Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Kembali ke Kota


__ADS_3

Setelah Michael dan seluruh pasukan zeron, selesai menerima perawatan luka dari Artius dengan menggunakan Sihir Kuno miliknya. Kini di medan pertempuran, Jenderal Varus telah memberikan perintah kepada sebagian pasukan untuk menguburkan mayat para prajurit yang telah gugur di medan perang.


Sedangkan perintahnya untuk sebagian pasukan yang lain, adalah mengumpulkan Material dan organ tubuh berharga dari ribuan mayat binatang buas dan Monster yang ada di medan perang saat ini, Lalu membakarnya setelah mereka selesai.


Membutuhkan waktu hingga dua hari lamanya, untuk membersihkan seluruh mayat Monster dan binatang buas itu hingga selesai, Sehingga seluruh pasukan Zeron saat ini, bisa segera kembali ke dalam Benteng.


Dapat terlihat dari kejauhan, seluruh penduduk Benteng Zeron sudah menunggu kepulangan Marquis dan seluruh prajurit yang saat ini telah memenangkan pertempuran dan sedang berjalan menuju kedalam benteng. Jenderal Varus bersama Michael menunggangi kuda berwarna putih, memimpin ribuan pasukan Zeron yang berhasil selamat di barisan paling depan.


Michael yang saat ini tengah menunggangi seekor kuda berwarna putih, dengan pedang Dawn Bringer di pundaknya, tampak begitu gagah dan terhormat melambangkan kedudukannya sebagai seorang Marquis dan kesatria terkuat di seluruh pasukan Zeron saat ini. Namun jika diperhatikan lebih dekat, Michael tampak bingung seolah sedang memikirkan sesuatu di kepalanya, saat ini dia sedang memandangi sebuah Liontin di tangannya, yang memiliki  bentuk seekor Naga yang sedang melingkar di atas sebuah batu kristal berwarna merah yang menyerupai jantung.


     "Siapa sebenarnya Tuan Bijak yang telah menolongku dan memberikan Item yang begitu berharga ini, aku bahkan belum sempat untuk mengucapkan terimakasih kepadanya. Tapi bagaimana cara untuk menghubunginya saat ini?" Michael bertanya di dalam hatinya mengenai sosok pria misterius yang tidak lain adalah Aland putranya sendiri di dunia ini.


"Syukurlah kamu berhasil melakukannya dan kembali dengan selamat Tuan Marqus." Aland kembali berbicara Kepada Michael melalu Soul Connection dan kembali berperan sebagai seorang Apostle.


"Tuan, apakah anda mendengar hamba. Terima kasih telah membantu hamba menyelesaikan permasalahan ini, apa yang bisa saya lakukan untuk anda sebagai ucapan terima kasih hamba dan seluruh penduduk Zeron saat ini? " Michael begitu kegirangan setelah mendengar suara sosok yang begitu berwibawa di kepalanya dan langsung mengutarakan isi hatinya.


"Ya, itu bukanlah sesuatu yang besar. Namun untuk saat ini, aku ingin engkau merahasiakan keberadaan dan bantuanku kepadamu sebelumnya. Dengan berpura-pura telah mendapatkan pencerahan dari Dewa hingga dapat membangkitkan kekuatan warisan darah keluarga Rosenthal yang telah lama hilang. Dan satu hal lagi, rahasiakanlah keberadaan Item yang aku berikan kepadamu sebelumnya, karena para pengikut Dark Legion itu pasti akan mencari tahu alasan di balik kemenanganmu dan seluruh pasukan Zeron saat ini." Aland menyampaikan pesannya dengan sangat tegas, semua ini dia lakukan sebagai langkah pencegahan, jika musuh akan menduga ada seseorang yang telah Membantu Michael saat itu.


"Baik Tuan, sesuai dengan perintah anda." Michael menjawab dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungimu jika membutuhkan sebuah bantuan. Sekarang, temuilah istri dan putramu." Aland kemudian menghentikan Soul Connection dirinya dengan Michael saat ini dan tampak begitu terkejut ketika dia mendapatkan Pemberitahuan dari system, yang tiba-tiba saja muncul di depan matanya.


[Selamat Kepada Tuan Rumah, Karena telah menyelesaikan Hidden Quest]


[Mendapatkan 300.000 Devine Power, Mendapatkan Ring of Eternal Bonds, Mendapatkan Elixir of Truth, mendapatkan Material Penempaan 2x Dragonsteel Ingot dan 8x Mythril Ore]


    "Ini.. Apakah ini hadiah yang aku dapatkan setelah membantu Michael menghentikan pertempuran, ini adalah hadiah yang sangat banyak. System,? bisakah kamu menjelaskan kepadaku kegunaan dari setiap hadiah yang baru saja aku dapatkan."

__ADS_1


[Mendapatkan Total 400.000 Devine Power yang dapat digunakan untuk membuka dan meningkatkan kemampuan Apostle, serta dapat ditukarkan dengan berbagai Item pada System Devine Market]


[Ring of Eternal Bonds adalah sebuah Cincin Kuno yang hanya dapat digunakan oleh seseorang dengan hati yang bersih dan memiliki kecintaan tinggi kepada setiap Mahluk hidup, membuat pemakainya dapat berkomunikasi dengan binatang magis dan memperkuat ikatan spiritual pemakainya, hingga memberikan kedamaian dan ketenangan di hati mereka]


[Elixir of Truth adalah sebuah ramuan magis yang memiliki kemampuan untuk mengungkap segala rahasia dan kebenaran yang disembunyikan oleh seseorang di dalam dirinya. Sehingga memungkinkan Anda, untuk dapat bertanya dan memberi perintah kepada target, sesuai dengan kehendak anda.]


[Dragonsteel Ingot adalah Logam langka yang diperoleh dari sisik naga, memiliki kekuatan yang tak tertandingi dan ketahanan luar biasa dari berbagai serangan sihir maupun senjata. Membuatnya menjadi salah satu Logam yang paling di cari untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan Armor dan senjata yang sangat kuat, akan tetapi terdapat kekurangan dari Dragonsteel Ingot ini, yaitu unsur pembentuk materialnya yang begitu keras dan padat, sehingga menjadikan setiap Armor ataupun senjata yang terbuat dari Dragonsteel Ingot, akan terasa sangat berat dan sulit untuk digunakan.]


[Mythril Ore adalah Bijih langka dengan ketahanan magis dan sihir yang cukup tinggi namun tidak sekuat dan setebal Dragonsteel Ingot. Akan tetapi, Logam ini memiliki keunikannya sendiri yaitu unsur dari Material pembentuknya yang kuat dan juga sangat ringan, sehingga setiap senjata ataupun armor yang ditempa menggunakan bahan dasar dari Mythril Ore ini akan sangat ringan dan mudah untuk digunakan]


     "Ini adalah hadiah yang sangat menakjubkan, aku selalu bermimpi untuk dapat berbicara dengan binatang sebelumnya, tidak pernah aku sangka, bahwa hal itu akan dapat terwujud dalam kehidupanku kali ini. Hmmm... Adapun untuk hadiah Material penempaan, aku belum terlalu membutuhkannya saat ini, mungkin suatu saat aku dapat menggunakannya ataupun memberikannya kepada seseorang sebagai hadiah. Kurasa itu adalah ide yang bagus." 


Setelah Aland selesai untuk memeriksa semua hadiah yang didapatkannya kali ini, Tiba-tiba saja, seorang pelayan masuk kedalam ruangan tempat Aland berada saat ini dengan begitu tergesa-gesa untuk menemui Elis yang saat ini berada di dekat Aland.


     "Nyonya, ada kabar baik yang harus saya sampaikan. Tuan bersama seluruh pasukan Zeron telah memenangkan pertempuran dan saat ini sudah kembali kedalam benteng, mungkin sebentar lagi tuan akan segera sampai." Ucap seorang Pelayan wanita dengan penuh semangat dan kebahagiaan di matanya.


     "Benar Nyonya, para penjaga di luar ruangan yang memintaku menyampaikan pesan ini kepada anda."


     "Syukurlah mereka semua telah berhasil, terimakasih Dewa, engkau telah melindungi kami semua, hiks..hikss..hikss.." Elis yang begitu bahagia setelah mendengar kabar baik yang telah disampaikan kepadanya, tak kuasa menahan air mata dan menangis dengan penuh rasa syukur.


     "Hmm..  akhirnya sekarang mereka telah kembali. Syukurlah, sepertinya suasana hati ibu kini sudah mulai membaik, dia pasti sangat menghawatirkan keselamatan Michael dan seluruh penduduk wilayah Zeron sebelumnya. Aku tidak akan membiarkan ibu merasakan kesedihan seperti ini lagi. Aku harus segera memulai rencanaku secepatnya, sebelum Dark Legion kembali menuntut balas atas kekalahan mereka dalam pertempuran kali ini." Aland yang saat ini sedang menyaksikan ibunya menangis, menguatkan tekad di hatinya dan menjadi seorang Apostle yang akan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk di dunia ini.


     ~Didalam wilayah Benteng Zeron, tepatnya di sepanjang jalanan yang ada di pusat Kota~


Seluruh penduduk Zeron, tampak begitu bahagia menyambut ribuan prajurit yang saat ini tengah kembali dari pertempuran  dan melintas di depan mereka, ribuan kelopak bunga berwarna-warni, yang sengaja di tebarkan oleh seluruh penduduk ke arah para prajurit yang sedang melintas saat ini, tampak begitu indah dan mengharukan. 


     "Terimakasih Para Prajurit Zeron yang pemberani"

__ADS_1


     "Kalian adalah kebanggaan kami"


     "hiks..hiks.. terima kasih telah melindungi kami"


     "Hidup Pasukan Zeron"


     "Hidup Marquis"


Terdengar teriakan dan seruan dari para penduduk Zeron, yang mengutarakan rasa terimakasih mereka kepada seluruh pasukan yang sudah bertempur dan mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi para penduduk selama ini.


"hehehe.. lihatlah Jasel, kita telah menjadi seorang pahlawan." ucap Roddin kepada Jasel sahabatnya yang saat ini ikut berjalan bersama seluruh pasukan.


"Mana ada pahlawan yang mengompol di medan perang, hahahaha..." 


"Berhentilah meledek Roddin sahabatmu. Jasel, dalam pertempuran ini dia juga telah memberikan kontribusi yang sangat besar, dengan membantu memulihkan kekuatan Marquis di detik-detik terakhir, sama seperti yang telah kamu lakukan untuk melindungi Marquis dari serangan Musuh pada saat itu. Kalian berdua memang layak untuk mendapatkan gelar seorang pahlawan." Artius yang saat ini berjalan dibelakang keduanya, tampak memegang kepala kedua muridnya itu dan memberikan mereka sebuah pujian.


"Guru!" ucap keduanya secara bersamaan.


"Kamu benar-benar kelewatan kali ini guru, kamu terbang begitu saja dan tidak kunjung kembali untuk menurunkan kami dari atas menara. apakah kamu tidak punya hati nurani?" ucap Jasel yang memarahi gurunya.


"heee, soal itu, aku sebenarnya lupa telah membawa kalian ke atap menara itu sebelumnya. heehee.. jadi jangan marah kepada gurumu ya."


"Ehhhh... jadi kamu benar-benar melupakan kami guru? uhhhhhh... rasakan ini, dasar guru pelupa yang menyebalkan." Jasel yang sangat kesal itu, langsung melompat ke udara, menerjang ke arah Artius di depannya.


"Tunggu Jasel, i'm Sor..." tepat sebelum Artius mengucapkan permohonan maafnya.


"Kapowww"

__ADS_1


Lutut keras Jasel menghantam wajah Artius dengan sangat elegan, dan menumbangkannya hingga tergeletak di atas tanah dengan darah yang mengocor keluar dari hidungnya. Roddin dan semua orang yang menyaksikan kejadian ini, hanya bisa menghela nafas dan membantu gurunya untuk berdiri, di tengah gelak tawa semua orang yang menyaksikan tingkah konyol seorang guru dengan Muridnya itu.


__ADS_2