Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Kunjungan Keluarga


__ADS_3

5 bulan telah berlalu, sejak pecahnya pertempuran besar di wilayah kerajaan Elf. Berita tersebut telah menyebar keseluruh daratan, dan membuat setiap kerajaan bergejolak dalam kepanikan.


Hal itu berbanding terbalik dengan keadaan yang terjadi di wilayah Zeron saat ini, dimana seluruh penduduknya, senantiasa hidup rukun dan damai meski sudah menghadapi berbagai macam situasi sulit sebelumnya.


"Pit. Pwit. Pit.. Pit.. Pit.. Pwit.." Suara beberapa ekor burung berkicau dengan merdu di jendela kamar Aland yang menghadap ke arah taman.


Aland yang baru saja terbangun di atas tidurnya, menyapa burung-burung kecil yang bertengger di jendela kamarnya yang terbuka.


"Huaammm.. Selamat pagi teman-teman. Apakah kalian sudah lama menungguku?"


"Pit.. Pit. Pwit. Tit.. Twit.. Pit.. Pit.." suara burung berkicau.


"Hahahaha.. Terima kasih kalian telah berusaha membangunkanku, maaf aku tertidur sangat pulas." Ucap Aland kepada para burung, yang seolah mengerti dengan perkataan Aland kepadanya.


Hal semacam itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi seorang Apostle Dewa seperti Aland, berkat Artefak Suci Ring of Eternal Bonds yang dimilikinya, Memungkinkan Aland untuk berkomunikasi dan memahami bahasa dari seluruh Mahluk hidup yang ada di Dunia ini.


"Hmmm.. Pagi yang begitu cerah. Apa yang akan aku lakukan hari ini ya, System tolong tunjukan jendela statusku." Setelah Aland memberi perintah dengan kesadarannya, jendela sistempu muncul di hadapannya.


[ Hp : \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= 1.800


Mana : \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= N/A


Aura : \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= N/A


Nama : Aland Rosenthal


Ras : Manusia dan Setengah Elf


Job : Apostle Dewa


Title : The Ethereal Master, The Catalyst of Hidden Potential.


Devine Power : 470.000


Kemampuan Apostle : Jantung Dewa (Max Lvl) Spiritual Guidance (Max Lvl) Healing Touch (terkunci) Wisdom Infusion (terkunci) Divine Purification (terkunci) Truth Manifestation (terkunci) Seraphic Blessing (terkunci) Language of Creation (terkunci)


Artefak : Ring of Eternal Bonds (memperkuat ikatan spiritual dengan Hewan Mistis dan semua Binatang Liar, memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi dan memahami bahasa seluruh Mahluk hidup.]

__ADS_1


"Hmm.. Devine Power yang berhasil aku kumpulkan sejauh ini, masih belum cukup untuk membuka kemampuan Apostle ku yang kedua. Mari berharap, semoga saja hari ini ada tugas besar yang diberikan System kepadaku." Ucap Aland dengan penuh harap dimatanya.


Perlu diketahui bahwa Sejumlah besar Devine Power yang dimilikinya saat ini, telah di kumpulkannya selama Lima bulan terakhir, dari memicu berbagai macam Quest yang diberikan oleh System kepadanya. Termasuk berbagai macam pencapaian kecil yang berhasil di dapatkannya.


Seperti berhasil berteman dengan binatang untuk pertama kali, berhasil menghibur hati seorang pelayan yang sedih, dan masih banyak lagi.


Meskipun demikian, hadiah yang diberikan oleh System untuk sebuah pencapaian kecil dan mengerjakan tugas yang sederhana, tidaklah sebesar seperti ketika Aland menyelesaikan tugas-tugas dengan tingkat kesulitan yang tinggi sebelumnya. Sehingga selama 5 bulan terakhir ini, dirinya hanya berhasil mengumpulkan sebanyak 470.000 Devine Power saja.


Tepat ketika Aland sedang mencermati jendela Statusnya. Elis datang dari arah pintu kamar, menghampiri Aland yang saat ini sudah terbangun dari tidurnya.


"Selamat pagi putra kecilku yang tampan.. Apakah kamu sedang asik mengobrol dengan burung lagi?" ucap Elis yang datang menghampiri Aland sambil menggendongnya dari atas tempat tidur.


"Hehehe.. Ibu memang selalu saja dapat menebak setiap hal yang aku lakukan. Apakah ini yang dinamakan Feeling kuat seorang ibu?"


"Sudahlah, ngomong-ngomong kenapa ibuku terlihat begitu rapih hari ini. Apakah ibu akan pergi kesuatu pesta."


Aland sesikit kebingungan ketika Memperhatikan pakaian ibunya yang terlihat berbeda dari biasanya.


"Eehhh... Kenapa kamu melihat ibu seperti itu, apakah begitu terpesona melihat ibumu yang cantik ini.. Hehehe.." Ucap Elis sambil mencium pipi Aland yang begitu menggemaskan.


"Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Nenek dan kakekmu. Mereka berdua tinggal di Negeri Elf yang sangat jauh dari tempat tinggal kita saat ini."


"Mereka sangat ingin sekali bertemu denganmu Nak... Namun karena berbagai macam persoalan yang terjadi sebelumnya. Membuat ayah dan ibumu ini, belum bisa mempertemukan mereka denganmu, cucu pertamanya."


"Namun kamu tidak perlu sedih, hari ini kita semua akan pergi menemui kakek dan nenekmu di Negeri Elf yang jauh. Kita akan pergi kesana dengan menaiki burung Phoenix keluarga Yellowhope kita yang sangat cantik. Apakah kamu siap untuk terbanggg... Swingg... Uuuhuuuu... " Elis mengangkat tubuh Aland ke udara dan memutarnya seolah dia sedang terbang di udara.


Aland yang diajak bercanda oleh ibunya itu, merasa begitu bahagia ketika tubuh kecilnya yang ringan, menari di udara.


"hahahaha.. Ibu tolong hentikan, hahaha.. Aku sangat pusing." Aland tertawa dengan ekspresi seorang bayi yang sangat menggemaskan.


"Baiklah, sekarang ayo kita berangkat dan temui ayahmu yang sudah menunggu kita di halaman depan." Elis pun pergi meninggalkan ruang kamar, sambil menggendong Aland bersamanya.


"Aku bingung harus berkata apa, tapi memang saat inilah yang aku tunggu-tunggu. Setelah sekian lama aku terlahir kembali di dunia ini. aku belum pernah pergi keluar sekalipun dengan tubuh ini."


"Aku sungguh tidak sabar, ingin melihat luasnya dunia sihir ini dengan mata kepalaku sendiri." Aland terlihat begitu bersemangat, setelah mendengar pesan yang disampaikan oleh Elis kepadanya.


...***...

__ADS_1


Di halaman depan Mansion Pribadi Marquis Zeron, seekor binatang magis tingkat tinggi yang dikirim oleh keluarga Yellowhope untuk menjemput Marquis Zeron bersama dengan keluarganya menuju Negeri Elf di selatan.


Binatang magis itu, tidak lain adalah Aurora Phoenix dengan bulu warna-warni dan sekujur tubuhnya yang memancarkan sinar aurora yang indah. Karena ukuran tubuhnya yang sangat besar, binatang magis ini dilengkapi sebuah bangunan dengan gaya Arsitektur bangsa Elf yang unik di punggungnya. Bangunan itu memiliki 6 ruangan di dalamnya dan mampu menampung hingga 50 orang sekaligus.


Menjadikan Burung Legendaris ini sebagai alat transportasi mewah yang di khususkan bagi para bangsawan Elf dan tokoh-tokoh penting di Yggdrasil.


Bersamaan dengan tibanya Aurora Phoenix di kediaman Marquis Zeron saat ini, beberapa orang Elf terlihat keluar dari dalam bangunan di punggung Aurora Phoenix.


Mereka adalah para summoner handal, perwakilan dari keluarga Yellowhope yang di utus oleh Cedric untuk menjemput dan mengawal keluarga Marquis Zeron selama perjalanan menuju kerajaan Elf di selatan.


Michael yang melihat kedatangan para summoner itu, langsung menghampiri mereka bersama dengan Sebas dan beberapa orang pelayan lainnya.


"Salam Tuan Marquis, sebuah kehormatan bagi saya dapat bertemu dengan anda." Ucap seorang Summoners dari keluarga Yellowhope yang datang menyapa Michael.


"Sebuah kehormatan juga bagi saya, dapat bertemu seorang Summoners handal dari keluarga Yellowhope seperti anda, Nona Riendel." jawab Michael dengan ramah.


"Terimakasih tuan Marquis, yang mulia Ratu Elf menitipkan salamnya untuk anda. Beliau berpesan, bahwa kedatangan anda bersama keluarga ke hutan Yggdrasil adalah sebuah kebahagiaan besar bagi bangsa Elf." ucap Riendel dengan penuh ketulusan di wajahnya.


"hahahaha.. Aku begitu tersajung, terimakasih atas keramahan yang mulia ratu dan seluruh bangsa Elf, karena dapat menerima kehadiran kami."


Tepat ketika keduanya sedang asik berbincang, Elis keluar dari dalam Mansion bersama dengan Aland yang di gendongnya.


"Apakah kamu Riendel Yellowhope?" tanya Elis kepada seorang wanita yang tampak tidak asing di matanya.


"Salam My Lady Elis, Hihihi.. Seperti biasanya, Nona Elis masih dapat mengenali saya meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu." ucap Riendel yang membungkukan badannya untuk memberi hormat kepada Nona Muda dari keluarganya.


"Riendel... Huuhuhu.. Dasar gadis nakal, mengapa kamu tidak pernah mengunjungiku sebelumnya. apakah kamu sudah jadi wanita dewasa yang sibuk sekarang ini."


Elis yang begitu merindukan Riendel, langsung memeluknya dengan erat setelah sekian lama tidak pernah bertemu lagi dengannya. Mereka berduapun terlarut dalam kebahagiaan dan Reuni yang mengharukan, sampai melupakan keberadaan aland yang sedang digendong nya.


"Ehem.. Ehem.. Apakah kalian sudah selesai berpelukan, lihatlah wajah putraku. Dia hampir menangis karena terhimpit di tengah kalian." Desak Michael sambil sedikit memalingkan wajahnya, karena merasa sedikit canggung, ketika melihat wajah putranya yang terjebak di antara dua gunung kembar yang sangat besar.


"Owh dewa.. Mengapa hal semacam ini sering sekali terjadi kepadakuuu... !!"


Aland berteriak didalam hatinya, sambil berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan tubuhnya dari dua gunung besar yang menghimpitnya dari dua arah.


...***...

__ADS_1


__ADS_2