
Aland tampak begitu serius membaca setiap detail informasi yang di tampilkan pada jendela sistem di hadapannya.
"Hmmm.. Ini adalah Informasi yang aku butuhkan, sepertinya tidak ada cara lain untuk menyelamatkan wanita ini. Baiklah, aku akan melakukannya." Ucap Aland dengan penuh keyakinan setelah selesai membaca setiap Detail Informasi dari Sistem.
Dengan menggunakan energi kehidupan murni yang dimilikinya, Aland mulai menekan energi warisan darah yang berkecamuk didalam tubuh Rhinon dan mencoba untuk masuk lebih jauh kedalam kesadaran Rhinon.
Setelah beberapa saat kemudian, Aland dapat merasakan dirinya telah terhubung dengan kesadaran Rhinon yang begitu lemah.
"Apakah kamu bisa mendengarku?" tanya Aland dengan menggunakan kesadaran Spiritualnya kepada Rhinon.
"Si.. Siapa engkau dan apa yang terjadi kepadaku saat ini?" Jawab Rhinon dengan penuh kebingungan.
"Saat ini kamu sedang berada di dalam alam bawah sadar mu sendiri, akibat kekuatan warisan darah yang tidak bisa kamu kendalikan. Tubuh dan pikiranmu, saat ini sedang mengalami efek kegilaan dan akan sangat berbahaya bagimu jika tidak segera menghentikannya." Aland memberitahukan kondisi yang sebenarnya sedang terjadi kepada Rhinon.
"Owh tidak..! Aku mungkin saja akan mencelakai Tuan Putri dan teman-temanku sendiri dengan tubuh ini. Aku mohon tuan Misterius, tolong beritahu aku, apa yang harus aku lakukan pada saat ini." dengan penuh kehawatiran, Rhinon memohon kepada Qland untuk membantunya.
"Apakah kamu ingin aku membantumu untuk mengendalikan kekuatan yang bahkan sebelumnya kau gunakan untuk mencelakaiku? Hmmm.. Bukankah itu terlalu berlebihan untukku?" Dengan Kecerdikannya, Aland mencoba mengarahkan pembicaraan dan menunjukan siapa yang sebenarnya paling membutuhkan pada saat ini.
"Tunggu dulu, Mungkinkah anda adalah Tuan Muda yang sebelumnya kedua orang kesatria kekaisaran itu layani?" ucap Rhinon menyimpulkan Identitas seseorang yang telah terhubung dengan kesadarannya. Dia berpikir, tidak ada lagi orang lain yang jauh lebih Misterius dibandingkan dengan sosok Tuan muda yang begitu santai meski dirinya berada di tengah-tengah pertempuran.
"Itu bukanlah hal penting yang harus kita bahas saat ini, Namun keputusanmu sendirilah, yang akan menentukan keselamatan nyawamu pada saat ini." Jawab Aland dengan Tegas.
Setelah mendengar perkataan Aland tersebut, Rhonin berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya kepada Aland.
"Mohon maafkan kesalahan saya kepada anda sebelumnya tuan, saya benar-benar telah buta, sampai tidak mengenali sosok yang begitu kuat seperti anda. Jika anda bersedia membantu saya kali ini, saya bersumpah atas harga diriku sebagai seorang Kesatria. Mulai saat ini, saya akan mengikuti anda sebagai pedang yang selalu bisa anda pergunakan kapanpun anda membutuhkannya. Untuk itu, tolong terimalah sumpah setia saya tuan." Ucap Rhinon dengan penuh ketulusan.
__ADS_1
Setelah mendengar sumpah yang diucapkan Rhinon, Aland benar-benar tidak tau harus seperti apalagi mengungkapkan kebahagiaannya, ketika dirinya melihat Jendela Sistem yang muncul di dalam kesadarannya.
[ Rhinon Wagonroar telah menyatakan sumpah setianya kepada anda, apakah anda ingin menjadikannya pengikut anda?]
[YES] [NO]
"Baiklah, Aku menerima sumpah setiamu Rhinon Wagonroar. Mulai saat ini kau akan menjadi pengikutku yang berharga." ucap Aland sambil menekan tobol "[YES]" pada jendela Sistem dihadapannya.
"Sekarang, aku akan membantumu menguasai kekuatan warisan darah di tubuhmu dengan sempurna. Namun sebelum itu, aku memperingatkanmu bahwa metode ini akan sangat menyakitkan, apakah kamu akan tetap melanjutkannya?" tanya Aland dengan Tegas.
"Jika memang hal itu dapat membuat saya menjadi semakin kuat, saya akan mempercayakan segalanya kepada anda tuan. Tolong jadikanlah hal ini sebagai hukuman bagi saya yang telah menyerang anda sebelumnya. Siksalah tubuh saya semau anda Tuan...!" ucap Rhinon menunjukan kesungguhan hatinya kepada Aland.
"Uhukk.. Uhukk.. Ba.. Ba.. Baiklah, ayo kita mulai pemurniannya." Aland yang begitu terkejut dengan perkataan spontan yang di tujukan Rhinon kepadanya. Membuatnya sampai tersendak dan bergumam di dalam hatinya.
[Peringatan!]
[Tubuh Fisik anda pada saat ini mengeluarkan darah, tepatnya darah mengucur keluar dari hidung anda.. Sistem sedang melakukan pemindaian]
"Hentikaannn..!! Kau tidak perlu melakukan pemindaian.. Itu bukanlah luka yang serius." Aland berteriak kepada Sistem, di dalam kesadarannya.
"Ohhh.. Dewa! Mengapa aku harus selalu di uji dengan hal-hal semacam ini." Aland begitu merasa lemah dengan situasi tak terduga yang sedang di hadapinya saat ini.
"Baiklah, aku akan nembantumu membersihkan unsur Negatif yang terdapat pada darah binatang buas tingkat tinggi di dalam tubuhmu, namun karena darah itu telah menyatu dengan darahmu di seluruh tubuh. Maka aku memintamu untuk menyalurkan energi kehidupan murni yang aku berikan, hingga keseluruh saluran darah di tubuhmu, sampai tidak ada lagi unsur negatif yang tersisa.. Hingga saat itu tiba, berusahalah untuk menahan semua rasa sakit yang terjadi. Apakah kamu sudah mengerti?" ucap Aland memberi petunjuk kepada Rhinon mengenai metode yang akan di lakukannya.
"Saya mengerti tuan. Akan saya lakukan sesuai petunjuk anda." jawab Rhinon dengan penuh kesungguhan.
__ADS_1
Setelah Rhinon mengerti dengan apa yang telah di sampaikan olehnya, Aland kemudian meminta sistem untuk memulai metode pemurnian darah yang telah ia rencanakan.
"Sistem! Aktifkan metode pemurnian darah."
[Penggunaan energi Kehidupan murni dalam jumlah besar akan diperlukan selama proses pemurnian darah, Apakah anda akan tetap melanjutkannya ?]
[YES] [NO]
"Ya, ayo tetap lanjutkan." Aland menekan tobol [YES] pada jendela Sistem untuk memulai metode pemurnian darah pada tubuh Rhinon.
Tepat setelah itu, Aland mulai memancarkan energi kehidupan murni dalam jumlah besar ke tubuh Rhinon. Cahaya hijau bercampur warna emas yang mempesona, memenuhi alam bawah sadar Rhinon dan membawanya kembali kepada tubuh fisiknya yang saat ini tampak mengeluarkan energi gelap dari dalam tubuhnya.
Hal ini diakibatkan Darah Rhinon yang sebelumnya tercemar oleh kekuatan warisan darah binatang buas tingkat tinggi, mulai membersihkan diri secara bertahap dengan mengeluarkan unsur negatif dari sifat-sifat alamiah seekor binatang buas.
"RRRUUAAAGGGHHH!!!" Rhinon Meraung kesakitan, merasakan tubuhnya seolah dibakar dari dalam, hingga membuat darahnya bergejolak dan menguap akibat panas yang tak tertahankan.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Kapten Rhinon begitu kesakitan. Apakah dia sedang berusaha untuk mengendalikan kekuatannya?" Ucap Putri Ellrodir yang melihat sahabatnya meraung kesakitan.
"Entahlah, Tapi sepertinya semua ini sudah direncanakan oleh Tuan Aland sendiri. Kita hanya bisa menunggunya, dan berharap segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Bukankah ada hal lain, yang harus anda jelaskan kepada kami tuan putri?" Jasel menanggapi ucapan Ell dengan mengkonfirmasi identitasnya sebagai seorang putri, yang sebelumnya sudah di ketahui oleh Aland.
"Mengenai hal itu, izinkan saya memperkenalkan diri dengan benar. Namun sebelum itu saya harus meminum ramuan ini terlebih dahulu." Ellrodir menjawab pertanyaan Jasel, sambil meminum sebotol ramuan dari kantung yang terikat di pinggangnya.
Mendengar hal tersebut, Rodin juga tertarik dengan apa yang di katakan Jasel kepada sosok prajurit Beastman wanita yang berada di dekatnya.
"Jika Putri Ellrodir yang dimaksud tuan muda sebelumnya, adalah Putri ke 3 dari Raja Archarius, pemimpin tertinggi kerajaan Beastman saat ini.. Bukankah aku baru saja melukai anak seorang raja... Aaaaahhhh... Apa yang akan terjadi kepadaku, jika ayahnya sampai tau bahwa aku telah memukuli putrinya... " Ucap Rodin dengan wajah yang begitu pucat.
__ADS_1