Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Rodin Penyihir Jenius


__ADS_3

Rhinon berlari menuju Jasel dengan kecepatan yang luar biasa. Jejak kakinya meninggalkan guratan dan kehancuran di tanah, dengan satu loncatan, dia meluncur tinggi ke udara dan melancarkan serangan kuat dengan menggunakan pedang Great Sword miliknya yang begitu besar.


“Terimalah seranganku ini...” Rhinon berteriak di udara, sambil menukik dengan tajam kearah Jasel yang berdiri tepat di bawahnya.


Jasel dengan cepat menghindari serangan itu, dan melihat kearah Rhinon yang menghantam tanah dengan suara ledakan yang menggelegar, akibat hantaman sejatanya yang begitu kuat.


“Sial, Singa Betina ini benar-benar memiliki kekuatan fisik yang mengerikan. Meskipun dengan pedang sebesar itu.. dia mampu menggunakannya dengan sangat mudah.” Jasel mengeluh di dalam hatinya, sambil bersiap menghadapi serangan Rhinon yang melesat dengan cepat ke arahnya.


“Whooss.. Tangg.. tingg.. tangg.. tingg...” Suara Pedang yang saling beradu dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata telanjang.


“Horaa... hora... horaa...!” Rhinon dengan penuh semangat tempur, menyerang Jasel tanpa henti.. kecepatan keduanya nyaris seimbang, namun jika diperhatikan lebih dekat. Jasel tampak begitu kesulitan menahan setiap serangan Rhinon dan dipaksa memasuki posisi bertahan.


“HAHAHAHA... Apakah kamu hanya bisa bertahan? Ayo... tunjukan kemampuanmu gadi kecil.” Ucap Rhinon dengan nada yang sombong, sambil terus melancarkan serangannya kepada Jasel.


“Sial, Aku hampir tidak bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatan singa betina ini. Jika aku lengah sedikit saja, mungkin aku akan berakhir dengan menerima kekalahan..” Jasel mengeluh dengan situasi yang menyudutkan dirinya saat ini.


Rhinon, dengan mata yang memancarkan kepercayaan diri, terus mendekati Jasel dengan serangan pedangnya yang mematikan. Jasel mundur langkah demi langkah, mencoba menjaga jarak antara keduanya. Namun, Rhinon semakin mendekat dan setiap serangan pedangnya menjadi semakin kuat. Seolah stamina yang dimilikinya tidak terkuras sedikitpun, berkat kemampuan Blood Transformation miliknya.


Sementara Jasel melanjutkan pertarungannya dengan Rhinon, Rodin juga masih dalam pertempuran sengit melawan beberapa prajurit Beastman yang menyerangnya. Dia berdiri kokoh dengan tongkat sihirnya, menghadapi serangan mereka dengan penuh keberanian dan kecakapan.


Prajurit Beastman meluncur ke arah Rodin menggunakan segala kemampuan yang mereka miliki.


“Berhati-hatilah, dari penampilannya. Pria ini tampaknya seorang penyihir yang handal. Kita harus bekerjasama untuk mengalahkannya.” Ucap Seorang Prajurit Beastman kepada beberapa orang temannya.


“Ya, kamu benar. Ayo kita menyerangnya dengan tehnik kombinasi tempur, yang telah kita latih sebelumnya.”


“Yoshh..! itu ide yang bagus, ayo kita lakukan itu.”


Setelah mengatur strategi, para prajurtit Beastman yang terdiri dari 3 orang Kesatria Aura dan 2 orang penyihir itupun, kemudian mengepung Rodin dan Aland dari berbagai arah.

__ADS_1


Melihat beberapa prajurit Beastman yang datang mengepungnya dari berbagai sisi, Rodin mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Aland dan merapalkan mantra pelindung terkuat yang dipelajarinya.


"Dalam pelukan alam yang damai, lindungilah kami wahai spirit elemental bumi yang agung, Kuatkan prisai pelindung ini, dengan kebijaksanaan mu yang tulus... Guardian Barrier!" Ucap Rodin dengan penuh keyakinan.


Setelah mantra itu dirapalkan, cahaya hijau mulai terpancar dari tongkat sihir milik Rodin, Cahaya itu membentuk sebuah prisai energi yang berkilauan di sekitar Aland.


Prisai Energi berwarna hijau transparan ini terlihat sangat kokoh dengan permukaan yang tersusun dari puluhan pola Hexagonal yang saling terhubung dan tertupuk hingga beberapa lapisan. Membuatnya terlihat begitu kuat dan kokoh.


“Baiklah tuan, saya rasa ini sudah cukup untuk melindungi Anda sambil minum teh dengan tenang .. Kalau begitu.. saya akan memebereskan beberapa Prajurit Beastman ini terlebih dahulu, lalu pergi untuk membantu Jasel di sebelah sana.” Ucap Rodin sambil tersenyum hangat kepada Aland.


“Terimakasih sudah menghawatirkan saya tuan Rodin. Kalau begitu, lakukanlah yang terbaik untuk kita semua. Aku mengandalkanmu.” Aland memberikan jawaban yang memuaskan kepada Rodin, sehingga membuat Rodin tampak terlihat begitu bahagia.


Rodin kemudian berjalan kedepan, dan berdiri dengan tenang sambil melihat para Prajurit Beastman yang datang untuk mengepungnya.


"Ehhh.. Apakah mereka berpikir untuk menghabisiku terlebih dahulu dan mengesampingkan Tuan Aland yang duduk santai di sebelah sana? Hmmm.. Sepertinya mereka tidak menyadari, seberapa kuat sosok anak kecil yang mereka anggap lemah itu.. Yah.. Paling tidak, aku tidak perlu mencemaskan salah satu dari mereka akan menyerang Tuan Aland pada saat ini. Kalau begitu, ayo kita selesaikan ini dengan cepat." Ucap Rodin dengan penuh keyakinan di dalam hatinya.


Dengan sigap, Rodin melompat ke udara dan menghindari serangan tersebut. Namun tindakan yang diambil Rodin kali ini, nampaknya sudah mereka perhitungkan sebelumnya.


Dua orang Penyihir Beastman yang tidak ikut menyerang sebelumnya, rupanya telah selesai merapal Mantra dan menyerang Rodin yang saat ini melompat ke udara.


“Kena kau penyihir sialan..” Ucap seorang Prajurit Beastman di dalam hatinya, dia terlihat bahagia karena rencana untuk membuat Rodin untuk melompat ke udara telah berhasil.


“Thunderstrike..! Blazing Arrow..!” ucap kedua Penyihir Beastman melepaskan mantra sihir terkuat mereka.


“Whoozhhh... Dhuaarrr...!!!” Terdengar Suara Ledakan.


Sebuah Sambaran petir berwarna ungu dan Panah Api Raksasa melesat ke arah Rodin yang tidak dapat menghindar di udara. Menyebabkan Ledakan Energi sihir yang sangat dahsyat ke area di sekitarnya.


“Kerja Bagus kalian semua.” Seorang Prajurit Beastman memberi apresiasi kepada teman penyihirnya. Namun anehnya, penyihir itu terlihat pucat karena dia baru saja merasakan keberadaan energi sihir milik Rodin.

__ADS_1


“Tetap Fokus! Kita belum mengalahkannya.” Ucap seorang Penyihir Beastman kepada teman-temannya.


Ketika para Beastman lainnya mendengar perkataan tersebut, padangan mereka langsung tertuju kembali ke arah kepulan Asap tebal, tempat dimana Rodin terkena serangan sihir sebelumnya.


Wajah mereka berubah menjadi suram, ketika melihat Rodin melayang di udara dan turun perlahan ke atas tanah, dengan keberadaan Prisai magis yang melindungi sekujur tubuhnya. Dia tampak Fokus merapatkan kedua tangannya pada tongkat sihir sambil merapalkan sebuah mantra.


"Dalam kegelapan dunia tanpa cahaya.. Aku memanggilmu api suci yang tidak pernah padam, terangilah dunia ini dan hancurkan kegelapan yang menghalangi jalan kami..”


“Radiant Flareburst...!!!" Ucap Rodin dengan penuh keyakinan, sambil menancapkan tongkat sihirnya ke atas tanah.


Tepat setelah tongkat sihir Rodin menyentuh tanah. Sebuah Gelombang cahaya yang sangat terang, tiba-tiba saja muncul dan menghempaskan lima orang prajurit Beastman yang berada disekitarnya.


“Whoozhh.. Darr.. Darr.. Darr.. Darr.. Darr..” Terdengar suara hempasan dan benturan yang sangat keras.


Para Prajurit Beastman yang terkena serangan Sihir milik Rodin, terpental ke berbagai arah, hingga beberapa meter jauhnya. Dan tubuh mereka menghantam beberapa batang Pohon yang keras.


“Wooaahhh... Itu adalah mantra sihir yang benar-benar mengagumkan, Tuan Rodin memang Penyihir Jenius yang berbakat.” Ucap Aland dengan penuh kekaguman.


Disisi lain, Jasel dan Rhinon yang sebelumnya bertarung dengan Intens. Tiba-tiba saja menghentikan pertarungan mereka, karena terpengaruh cahaya terang dari serangan sihir yang dilancarkan oleh Rodin sebelumnya.


“Beraninya kau menyakiti teman-temanku penyihir sialan.. Aku tidak akan mengampuni kalian semua...! Huarrrgghhhhhh....!” Ucap Rhinon dengan penuh kemarahan, ketika dia melihat teman-temannya terluka dan kehilangan kesadaran.


“Deg..Dug..Deg..Dug..Deg..Dug..Deg..Dug..” Suara Detak Jatuk di dalam tubuh Rhinon yang tiba-tiba saja berdetak semakin kencang.


“Itu benar... Jangan Ampuni orang-orang yang telah melukai teman-temanmu, habisi mereka semua... Dan gunakanlah seluruh kekuatanmu ini...” Sebuah suara misterius dan begitu menyeramkan, tiba-tiba saja muncul didalam pikiran Rhinon pada saat ini.


Dirinya merasakan kekuatan yang begitu besar telah mengalir melalui setiap pembuluh darahnya. Namun bersamaan dengan hal itu, dirinya juga merasakan dorongan kuat untuk membunuh seseorang, membuat hati dan pikirannya dipenuhi dengan kebencian yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Inilah fase dimana seorang Beastman yang menggunakan kekuatan warisan darah, akan memasuki efek kegilaan akibat kehilangan kedali atas kesadaran mereka. Membuat mereka menjadi lebih kuat dan sadis berdasarkan sifat dan karakter binatang buas yang mengalir di dalam darah mereka.

__ADS_1


__ADS_2