Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Sebuah Keluarga


__ADS_3

Kembali ke wilayah Zeron saat ini, Marquis Michael bersama para pengikutnya yang setia baru saja tiba di depan Mension pribadi Marquis. Dia terlihat begitu bahagia dan ada sedikit rasa gugup di hatinya, ketika harus menemui istrinya yang baru saja melahirkan putra pertama mereka.


Diluar halaman Mansion saat ini, masyarakat telah berbondong-bondong datang ke kediaman pribadi Marquis untuk menyambut kepulangan sosok pemimpin yang begitu mereka banggakan. Namun pada kenyataannya, ada hal lain yang begitu di nanti oleh setiap orang yang datang ke kediaman Pribadi Marquis saat ini, yaitu untuk menyaksikan momen mengharukan seorang ayah untuk bertemu dengan putra pertamanya.


Semua orang telah mengetahui bahwa Michael yang saat ini seharusnya mendampingi istrinya untuk melahirkan putra pertama mereka, Telah pergi ke medan perang untuk menghentikan serangan Monster dan Hewan buas yang beberapa hari lalu, telah mengamuk dan memasuki perbatasan wilayah zeron hingga menimbulkan kekacauan.


Namun sang Marquis yang merupakan salah satu Kesatria terkuat di seluruh Kekaisaran Mera, harus merelakan momen kebahagiaannya bersama keluarga dan lebih memilih untuk memimpin seluruh pasukan Zeron menuju ke medan pertempuran, demi melindungi keluarga dan seluruh rayat yang dicintainya.


Setiap warga yang mengetahui pengorbanan tulus dari sang Marquis, Memutuskan untuk datang berbondong-bondong ke kediaman Marquis saat ini untuk mengucapkan selamat kepadanya atas kelahiran Putra pertama mereka, yang akan menjadi tuan muda sekaligus penerus tahta sang Marquis di masa depan.


Selamat Tuan Marquis..!!


Terimakasih untuk perjuangan anda..!!


Terimakasih Tuan..!!


Kami sangat mencintaimu Tuan..!!


Selamat atas kelahiran putramu tuan..!!


Berbagai seruan dan ucapan terimakasih di sampaikan oleh ratusan orang masyarakat yang dengan antusias menyambut kepulangan Michael di depan halaman mansion.


Michael bersama dengan Jenderal Varus dan beberapa orang Prajurit, yang baru saja tiba di depan Mansion, tersenyum dengan penuh kebahagiaan dan melambaikan tangan mereka ke arah kerumunan Masyarakat yang menyambut mereka dengan penuh antusias, lalu berjalan memasuki gerbang Mansion bersama-sama.


"Selamat Datang Tuan Marquis, Jenderal, Terimakasih atas kerja kerja keras anda." ucap seorang kepala pelayan yang membungkukan badannya, di ikuti oleh puluhan pelayan lainnya yang berbaris dengan rapih. Menyambut kedatangan tuannya dan Jenderal Varus dengan penuh rasa hormat.


"Terimakasih atas kerja keras kalian semua. Dimana Istri dan juga putraku Sebas?"

__ADS_1


"Saat ini nyonya masih dalam proses pemulihan dan berada di kamar pribadi anda bersama dengan Tuan Muda." Ucap seorang Kepala pelayan Rumah tangga bernama lengkap Sebastian Rosenthal.


Dia adalah seorang pensiunan prajurit Khusus  yang merupakan seorang Kesatria dan pengguna Aura tingkat 5 yang saat ini diberi kepercayaan oleh Michael untuk mengurus urusan Rumah Tangganya. Sebas juga merupakan teman baik sekaligus senior Jenderal Varus saat dirinya masih aktif menjadi Prajurit Kekaisaran, namun dirinya bergerak secara rahasia di bawah perintah langsung kepala keluarga Rosenthal, untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan politik dan masalah keluarga dari balik layar, membuat karir militernya tidak begitu gemilang seperti Jenderal Varus yang menjadi kebanggaan para prajurit Zeron.


Namun keduanya adalah teman dekat, dan selalu saling membantu satu sama lain. Hanya Jenderal Varus dan Michael sendiri yang mengetahui kekuatan dan identitas sesungguhnya dari sosok kepala pelayan bernama Sebastian Rosenthal ini.


"Mari Tuan, Nyonya sudah menunggu, sejak kabar kepulangan anda bersama seluruh pasukan zeron terdengar memasuki kota."


Sebas berjalan mengikuti Michael yang tampak begitu tergesa gesa untuk masuk kedalam Mansion.


"Yoo... Sebas, apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Jenderal Varus menyapa sahabatnya dengan senyum yang lebar, dan berjalan di sebelahnya.


"Semuanya berjalan dengan Lancar, Terimakasih atas kerja keras anda Jenderal."


"Hahahaha... Kau masih saja bertingkah seperti itu di depanku sebas. Bukankah biasanya kau... Uhuk.. Uhuk.." Jenderal Varus meledek sahabatnya yang saat ini sedang berkerja, namun tepat sebelum dia menyelesaikan perkataannya itu, tiba-tiba saja Sebas menepuk pundak sahabatnya itu dengan perlahan. Meskipun pukulan itu terlihat sangat ringan dan bersahabat, namun nyatanya itu adalah pukulan seorang pengendali aura tingkat 5 puncak dan langsung membuat Jenderal Varus tersedak di tenggorokannya.


Kejadian itu terlihat begitu bersahabat di mata beberapa orang prajurit yang mengikuti keduanya di belakang dan memperhatikan kedekatan Jenderal mereka dengan Kepala Pelayan keluarga Marquis ini.


Di dalam kamar Pribadi Marquis, Aland yang saat ini sedang berada di pangkuan Elis, baru saja terbangun dari tidurnya karena aktivitas mendaki gunung Everest sebelumnya yang begitu melelahkan, membuatnya tertidur lelap di saat menanti kepulangan Michael, ayah kandungnya di dunia ini.


Dia terlihat kebingungan dan melihat ke arah luar jendela karena mendengar suara banyak orang yang sedang berbicara di luar ruangan. Namun tepat ketika kebingungan dihatinya itu muncul, tiba-tiba saja dia mendengar suara pintu kamar yang terbuka, dan langkah kaki seseorang yang datang menghampirinya dari kejauhan.


"Elis, aku telah pulang." Michael menatap wajah Elis yang tersenyum kepadanya dari kejauhan, dan Tiba-tiba saja meneteskan air mata ketika dia melihat seorang bayi laki-laki yang menggemaskan, menolehkan kepalanya untuk memandang dirinya dari kejauhan.


Michael yang merupakan sosok Kesatria pemberani dan tegas, tampak begitu lemah saat ini. Dia berjalan dengan perlahan sambil meneteskan air matanya, menghampiri istri dan putra pertamanya itu dengan penuh rasa syukur akan momen penuh kebahagiaan yang di alaminya saat ini.


"Lihatlah sayang, ini adalah putra kita" Elis membelai wajah Michael, dan menghapuskan air matanya. Lalu menyerahkan bayi kecil dalam pangkuannya itu kepada Michael.

__ADS_1


Michael menggendong tubuh mungil Aland dan menatap wajahnya yang tampan dan menggemaskan, lalu dia pun menyadari terdapat sesuatu yang spesial pada tubuh putranya itu.


"Elis! Mungkinkah Putra kita? Michael tampak begitu terkejut, dan bertanya kepada Istrinya, tentang keanehan yang dimiliki oleh putranya.


Dia melihat tubuh bayi Aland yang memiliki rambut berwarna putih mengkilap seperti perak dan telinga runcing yang menandakan ciri khas seorang Bangsawan Elf, disertai dengan keberadaan dua bola Mata berwarna merah darah yang merupakan ciri Khas dari kekuatan warisan darah keluarga Rosenthal, sehingga hal itu telah mengkonfirmasi status Aland saat ini, sebagai Bangsawan Elf sekaligus putra pertama kepala keluarga Rosenthal.


"Dugaanmu benar Michael, dia adalah bangsawan Elf Rosenthal pertama dalam sejarah" Elis tersenyum kepada Michael dan meneteskan air mata penuh kebahagiaan di pipinya.


"Hahahaha... Hebat, Engkau memang lah putraku yang luar biasa" Michael tertawa penuh kepuasan dan kebahagiaan di hatinya.


"Kemarilah Jenderal Varus, Sebas. Lihatlah putraku ini."


Michael mengangkat tubuh bayi Aland ke udara dan menunjukannya kepada Jenderal Varus dan Sebas yang saat ini sedang masuk kedalam ruangan setelah mendengar perintah dari Michael.


"haiisss.. Pria yang mengangkatku seperti piala ini adalah ayahku di dunia ini. Untung saja aku sudah sempat mengenal nya sebelumnya, aku tau dia adalah pria dengan hati tulus yang rela mengorbankan nyawanya demi keluarga. Aku sangat bersyukur Dewa Luvinus telah mengirim jiwaku ke dunia ini sebagai putranya." Aland hanya dapat bergumam di hatinya, ketika tubuh kecilnya itu di angkat oleh ayahnya ke udara.


"Selamat Tuan dan Nyonya Marquis, atas kelahiran putra pertama anda." Ucap Jenderal Varus kepada Marquis dan istrinya.


"Ya, Selamat Tuan dan Nyonya. Anda berdua telah menjadi seorang ibu dan ayah saat ini." Ucap Sebas kepada kedua majikannya.


Jenderal Varus dan Sebas yang merupakan kedua orang kepercayaan Michael, begitu merasa bahagia dan terhormat dari dalam hati mereka, dan tiba-tiba saja langsung membayangkan Tuan Muda mereka telah tumbuh dengan cepat.


Jenderal Varus sedang membayangkan dirinya sedang melatih Tuan Mudanya bertarung dan memberinya masukan, dengan menunjukan kemampuannya yang hebat. Sedangkan Sebas sedang membayangkan tuannya sedang duduk di belakang Meja Kerja seorang Marquis lalu menyuguhinya sebuah minuman hangat, dan mendapatkan pujian dari tuan mudanya.


Kedua Pria Dewasa ini, tampak konyol dan asik tersenyum sendiri di depan Michael, yang tampak kebingungan melihat prilaku aneh mereka dan akhirnya mengetahui tingkah konyol kedua orang kepercayaannya itu.


"Oyy.. Kalian berdua, berhentilah berpikir sejauh itu. Putraku ini baru saja lahir, biarkan aku yang selalu menemaninya setiap saat, dan kalian harus menunggu giliran untuk bermain dengannya setelah aku selesai. Hahaha."

__ADS_1


"hehehe.." Keduanya hanya tersenyum malu, ketika Michael mengetahui maksud yang ada di dalam pikiran mereka, saat membayangkan Tuan Mudanya itu tubuh dengan cepat menjadi pria yang luar biasa di bawah bimbingan keduanya.


__ADS_2