Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Harga Yang Harus Dibayar


__ADS_3

Ratu Alysia menatap Venom Dragon dengan tegas. Dia merasakan kelemahan dalam tubuh fisik dan wujud Elementalnya saat ini, akibat menyerap racun mematikan pada tubuh Venoms Dragon sebelumnya.


"Serang dengan segala kekuatan yang kalian miliki! Jangan biarkan monster ini bernapas lagi!" seru Alysia kepada pasukannya, dengan suaranya yang penuh tekad.


Para prajurit Elf, didorong oleh semangat dan tekad Ratu mereka, melanjutkan serangan mereka dengan keberanian yang tak tergoyahkan. Mereka mengarahkan serangan mereka ke tubuh Venom Dragon yang terluka, menggunakan segala macam senjata dan kemampuan mereka.


Pedang mereka menebas tubuh venom dragon, panah keluarga Silverthorn menghujam tubuhnya yang terluka dan serangan sihir yang sangat dahsyat terus dilancarkan ke arahnya secara bertubi-tubi. Semuanya berpadu dalam serangan yang luar biasa, hingga mengguncang tubuh monster itu dan membuatnya berteriak kesakitan.


Namun, kekuatan terlarang dalam tubuh Alysia semakin melemah. Racun yang diserapnya mempercepat kejatuhan dari kekuatannya itu. Tubuh Elementalnya mulai merapuh dan perlahan menunjukan tanda-tanda kehancuran.


Dalam keadaan terlemahnya itu, Alysia melihat titik lemah yang terbuka di tubuh Venom Dragon. Dia menatap Venom Dragon dengan matanya yang memancarkan tekad yang kuat.


"Ini adalah saat terakhir kita, Venom Dragon. Aku akan mengakhiri kekejamanmu, cukup sampai disini." ucap Alysia dengan suara lemah, namun penuh dengan keberanian.


Dengan tenaga terakhir yang tersisa, Alysia melancarkan serangan pamungkasnya dengan menggabungkan beberapa tentakel akar berduri yang di panggilnya, hingga saling melilit satu sama lain dan bentuknya menyerupai sebuah mata bor raksasa, yang terbuat dari akar berduri.


Serangan terakhir dari Alysia ini, mengebor tubuh Venoms Dragon pada bagian sisik-sisiknya yang telah hancur dan sedikit terbuka. Sehingga menunjukan celah ke tubuh bagian dalamnya yang lemah.


Monster itu berteriak dalam rasa sakit yang tak tertahankan, tubuhnya di lubangi dengan paksa oleh kekuatan Alysia yang sangat dahsyat. Membuat luka-luka yang ada ditubuhnya semakin melebar, dan dirobek hingga ke setiap lapisan daging dibalik sisiknya yang tebal.


Akar berduri yang berputar dengan sangat kencang itu, menembus kebelakang tubuh Venoms Dragon dan memisahkan tubuhnya, menjadi dua bagian. Tubuh dan kepala monster itu jatuh ke tanah dengan suara dentuman yang menggetarkan bumi.


Pasukan Elf yang menyaksikan Venoms Dragon telah kalah dan terjatuh ke tanah. Merayakan kemenangan dengan sukacita. Seruan sorak dan tepuk tangan memenuhi udara, menggambarkan keberhasilan mereka dalam mengalahkan Venom Dragon yang kuat dan jahat.


Bersamaan dengan tumbangnya Venoms Dragon saat ini, Alysia membebaskan tubuhnya dari wujud Elementalnya dan kembali ke wujud Elf. Dia jatuh ke tanah dengan kondisi lemah dan kelelahan setelah pertarungan sengit sebelumnya.


Namun ada keanehan yang terjadi pada tubuh Alysia, tubuhnya menjadi sangat tua dan kurus. Diakibatkan oleh efek samping dari kekuatan terlarang keluarga Starleaf yang telah mengambil sebagian besar daya hidup nya. Ditambah dengan racun mematikan yang tersimpan di dalam tubuhnya, membuat kulitnya terlihat berwarna ungu kehijauan.


"Jadi, inilah harga yang harus dibayar seorang Starleaf untuk menggunakan kekuatan Kuno milik Keluarga. Sungguh kekuatan yang mengerikan." Ucap Alysia didalam hatinya, sambil mencoba untuk bangkit dan berjalan.

__ADS_1


Meski tubuhnya sangat lemah, Alysia hanya memiliki satu cara untuk dapat bertahan dari kondisi tubuhnya yang lemah saat ini. Dia menghampiri jasad venom dragon yang sudah tidak bernyawa di hadapannya.


"Dengarlah panggilanku, Soulstone of Eternity!"


Dengan sisa kekuatan sihir yang dimilikinya, Alysia mengeluarkan Soulstone of Eternity dari jejak energi sihir yang masih tersisa di dalam tubuh Venoms dragon.


Alysia meraih Soulstone of Eternity dengan kedua tangannya, lalu menyanyikan sebuah syair Bangsa Elf Kuno dengan suaranya yang merdu, dia menciptakan sebuah alunan harmony yang sangat indah. Membawa ketenangan Spiritual kepada siapapun yang mendengarnya.


"Di tepian sungai yang tenang,


keindahan terhampar...


Alam menari dalam harmoni,


membawa kedamaian Abadi...


menatap kita dalam keabadian...


Kita berpadu dengan alam,


melodi cinta yang tak tergantikan.."


"Damailah dalam dekapan alam,


Wahai jiwa dan hati yang hancur...


Dalam pelukan alam yang indah,


kita menemukan cinta yang berharga...

__ADS_1


Lihatlah keajaiban tercipta,


Kedamaian dan alam yang indah,


memenuhi hidup dengan cinta... "


Dalam alunan suara Alysia yang begitu merdu dan indah itu, terdapat energi kehidupan yang masuk kedalam tubuh seluruh pasukan Elf yang sedang mendengarkannya bernyanyi.


Energi kehidupan murni dari Soulstone of Eternity ini, Memulihkan kondisi fisik Alysia yang sebelumnya tua dan lemah, hingga kembali menjadi sosok seorang Ratu elf yang sangat cantik dan Bijaksana.


Setelah mengembalikan daya hidupnya, Alysia langsung meletakan Soulstone of Eternity kedalam kotak pusaka yang telah di keluarkan olehnya dari dalam sihir ruang penyimpanan.


Alysia menghela napas panjang, menatap beberapa lebam berwarna ungu kehijauan, yang tidak lain adalah racun venom dragon yang masih tersimpan di dalam tubuhnya.


Dia merasakan beban yang sangat besar dari racun mematikan itu. Meskipun Soulstone of Eternity telah mengembalikan kekuatan hidupnya, namun racun tersebut sangat sulit untuk dipulihkan, bahkan dengan energi kehidupan murni dari Soulstone of Eternity sekalipun.


Hanya takdir yang dapat menentukan nasib Elysia kedepannya, berharap dewa mengutus seseorang yang memiliki energi kehidupan murni sejak ia lahir, yang dapat menyembuhkan Alysia dari sisa racun Venoms Dragon yang ada di tubuhnya.


Sambil menggenggam kotak pusaka yang berisi Soulstone of Eternity di dalamnya, Alysia berjalan kearah para pemimpin keluarga yang datang menghampirinya dengan tergesa-gesa.


"Yang Mulia, Apakah anda baik-baik saja? Apa yang terjadi dengan tubuh anda yang mulia, beritahu kami, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu anda?" tanya Aryndel dengan nada khawatir, sementara para pemimpin keluarga lainnya mengamini dengan ekspresi prihatin di wajah mereka.


"Ini adalah pengorbanan yang harus aku tanggung. Racun ini adalah harga yang harus dibayar untuk mengalahkan Venom Dragon dan melindungi tanah air kita. Aku akan terus berjuang melawan racun di tubuhku ini, dan mencari cara untuk menetralkannya di masa depan. Kalian tidak perlu menghawatirkannya. Uhuk.. Uhuk.." ucap Alysia dengan suata yang lemah.


Para pemimpin keluarga Elf, merasa terharu mendengar perkataan dari Ratu mereka, sekaligus menghawatirkan kondisinya yang memprihatinkan saat ini. Dalam hati, mereka berjanji akan melakukan segala cara, untuk terus membantu Ratu Alysia dalam melawan efek racun mematikan yang ada di dalam tubuhnya.


Dalam keadaan yang masih lemah itu, Alysia kembali ke Istana Elf bersama seluruh pasukan nya. Dari kejauhan dia melihat pemandangan hutan yang dulu sangat indah, kini dipenuhi dengan luka dan kehancuran dari jejak pertempuran sebelumnya.


Alysia hanya bisa berjanji pada dirinya sendiri pada saat ini, bahwa dia akan terus berjuang untuk melawan racun didalam tubuhnya dan akan melakukan segala upaya untuk dapat melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman yang datang dimasa depan.

__ADS_1


__ADS_2