
Meskipun baru bertemu beberapa jam, tapi mereka sudah saling akrab.
"sampai juga akhirnya, aku ngantuk tidur duluan ya gaes" kata Amel
" ya aku juga mau tidur, kamu gak tidur an? " tanya Sinta
"tidurlah mbak nyiapin tenaga buat besok"
" oke good night" kata Sinta
" night too" kata ana
Mereka tidur di ranjang masing-masing.
kringgg...... kringgg....
Suara alarm membangunkan seorang gadis tomboy yang sekarang sudah berhijab, siapa lagi kalau bukan Ana.
" hoammm udah subuh ternyata" ucap Ana yang masih belum sadar penuh dari tidur lelapnya.
Hari ini soft opening semua karyawan, harus hadir full time dari jam 10 pagi sampai 11 malam, begitu terus sampai nanti selesai grand opening baru di bagi shift.
Ana melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, dua temannya yang masih terlelap itu sedang datang tamu jadi Ana tidak membangunkan mereka.
selesai sholat Ana berencana untuk olahraga, sambil menikmati udara pagi di kota ini yang masih tak terlalu banyak kendaraan yang melintas.
"selamat pagi pak " sapa Ana kepada pak satpam
"pagi neng, mau kemana neng pagi- pagi gini" tanya pak satpam yang terlihat di baju seragamnya bernama Tarno umurnya sekitar 50 tahunan.
" mau olahraga pak, sambil jalan-jalan"
"emang neng udah tau daerah sini, nanti kalau nyasar gimana? "
" emmm kalau nyasar ya tinggal pakai GPS pak, hehe"
" oh iya ya bapak lupa kalau sekarang semuanya udah canggih, maklum udah tua" kata pak Tarno sambil memamerkan deretan giginya.
" hehe iya pak, kalau gitu Ana jalan dulu ya pak, Assalamualaikum" pamit Ana lalu meninggalkan pak Tarno yang masih setia berada di pos satpam.
" Waalaikumsalam hati-hati neng"
" siap pak" jawab Ana sambil berjalan kearah jalan raya.
Ana berlari-lari kecil dan sesekali berjalan, tidak lupa dia memasang earphone kesayangannya untuk mendengarkan music. Karena semalam habis hujan, tapi Ana tidak menyadari kalau hujan karena terlalu lelap dalam mimpinya, jalanan jadi tergenang air.
Tiba-tiba ada pengendara motor yang melintas.
BYURRR....
__ADS_1
"woyyyy sialan " Kata Ana kaget dan mengumpati pengendara yang dengan seenaknya menciprati dia tapi tetap melaju dengan kencangnya.
"sepertinya gadis itu tidak asing, tapi aku udah mau telat , bodo amatlah" ucap pengendara motor itu dalam hati ketika melihat spion.
"duhhh basah semua deh, kurang ajar banget tuh orang, udah nyelakain gak tanggung jawab lagi, masih pagi udah sial aja huhhh" gerutu Ana lalu kembali ke mes karena bajunya basah tidak mungkin dia melanjutkan olahraga dengan baju basah kuyup.
"kenapa An, kok baju kamu basah semua? " tanya Sinta yang sedang masak.
" Ada orang kurang ajar mbak , nyipratin aku pas dijalan tadi" jawab Ana dengan kesal.
"hahaha yaudah sana ganti baju, bentar lagi masakanku mateng kita sarapan bareng-bareng oke"
"ya mbak"
Mereka sarapan berdua, sedangkan Amel masih tetap berada di alam mimpinya.
Tak terasa sudah jam sembilan karena sehabis sarapan Ana main game favoritnya, jadi lupa waktu kalau sudah main game.
"An kamu gak siap-siap udah jam sembilan loh" kata Sinta
"eh iya mbak bentar lagi menang" jawab Ana masih terus memainkan hpnya yang miring.
Amel pun sudah bangun dan ber siap-siap.
"yesss akhirnya menang" kata Ana dengan kegirangan.
"kalian udah mandi? " tanya Ana
"meskipun belum mandi aku masih wangi loh" ucap Ana sambil mengendus-endus bajunya karena dia sadar kalau sedang di ledek sama Amel.
Jam sepuluh kurang lima menit mereka sudah berada di cafe dan juga karyawan yang lain untuk melakukan absen.
Ana melakukan prepare seperti yang biasa dia lakukan di tempat kerja sebelumnya, dia juga mengajari Amel dan waiters yang lainnya bagaimana prepare yang benar.
"pagi teman-teman maaf ya aku sedikit telat soalnya tadi banku bocor" kata seorang laki-laki yang baru datang.
"iya gapapa pak Roby juga belum datang kok" kata karyawan yang lain.
"mas maaf liat sapu yang disini gak? " tanya Ana kepada laki-laki yang sedang menaruh tasnya di loker.
" tadi dibawa Amel kayaknya" jawab laki-laki itu tanpa menoleh.
" oh oke mas makasih" Ana melangkah pergi
" kok suaranya kayak gak asing" ucap laki-laki itu dalam hati, dan diapun menoleh.
"Ana..... " panggil laki-laki itu
Ana berhenti karena ada yang memanggilnya, lalu dia menoleh.
__ADS_1
"Jo... han" ucap Ana dengan gagap karena kaget bisa bertemu dengan johan disini.
" Ana.. kamu beneran Ana, Ya Allah terimakasih sudah mempertemukan aku lagi dengan seseorang yang aku tunggu selama ini" kata Johan
"Johan kamu? "
" Ana aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi, aku kerja disini An, kamu...kamu juga kerja disini, kamu sekarang udah berhijab, Ya Allah mungkinkah dia benar jodohku? "
"iya aku kerja disini, yaudah aku mau kembali bersih-bersih dulu" Pamit Ana pergi meninggalkan Johan.
" Kita memang jodoh An" teriak johan tapi tak di pedulikan oleh Ana.
"haduhhh dunia emang sempit banget ya, kenapa harus ketemu johan,satu kerjaan lagi, Ya Allah cobaan apa lagi ini? " gerutu Ana memasang muka melas sambil berjalan untuk bergabung dengan yang lain.
"kapten Ana di panggil pak Roby tuh" kata Amel menunjuk kearah pak roby yang sedang duduk di bangku customer berbincang-bincang dengan owner cafe ini.
"apaan sih pakek kapten-kapten segala? "
" yaa ini kan jam kerja kamu atasan aku, jadi ya aku panggil kapten"
" terserah kamu deh, aku ke pak Roby dulu"
" siap kapten" kata Amel sambil mengangkat tangan dengan sikap hormat.
" hishhh apaan kapten-kapten" gerutu Ana kesal.
"ee permisi pak , apa pak roby memanggil saya? " tanya Ana menghampiri pak Roby
" oh iya An, nanti kamu atur sendiri ya pembagian kerjanya, kamu mengerti kan maksud saya? "
" iya pak saya mengerti"
" kalau gitu kamu boleh pergi"
" baik pak "
Jam sebelas cafe sudah buka, dan mulai ada customer yang datang. Ana lebih memilih berdiri di depan menyambut customer bersama Amel. sedangkan waiters yang lain berada di belakang untuk mengantar makanan dan minuman. Sebenarnya Ana tidak suka berdiri di depan, tapi karena di belakang ada johan yang divisinya barista. Jadi dia terpaksa jaga di depan, karena dia tidak mau terlalu dekat dengan johan.
Jam makan siang pun tiba, para karyawan gantian untuk makan,istirahat ataupun sholat.
"An.. " panggil johan yang kebetulan atau entah disengaja istirahat bareng dengan Ana di ruangan outdoor belakang cafe yang emang disediakan untuk istirahat para karyawan.
"Ya.. " jawab Ana seadanya
"kamu masih judes aja An, gak berubah"
" emangnya kenapa ada masalah? "
" enggak sih, aku ketemu sama kamu aja udah seneng banget"
__ADS_1
bersambung