
Andre membuka matanya, entah dia udah tidur atau pura-pura tidur.
" sini.. " Andre menarik tangan Ana, sehingga Ana terjatuh tepat di atas Andre.
BRUKK
Jantung Ana mulai tidak normal lagi, dia juga mendengar jantung Andre yang berdetak lebih cepat.
Dengan sigap Ana menarik dirinya untuk berdiri lagi. Lalu dia membelakangi Andre untuk melepas kancing baju.
Andre menelan ludah ketika berhasil melepaskan kancing baju Ana, karena dia juga lelaki normal, melihat yang mulus-mulus pastinya bereaksi.
"Ndre udah belum, awas ya berpikir macam-macam" tanya Ana yang merasa Andre sangat lama membuka kancing bajunya.
" iya udah.. " jawab Andre masih dalam keadaan kurang fokus.
" Makasih.. " ucap Ana lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti baju.
Sementara Ana di kamar mandi Andre pun menenangkan fikirannya yang ke mana-mana.
" siall .." gerutu Andre.
CEKLEK..
pintu terbuka Andre pura-pura memejamkan matanya.
Ana yang keluar dari kamar mandi mengira Andre sudah tidur. Lalu Dia memilih tidur di sofa karena merasa belum siap untuk satu ranjang dengan Andre.
Tak membutuhkan waktu lama Ana pun langsung tertidur pulas karena kecapek.an acara tadi siang.
Lain hal dengan Andre Dia malah susah untuk menidurkan tubuhnya. Akhirnya dia menghampiri Ana untuk memakaikan selimut dan mengelus-elus rambut istrinya yang berantakan itu.
*
Matahari mulai muncul, cahayanya mampu menembus celah-celah dedaunan. Seorang wanita perlahan membuka mata, pandangannya mengitari sekeliling. Dia merasa ada sesuatu yang menumpu di tangannya, dan diapun tersadar kini dirinya bukan seorang gadis lagi.
"Andre.. ngapain dia tidur disini?" ucap Ana yang melihat Andre tidur sambil duduk dilantai menyangga kan kepalanya di sofa.
"Ndre.. " kata Ana menepuk-nepuk tangan Andre.
Tak ada tanggapan.
"Ndre.. bangun, ngapain sih tidur disini?" ucap Ana sambil menggoyangkan bahu Andre.
Andre sedikit membuka matanya, lalu melihat Ana seperti kaget. Tanpa bicara dia berdiri dan melangkahkan kakinya ke ranjang menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk itu.
" hishhh... dasar orang aneh" gerutu Ana lalu bangkit dari sofa dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
" Astagfirullah udah siang,aku gak bangun subuh" Ana mengomeli dirinya sendiri.
Setelah mandi Ana melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim meskipun sudah kesiangan. Lalu menghampiri Andre yang terlihat masih lelap.
" Ya Allah aku gak nyangka banget bisa nikah sama dia, apa ini yang namanya jodoh takkan kemana?" gumam Ana sambil mengamati wajah seorang pria yang dulu sangat dicintai dan sekarang sudah menjadi suaminya.
Ana ingin beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba masih dengan mata terpejam Andre memegang tangan Ana.
" Jangan pergi" gumam Andre
Ana kaget dia langsung melepas pegangan tangan Andre.
" Apa dia ngigau? " tanya Ana pada diri sendiri.
" bodo ah perutku udah lapar" ucap Ana lalu pergi untuk memesan makanan melalui telepon.
Dia baru ingat kalau dompetnya tertinggal dirumah.
"haduhh dompet ku ketinggalan lagi, gimana ini, mana perutku lapar banget, apa aku bangunin Andre " pikir Ana merasa bingung.
"An jam berapa? " tanya Andre yang masih setengah sadar.
" Udah jam delapan, ndre bangun...aku lapar"
Ana pun terpaksa membangunkan Andre.
"Ndre...! " panggil Ana memecah keheningan.
Yang di panggil tidak nyaut, asyik menyantap nasi goreng makanan kesukaannya.
" Ndre.. kamu itu budeg ya? " tanya Ana merasa kesal.
" Kalau makan jangan bicara" Jawab Andre dengan dingin.
Karena merasa kesal Ana tidak melanjutkan sarapannya, dia keluar ke balkon untuk mencari angin. Andre hanya menatapnya tajam tapi Ana tak perduli.
" Aku itu di anggep apa? sebenarnya apa sih tujuan dia nikahin aku, apa aku terlalu bodoh nerima dia gitu aja, padahal satu kalimat pernyataan perasaannya pun gak pernah aku denger, aku kira dia nikahin aku karena dia udah ngebuka hati buat aku, tapi sampai sekarang kita udah resmi jadi suami istri sikap dia masih aja kayak dulu" Omel Ana dalam hati sambil berdiri di tepi balkon, angin pagi yang sejuk menerbangkan jilbab panjangnya.
Andre yang sudah rapi mengenakan celana pendek selutut dan kaos berwarna putih, potongan rambut yang sampingnya tipis tersisir dengan rapi. Parfum yang sudah Ana kenali dari jaman dulu waktu SMA menggoda indra penciuman nya.
Dia ikut berdiri di samping Ana menikmati indahnya pemandangan pagi dari atas lantai 10 di hotel kota itu.
" Gak baik makanan gak di habisin" kata Andre memulai pembicaraan.
" Masbuloh.. " jawab Ana masih merasa kesal.
Andre menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
" Sebenarnya apa sih tujuan kamu nikahin aku, mau mainin aku gitu, karena kamu tau kalau aku suka sama kamu dari dulu? " tanya Ana panjang lebar sambil menghadap ke arah Andre.
Andre pun menoleh ke arah Ana, dan kedua pasang mata itu saling bertatapan.
Dalam hati Ana bertanya - tanya melihat tatapan mata Andre. Dia merasa tidak kuat lama-lama akhirnya Ana menundukkan pandangannya.
" Apa kamu gak bisa ngrasain dari pandangan mataku ke kamu? " tanya Andre, Ana berbalik Arah tidak kuat melihat wajah Andre yang sedari dulu tetap saja memenuhi ruang hati dan pikirannya.
Tiba-tiba Andre memeluk Ana dari belakang, seketika itu Ana merasa dunianya sedang terbang melayang.
" Apa aku mimpi, Andre memelukku? " tanya Ana dalam hati merasakan jantungnya yang bergejolak.
"An apa kamu mencintaiku? " tanya Andre
"Pertanyaan macam apa itu? " jawab Ana dalam hati.
" Kamu tanya kenapa aku menikahimu, itu karena aku ingin kamu yang menemani sisa hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku, dan......... "
Hening seketika.
" Aku mencintaimu An.. " Bisik Andre di kuping Ana membuat dia merinding.
" Apa..... apa.... itu benar? " tanya Ana merasa tidak percaya dengan pernyataan Andre.
Andre merasa gemas dengan istrinya itu, tiba-tiba dia langsung menggendong Ana menuju kamar.
" Ndre.. apa-apaan ini turunin gak?" berontak Ana.
Andre tak mempedulikan omelan Ana. Ia tetap saja berjalan sambil menggendong nya. Lalu Ana di baringkan di tempat tidur, Andre berada di atas Ana menatap lembut ke arahnya.
"Ndre... kamu mau ngapain? " kata Ana berusaha untuk melepaskan diri, dia merasa gugup dengan keadaannya sekarang.
Andre semakin mendekatkan dirinya ke wajah Ana, melihat pipi istrinya yang sudah berubah warna.
ting... tung...
Tiba-tiba bel berbunyi.
"Ah sialll... " gerutu Andre bangun dari ranjang lalu menuju pintu.
Ana merasa lega karena berhasil keluar dari cengkraman Andre. Membayangkan akan apa yang dilakukan Andre membuat pipinya bersemu merah.
Sebelum Andre kembali , Ana sudah kabur duluan masuk ke kamar mandi.
"Apa bener yang di omongin Andre, dia juga cinta sama aku? " tanya Ana sambil melihat gambar dirinya di dalam cermin.
bersambung
__ADS_1