Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Bangkitnya Summoner Terkuat


__ADS_3

Dalam keheningan malam yang gelap, bulan purnama terlihat bersinar terang melalui celah jendela di sudut ruang kamar utama Marquis Zeron yang begitu luas dan megah.


Elis terbaring dengan lelap di atas tempat tidur sambil memeluk bayi kecilnya. Tubuhnya masih sangat lemah setelah melahirkan Aland beberapa waktu yang lalu. Meskipun dirinya telah menerima perawatan intensif dari para Priest sebelummya.


Semua itu disebabkan oleh keberadaan segel kuno di dalam tubuhnya, yang telah menyerap sebagian besar energi magis dari para Priest yang merawatnya. Sehingga prosedur perawatan luka pasca melahirkan itu, tidak dapat berjalan dengan maksimal.


...***...


Elis tiba-tiba saja membuka matanya, karena merasakan sesuatu yang ganjil telah terjadi di sekitarnya. Dia memutuskan untuk melihat ke setiap sudut ruangan dari atas tempat tidurnya, Setelah mengamati sekitarnya selama beberapa saat, tidak ada satupun hal mencurigakan ditemukannya.


Tepat ketika Elis hendak menutup matanya kembali untuk tertidur, sesosok Beastman dengan wajah seekor macan kumbang, bergelantung di langit-langit tempat tidurnya dan telah bersiap untuk menerkamnya menggunakan Cakar di tangannya yang sangat tajam.


Jantung Elis tiba-tiba saja berdebar sangat kencang, matanya membelalak ketika melihat sesosok Assassin berwajah menyeramkan itu, telah bersiap untuk membunuh ia bersama dengan putra kecilnya.


Didorong oleh Naluri seorang ibunya yang begitu kuat untuk melindungi putranya dari Bahaya. Dalam waktu yang singkat, antara hidup dan mati itu. Elis merasakan Getaran energi Spiritual dari kekuatan Lamanya yang sudah lama menghilang.


Tepat Ketika Assassin itu menerjang ke arahnya yang sedang terbaring di atas tempat tidur. Muncul sebuah kilatan cahaya berwarna hijau zamrud yang memancar dari tubuh Elis dan menjalar hingga ke telapak tangannya.


Energi magis itu membentuk lingkaran sihir pada telapak tangannya, yang kemudian mengeluarkan sebuah kilatan petir berwarna hijau.


"Earth Thunder!" Elis dengan Refleks menyerang seorang Assassin yang menerjang ke arahnya itu dengan mantra sihir yang masih diingatnya. Serangannya berhasil menghempas tubuh Assassin itu, hingga


Elis menghela napas dalam-dalam dan memusatkan pikirannya untuk berkomunikasi dengan teman masa mudanya sekaligus Roh Spiritual pertama yang berhasil di kontraknya, yaitu Seraphina.

__ADS_1


"Seraphina. Kumohon kembalilah kepadaku, aku begitu membutuhkan bantuanmu saat ini." bisik Elis dengan suara yang penuh kepasrahan.


Perlahan tapi pasti, tanah mulai bergetar di bawah kakinya. Gempa kecil bergetar di seluruh ruangan, menciptakan suara gemuruh yang menderu. Elis mengulurkan tangannya, merasakan energi bumi yang mengalir kesetiap bagian tubuhnya.


Dalam sekejap, keheningan terpecah oleh gemuruh yang menggetarkan buni. Sebuah pusaran energi terbentuk di depan Elis saat ini, membentuk figur yang elegan dan anggun. Seraphina, Roh Elemental Bumi yang tersegel didalam tubuhnya kini telah bangkit kembali bersama dengan kemampuannya sebagai seorang Summoner yang telah lama hilang.


Mata Seraphina, yang berwarna hijau seperti zamrud, memancarkan cahaya yang memenuhi ruangan. Kehadirannya memenuhi Elis dengan kekuatan dan keyakinan baru. Dia dapat merasakan luapan energi Spiritual dari Seraphina yang jauh lebih Murni dan stabil dari pada sebelumnya.


"Seraphina...!" Elis memeluk tubuh Seraphina karena tidak kuasa menahan kebahagiaan akan sebuah pertemuan yang telah lama dinantikan oleh keduanya.


"Eliss..! Hiks.. Hiks..Aku begitu merindukanmu." Seraphina menangis sejadi-jadinya setelah memeluk tubuh sahabatnya yang begitu dia rindukan.


"Tunggu Elis, kita masih perlu mengurus sesutu sebelum merayakan kembali pertemuan kita." keduanya yang sebelumnya terlarut dalam kesedihan, tiba-tiba saja teringat kembali dengan sosok Assassin yang telah menyerangnya.


Mata Elis berkedip dengan cepat dan tanpa ragu mengeluarkan Energi Magisnya dan mempersiapkan diri untuk pertempuran yang akan datang.


"Nyonya! Apakah anda baik-baik saja." Sebas mendobrak Pintu kamar utama dengan penuh kepanikan.


"Aku baik-baik saja Sebas, tolong lindungi putraku. Aku masih harus berurusan dengan Assassin yang hendak melukai putraku." Elis memberitahukan keputusannya denga tegas kepada Sebas.


"Nyonya! Apakah kekuatan anda telah pulih?" Sebas yang merupakan seorang kesatria tingkat 6 mampu merasakan energi Spiritual yang begitu kuat dari tubuh Elis dan di sekitarnya, namun tidak mampu melihat sosok Seraphina yang berada di dekatnya.


"Ya, kau tidak perlu menghawatirkanku Sebas, saat ini aku sedang sangat kesal dan ingin sekali bertarung setelah sekian lama tidak melakukannya." Ucap Elis dengan penuh tekad di matanya.

__ADS_1


"Baiklah nyonya, sesuai keinginan anda."


Sebas yang sangat mengenal karakter Elis dan latar belakang masalalunya yang luarbiasa, hanya bisa tersenyum sambil pergi menuju ke arah tempat tidur untuk menggendong Tumbuh Aland yang saat ini sudah terbangun dengan wajah yang sangat ceria, setelah berhasil membangkitkan kekuatan ibunya.


Disisi lain, Elis telah bersiap menghadapi seorang Assassin yang melompat maju sambil mengayunkan pedang kearahnya dengan kecepatan yang mematikan. Elis dengan refleksnya yang tajam, menghindari serangan itu dengan gerakan yang lincah.


Sementara itu, Seraphina muncul dengan kekuatan Elemental bumi miliknya. Menciptakan pelindung magis di sekitar Elis dan membantunya dengan mengangkat dua batu besar keudara, lalu merubahnya menjadi ribuan butir proyektil yang mematikan.


Assassin itu menghentikan pertarungannya dengan elis dan melompat ke segala arah untuk menghindari setiap proyektil bumi yang melesat ke arahnya.


Namun Seraphina yang cerdik tidak memberikan Assassin itu kesempatan untuk bertindak lebih jauh. Dia menggerakkan struktur tanah di bawah kaki Assassin itu dan menghentikan pergerakannya dengan menjepit kedua kakinya mengunakan setumpuk batu yang sangat rapat.


Ketika Elis melihat sebuah peluang yang diciptakan oleh Seraphina untuknya. Dirinya mengeluarkan senjata magis andalannya yang sudah sangat lama tidak di gunakan olehnya.


Tubuh Elis mengeluarkan energi Spiritual yang sangat besar dari dalam tubuhnya. Dalam sekejap, lantai batu di bawah kakinya mulai bergetar dan hancur kedalam seolah tubuh Elis seberat ratusan Ton saat ini.


Dalam sorot mata yang penuh tekad, Elis mengangkat tangannya dengan tinggi di atas kepalanya. Sebuah Aura berwarna Hijau yang sangat terang, tiba-tiba saja mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Membentuk gelombang energi yang sangat besar hingga membentuk sebuah senjata yang menakjubkan.


Senjata itu tampak seperti bagian dari tubuhnya sendiri, .Sebuah Pedang yang terbuat dari perpaduan Elemental bumi dan alam. Tampak menjulang tinggi dan begitu mendominasi, pedang itu berkilau dengan warna hijau keemasan dan dihiasi kristal yang memancarkan cahaya mempesona. Senjata jiwa ini adalah manifestasi kekuatan Elis yang terhubung terhubung dengan Seraphina yang merupakan sosok Roh Elemental bumi tingkat tinggi.


Dengan penuh keyakinan, Elis menggenggam erat senjata jiwa di tangannya itu. Merasakan kekuatan bumi dan alam yang mengalir dengan deras dari dalam tubuhnya menuju senjata jiwa miliknya itu.


Tepat ketika Energi Bumi dan alam itu telah terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar pada senjata jiwanya. Elis melakukan sebuah gerakan yang presisi dengan sejatanya, dan melepaskan sebuah tebasan pedang yang sangat kuat. Melesat dengan kecepatan tinggi diikuti jejak kehancuran di belakangnya.

__ADS_1


Melihat Serangan Dahsyat yang mengarah kepadanya. Sosok Assassin yang akan menemui ajalnya itu, berteriak dengan sangat kencang ketika tubuhnya di hantam oleh gelombang energi berwarna hijau yang menghancurkan seluruh tubuhnya hingga tak tersisa.


__ADS_2