Simfoniku

Simfoniku
RUJUK


__ADS_3

Mereka pun melaksanakan sholat berjamaah, dan bu Yani sebagai imamnya.


**


" Bu Ana kerumah ayah dulu ya" pamit Ana yang akan mengunjungi ayahnya.


" iya hati-hati nak"


" ibuk yakin gak mau ikut? " tanya Ana memastikan


" ibuk hari ini ada pesenan kue An, jadi gak bisa di batalin" ungkap bu Yani


" ohh yaudah Ana sama Nisa berangkat buk, Assalamualaikum" pamit mereka berdua sambil mencium punggung tangan bu Yani


" Waalaikumsalam, Hati-hati an bawa motornya"


" iya bukk beres " ucap Ana sambil menunjukkan ibu jarinya.


Ana berangkat ke rumah ayahnya, dan kebetulan jalanannya melewati rumah Andre. Dia menoleh ke arah rumah Andre, disana ada seorang perempuan seumuran dengannya.


" Apa jangan-jangan itu pacarnya Andre? " tanya Ana dalam hati.


" bodo amatlah, bukan urusanku, Ana kamu harus melupakan perasaanmu ke Andre" ucap Ana dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


tok... tok.. tok...


" Assalamualaikum" salam Ana ketika sampai dirumah ayahnya.


cek lekk...


" waalaikumsalam, Ana...Nisa " ucap pak Soni (ayahnya Ana) dengan lantang karena kaget anaknya datang dengan tiba-tiba.


" ayah " ucap mereka berdua gantian untuk saliman.


" ayo masuk nak, maaf ya rumah ayah berantakan" kata pak Soni sambil merapikan ruang tamunya yang sempit itu.


" iya gapapa kok yah, yah Ana mau nanya? "


" tanya apa nak, apakah ibumu sudah menjelaskan semuanya sampai membawamu kesini?"


" Nisa mau minum atau makan apa nak?" tanya pak Soni yang melihat anak bungsunya itu hanya diam saja.


" aku mau eskrim yah" jawab Nisa dengan jujur.


" ayah beliin kewarung sebentar ya, Ana mau apa eskrim juga?"


" ehhh gak usah yah, gak usah repot-repot" jawab Ana agak canggung dengan ayahnya karena sudah lama tidak bertemu.


Pak Soni hanya tersenyum lalu keluar rumah untuk membeli es krim.


" ini nak eskrimnya " pak Soni memberikan es krim itu kepada Nisa dan memberikan jus buah untuk Ana.


" yahh apa ayah menyayangi ibuk? " tanya Ana yang membuat ayah Ana kaget.


" rasa sayang ayah ke kalian itu gak ternilai nak, maafin ayah slama ini ayah sudah salah sama kalian" ucap pak Soni dengan wajah menyesal.


" ayah boleh kok bareng-bareng sama kita lagi, tapi ada syaratnya " kata Ana sambil meminum jus pemberian ayahnya itu.

__ADS_1


" apa syaratnya nak? " tanya pak Soni antusias.


" ayah harus janji gak akan nyakitin ibuk lagi"


pak Soni tersenyum lega.


" iya nak, ayah janji sama kalian, ayah gak akan nyakitin kalian lagi, ayah akan jaga kalian sampai akhir hidup ayah" ucap pak Soni meyakinkan kedua anaknya.


Ana memeluk ayahnya dan disusul oleh Nisa.


"Ana bahagia banget yah, akhirnya kita bisa kumpul lagi" ucap Ana


" aku juga bahagia bangetttt " kata Nisa yang ditertawakan oleh dua manusia beda generasi tersebut.


Akhirnya keluarga Ana bersatu kembali, ini adalah hal terindah dalam hidupnya karena melihat orang-orang yang disayanginya tersenyum bahagia.


Sekarang dia tidak terlalu bersedih lagi ketika harus meninggalkan ibu dan adiknya , karena sudah ada ayahnya yang akan selalu menjaga mereka.


**


Sesuai jatah cuti Ana telah kembali ke tanah rantauan nya, ia kembali bekerja seperti biasanya. Meskipun sebenarnya dia tidak di perbolehkan sama ayahnya untuk bekerja jauh, tapi Ana harus menyelesaikan kontrak kerjanya dulu kalau tidak ingin mendapatkan denda pinalti.


drttt... drttt....


Ana : Assalamu'alaikum Reni, kenapa pasti kangen?


Reni : hihhhh aku pas pulang kampung kamunya udah balik.


Ana : haha yaudah kamu kesini aja , kan kuliahmu juga libur kan sekalian jalan-jalan hehe.


Ana : yaelahh bocah satu ini katanya gak mau pacaran dulu.


Reni : hehe abisnya dia ganteng An, rugilah kalau di tolak.


Ana : dasar kamu ini, eh tapi besok kalau kesini kamu jangan kaget ya.


Reni : emangnya kenapa An?


Ana : emmm kasih tau gak ya...


Reni : iihhh Ana aku serius..


Ana : kamu liat besok aja, pokoknya jangan kaget.


Reni : nyebelin kamu An.


Ana : hahahaha


Obrolan mereka berlanjut sampai ada seseorang memanggil Ana.


Ana : ehh udah dulu ya ada yang manggil aku, Assalamualaikum.


Reni : Waalaikumsalam beby.


" ehhh johan kenapa, bukannya kamu libur? " tanya Ana yang melihat johan tiba-tiba datang padahal hari ini dia libur.


" An ikut aku yuk" kata johan

__ADS_1


" kemana kan aku masih kerja? " tanya Ana penasaran.


" satu jam lagi kan kamu udah pulang"


" iya sih, emangnya mau kemana sih? " tanya Ana antisias.


" Rahasia, yaudah aku tunggu kamu di post satpam ya, jangan lupa" johan pun pergi meninggalkan Ana yang masih berfikir mau diajak kemana dia.


"Johan mau kemana? " tanya Ana menghampiri Johan di post satpam , setelah jam kerjanya selesai.


" kamu tunggu sini bentar ya aku ambil motor dulu" ucap Johan lalu pergi untuk mengambil motor diparkiran.


"ayo naik An" ajak Johan seraya memberikan helm kepada Ana.


Ana pun mengikuti perintah Johan, walaupun dia juga penasaran mau di ajak kemana.


" pantai... mau ngapain malam-malam ke pantai johan? " tanya Ana begitu mereka sampai di sebuah pantai pasir putih dan banyak tumbuh pohon kelapa.


Johan menarik tangan Ana menuju pinggiran laut.


"kamu suka An? " tanya johan sambil memperhatikan Ana yang sedang memandangi laut lepas dan merentangkan tangannya.


" iya aku suka, suka banget malah" jawab Ana seraya menghirup udara malam di pantai.


" Johan kenapa kamu tiba-tiba ngajakin aku kesini? " tanya Ana penasaran.


" An...." panggil johan.


" ya......" .


"kamu masih ingat foto ini" tanya Johan sambil menunjukan sebuah foto di galeri hpnya.


" itu kan foto aku Johan, kenapa masih kamu simpen, emang kamu dapat darimana sih foto itu?" tanya Ana antusias.


" Apa selama ini setiap yang aku ucapkan selalu kamu anggap becanda? " tanya Johan


" ya tergantung " ...


" kalau aku bilang aku cinta kamu, apa kamu anggap becanda juga? " tanya johan dengan antusias.


" ya iyalah, kamu gak inget pas SMA, aku sampek nendang kaki kamu,,, ee kamu bilang itu cuma becanda" ucap Ana mengingat masa SMAnya.


" tapi sekarang aku serius An, aku cinta sama kamu " ungkap Johan menatap mata Ana.


" kamu mau aku tendang lagi?" kata Ana yang masih tak mempercayai omongan Johan.


" ehh pertanyaanku belum kamu jawab, kamu dapat darimana fotoku itu? "


" aku diam-diam ngikutin kamu, dan aku ngambil foto kamu dari belakang" ucap Johan menjelaskan


" Dan kamu masih gak percaya kalau aku beneran suka sama kamu? "


Tiba-tiba jantung Ana berdetak tidak beraturan. Karena mata indah yang dimiliki Johan, sedang menatapnya tanpa kebohongan.


" An kamu mau kan jadi pacar aku? " ucap Johan menembak Ana.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2