
Setelah selesai menyantap sarapan paginya, Aland memutuskan untuk pergi ke perpustakaan keluarga Rosenthal. Dia memberi tahu ayah dan ibunya bahwa dia akan membaca beberapa buku di sana hingga waktu makan siang tiba.
"Ayah, Ibu. Aku telah menyelesaikan sarapanku, setelah ini aku berencana untuk membaca beberapa buku di perpustakaan keluarga hinga nanti siang. Apakah aku boleh melakukannya?" tanya Aland dengan penuh harap kepada kedua orang tua nya.
"Baiklah, Nak. Nikmatilah waktumu membaca di perpustakaan, karena mulai besok kau tidak akan bisa pergi kesana untuk sementara." kata Marquis Michael sambil tersenyum.
Elis kemudian menambahkan perkataan suaminya, "Jangan lupa makan siang nanti ya, kau harus kembali tepat waktu."
"Baiklah bu.. Kamu tidak perlu hawatir, aku akan kembali tepat waktu." Ucap Aland sambil berlari meninggalkan ruang makan, dan melambaikan tangannya kepada Elis dan Michael.
Adapun alasan dibalik rencananya untuk membaca buku di perpustakaan, Tentu saja itu hanya sebuah alasan yang sengaja dibuat olehnya. Bagi Aland, Perpustakaan Keluarga Rosenthal yang terkenal megah dan Lengkap dengan berbagai macam koleksi buku di dalamnya. Tidaklah sebanding dengan berbagai macam informasi dan pengetahuan yang dapat diberikan oleh Sistem Apostle kepadanya. Hal ini dilakukannya agar orang tuanya tidak mencurigai kemampuan dan pengetahuan Aland yang begitu mumpuni di masa depan.
Disamping semua itu, Perpustakaan Keluarga Rosenthal merupakan tempat terbaik baginya untuk mencari ketenangan, salah satunya adalah meja baca di samping jendela yang mengarah langsung ke arah taman bunga yang indah di halaman belakang Mansion Pribadi Marquis Zeron yang megah. Ini menjadi tempat favorit Aland untuk menikmati secangkir teh sambil mempelajari kemampuan Apostle yang telah dimilikinya selama beberapa tahun belakangan ini.
Tidak lama kemudian, sesampainya Aland di depanpintu masuk perpustakaan keluarga Rosenthal, prajurit yang berjaga di pintu masuk, langsung menyapa dan mempersilahkan Aland untuk masuk kedalam perpustakaan.
Perpustakaan itu selalu sepi pengunjung setiap harinya, hal itu dikarenakan peraturan yang hanya membolehkan anggota keluarga Rosenthal yang bisa masuk kedalam perpustakaan. Tepat ketika Aland berjalan menuju tempat duduk favoritnya, dia melihat seorang gadis berusia sekitar 17 tahun, sudah menempati kursi itu dan sedang asik membaca buku.
Gadis itu terlihat mengagumkan dengan rambut panjang berwarna merah yang terlihat begitu menyala dan berkilau karena tersorot cahaya matahari dari luar jendela.
Dalam hatinya, Aland berbicara, "Wow, gadis itu begitu cantik. Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Mungkin aku bisa duduk di tempat lain hari ini."
__ADS_1
Dengan langkah hati-hati, Aland memutuskan untuk tidak mengganggu gadis itu dan mencari tempat lain untuk duduk. Dia memilih sebuah meja yang agak jauh dari gadis tersebut dan duduk dengan pura-pura membaca sebuah buku yang dia ambil secara acak sebelumnya.
Namun, tepat ketika Aland hendak membuka jendela Sistem dengan kesadarannya, tiba-tiba dia mendengar suara yang lembut dari seorang gadis yang berbicara kepadanya,
"Maafkan aku jika aku merebut tempat dudukmu tadi." ucap seorang gadis berambut merah, yang Aland lihat sebelumnya.
Aland menoleh dan melihat gadis itu tersenyum ramah. Dia tersenyum balik, "Tidak apa-apa, aku bisa duduk di tempat lain. Kamu tidak perlu menghawatirkannya.”
"Aku Jasel. Senang bertemu denganmu." Ucap gadis itu sambil tersenyum ke arah Aland.
Mendengar gadis cantik itu menyebutkan namanya, Aland dengan cepat menjawab “Nama saya Aland Rosenthal, Senang bertemu dengan anda juga.”
“Ehhh.. Benarkah itu? Tapi.. kenapa baru sekarang ini saya bertemu dengan Anda Nona Jasel?” Tanya Aland dengan sedikit kebingungan di benaknya.
“Itu karena aku baru saja kembali dari Akademi Kekaisaran, tentu saja Anda tidak pernah melihat saya selama ini.” Jawab Jasel dengan penuh antusias, diapun kembali melanjutkan perkataannya.
“Setelah Perang besar yang terjadi di wilayah Zeron beberapa tahun yang lalu, aku dan beberapa orang dari keluarga Rosenthal lainnya, pergi ke Akademi Sihir Kekaisaran untuk menempuh pendidikan dan meningkatkan kemampuan kami dengan mengikuti pelatihan khusus selama beberapa tahun lamanya.”
“Dan beberapa hari yang lalu, setelah kami lulus dari Akademi, kami diminta kembali oleh kepala keluarga untuk melatih generasi muda Keluarga Rosenthal kita yang disegani.” Ucap Jasel menghentikan perkataannya, lalu datang mendekat kearah Aland yang berada di depannya. Dia mendekatkan wajahnya kesamping pipi Aland lalu membisikan sesuatu ke telinganya.
“Tampaknya mulai saat ini, kita akan sering bertemu satu sama lain. Mohon bantuannya Tuan Muda.” Bisik Jasel di telinga Aland dengan Nada yang menggoda.
__ADS_1
Aland yang begitu terkejut dengan tindakan dan perkataan yang disampaikan oleh Jasel kepadanya, hanya bisa tergagap dan berusaha mengendalikan rasa malu di hatinya.
“ii...iii...ii..Itu, A.. A.. apa maksud Anda Nona Jasel?” Ucap Aland yang terbata-bata mengungkapkan kebingungannya.
“Hahahaha.. Anda benar-benar seperti yang di rumorkan tuan muda, Anda begitu lucu dan menggemaskan. Kalau begitu, selamat menikmati waktumu membaca Tuan muda. Cepat atau lambat, kita akan segera bertemu lagi. Sampai Jumpa Tuan muda.” Ucap Jasel sambil berjalan pergi meninggalkan Aland di Ruang Perpustakaan.
Setelah berjalan beberapa Langkah dari tempat duduk Aland, Jasel Berteriak dengan kencang. “Hei Rodin!! Mau sampai kapan kau membaca buku disana. Ayo kita pergi."
Setelah Jasel menyelesaikan perkataannya, dari balik Lemari buku di ruang perpustakaan. Terdengar suara seseorang yang terjatuh, di ikuti dengan suara beberapa buku yang jatuh berantakan ke atas lantai.
“Brukk.. Dug.. Dug.. Dug..” Suara banyak benda yang terjatuh.
Tidak lama kemudian, keluarlah seorang Pria muda berkacamata dengan membawa setumpuk buku di tangannya. Pria ini tidak lain adalah Rodin Rosenthal, seorang penyihir muda berbakat dari keluarga Rosenthal yang juga merupakan sahabat masa kecil Jasel hingga sekarang, dia juga baru saja lulus dari Akademi Sihir Kekaisaran bersamaan dengan Jasel dan beberapa orang lainnya.
“Maafkan atas sikap dan perlakuan Jasel kepada Anda Tuan Muda, dia sebenarnya hanya ingin menyapa Anda yang merupakan Putra pertama dari Kepala Keluarga Rosenthal, saya harap Anda dapat memaklumi sifatnya yang sedikit ke kanak-kanakan.” Ucap Rodin yang datang menghampiri Aland dari kejauhan, lalu meminta maaf kepadanya atas sikap dan perlakuan sahabatnya itu.
“ii..Itu tidak masalah, saya sangat senang bertemu dengannya.” Jawab Aland dengan sedikit canggung atas sikap yang ditunjukan oleh Pria asing dihadapannya.
“Ahh.. Syukurlah jika Anda tidak mempermasalahkan hal ini tuan muda, memang benar apa yang dikatakan oleh semua orang. Anda adalah seseorang anak yang Dewasa dan memiliki hati yang baik. Saya sangat senang dapat bertemu dengan Anda Tuan Munda.” Ucap Rodin dengan senyum tulus di wajahnya.
“Saya juga sangat senang dapat bertemu dengan Anda tuannn....?” Aland menanggapi pujian yang ditujukan kepadanya, namun dia lupa bahwa dirinya belum mengetahui identitas pria asing dihadapannya.
__ADS_1