamu tinggal masak, disana sudah ada bahan-bahannya" kata pak Roby lagi menunjuk kearah dapur.
" iya pak"
" saya tinggal dulu ya, saya masih ada urusan yang lain"
" baik pak"
Pukul dua siang, sepeninggal pak Roby, Ana sholat nduhur dulu, lalu menata barang-barangnya didalam ruangan yang cukup besar itu di isi tiga kasur, tiga lemari kecil dan satu kamar mandi. Setelah itu dia langsung terlelap karena kelelahan waktu perjalanan.
\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>\=>
"hoooaammmm, haduh jam berapa ini? " Ana terbangun dari tidurnya, mencari-cari HP yang ada di dalam tas.
"astagfirullah udah setengah lima, aku belum sholat dan ini banyak panggilan dari ibu dan Reni, duhh tadi aku lupa ngabarin lagi pasti mereka khawatir" ucap Ana
" Aku kirim pesan aja dulu, trus aku mandi dan sholat"
Ana : Buk Ana sudah sampai, maaf tadi gak ngabarin soalnya Ana ketiduran.
sent......
Reni : Ren, aku udah sampai, sorry tadi aku ketiduran jadi lupa ngabarin.
sent.....
Tanpa sadar kasur di sebelah Ana sudah terisi dua perempuan yang sedang tertidur lelap.
" Ya Allah,ada orang ternyata baru sadar aku" Ana kaget melihat dua perempuan tersebut karena nyawanya belum terkumpul semua, sambil bergegas ke kamar mandi.
"hay kamu Ana ya, kenalin aku amel" sapa perempuan yang seumuran dengan Ana, rambutnya pendek, badannya agak gendut dan berpakaian seperti kedodoran.
"hay amel, kamu kok udah tau namaku? " tanya Ana sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"iya di kasih tau sama pak Roby, "
" ohhh, ehh aku tinggal sholat dulu ya takut waktunya keburu habis"
" oke " jawab Amel sambil gantian masuk ke kamar mandi.
Setelah sholat Ana mengecek HP nya ada balasan pesan dari ibunya dan Reni.
Ibuk : iya An, gapapa, tadinya ibuk khawatir karena kamu gak jawab telpon ibuk, tapi sekarang ibuk udah lega.
Percakapan anatara Ana, ibunya dan Reni pun berlanjut sampai tiba-tiba ada suara yang memanggil Ana.
"hay, kamu Ana kan? kenalin aku Sinta " sapa perempuan yang umurnya mungkin sekitar 25 tahunan memakai baju tidur, rambutnya panjang tergerai, badannya sexy.
" ohh iya mbak aku Ana, mbak juga dikasih tau sama pak Roby ya kok udah tau namaku"
" iya pak Roby udah ngenalin kamu sama semua orang yang kemarin interview dan ketrima disini"
" haha pak Roby aneh-aneh aja"
" iya katanya pekerjaanmu itu rapi dan kamu gak pernah telat masuk kerja"
" gak kok mbak kerjaku juga kayak yang lain, kadang malah aku tinggal ngrumpi wkwk"
__ADS_1
"heyyy pada asyik banget lagi ngomongin apa sih" kata Amel yang baru selesai mandi.
"biasa lagi ngegosip wkwkwk" kata Sinta
Amel pun ikut ngumpul.
"Eh, mbk Sinta divisinya bagian apa? " tanya Ana
" ya Ampun An , jangan panggil mbk napa, umurku juga gak jauh-jauh amat dari kamu"
" hehe kan menghargai yang lebih tua mbak"
" yayaya terserah kamu deh , aku bagian kasir an, tukang ngitung duwit"
" bagus donk liat duwit terus setiap hari" sahut Amel yang tengah menyisir rambutnya.
"kalau kamu bagian apa mel?" tanya Ana
" kalau aku bawahan kamu An, pokoknya yang kamu perintahkan akan aku lakukan, asalkan tidak kamu suruh nyemplung jurang"
Ana dan Sinta ketawa mendengar omongan Amel.
Obrolanpun terus berlanjut.Mereka semakin akrab. Tak terasa sudah jam delapan malam.
" eh kalian lapar gak? " tanya Ana yang merasa perutnya keroncongan karena dia hanya makan tadi pagi pas mau berangkat.
" iya nih aku laper banget " kata Amel
" ayo masak kata pak Roby di dapur udah ada bahan-bahannya"
" tapi kelamaan An kalau harus masak dulu, perutku udah gak tahan "
"ayokkk" jawab Ana dan Amel barengan.
Mereka bergegas untuk keluar dan tidak lupa mengunci kamar, lalu berpamitan kepada pak satpam yang sedang berjaga di depan.
" kita mau makan apa nih" tanya Ana
" gimana kalau kita makan bakso aja biar cepet gak pakek masak dulu" kata Amel
" yaudah ayuk" jawab Sinta
" kamu mau gak an?" tanya Sinta
" oke ayukk "
Tak membutuhkan waktu lama untuk berjalan ke tempat warung bakso, karena di situ banyak pedagang yang menjajakan dagangannya.
Suara bising kendaraan membuat Ana tidak mendengar kalau hpnya berbunyi.
drttttttt...... drttttttttt.....
"hp siapa yang bunyi? " tanya Sinta sambil meniupi kuah bakso yang masih panas.
"bukan punyaku, hp kamu kali An" kata Amel
Ana melihat hpnya ternyata aada panggilan dari Reni.
Ana : hallo Assalamu'alaikum, kenapa nelpon, udah kangen ya... hahahahaha
__ADS_1
Reni : hmmm kos sepi An gak ada kamu
Ada : yaelah baru ditinggal sebentar , kamu udah makan?
Reni : udah, kamu sendiri ?
Ana : ini aku lagi makan.
Reni : emmm yauda deh kamu lanjutin makannya aku mau bikin tugas
Ana : oke jangan kangen ya wkwk
Reni : huhhh nyebelin yaudah Assalamu'alaikum
Ana : Waalaikum salam
"so sweet banget An,pengen deh ditelpon kayak gitu" kata Amel sambil memainkan sendok garpunya.
" siapa An pacar kamu? " tanya Sinta
" enggak kok dia sahabat aku namanya Reni, aku boro-boro punya pacar gebetan aja zonk" kata Ana sambil ketawa
" ehh aku kira pacar kamu an, abis kata-kata nya romantis sih " kata Amel
" aku sama Reni emang gitu, malah dulu pernah di bilang orang kalau aku lesbian sama Reni, hiii aku masih normal kalee" jelas Ana panjang lebar
Mereka tertawa bersama.
"kenyang banget perutku, rasanya ngantuk" kata Amel
"hey bayar dulu punyamu" kata Ana karena Amel pergi duluan
" ehh iya aku lupa, berapa pak? " tanya Amel
" 13 ribu neng"
" pulang yukk udah jam berapa ini, tadi kata pak satpam gak boleh nglebihin jam sepuluh" ucap Sinta
" udah setengah sepuluh, gak akan telat kok kita nyampenya " kata Amel
Sambil berjalan mereka saling beecerita.
" An kamu udah pernah ke kota ini sebelumnya? " tanya Sinta
" belum pernah mbak, ini kali pertama aku kesini, kalau mbak sendiri? "
"kalau aku udah hafal kota ini, dari lulus SMA aku kerja di kota ini"
"ohh gitu ya mbak, emmm lain kali boleh dong ngajakin aku jalan-jalan biar tau daerah-daerah disini"
" boleh dong dengan senang hati"
"aku ikut ya " kata Amel
"huuuuu" sorak Ana dan Sinta barengan
Meskipun baru bertemu beberapa jam, tapi mereka sudah saling akrab.
bersambung
__ADS_1