Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Pohon Dewa Yggdrasil


__ADS_3

Setelah selesai menyiapkan berbagai macam keperluan, Aland bersama dengan beberapa orang lainnya, naik ke atas punggung Aurora Phoenix untuk segera berangkat menuju Negeri Elf.


"Apakah kalian semua siap? Kita akan segera berangkat." ucap Riendel kepada semua orang yang berdiri di belakangnya.


"Ya. Ayo kita berangkat." Ucap Michael dengan penuh ketegasan mewakili keluarganya.


"Baiklah.. Cecilia! Ayo kita berangkat." Riendel memberi perintah kepada Cecilia, yaitu nama yang diberikannya kepada Aurora Phoenix, setelah berhasil menjalin kontrak dengannya.


"Kiakkkk...!! Whoosshh" Suara Aurora Phoenix yang mengepakan sayap nya dan terbang tinggi ke udara.


Bulu warna-warni dan cahaya aurora yang memancar dari tubuh burung legendaris itu, membuat semua orang begitu terpesona. Mereka merasakan getaran kekuatan magis yang mengalir di sekitar mereka, ketika Aurora Phoenix mulai terbang dengan kecepatan tinggi di udara.


...***...


Pandangan Aland terbuka lebar, ketika tubuh kecilnya di ajak meluncur ke angkasa. Dari ketinggian tersebut, Aland melihat pemandangan yang lebih menakjubkan dari apa yang pernah ia bayangkan di kehidupan sebelumnya.


Mereka melintasi hutan-hutan yang lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi ke langit, menciptakan lanskap yang indah dan memesona. Di bawah mereka, Aland melihat sungai-sungai yang membelah lembah-lembah, mengalir dengan gemericik air yang jernih.


Permukaan air yang mengilap memantulkan sinar matahari, menciptakan kilauan yang indah dan mempesona. Ia melihat sekumpulan makhluk magis bermain di tepian sungai, menikmati kebebasan dan keindahan alam yang ada di sekitar mereka.


Selain itu, Aland juga melihat pegunungan yang menjulang tinggi dengan puncak yang diselimuti awan. Gunung-gunung tersebut terlihat seperti penjaga alam semesta, tampak begitu kokoh dan megah.


Setelah melewati gunung-gunung yang tinggi itu, Aurora Phoenix semakin terbang tinggi menuju ke langit, mendekati awan-awan yang putih seperti kapas. Aland yang saat ini di pangku oleh Elis, merasakan kesejukan angin yang mengelus wajahnya saat mereka terbang di antara awan.

__ADS_1


Dari kejauhan, Aland merasakan kehadiran makhluk-makhluk magis yang terbang di sekitarnya. Dia melihat sekawanan pegasus yang indah, tengah berlari dan bermain di atas awan, dengan sayap mereka yang kokoh dan berkilau, meninggalkan jejak cahaya keemasan yang menyebar di sekitar tubuhnya.


Semua pemandangan tersebut membuat Aland semakin terpesona dengan dunia fantasi ini. Ia merasa takjub akan keajaiban alam dan berbagai kehidupan magis yang ada di sekitarnya.


"Dunia ini begitu luar biasa! Aku merasa beruntung bisa melihat keindahan ini dari ketinggian. Setiap detik di sini memberikan keajaiban yang tak terlupakan," ucap Aland dengan suara terenyuh.


...***...


Setelah menempuh perjalanan panjang, selama 3 hari penuh. Aland dan keluarganya akhirnya memasuki wilayah kerajaan Elf Yggdrasil, mereka semua disambut oleh pemandangan yang begitu menakjubkan.


Yaitu pemandangan dari sebuah pohon raksasa yang menjulang tinggi hingga menembus ke langit.


"Woww! Itu adalah pohon yang sangat besar." Ucap Aland dengan mata yang berbinar terang.


Meski dari jarak yang sangat jauh, energi magis terasa begitu kuat, mengalir melalui setiap serat pohon itu. Angin lembut bertiup dengan harum khas dari dedaunan, menciptakan suasana yang tenang dan damai di sekitarnya. Yggdrasil menjadi pusat spiritual dan kehidupan di Negeri Elf, yang menjadi saksi perjalanan dan kehidupan abadi para Elf selama Ribuan tahun lamanya.


"Wuaahh.. Jadi inilah Negeri para Elf tempat ibuku di lahirkan, para Elf memang sangat luar biasa, mereka dapat tinggal berdampingan dengan Alam dan seluruh makhluk hidup di sekitarnya." ucap Aland dihatinya.


Aland dan yang lainnya terus terbang di atas Negeri Elf, melewati wilayah hutan yang luas dan permukiman Elf yang unik dan megah. Di bawah mereka, Aland bisa melihat masyarakat Elf yang sibuk dengan kegiatan sehari-hari mereka. Mereka menanam tanaman magis, memberi makan binatang magis, melatih keterampilan bertempur, dan menjalin hubungan sosial yang erat.


...***...


Setelah beberapa saat terbang di atas wilayah permukiman bangsa Elf, Aurora Phoenix akhirnya semakin mendekati Istana Kerajaan Elf yang berada tepat dibawah batang pohon Yggdrasil.

__ADS_1


Dari jarak cukup dekat, Aland dapat melihat simbol-simbol dan ukiran kuno yang terukir di kulit pohon Yggdrasil yang kokoh. Simbol-simbol tersebut menceritakan sejarah panjang Negeri Elf, pertalian mereka dengan alam, dan hubungan yang mereka jalin dengan makhluk magis lainnya. Pohon Dewa Yggdrasil telah menjadi pusat spiritual dan sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat Elf sejak ribuan tahun yang lalu.


Ketika Aland melihat ukiran kuno pada kulit pohon dewa Yggdrasil, dia tiba-tiba saja merasakan sebuah kekuatan Ilahi yang sangat kuat, dari dalam tubuh pohon Dewa Yggdrasil.


"Ini..! tidak salah lagi, ini adalah kekuatan Ilahi dari keberadaan Dewa Luvinus di dunia ini." Aland terlihat begitu terkejut setelah merasakan kekuatan Ilahi yang datang menghampirinya.


Seolah mengingatkan Aland akan tanggung jawabnya sebagai seorang Apostle Dewa, untuk melindungi kedamaian dan keharmonisan di dunia ini. Dalam bayang-bayang Yggdrasil yang megah, Aland menguatkan tekadnya dengan semangat yang membara.


"Pohon Dewa Yggdrasil... Pohon kehidupan yang melambangkan keseimbangan antara Alam dan seluruh mahluk hidup di dunia ini. Menjadi perantara Dewa, dengan seluruh mahluknya. Sungguh Luar biasa." bisik Aland dengan penuh kagum.


Dia memandang dengan takjub pohon Dewa Yggdrasil yang megah dan besar. Matanya terpaku pada dedaunan yang berkilauan, mencoba menyerap keindahan dan kekuatan yang dipancarkannya. Dia merasa seolah sedang berdiri di hadapan kekuatan yang tak tergoyahkan.


Elis yang melihat kekaguman Aland tersenyum sambil memeluknya. "Aland, pohon ini adalah simbol kehidupan dan kebijaksanaan di Negeri Elf. Menjadi saksi perjalanan dan cerita panjang bangsa Elf. Di bawah bayangan Yggdrasil, kehidupan kita diwarnai oleh keajaiban dan kehadiran dewa yang selalu melindungi kita."


Aland memberi senyuman dan memandang kearah ibunya, "Itu benar ibu, terasa ada semangat yang kuat di sekitar pohon ini. Aku merasa terhubung dengan kekuatan alam dan kebijaksanaan yang melimpah. Sepertinya pohon ini ingin memberikan pesan kepadaku, bahwa aku memiliki peran yang besar dalam menjaga kedamaian di dunia ini. Hihihi apakah ibu dapat memahami ucapanku."


Michael, yang juga takjub dengan keindahan pohon Dewa itu, menghampiri istri dan putranya sambil berbicara dengan nada yang tegas dan berwibawa.


"Yggdrasil mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keharmonisan antar sesama mahluk ciptaan Dewa. Sudah sepatutnya tanggung jawab seperti itu kita miliki, agar dapat menciptakan perdamaian dan kebahagiaan di masa yang akan datang." Ucap Michael sambil memandang Pohon Dewa Yggdrasil dengan kedua matanya.


Aland menatap wajah ayahnya dan kembali berkata dengan bahasa bayinya yang menggemaskan. "Ya, ayah. Aku berjanji untuk melaksanakan tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh. Aku akan melindungi kalian semua dan membawa kedamaian di dunia yang kalian cintai ini."


Percakapan mereka di tengah kehadiran pohon Dewa Yggdrasil, semakin menguatkan semangat dan tekad Aland kedepannya. Dia merasa semakin terhubung dengan dunia ini dan siap menghadapi perjalanan berikutnya sebagai seorang Apostle Dewa.

__ADS_1


__ADS_2