Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Kekalahan dan Penebusan


__ADS_3

Debu pun turun menenangkan medan pertempuran, mengungkap sosok Aland dengan tubuh Spiritualnya yang tampak tidak terluka sedikitpun meski sudah menerima berbagai macam serangan.


Seraphina, yang sebelumnya begitu percayadiri dapat mengalahkan Aland dengan kemampuan terkuatnya, hanya bisa duduk bersimpuh di atas tanah, semangatnya hancur oleh kekuatan luar biasa dari sosok Aland yang menjadi lawannya. Udara terasa hening saat air mata Seraphina telah bercampur dengan kotoran dan debu di wajahnya.


Aland mendekati Seraphina dengan campuran rasa hormat dan kasih sayang di matanya. Dia memahami beban kekalahan dan rasa sakit yang dibawanya, karena dia juga telah menghadapi kegagalan di perjalanan hidupnya.


Aland Berlutut di sampingnya, ia meletakkan tangannya di bahu Seraphina yang gemetar, memberinya sedikit hiburan.


"Gadis kecil, apakah kamu baik-baik saja?" ucap Aland dengan lembut, suaranya penuh empati.


"Aku mengerti keputusasaan dan kekecewaan yang datang bersama kekalahan. Sangat menyesakkan hati melihat apa yang kita pegang teguh runtuh begitu saja. Namun ingatlah, dari momen-momen seperti ini kita menemukan kekuatan untuk bangkit kembali."


Seraphina menatapnya, mata yang basah dengan air mata yang mencari sedikit harapan. "Bagaimana aku bisa menemukan kekuatan ketika segala sesuatu yang telah aku kerahkan sebelumnya, bahkan tidak mampu untuk menggores sehelai rambutmu?" suaranya gemetar karena kesedihan yang bercampur dengan ketakutan.


Aland tersenyum dengan lembut, matanya dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan. "Kekuatan sejati tidak datang dari rekor kemenangan yang tak terkalahkan, tapi dari keberanian untuk menghadapi kekalahan dan belajar darinya. Kekalahanmu hari ini bukanlah penentu jati dirimu, melainkan hanya batu loncatan dalam perjalananmu menuju kebebasan."


Aland berhenti sejenak, memberi waktu agar kata-katanya bisa meresap kedalam hati Seraphina sebelum melanjutkan kembali perkataannya.


"Setiap kegagalan adalah peluang untuk tumbuh. Dalam saat-saat tergelap itulah kita menemukan kedalaman kekuatan batin kita. Terimalah kekecewaanmu, tetapi jangan biarkan itu menghancurkanmu. Salurkanlah menjadi bahan bakar untuk semangatmu dan biarkan itu menyulut api di dalam dirimu untuk bangkit lebih tinggi."


Seraphina yang mendengar perkataan Aland sebelumnya, tiba-tiba saja mengingat sebuah kenangan dan perkataan yang sama, dari seseorang yang begitu berharga di hatinya. Namun bayangan orang itu begitu samar, hingga membuat hatinya terasa sakit dan perlahan di susul dengan tetesan air mata yang mengalir di wajahnya.


Kejadian anehpun mulai terjadi kepada tubuhnya saat ini. Beberapa Energi Spiritual yang dipenuhi dengan Esensi Elemental Bumi Tingkat tinggi. Secara perlahan terhisap masuk kedalam tubuhnya.


Energi Spiritual dalam jumlah yang sangat besar itu, mengalir kedalam tubuhnya dari berbagai arah. Hingga membawanya melayang ke udara dan memancarkan cahaya berwarna hijau terang dari seluruh tubuhnya.


Aland yang menyaksikan keanehan yang terjadi pada tubuh Seraphina, meminta system untuk menganalisa berbagai penomena yang terjadi di depannya.

__ADS_1


"Lakukan Analisa pada tubuh Seraphina saat ini, dan berikan aku Detail Informasinya."


[Menjalankan Prosedur Pemindaian....]


[Menganalisis Data....]


[Hasil di dapatkan]


[Tubuh Seraphina sedang mengalami Prubahan Struktur Inti Jiwa. Memungkinkan dirinya untuk mendapatkan pengendalian Energi Spiritual yang jauh lebih stabil dari pada sebelumnya. Prubahan ini juga dapat memberinya kekuasaan penuh terhadap Energi Elemental Bumi yang dimilikinya.]


"Ini adalah situasi yang sangat baik, sehingga proses kebangkitan kekuatan Seraphina kali ini, tidak akan berpengaruh terhadap tubuh fisik ibuku kedepannya. Syukurlah aku jadi tidak perlu menghawatirkan hal itu lagi."


Aland begitu bahagia, ketika mendapati rencananya untuk membangunkan kekuatan Ellis dan Seraphina dapat berjalan dengan lancar. Dirinya kemudian memandangi sosok Seraphina yang saat ini sedang mendapatkan pencerahan dan mencoba menerobos setiap batasan di dalam dirinya.


Disisi lain, Seraphina sedang memejamkan matanya untuk mencoba memahami setiap esensi Elemental Bumi yang mengalir kedalam tubuhnya. Tepat ketika energi terakhir masuk kedalam tubuhnya. Tiba-tiba saja, dia melihat sebuah kenangan dari masalalunya sebagai mahluk Spiritual yang telah menjalin kontrak magis dengan seorang gadis Elf bernama Elis Yellowhope.


Termasuk peristiwa dimana dirinya harus disegel dan berpisah dengan Elis, untuk menyelamatkan tubuh fisik Elis dari kelebihan Energi Spiritual yang dapat mengancam keselamatan nyawanya.


Semenjak saat itulah, Seraphina harus tertidur di dalam jiwa Elis dan menyegel Energi Spiritualnya. Hingga membuat Elis yang pada saat itu merupakan seorang summoner yang hebat, harus kehilangan kemampuan magisnya untuk memanggil Mahluk Spiritual.


_________________


Setelah beberapa lama, Seraphina akhirnya membuka kedua matanya, dirinya yang saat ini tampak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Kini dia terlihat lebih dewasa dan tubuhnya tampak lebih beriai daripada sebelumnya, membuat setiap lekukan dari bentuk tubuhnya, terlihat begitu begitu menggairahkan.


Tanpa di sadarinya, tubuhnya telah mendapatkan kembali kekuatan yang seharusnya telah dimilikinya selama ini, ditambah dengan ingatan dari masalalunya yang telah kembali. Kini semakin membuat Seraphina merasa penasaran dengan sosok pria aneh dan tampan, yang sudah membantunya.


"Terima kasih Pria aneh. Kata-katamu sebelumnya, telah membangkitkan kembali kekuatan dan ingatanku yang hilang. Aku meminta maaf atas sikap kasarku sebelumnya." Seraphina menghampiri Tubuh Spiritual Aland dan sedikit menundukan kepalanya untuk memberi penghargaan kepada Aland.

__ADS_1


"Ehhh.. Apakah ini adalah sifat aslimu yang sesungguhnya? Dirimu yang ini Benar-benar berbeda dengan gadis pemarah yang menyerangku sebelumnya." Aland sedikit mengejek Seraphina sambil tersenyum kepadanya.


"Hiiihhhh... Dasar Pria menyebalkan, untung saja kamu telah membantuku sebelumnya, kalau tidak... aku pasti akan memukulmu kembali saat ini. Hmmpt!" Seraphina yang memiliki sifat kekanak-kanakan terlihat begitu imut ketika wajah cantik dan mungilnya itu, menunjukan Ekspresi cemberut kepada Aland.


"Hahaha.. Aku hanya bercanda, jangan di anggap serius. Sejujurnya, kamu terlihat begitu cantik ketika menjadi gadis yang ramah seperti ini." Aland meminta maaf kepada Seraphina sekaligus memberikan pujian yang tulus kepadanya sebagai seorang pria.


"Be..berhentilah mempermainkanku seperti ini, dan katakan apa maumu Pria aneh." Sambil tersipu malu, Seraphina langsung bertanya kepada Aland, sambil memalingkan wajah dan pipinya yang kemerahan.


Aland mengangguk, sambil sedikit tersenyum setelah mengetahui sifat pemalu dari gadis cantik di depan nya itu.


"Ketahuilah, aku sudah membantumu melepaskan segel yang telah membatasi kekuatanmu sebelumnya dan menyetabilkan Energi Spiritual dari Esensi Bumi milikmu, yang sebelumnya tidak dapat dikendalikan oleh pemilik Tubuh ini."


"Benarkah yang kamu katakan itu?" Seraphina meragukan perkataan yang di sampaikan oleh Aland kepadanya.


"Ya. cobalah untuk mengeluarkan Energi Spiritualmu saat ini, dan lihatlah perbedaan nya."


Aland meminta Seraphina mengeluarkan Energi Spiritualnya saat ini, dan mendapati Seraphina yang begitu terkejut ketika Melihat perubahan signifikan yang telah terjadi kepadanya.


"Ini sungguh Mustahil! Energi Spiritual yang sebelumnya selalu meluap dengan deras dari dalam tubuhku hingga sulit untuk dihentikan, kini dapat dengan mudahnya aku kendalikan sesuai keinginanku. Terimakasih Pria aneh, kamu telah melakukan banyak hal untuk membantuku." Seraphina yang begitu bahagia setelah mengetahui perubahan yang terjadi pada dirinya, dengan sepontan memeluk tubuh Spiritual Aland yang ada didepannya.


"Aku percaya padamu, Seraphina. Ingatlah, bukan pertempuran yang kita menangkan yang menentukan jati diri kita, melainkan bagaimana kita bangkit setelah mendapati kegagalan. Terimalah hasil dari pengorbananmu selama ini, karena di dalam dirimu terletak kekuatan untuk membentuk takdirmu sendiri."


Saat ini, ucapan Aland begitu terdengar sangat jelas dihatinya, membuat Seraphina merasakan kebahagiaan yang takan pernah bisa ia lupakan selamanya.


Hingga beberapa saat kemudian, dirinya baru tersadar. Setelah mendapati kedua gunung kembar miliknya yang cukup besar, telah menempel dengan erat pada tubuh Aland yang tanpa sadar sudah di peluknya sejak beberapa waktu yang lalu.


"Ehh... Ehhhh... Lepaskan aku dasar pria tidak tahu malu." Seraphina mendorong tubuh Aland dan melepaskan pelukannya dengan wajah yang sangat merah dan menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2