
Suasana di istana para Elf, yang terletak di dalam pohon raksasa Yggdrasil, dipenuhi dengan ketenangan Spiritual dan harmoni yang indah seperti biasanya. Cahaya alami meresap melalui dedaunan hijau yang rimbun, menciptakan bayangan yang menari-nari di sekitar ruangan. Para Elf sedang sibuk menjalankan tugas mereka, menjaga keselarasan alam dan hidup berdampingan bersama dengan makhluk lain yang tinggal di sekitar Pohon Dewa Yggdrasil.
Namun, keheningan itu tiba-tiba saja terpecah oleh berita mengerikan yang datang dari kuil Kuno di hutan Elenor. Kabar menyebar dengan cepat, membawa desas-desus tentang serangan dari sekelompok pria misterius yang menghabisi ratusan Prajurit di Kuil Kuno Elenor, serta kabar mengenai hilangnya harta Kuno yang sangat berharga milik kaum Elf di kuil itu.
Berita ini mencapai telinga Ratu Elf saat ini yaitu Elysia Starleaf, seorang Elf dewasa dengan usia lebih dari 2000 tahun, dia adalah sosok pemimpin yang bijaksana dan penuh kearifan. Dengan langkah tenang dan tegap, ia memasuki ruangan pertemuan tempat para Kepala Keluarga Elf yang terkenal telah berkumpul. Mereka adalah pemimpin dari keluarga-keluarga yang telah hidup di Wilayah Pohon Dewa Yggdrasil selama berabad-abad dan memiliki hubungan yang erat satu sama lain.
Ratu Elf dengan pakaian yang terbuat dari daun dan bunga yang indah, duduk di singgasana. Wajahnya yang anggun dan mata yang bijaksana memancarkan kekhawatiran Yang mendalam. Suara lembutnya mengisi ruangan.
"Kehancuran kuil Kuno dan pencurian Soulstone of Eternity dapat menyebabkan berkurangnya energi Kehidupan yang diserap oleh Pohon Dewa Yggdrasil, sehingga dapat mempengaruhi kita semua yang telah hidup panjang umur selama ini, karena mendapatkan Energi kehidupan yang melimpah dari Pohon Dewa selama ribuan tahun lamanya. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Kita harus bertindak dengan bijaksana dan mengembalikan Soulstone of Eternity secepat mungkin. Adakah yang dapat memberiku saran dan informasi berharga mengenai situasi yang terjadi saat ini?"
Salah satu Kepala Keluarga Evergreen, Aryndel Evergreen, yang dikenal karena keahliannya dalam Seni Pengobatan Magis dan Sihir Alam, mengangkat suaranya.
"Ratu Elf, ini adalah sebuah ancaman terhadap kita semua. Kita harus membalas dendam atas serangan ini dan mengambil kembali apa yang menjadi milik kita."
Setelah mendengar jawaban itu, Ratu Elf menatap tajam ke arahnya dan para Kepala Keluarga Elf lainnya, yang berkumpul di tempat ini.
"Kita harus mencari tahu identitas asli dari para penyerang ini terlebih dahulu. Mereka telah menghancurkan kuil Kuno kita, mengambil Artefak berharga yang kita jaga selama ribuan tahun dengan mudahnya. Mereka pasti memiliki kepercayaan diri dan kekuatan yang begitu besar di pihaknya."
Kepala Keluarga Yellowhope, Cedric Yellowhope, Dengan wajah yang serius, melangkah maju di hadapan Ratu Elf dan para kepala keluarga lainnya. Dia adalah Ayah dari Elis Yellowhope dan Kakek Aland dari pihak ibunya di dunia ini.
Ia adalah seorang Summoner terhebat sepanjang sejarah Keluarga Yellowhope karena mampu bersahabat dengan seekor hewan magis langka yang di kontraknya, bernama Lumin.
Lumin adalah makhluk Magis langka yang telah hidup selama Ribuan tahun di wilayah Pohon Dewa Yggdrasil. Tubuhnya terbuat dari energi yang berkilau, dengan bulu-bulu berwarna putih seperti embun pagi yang menari di atas angin.
Sosok Lumin terlihat menakjubkan dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari seekor burung hantu. Matanya, yang berwarna biru kehijauan, terlihat cerdas dan penuh kebijaksanaan. Setiap bulu di tubuhnya memancarkan sinar keemasan, menciptakan aura keajaiban yang memancar dari keberadaannya.
Lumin memiliki kemampuan luar biasa untuk melihat kejadian yang telah terjadi di masa lalu. Mata magisnya bisa memandang ke dalam waktu dan menyerap ingatan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi. Ia menjadi saksi setia dari sejarah yang terlupakan dan menyimpan segala rahasia yang pernah terjadi.
__ADS_1
Kepala Lumin dikelilingi oleh bulu-bulu lembut yang menyerupai mahkota berkilauan. Setiap kali ia membuka paruhnya, suaranya terdengar seperti nyanyian kecil yang menyejukkan. Suaranya melambangkan kebijaksanaan dan kebaikan hati, dan banyak yang percaya bahwa hanya orang yang benar-benar tulus dan jujur yang bisa mendengar pesan yang disampaikan Lumin.
Dalam kaki Lumin, terdapat cakar-cakar kecil yang memancarkan cahaya samar-samar. Membuatnya mampu menapaki tanah dengan ringan dan menyusup di antara pepohonan dengan kecepatan yang menakjubkan.
Lumin merupakan sosok yang bijaksana dan lembut. Ia memiliki kecerdasan yang tinggi dan pemahaman yang mendalam tentang dunia di sekitarnya. Ketika ia terbang di langit, ia mengawasi segala kejadian dengan cermat, mencatat setiap gerakan dan membawa pesan-pesan penting kepada mereka yang pantas menerimanya.
Orang-orang yang dapat berinteraksi dengan Lumin, menggambarkannya sebagai teman sejati yang selalu siap memberikan bimbingan dan petunjuk. Kehadirannya membawa kedamaian dan kebijaksanaan, menginspirasi mereka untuk mencapai potensi terbaik dalam hidup mereka.
Lumin, sang Hewan Magis Pencerah, menjadi simbol harapan dan pengetahuan yang menyinari jalan para petualang dan pemimpin. Keberadaannya yang langka dan kemampuan magisnya menjadikannya makhluk yang dihormati dan dijaga dengan baik oleh kaum Elf.
"Dengan izinmu yang mulia Ratu Elf dan para pemimpin sekalian, saya telah pergi ke kuil Kuno di hutan Elenor sebelumnya bersama dengan sahabat setiaku Lumin, untuk memeriksa kejadian sesungguhnya yang terjadi di sana." kata Cedric dengan tegas.
Semua mata tertuju pada Cedric yang saat ini telah memanggil Lumin dengan kemampuan summoner nya. Mereka semua menanti informasi yang akan diungkapkan oleh binatang Magis Kuno yang bertengger di pundaknya itu.
"Lumin memberi tahu saya bahwa Sosok yang memimpin penyerangan tersebut adalah Seorang Dragonian yang dapat berubah menjadi seekor Naga Raksasa. Dia juga memiliki kemampuan yang sangat berbahaya yang disebut Pestilence Aura. Aura ini mampu menghasilkan gelombang kekuatan yang mirip dengan gas beracun. Serangan itulah yang mengenai tubuh para prajutit Elf sebelumnya, hingga tewas terkena efek wabah yang sangat mematikan pada tubuh mereka."
Suasana di ruangan itu tegang. Para Elf mengetahui betapa berbahayanya Pestilence Aura itu. Ratu Elf bertanya, "Apakah ada cara untuk melawan kekuatan tersebut, Cedric?"
Elaris Silverthorn, seorang pejuang terlatih yang tangguh dan pemimpin keluarga Silverthorn saat ini, mengangguk dan memberikan pendapatnya.
"Bukankah Keluarga Starfrost memiliki keahlian dalam manipulasi elemen es yang kuat. Kita bisa menggunakan kekuatan itu untuk membekukan atau menghambat penyebaran Pestilence Aura. Mungkin itu adalah strategi pertahanan yang efektif."
Adela Starfrost, seorang penyihir Elemen Es terkuat dan pemimpin keluarga Starfrost saat ini, angkat bicara untuk menanggapi pernyataan dari Elaris sebelumnya.
"Hal itu mungkin saja dapat dilakukan, namun untuk menghadapi musuh yang berbahaya seperti ini. Kita harus bersatu sebagai satu kesatuan dan menggabungkan kekuatan kita bersama-sama."
Ratu Elf mengangguk setuju. "Kita akan memanfaatkan kemampuan khusus setiap keluarga untuk melawan ancaman ini. Cedric, apakah Lumin memberikan petunjuk tentang identitas sebenarnya para penyerang?"
__ADS_1
Cedric mengangguk serius. "Lumin memberi tahu saya, bahwa para penyerang itu adalah pengguna sihir kegelapan yang sangat handal. Hal itu menunjukan adanya indikasi kekuatan lain yang jauh lebih besar berada di balik penyerangan ini. Mungkin ada aliansi gelap atau semacamnya yang harus kita hadapi kedepannya."
Ratu Elf mengangguk dengan penuh kebijaksanaan. "Kita harus waspada terhadap ancaman yang tak terlihat ini. Kita akan menggabungkan kekuatan, merencanakan strategi dengan matang, dan menghadapi mereka secara hati-hati."
"Yang mulia Ratu, saya juga mendengar kabar dari Putri saya Elis yang telah menikah dengan Marquis Zeron saat ini yaitu Michael Rosenthal. Dia memberitahukan kabar, bahwa wilayah Zeron belum lama ini telah mengalami pertempuran yang sangat besar, melawan ribuan Monster dan hewas buas yang tiba-tiba saja menjadi begitu agresif hingga menyerang Wilayah Zeron pada saat itu."
Semua orang yang hadir di tempat itu tampak begitu terkejut, setelah mengetahui kabar yang baru saja disampaikan oleh Cedric. Diapun melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti, sambil merenungkan setiap kejadian dan Informasi yang diketahuinya.
"Berdasarkan Informasi yang ia terima dari suaminya ketika memimpin pertempuran saat itu, monster-monster yang ada di medan perang tampak seperti terkena sebuah sihir ilusi. Hal itu dirasakan langsung oleh Michael yang merupakan seorang kesatria tingkat 6, dia mendeteksi keberadaan Energi sihir gelap yang tersembunyi ditubuh para Monster itu sebelumnya."
"Hal inilah yang semakin menguatkan firasatku. Bahwa musuh yang kita hadapi saat ini, ada hubungannya dengan orang-orang yang merencanakan penyerangan ke wilayah Zeron sebelummya." Ucap Cedric dengan penuh kemarahan di hatinya.
Dalam keheningan yang berat, para kepala keluarga Elf saling bertatap-tatapan. Mereka telah mengetahui situasi rumit dan kekuatan mengerikan yang akan mereka hadapi saat ini.
Ratu Elf kemudian mengangkat tangannya, mengirimkan pesan yang penuh harapan dan keputusan akhir dipenuhi tekadnya yang kuat, kepada para Kepala Keluarga Elf di hadapannya.
"Para pemanah terampil dari Keluarga Silverthorn akan melindungi kita dengan kemampuan panah magis mereka yang sangat kuat."
"Keluarga Evergreen akan menyediakan sihir pendukung dan pengobatan bagi para prajurit Elf yang terluka di medan pertempuran."
"sedangkan Keluarga Starfrost akan menghadapi serangan mematikan musuh dengan menciptakan pertahanan Es yang kuat, mari kita berharap kemampuan keluarga Starfrost dapat menghentikan Kemampuan Pestilance aura milik musuh pada saat itu."
"Dan tugas terakhir akan diberikan kepada keluarga Yellowhope untuk melacak lokasi musuh saat ini, dengan kemampuan summoners dan bantuan dari hewan magis mereka yang selalu dapat di andalkan."
"Kerahkan segala upaya dan kekuatan yang kita miliki saat ini, jangan biarkan para penjahat ini keluar dari wilayah kita dengan mudah."
Suasana di ruangan itu dipenuhi dengan semangat perlawanan. Semua Kepala Keluarga Elf merasa terpanggil untuk mengambil tindakan dan memperjuangkan kembali apa yang telah dirampas dari mereka.
__ADS_1
Ratu Elf memandang mereka dengan bangga. "Kita adalah penerus warisan mulia dari kehidupan abadi yang diwakili oleh Artefak Soulstone of Eternity. Kita tidak akan membiarkan kegelapan merenggut segalanya dari kita. Bersatu kita berdiri, bersatu kita akan mengembalikan kehormatan dan kedamaian Bangsa Elf."
Dalam persatuan dan tekad yang tak tergoyahkan itu, para pemimpin tertinggi keluarga bangsawan Elf, telah bersiap untuk melakukan berbagai upaya mereka untuk menangkap Jendral Ark dan para Pengikutnya sekaligus mengambil kembali Soulstone of Eternity yang telah di curinya.