
Negeri Pohon Raksasa, Yggdrasil.
Ribuan kilometer Jauhnya dari wilayah Zeron, terlihat beberapa orang Pria Misterius tengah berlari dan memasuki sebuah hutan yang sangat lebat. Mereka adalah orang-orang dari organisasi jahat Dark Legion, yang baru saja memasuki perbatasan wilayah kerajaan Elf Yggdrasil di selatan.
Kelompok ini dipimpin langsung oleh seorang Dragonian bernama Ark Theodor, dia adalah petinggi Dark Legion sekaligus salah satu dari lima jendral kegelapan yang sangat kuat. Postur tegapnya dalam wujud manusia naga memiliki tubuh yang dipenuhi oleh sisik hijau, serta sepasang tanduk besar di kepalanya menjadi bukti garis keturunan kuno yang mengalir didalam darahnya. Menciptakan aura kekuatan dan ancaman yang begitu mengerikan bagi siapapun yang melihat sosoknya.
Dengan langkah penuh ambisi, Jenderal Ark bersama beberapa orang pengikutnya, memasuki hutan mistis Elenor tanpa nemiliki kehawatiran apapun di hati mereka. Adapun Niat dari kedatangan mereka ke hutan Elenor kali ini, adalah untuk mencuri harta berharga milik kerajaan Elf yang di simpan didalam Kuil Elenor yang berada di kedalaman hutan. Kuil itu dijaga dengan ketat oleh ratusan prajurit Kerajaan Elf yang berpengalaman.
Namun semua itu bukanlah masalah yang besar bagi seorang Jenderal Ark Theodor yang memiliki kemampuan Pestilence Aura. Tubuh aslinya yang merupakan seekor Venoms Dragon's, membuatnya mampu mengeluarkan gas beracun di sekitar tubuhnya. Gas ini dapat mencemari udara dan meracuni bentuk kehidupan apapun yang terkena dampaknya.
Sama seperti saat ini, Ketika dia dan para Pengikutnya semakin dekat dengan tujuan mereka di kedalaman hutan Elenor, dirinya dengan sengaja melepaskan Pestilence Aura miliknya dan membuat Vegetasi yang subur di hutan itu layu dan mati akibat kehadiran jahatnya. Tanah di bawah kakinya retak dan terbelah, menjadi tanda buruk dari kekuatan destruktif yang dimilikinya.
Para Elf merasakan bahaya yang datang ke arahnya dan segera mengumpulkan pasukan untuk melindungi tanah suci mereka dari beberapa orang pria misterius dan sesosok Dragonian yang datang menyerang.
Anak panah terbang melalui udara, tetapi kekuatannya berkurang oleh energi beracun yang mengelilingi Jenderal Ark.
"Toxic Flames.. Ruarrggghh!"
Dengan raungan yang menggelegar, ia melepaskan api beracunnya, menciptakan semburan api hijau yang begitu korosif yang melahap ratusan anak panah dari para Elf dan membakar tanah yang ada di depannya.
"Kalian, kaum Elf yang lemah! Beraninya kalian hanya menghadapiku dengan sebuah Anak Panah."
__ADS_1
"Siapa kalian?, dan apa tujuan kalian datang kemari." Ucap seorang Komandan Pasukan Elf yang berdiri di atas Kuil.
"Hahaha.. Apakah mahluk lemah seperti kalian, layak untuk bertanya kepadaku?"
"Cih! Memangnya kau pikir siapa dirimu itu, yang jelas, Kami tidak akan membiarkanmu bertindak semena-mena ditempat ini, dan akan melindungi tanah suci kami! Dari orang-orang bodoh, semacam kalian.!"
"Hahaha! Perlindungan kalian tidak akan berarti apa-apa di hadapanku. Sekarang, hadapilah aku dan temuilah ajal kalian."
Kekuatan Jenderal Ark tiba-tiba saja semakin meluap. Tubuhnya berubah dan bermetamorfosis, menjadi bentuk seekor Ular Naga Raksasa yang sangat ganas. Tubuhnya dipenuhi oleh tumbuhan beracun dan sisik tajam yang sangat tebal. Menciptakan bayangan yang mengerikan di atas tanah hingga membuat tanah dibawah tubuhnya, hancur akibat bobotnya yang begitu berat.
Dari mulutnya, keluar raungan yang dahsyat hingga bergema ke seluruh wilayah Hutan Magis Elenor, diikuti oleh semburan Toxic Flames yang menghanguskan segala sesuatu di hadapannya.
Pohon-pohon berubah menjadi sisa kayu yang hangus terbakar, membuat udara terasa sangat berat dengan bau asam dari gas beracun yang menyebabkan banyak kehancuran.
Para pejuang Elf, yang sebelumnya unggul dalam Jumlah ratusan Prajurit di pihaknya, kini telah berkurang drastis setelah terkena serangan Toxic Flames yang mematikan, ditambah ratusan prajurit lainnya yang terkena racun dari kemampuan Pestilence Aura Jenderal Ark Theodor yang membunuh mereka secara perlahan.
"Bersatu, kaum Elf! Kita harus menghadapinya bersama-sama!" Ucap seorang Komandan Elf yang sedang menghadapi sosok Jenderal Ark secara langsung.
"Terus teriakkan semangat kalian! Para Elf bodoh, wujud Venoms Dragon-ku tidak akan mungkin bisa kalian kalahkan."
"Serang dia dengan segala kekuatan yang kita miliki..! Seranggg..."
__ADS_1
"Ruaargghh.." Terdengar suara teriakan dari ratusan prajurit Elf yang menyerang Venoms Dragon secara bersamaan.
"Kalian menganggap diri kalian kuat? Kalau begitu, akan aku tunjukkan kepada kalian semua. Arti dari sebuah Kekuatan!"
Jenderal Ark melepaskan kemampuan Pestilence Aura-nya, Namun kali ini serangannya itu sedikit berbeda daripada sebelumnya. Dirinya tampak mengumpulkan Aura beracun yang keluar dari tubuh naganya itu, hingga terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar. Setelah ratusan prajurit Elf itu masuk kedalam Jangkauannya, dia meledakan Energinya itu kesegala arah dan menghempaskan asap beracun berwarna hijau terang, hingga mengenai tubuh setiap orang yang berada di dekatnya.
Pemandangan yang begitu mengerikan terjadi, tubuh para Elf yang Cantik dan rupawan. Dirusak oleh penyakit dan wabah yang sangat menjijikan, hinga membuat kulit dan daging mereka melepuh dan mencair, seperti sebuah lilin yang sedang dilelehkan.
Jenderal Ark Theodor, dalam bentuk Naga-nya yang begitu mengerikan, melihat ratusan Prajurit Elf yang perlahan menjadi tulang belulang, setelah kulit dan daging mereka di lelehkan oleh serangan gas beracun sebelumnya.
Penampilannya yang mengesankan, dengan sisik hijau dan mata seekor predator yang bercahaya, memancarkan aura kemenangan dan dominasi yang luarbiasa. Hutan Magis Elenor yang dulu indah, kini berubah menjadi tanah tandus dengan pepohonan yang hangus terbakar.
Setelah menghabisi seluruh prajurit Elf yang menjaga Kuil Kuno di pedalaman hutan magis Elenor, Jenderal Ark Theodor kembali ke wujud Manusia Naga-nya, dan berjalan memasuki kuil.
Setelah mencari ke setiap ruangan yang ada di dalam kuil bersama para pengikutnya. Jenderal Ark Theodor menemukan sebuah altar suci yang tersembunyi di bawah akar Pohon berukuran sangat besar, yang tampak telah berusia jutaan tahun. Dapat dipastikan bahwa itu adalah salah satu Akar pohon Dewa (Yggdrasil) yang merambat hingga ke seluruh daratan yang ada di Virzantium.
Dengan samar, dia melihat sebuah batu permata langka berwarna hijau berkilau dengan ukiran simbol-simbol kuno yang terukir indah di permukaannya. Batu permata itu terletak di tengah sebuah mahkota yang terbuat dari serangkaian akar pohon yang saling mengikat secara alami, membuatnya terlihat begitu natural dan mempesona.
"Hahahaha.. Tidak salah lagi, ini adalah Soulstone of Eternity. Salah satu harta yang kami perlukan untuk membangkitkan yang mulia Darklord dari segel suci yang membelenggunya." Jenderal Ark Theodor tampak begitu puas setelah tujuan utamanya dapat tercapai.
Saat jari-jarinya menyentuh benda kuno itu, gelombang kekuatan mengalir melalui tubuhnya dalam jumlah yang sangat besar, jika bukan karena tubuh Naganya yang sangat kuat, dirinya akan langsung meledak karena besarnya Energi Spiritual yang mengalir kedalam tubuhnya.
__ADS_1
"Hahahaha.. Benda ini memang layak disebut sebagai Kristal abadi, aku harus segera menaruhnya kedalam ruang penyimpanan. Jika tidak menginginkan hal bodoh terjadi pada tubuhku." Jenderal Ark mengeluarkan sihir ruang dan menaruh Artefak kuno itu kedalamnya.
Setelah mengamankan harta itu kedalam ruang penyimpanannya, Jenderal Ark dan bawahannya memutuskan untuk segera kembali ke Markas Dark Legion sesegera mungkin, dan memberikan Artefak itu kepada Jenderal Samael yang sudah menunggunya.