
Rhinon, yang saat ini mengalami kegilaan akibat kehilangan kendali atas kekuatan warisan darah yang bergejolak di dalam tubuhnya. Membuatnya berubah menjadi sosok binatang buas yang jauh berbeda dari perubahan sebelumnya, ukuran tubuh dan otot-ototnya semakin membesar. Matanya yang dipenuhi dengan niat membunuh memancarkan aura kemerahan yang tampak begitu mengerikan.
Dia melangkah maju dengan kecepatan yang luarbiasa, melepaskan serangan kuat dengan pedang Great Sword-nya ke arah Jasel yang berada tidak jauh dihadapannya.
Jasel, yang tidak menduga kecepatan Rhinon telah meningkat dengan sangat signifikan. Membuatnya bahkan tidak sempat untuk melihat pergerakannya.
“Oh Tidak...!”
Sebelum Jasel menyelesaikan perkataannya, hanya dalam waktu sepersekian detik. Rhinon tiba-tiba saja sudah muncul di hadapan Jasel dan melepaskan tebasan pedang yang begitu kuat ke arahnya.
Jasel yang begitu terkejut, hanya bisa menahan serangan itu dengan menggunakan segenap kekuatan yang dimilikinya.
“Dhuaarrr...!!!” Terdengar suara ledakan.
Meskipun Jasel sudah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menangkis serangan Rhinon, Tubuhnya tidak dapat menahan hantaman pedang yang begitu besar dan kuat itu, membuatnya terlempar dengan sangat cepat, bagaikan anak panah yang dilepaskan dari busurnya.
Beruntungnya, pada saat yang tepat ketika Jasel terlempar dengan sangat cepat dan hampir menghantam pepohonan di sekitar hutan. Rodin Dengan cepat mengayunkan tongkat sihirnya dan menciptakan sebuah prisai magis untuk melindungi tubuh Jasel agar tidak terluka parah.
“Wahai cahaya Surgawai.. Berikanlah perlindungan untuknya.. Light Barrier..!!”
Meskipun terlindungi oleh prisai magis, serangan Rhinon sebelumnya tetaplah sangat kuat.
Jasel tetap merasakan hentakan dan benturan yang cukup keras akibat dampak dari serangan tersebut. Hingga dia memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.
Meskipun demikian, berkat prisai magis yang diciptakan oleh Rodin. Jasel masih bisa bisa berdiri dan melanjutkan pertarungan dengan sisa kekuatan yang dimilikinya.
"Jasel, apa kamu baik-baik saja?" Rodin bertanya dengan khawatir, sambil berlutut di samping sahabatnya yang terluka.
Jasel mengangguk lemah, merasa lega karena prisai magis Rodin telah melindunginya dari Cidera yang serius.
__ADS_1
"Aku... aku baik-baik saja, Rodin. Terima kasih atas bantuan mu."
Rodin tersenyum dengan lega, ketika mengetahui sahabatnya itu baik-baik saja. Namun tepat ketika keduanya bangkit untuk menghadapi Rhinon bersama-sama, mereka melihat Rhinon mengubah arah serangannya dan berlari dengan cepat ke arah Aland yang sedang duduk santai di bawah pohon, sambil menikmati secangkir Teh hangat yang dibuatnya.
"Owh tidak! Tuan Muda dalam bahaya." Ucap Rodin dengan wajah yang begitu cemas.
“Awas Tuan Mudaaa...!!!” Jasel berteriak dengan keras untuk memperingati Aland akan bahaya yang datang menuju ke arahnya.
Melihat Rhinon yang menukik tajam ke arahnya, Aland sama sekali tidak gentar ataupun merasa takut. Justru dirinya merasa sedikit kecewa, karena aksi pertunjukan dan waktu minum teh yang sedang dinikmatinya, harus segera berakhir.
“Yahhh.. mau bagaimana lagi, sepertinya aku harus segera mengakhiri pertarungan ini.” Ucap Aland sambil menaruh cangkir teh di tangannya.
Tepat setelah itu, pedang Great Sword milik Rhinon menghantam Perisai Magis yang diciptakan oleh Rodin sebelumnya.
“Boom...!!” Terdengar suara benturan yang begitu kencang.
Meskipun itu adalah sihir pertahanan berlapis yang sangat kuat, Namun jika dibandingkan dengan kekuatan mengerikan yang dimiliki oleh Rhinon pada saat ini. Perisai magis itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk di hancurkan olehnya.
“Bheeezzzsss... Bheeezzzsss... Bheeezzzsss...” Suara Setiap Lapisan sihir pelindung yang hancur.
“Gawat..! Sihir Pertahanannya akan telah hancur.” Ucap Rodin dengan begitu pucat ketika mengetahui sihir pertahanan terkuat miliknya dapat di tembus oleh Rhinon.
Tepat setelah Rodin menyelesaikan perkataannya, Pedang Rhinon telah berhasil menembus lapisan terakhir sihir pelindung dan akan mendaratkan pedang besarnya itu tepat di atas kepala Aland.
“Tidaaaakkkk!!!” Jasel berteriak dengan kencang, karena menghawatirkan keselamatan Aland.
Tepat ketika pedang Rhinon hanya berjarak beberapa jengkal lagi untuk mengenai kepalanya. Aland melepaskan Serangan Spiritual yang menyerang kesadaran Rhinon dengan Ilusi yang dia ciptakan dari kehendak kuat di dalam hatinya.
“Wisdom Domination...!” Ucap Aland melepaskan kemampuan Apostle miliknya.
__ADS_1
“Bhoomm...!!” Terdengar suara Ledakan.
Tubuh Rhinon dalam wujud Transformasinya yang sangat besar, tiba-tiba saja menjadi kaku dan mendarat dengan kencang di atas tanah, mengakibatkan tanah dan pepohonan disekitarnya hancur akibat dampak dari kekuatannya yang mengerikan.
Hal itu di sebabkan oleh kemampuan Wisdom Domination yang telah menyerang kesadarannya. Dimana saat ini, tubuh Rhinon seolah dipaksa untuk berlutut di hadapan Aland, sambil gemetar memegang pedangnya yang hanya berjarak beberapa jengkal saja, untuk mengenai wajah Aland.
“Woaahhhh.. ini adalah pedang yang sangat besar dan tajam. Aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi, jika aku tidak melepaskan kemampuan Wisdom Domination di waktu yang tepat.” Ucap Aland sambil memegang pedang besar itu dengan menggunakan kedua jari tangannya.
Kejadian ini tidak dapat disaksikan oleh Rodin dan Jasel, karena pandangan mereka pada saat ini, masih terhalang oleh asap tebal dari dampak serangan Rhinon sebelumnya. Sehingga membuat mereka begitu hawatir, dan mencemaskan keselamatan Aland.
“Sial..! semua ini karena aku terlalu lemah. Andai saja aku memiliki kekuatan yang lebih besar, semua ini pasti tidak akan pernah terjadi.” Ucap Jasel yang menundukan kepalanya sambil meneteskan air mata.
Disisi lain, Rodin justru tampak begitu tenang. Dirinya yang merupakan seorang penyihir jenius di tingkat ke 4, dapat dengan mudah merasakan hawa keberadaan seseorang meski pandangannya saat ini tertutupi kepulan debu yang sangat tebal.
“Berhentilah menangis dan menyalahkan dirimu sendiri Jasel! Apakah kamu sudah lupa dengan kejadian yang kita alami sebelumnya? Lihatlah ke arah sana..” Ucap Rodin dengan nada yang serius, sambil menunjuk kearah kepulan asap tebal yang perlahan mengungkap sosok Aland dan Rhinon yang berada di dalamnya.
Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Rodin, Jasel mengangkat kepalanya dengan rasa penasaran yang mendalam. Dia sangat terkejut ketika melihat sosok Aland yang masih berusia 7 tahun, duduk dengan santai di atas kursi, sambil menahan sebilah pedang besar hanya menggunakan dua jari di tangannya.
Tentu saja ini adalah sebuah kesalahpahaman, karena Jasel dan Rodin baru bisa melihat dengan jelas. Disaat Aland begitu antusias ketika melihat pedang yang sangat besar, berhenti tepat di depan wajahnya. Dan diapun memutuskan untuk menyentuhnya karena penasaran.
Namun selain kesalahpahaman itu, ada hal lain yang membuat Jasel semakin terkejut.
Dirinya melihat sosok Rhinon yang sebelumnya sangat buas dan mematikan. Kini tampak begitu gemetar dan ketakutan, seolah dirinya baru saja melihat sesuatu yang begitu mengerikan.
Hal ini sontak membuatnya teringat kembali, dengan kejadian yang dialami dirinya bersama Rodin. Saat bertemu dengan Aland di perpustakaan Keluarga Rosenthal beberapa saat yang lalu.
“Fyuuhhh... Nampaknya kita benar-benar dikerjai olehnya.. Jika dipikir kembali, bagaimana mungkin seorang anak yang baru berusia 7 tahun. Dapat memberikan tekanan magis yang begitu kuat kepada kita sebelumnya. Bahkan kita yang saat ini berada di tingkat ke 4, tidak dapat melakukan apapun untuk melepaskan diri dari tekanan kekuatannya.” Ucap Jasel mengungkapkan pemikirannya kepada Rodin.
“Yaaa... Aku pun berpikir begitu, dan tampaknyaaa.. wanita singa itu, juga mengalami hal yang sama dengan apa yang pernah kita rasakan sebelumnya.. Ini membuatku semakin penasaran dengan bakat luarbiasa yang dimiliki oleh Tuan muda.” Ucap Rodin mengungkapkan ketertarikannya.
__ADS_1