Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Benih Pohon Abadi


__ADS_3

Keluarga Starleaf mewarisi kemampuan rahasia dari para pendahulu mereka, sebuah kekuatan kuno yang dikenal sebagai "Benih Pohon Abadi". Ini adalah teknik terlarang dari keluarga Starleaf, yang membuat mereka memiliki kekuatan maha dahsyat untuk mengendalikan akar pohon dewa Yggdrasil.


Namun, kekuatan ini tidaklah sesederhana itu. Ada konsekuensi yang sangat fatal, harus ditanggung oleh siapa pun yang menggunakan teknik ini dalam sebuah pertempuran.


Kekuatan ini hanya boleh digunakan, Ketika seorang pemimpin keluarga Starleaf berada dalam situasi sulit antara hidup dan mati, atau terpaksa menggunakannya untuk menghadapi musuh yang sangat sulit untuk di kalahkan.


Dimana seorang Elf yang memiliki umur panjang, harus mengorbankan sebagian energi kehidupan ditubuhnya. Sebagai bayaran atas kekuatan Pohon Dewa Yggdrasil yang dipinjamnya.


Seperti yang terjadi di medan pertempuran saat ini, Alysia Starleaf menyadari beratnya tanggung jawab dan konsekuensi yang harus ditanggungnya setelah ia memutuskan, menggunakan kekuatan Benih pohon abadi untuk menghancurkan tubuh Venoms Dragon yang sangat kuat.


"Tidak akan ada lagi jalan untuk kembali saat ini, aku akan menanggung konsekuensinya dan melindungi rakyatku." Alysia memandang venoms dragon di depannya dengan penuh rasa percaya diri.


Elysia Starleaf berdiri di tengah medan pertempuran, matanya penuh dengan tekad dan keberanian. Kekuatan kuno keluarga Starleaf kini telah bereaksi di dalam dirinya, menanti saat yang tepat untuk dilepaskan.


"Aku akan menghancurkan sisik-sisik tebal yang ada pada tubuh mahluk ini, kalian semua bersiaplah melancarkan serangan pada celah dibagian sisiknya yang terbuka." Alysia menggunakan sihir Telepati miliknya kepada seluruh pasukan Elf dan para Pemimpin keluarga, untuk memberitahukan maksud dari rencananya kali ini.


Seluruh Pasukan Elf yang berada di medan pertempuran, mendengar dengan sangat Jelas perkataan dari Ratu mereka dan bersiap untuk menjalankan rencana tersebut, sesuai dengan perintahnya.


Dengan gerakan tangan yang elegan, Elysia menancapkan tongkat sihirnya ke atas tanah. Seolah-olah memanggil kehadiran entitas yang telah lama tersembunyi di bawah permukaan, tanah disekitarnya mulai bergetar dan perlahan memisahkan diri membentuk sebuah jurang yang sangat curam. Membuka jalan bagi kekuatan kuno yang tak terbatas.


Dari dalam jurang yang baru saja terbentuk itu, akar-akar yang sangat besar dan berduri mulai muncul kepermukaan, membentuk pola yang rumit, menyelimuti tubuh Alysia dan mengangkatnya keudara.


Tubuhnya kini telah menyatu dengan Benih Pohon Abadi dan berubah menjadi sesosok mahluk elemental raksasa dengan tubuh menyerupai pohon dengan kaki berbentuk akar yang menancap kedalam tanah.

__ADS_1


Disekitar tubuh raksasanya berdiri saat ini, puluhan akar berduri keluar dari dalam tanah dan bergerak dengan sangat liar, seperti tentakel raksasa yang dipenuhi duri yang sangat tajam.


Akar-akar tersebut terhubung langsung dengan tubuh Elementalnya saat ini, dan memancarkan energi hijau yang bersinar, menggambarkan kekuatan luar biasa yang terkandung di dalamnya.


"Sungguh Menakjubkan."


"Apakah ini adalah kemampuan rahasia keluarga Starleaf?"


Beragam tanggapan diutarakan oleh para pemimpin keluarga yang menyaksikan kemegahan dari kemampuan Ratu Alysia saat ini. Mereka begitu bangga dan kembali bersemangat setelah hampir berputus asa untuk menghadapi sosok Jenderal Ark yang sangat kuat.


Elysia melambaikan tangannya, memberikan perintah dengan kehendaknya kepada akar-akar berduri di sekitarnya. Mereka bergerak dengan cepat, melilit tubuh Venoms Dragon yang menjulang tinggi ke langit.


Akar berduri dengan ukuran yang sangat besar itu, memiliki kekuatan yang luar biasa. Hingga mampu menjerat tubuh Venom Dragon dengan sangat erat. Duri-duri itu menembus sisiknya yang keras, menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan dan melemahkan kekuatan serta pertahanannya.


"Uaahhh.. Hentikan ini sekarang, atau aku hancurkan kalian semua. Aaaaa..." Jenderal Ark berteriak kesakitan setelah terlilit oleh puluhan akar berduri yang meremukan tubuhnya dengan sangat kuat.


Dalam serangkaian serangan yang cepat dan mematikan, akar-akar berduri itu meremukkan tubuh Venoms Dragon yang saat ini tampak mengeluarkan Pestilance Aura sebagai mekanisme pertahan dirinya. Namun aura mematikan dan beracun itu, terserap kedalam akar berduri yang melilit tubuhnya. Hal ini sengaja dilakukan oleh Alysia dengan tubuh Elementalnya.


"Tidak akan aku biarkan kau melepaakan diri dengan Aura berancun mu ini. Aku akan menyerap Racun di tubuhmu ini, dan kita akan mati bersama." Ucap Alysia dengan penuh tekad dan keyakinan yang tak tergoyahkan di hatinya.


Elysia berdiri dengan mantap, mengendalikan setiap akar berduri yang dikeluarkannya, akar-akar itu mampu menyerap keberadaan energi apapun yang bersentuhan dengan akar berdurinya termasuk Racun mematikan pada tubuh Venoms Dragon.


Pasukan Elf yang melihat tubuh Venoms Dragon kini telah terjerat dan terkulai lemas. Mulai menemukan tanda-tanda kelemahan pada pertahanan berlapis di tubuhnya, mereka memanfaatkan momen itu untuk melancarkan serangan terkoordinasi yang mematikan.

__ADS_1


Momen ini menjadi perubahan momentum dalam pertempuran. Pasukan Elf yang tadinya terdesak kini memiliki harapan baru. mereka menggempur titik lemah pada tubuh Venom Dragon yang terluka, dengan seluruh kekuatan tempur yang mereka miliki.


"Sekaranglah saatnya. Habisi Mahluk jahat ini dengan segala kemampuan yang kita miliki. Seranglah pada bagian sisiknya yang terluka." ucap Elaris Silverthorn yang berdiri dengan tegap, sambil memegang panah magis di tangannya.


Matanya yang tajam, memandang ke arah Venoms Dragon yang sedang berjuang melawan kekuatan gabungan para Elf. Dia menyadari bahwa inilah saat yang tempat untuk menggunakan kemampuan panah magis terkuatnya.


Elaris mengangkat busur panah di tangannya, menyilangkan jarinya di atas tali busur dengan penuh konsentrasi. Perlahan Cahaya keemasan memancar pada ujung busur panahnya, membentuk sebuah anak panah yang terbuat dari energi cahaya murni yang sangat terang. Panah itu tampak begitu mempesona dan berkilauan dengan warna emas yang memancarkan aura kekuatan magis yang luar biasa.


"Bersiaplah!" seru Elaris kepada para pemanah dari keluarga Silverthorn yang siap beraksi di sekitarnya.


"Dengan Aba-aba dariku, Seranglah titik lemah pada tubuh Venoms Dragon yang sudah terluka, pastikan serangan kalian menghancurkan tubuhnya kali ini."


Para pemanah Silverthorn mengangguk dengan penuh semangat. Mereka mengarahkan pandangan ke bagian sisik yang terbuka di tubuh Venoms Dragon, yang telah terluka akibat serangan dari kemampuan akar berduri yang sedang menjeratnya dengan sangat kuat.


Elaris menarik busur magisnya dengan penuh kekuatan, dia menghela napas dalam-dalam, memusatkan seluruh kekuatan sihir ditubuhnya pada panah magis yang sedang digenggamnya.


Saat tali busurnya dilepaskan, panah magis yang sangat kuat, diluncurkan ke udara dengan kecepatan kilat.


"Radiant Burst!" seru Elaris sambil melepaskan panahnya.


Panah itu meluncur dengan kecepatan yang luar biasa, meninggalkan jejak cahaya emas di belakangnya dan terbang melintasi udara dengan presisi yang tak tertandingi, mengarah langsung ke titik lemah yang terbuka di tubuh Venoms Dragon.


Saat panah itu menyentuh sisik Venoms Dragon yang sudah terluka, ledakan terang memenuhi medan pertempuran. Radiasi cahaya emas memantul dan memancar dari tubuh Venoms Dragon, menyebabkan naga itu melolong kesakitan.

__ADS_1


"Teruslah menyerang, temukan titik lemah ditubuhnya dan hancuran segera." ucap Elaris kepada pasukannya, sambil tetap melepaskan panah magis mereka ke arah Venoms Dragon.


Bersamaan dengan serangan dari seluruh pasukan Elf, akar-akar berduri yang dikendalikan Alysia terus meremukkan tubuh Venoms Dragon. Kehadiran akar-akar ini, memberikan keuntungan bagi pasukan Elf dan membuat mereka mampu untuk membalikkan keaadaan.


__ADS_2