Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Cinta dan Kasih Sayang


__ADS_3

Setelah beberapa saat terbang, Aurora Phoenix akhirnya mulai turun dari ketinggian, untuk mendarat di Istana Kerajaan Bangsa Elf yang Megah.


"Mohon Perhatian Semuanya! Kita akan segera turun dan mendarat di Istana Kerajaan, harap segera bersiap-siap." Ucap Riendel kepada semua orang yang menaiki Aurora Phoenix.


Aland yang saat ini tengah di gendong oleh ibunya tampak begitu antusias setelah mendengar informasi tersebut. "Akhirnya sampai juga.. Aku sungguh tidak sabar, ingin bertemu kakek dan nenek ku di dunia ini."


Dari jarak yang cukup dekat, Istana Kerajaan Elf terlihat begitu menakjubkan, bangunan itu berdiri megah tepat dibawah Pohon Dewa Yggdrasil yang menjulang tinggi ke langit.


Istana yang indah dan elegan ini dibangun dengan ciri khas arsitektur unik dari bangsa Elf, yang erat kaitannya dengan unsur Alam. Istana ini menjadi perwujudan keindahan dan kearifan para Elf, serta simbol kekuatan dan kedamaian mereka.


Istana tersebut terbuat dari batu-batu alam yang langka dan berkilau seperti permata, memberikan kilauan yang indah di bawah sinar matahari. Dinding-dindingnya yang kokoh dipenuhi dengan ukiran-ukiran yang rumit, menggambarkan keindahan dan Kekayaan Alam yang melimpah di Negeri Elf. Ukiran-ukiran tersebut seolah hidup, menghadirkan adegan-adegan dari legenda dan cerita rakyat Elf yang penuh dengan keajaiban.


Atap-atap istana melengkung dengan indah, meniru bentuk daun dan cabang pohon tinggi. Atap tersebut terbuat dari dedaunan besar yang kuat, memberikan kesan bahwa istana ini seolah tumbuh dari alam itu sendiri. Dedauan itu mampu bertahan dari cuaca ekstrem dan memberikan keteduhan di bawahnya, sekaligus melindungi bangunan dari hujan dan sinar matahari berlebih.


Di sekeliling istana, terdapat taman-taman indah yang dipenuhi dengan bunga-bunga berwarna-warni dan tumbuhan-tumbuhan magis. Arsitektur taman ini menggabungkan harmoni antara alam liar dan ciptaan tangan manusia.


...***...


Di tengah taman yang luas itu, Aland dan seluruh rombongan keluarganya, turun dari punggung Aurora Phoenix yang baru saja mendarat dengan lembut di atas tanah. Meraka disambut oleh para petinggi kerajaan Elf, termasuk kakek dan neneknya, yang sudah menunggu kedatangan mereka, bersama dengan beberapa orang dari keluarga Yellowhope lainnya.


Elis yang begitu merindukan keluarganya melambaikan tangan untuk menyapa keluarganya, dari atas punggung Aurora Phoenix.


"Ayah... ! Ibu...!" Ucap Elis dengan penuh kebahagiaan di matanya.


Cedric dan Velikka yang melihat putrinya datang sambil menggendong seorang bayi kecil yang menggemaskan, tidak kuasa menahan air mata kebahagiaan di dalam hati mereka.

__ADS_1


"hiks.. Hiks.. Lihatlah putri kecil kita Velikka, kini dia telah menjadi seorang ibu dan memberikan kita cucu laki-laki yang menggemaskan." ucap Cedric kepada istrinya.


"hikss.. Hikss.. Kamu benar sayang, gadis nakal itu benar-benar telah tumbuh menjadi seorang istri dan ibu yang sangat cantik."


Melihat kedua orangtuanya menangis dari kejauhan, Elis pun turun dari punggung Aurora Phoenix sambil menggendong Aland putranya.


Dia mengeluarkan kekuatan Magis miliknya yang telah lama pulih, tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dia bermaksud memberi kejutan kepada orang tua dan seluruh keluarganya, bahwa Elis sang summoners terkuat dari keluarga Yellowhope, telah mendapatkan kembali kekuatannya.


"Seraphina..! Aland..! Apakah kalian siap untuk menunjukan kemampuan kita?" ucap Elis kepada putranya, dan sosok Seraphina yang berada di alam Spiritualnya.


"Yaahuuu... Ayo kita lakukan. Aku sudah tidak tahan, selama 3 hari terakhir ini harus berada jauh di atas bumi, sekarang Aku ingin melakukan pemanasan." Ucap Seraphina yang tiba-tiba saja muncul sambil sedikit mengeluh kepada Elis.


"Hehe.. Baiklah, ayo kita buat mereka terkejut." Ucap Elis dengan penuh semangat.


"Dengarlah panggilanku, Spirit Elemental yang agung, pinjamkan aku kekuatan sucimu untuk memanggil Elemental udara, datanglah dan bergabunglah denganku, Angkatlah diriku seperti daun yang mengalir di atas awan, Hembuskan nafasmu yang segar, untuk membawa jiwaku menuju kedamaian."


Kejadian tersebut, sontak membuat semua orang yang melihatnya begitu terkejut, termasuk Cedric dan istrinya, yang tampak begitu tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.


Aland yang sedang melayang di udara bersama ibunya, hanya bisa tersenyum mengikuti rencana kekanak-kanakan ibunya. Namun di sisi lain, dia juga merasa begitu senang karena telah berhasil membantu ibu nya, mendapatkan kembali kekuatan yang dulu sempat membebani tubuhnya.


"Yahh.. Mau bagaimana lagi, memang seperti inilah sifat ibuku. Aku sudah sangat senang, hanya dengan melihat kebahagiaan di wajahnya." Ucap Aland sambil tersenyum kepada ibunya.


Menggunakan kekuatan magisnya yang luar biasa. Elis menuruni punggung Aurora Phoenix yang begitu besar itu, dengan sangat anggun dan mempesona. Menghampiri kedua orangtuanya yang telah menunggu di kejauhan.


"Ayah, Ibu. Aku pulang." Ucap Elis, yang baru saja turun di hadapan orang tuanya, menyapa keduanya dengan air mata penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Cedric yang tampak begitu terkejut, langsung menanyakan kebenaran yang telah terjadi kepada putrinya. "Elis! Apakah kekuatanmu telah pulih sepenuhnya? Dan bayi kecil ini.. Apakah ini adalah cucu ayah?" ucap Cedric sambil berlinang air mata di wajahnya.


"Ya Ayah, ceritanya sangat panjang. Dan bayi mungil ini adalah putraku. Aland Rosenthal, cucu ayah dan ibu." Elis menjawab dengan penuh haru di dalam hatinya.


"Dasar Anak Nakal! mengapa kamu tidak memberitahu kami sebelumnya, dan mengapa kamu begitu tega memisahkan kami dari cucu pertama kami, dalam waktu yang begitu lama.. Hikss. Hikss.. Hikss.." Ucap Velikka yang langsung memeluk Elis dan Aland yang digendongnya.


Mereka saling berpelukan, melepas Rindu yang mendalam setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu. Aland yang tidak pernah merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang dari sebuah keluarga yang utuh di kehidupan sebelumnya, tampak menangis dengan penuh kebahagiaan di hatinya.


...***...


Tidak lama setelah momen mengharukan itu berlangsung, Michael datang bersama dengan seluruh pengikutnya, menghampiri Elis dan kedua mertuanya yang tampak begitu bahagia setelah bwrtemu dengan istri dan juga anaknya.


"Ayah, Ibu. Maafkan atas keterlambatan kami. Jika bukan dikarenakan konflik yang terjadi di wilayah Zeron sebelumnya. Kami semua pasti sudah mengunjungi kalian sejak beberapa bulan yang lalu." ucap Michael yang menghampiri Elis dari belakang, lalu merangkul tubuh istrinya.


"Tidak apa-apa Marquis, kami sangat memahami situasi kalian, begitupun yang terjadi di wilayah Elf baru-baru ini. Ahh.. Sudahlah, yang terpenting saat ini, kalian semua sudah tiba di sini dengan selamat. Sekarang, ayo kita masuk kedalam istana. Yang mulia Ratu telah menunggu kita di dalam." Cedric tersenyum kepada Michael dan seluruh pelayan yang hadir bersamanya.


Setelah selesai menyapa beberapa orang dan berbincang beberapa hal dengan yamg lainnya, Michael dan keluarganya melangkah masuk ke dalam istana Kerajaan Elf. Mereka disambut oleh koridor-koridor yang megah dengan pilar-pilar yang berbentuk batang pohon yang kokoh.


Di sepanjang koridor, terdapat hiasan-hiasan dari daun-daun dan bunga-bunga yang dijalin rapi. Cahaya alami yang masuk melalui celah-celah jendela menyinari koridor, menciptakan efek cahaya yang indah dan menenangkan.


Di dalam istana, ruang-ruang terbuka luas dan dihiasi dengan furnitur kayu alami yang elegan. Setiap ruang dihiasi dengan ukiran-ukiran tangan para seniman Elf yang mahir, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Banyak ruangan yang memiliki dinding-dinding kaca yang transparan, sehingga memungkinkan penghuni istana untuk menikmati pemandangan luar yang indah.


Mereka semua berjalan menuju Ruangan utama di istana, yaitu sebuah aula besar yang dipenuhi dengan kolom-kolom megah dan lukisan-lukisan indah yang menggambarkan sejarah panjang Negeri Elf.


Aula tersebut adalah tempat dimana singgasana Ratu Elf berada, singgasana tersebut dihiasi dengan bunga dan dedaunan yang megah. Di sekitarnya terdapat kristal-kristal langka yang berkilauan, melambangkan keindahan dan kewibawaan dari sosok Ratu Elf yang Agung.

__ADS_1


Dimana saat ini, Ratu Elf Elysia tampak sedang duduk di singgasana, menunggu dengan sabar kedatangan Marquis Zeron bersama dengan keluarganya.


__ADS_2