Simfoniku

Simfoniku
MASA LALU 9


__ADS_3

"pokoknya aku mau putus"


Ana yang sedang asyik membaca buku ditaman merasa terganggu karena mendengar suara orang yang sedang berantem.


"itu kayak suara Reni deh" tebak Ana, lalu dia melihat Reni yang berlari meninggalkan Johan.


Ana pun mengejar Reni.


"Ren kamu kenapa kok nangis" tanya Ana


"Johan An.. hiks.. hikss.." Reni menangis sambil memeluk Ana


" kenapa?"


" Johan selingkuh An"


"Apa.. brengsek tu bocah, kamu tau siapa selingkuhannya johan? " Ana melepaskan pelukan Reni dia merasa geram kepada Johan.


" itu dulu yang pernah aku critain, foto yang ada di hpnya itu ternyata selingkuhannya bukan sepupunya.. hiks.. hiks.. "


"udah kamu tenang dulu, kamu duduk ya, kalo udah tenang baru cerita " kata Ana menuntun Reni untuk duduk.


" tadi aku lewat toilet cowok, aku gak sengaja denger suara Johan,dia ngomong sendiri di depan wastafel, dia gak tau kalau aku di belakangnya, ngomongnya gini sambil liat HP *kamu itu sebenarnya cantik, kenapa sih kalau sama aku kamu itu galak, tapi dengan kegalakanmu itu membuat aku semakin menyukaimu* trus aku mendekat dan melihat di HP itu foto yang waktu itu aku critain.. hiks.. hikss"


"udah tenang ya, sekarang kamu fokus sekolah ren, sebentar lagi kita ujian lo, kamu gak boleh mikirin Johan lagi, oke"


"iya makasih ya Ana kamu slalu ada buat aku" Reni memeluk Ana dengan erat


uhukk... uhukk.. Ana melepaskan pelukan Reni.


"ren, kamu meluknya kekencengan aku susah nafas"


" hehe maaf ya"


" ya ya gapapa yang penting jangan sedih lagi, jangan dipikirin lagi oke"


Reni hanya menampakkan senyum manisnya, dan matanya yang masih membengkak akibat menangis.


"awas kamu Johan" ucap Ana dalam hati.


"ehh Ren, aku kebelet nih aku tinggal ke kamar mandi sebentar gapapa kan"


"iya sana ntar ngompol lagi"


Ana membohongi Reni, sebenarnya dia ingin menemui Johan dan membalas atas perbuatannya kepada Reni.


Ana menemukan Johan berada dikantin bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Johan" panggil Ana


"An... ada apa" kata Johan


" brengsek emang, sahabat ku nangis di kelas, eee dia malah enak-enakan nongkrong di kantin" ucap Ana dalam hati


" aku mau bicara, bisa ikut aku" kata Ana


Ana mengajak Johan ke belakang sekolah, disitu memang sepi.


"kenapa an, kamu ngajakin aku ketempat sepi gini, atau jangan-jangan" kata Johan dengan nakalnya mengerlingkan mata.


BUGHH... BUGHH..


Dua pukulan dari Ana melayang di pipi Johan.


"Brengsek kamu Johan, kamu apain Reni? "


Johan hanya tersenyum licik, sambil memegangi bibirnya yang berdarah.


"Jago banget kamu mukulnya Ana" kata Johan sambil mendekati Ana.


Johan mengeluarkan HP dari sakunya.


"liat ini" kata Johan menunjukkan foto yang ada di hpnya.


" Ann... kamu kenapa gak sadar sih, selama ini aku suka sama kamu Ann"


" jadi gara-gara fotoku ini, Reni mutusin kamu haaa..? "


" iya... Ann aku beneran suka sama kamu, aku cinta sama kamu Ann"


"minggir, aku gak sudi liat muka kamu lagi" Ana pergi meninggalkan Johan.


"An.... " panggil Johan terlihat frustasi.


Ana kembali ke kelas dengan keadaan marah, marah semarah marahnya, jadi gara-gara dia Reni menagis.


"An.. kamu kok lama banget sih" tanya Reni


" iya Ren tadi antri , hehe" kata Ana membohongi Reni.


Semenjak kejadian itu Ana yang ingin fokus belajar malah gak bisa, apalagi setiap malam Johan mengirimi dia pesan, tapi gak pernah Ana balas.


Ketika disekolahan Ana dan Reni tidak menganggap Johan Ada, hal itu demi agar bisa belajar dengan fokus.


Mengenai latihan beladiri, setiap latihan Ana pasti datang untuk membantu para pelatih. Kadang Andre juga datang tapi tetep aja cuek sama Ana. Dan Ana pun sudah tidak mempedulikan hal itu.

__ADS_1


Hari-hari Ana dan Reni disibukkan oleh tugas akhir sekolah, berangkat pagi banget pulang sore menjelang magrib karena harus segera menyelesaikan tugas-tugas sesuai jadwal.


Johan pun akhir-akhir ini sudah tidak lagi mengirimi pesan kepada Ana, mungkin dia sudah bosan.


Hingga pada akhirnya hari yang mendebarkan pun tiba, Ya ujian nasional yang menentukan kelulusan siswa-siswi SMA Nusada.


Para murid banyak yang tegang menghadapi ujian tersebut, termasuk Ana dan Reni, tapi berkat kerja kerasnya belajar selama ini mereka lulus dengan nilai yang memuaskan.


"yeeee kita lulus" ucap Reni gembira .


Tapi wajah Ana terlihat murung, sebenarnya kelulusan ini membuat Ana bahagia dan juga sedih, pasalnya setelah lulus dia akan kemana. Kuliah tidak punya biaya, hal ini sudah dibahas sama ibunya waktu itu, kalau ibunya tidak sanggup membiayai Ana kuliah, karena ibunya hanya penjual kue di pasar.


"kamu kenapa An, keliatannya kok sedih, kita lulus loh An" kata Reni


" kamu mau kuliah dimana ren? "


" emmm aku mau kuliah di Universitas Z deh An, kamu gimana an? "


" Aku masih bingung, mungkin aku akan bekerja agar bisa membantu meringankan beban ibuk" kata Ana dengan wajah sedih


" An.. apa yang bisa aku bantu? "


" udah kamu gak usah khawatir, aku baik-baik aja kok, tahun depan kalau aku udah punya tabungan kan aku bisa pakai buat kuliah" ucap Ana sambil tersenyum menutupi kesedihannya.


Reni hanya tersenyum, sebenarnya dia sedih melihat sahabatnya seperti ini, nilainya bagus Ana juga murid yang cerdas, tapi sayang dia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Reni ingin membantu tapi apa daya bisnis orang tuanya sekarang lagi menurun.


Setelah pengumuman kelulusan, lalu besoknya lagi diadakan wisuda. Acara yang membahagiakan namun juga mengharukan karena harus melepaskan siswa-siswi yang sudah dianggap anak sendiri oleh para guru disekolah. Meskipun kadang nakal, bandel suka ngejailin guru tapi itulah hal yang pasti dirindukan ketika sudah lulus sekolah.


Acara wisuda dimulai. Ana Reni dan murid perempuan lainnya memakai kebaya, sedangkan murid laki-laki memakai celana hitam, kemeja putih dan jas hitam.


"An kamu cantik loh kalau pakek ginian pakek make up" kata Reni ,mereka duduk di depan panggung didalam aula sekolah.


" hisshh ribet tau gak, pakek ginian, ini juga lipstik gak enak banget pas makan, masak lipstiknya nyampur di makanan pas aku gigit, wekkk"


Reni pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar omongan sahabatnya ini.


"kamu itu perempuan harus belajar pakek lipstik, apalagi ntar pas punya suami kamu harus dandan maximal" kata Reni


"males banget renn"


Tiba-tiba Johan datang.


"hay Ren, hay An selamat ya atas kelulusannya" kata Johan


Mereka berdua hanya diam tidak memperdulikan Johan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2