Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Watch and Relax


__ADS_3

Wanita singa yang kuat itu, kemudian mengamati sekelompok prajurit Beastman yang juga mulai merasakan kehadiran manusia di wilayah mereka. Matanya tajam memindai sekitarnya, mencari tahu lebih banyak tentang siapa yang telah memasuki perbatasan wilayah mereka.


Ell, prajurit Beastman wanita yang pertamakali merasakan kehadiran manusia, memberikan laporan lebih lanjut, kepada Kapten Rhinon pemimpinnya. "Saya mencium bau ada dua orang manusia dan satu orang lagi sepertinya seorang Elf, Mereka tampaknya tidak tahu bahwa mereka telah memasuki wilayah kita."


Kapten Rhinon mengangguk serius. Dia memahami pentingnya menjaga perbatasan wilayah mereka dari ancaman apa pun, terutama dari manusia yang mungkin datang dengan niat yang tidak baik.


"Dalam hal apa pun, kita harus berhati-hati," kata Kapten Rhinon dengan serius. "Kita tidak tahu apa yang mereka cari di wilayah kita. Ell, kita akan melacak mereka tanpa terlihat. Pastikan kita semua tidak terdeteksi oleh mereka." Ucap Rhinon memberi perintah kepada prajuritnya dengan tegas.


Ell dan yang lainnya mengangguk penuh antusiasme, dan dengan cepat, seluruh prajurit Beastman itu, langsung berpencar dan mulai melacak jejak manusia yang memasuki wilayah mereka. Kemampuan alamai mereka sebagai manusia separuh binatang, dapat bergerak dengan gesit dan melompat diantara dahan-dahan pohon, mereka menggunakan naluri dan keterampilan mereka yang luar biasa sebagai suku pribumi yang sudah mengenal wilayah lembah Volem sejak mereka dilahirkan.


Sementara itu, Rodin, dan Jasel terus berjalan mengikuti Aland memasuki Lembah Volem yang merupakan wilayah para Beastman. Mereka berdua masih asyik berbincang dan bertanya banyak hal kepada Aland. Sampai mereka tidak menyadari bahwa sekelompok Prajurit Beastman yang terlatih, tengah melacak keberadaan mereka dari kejauhan. Namun hal itu justru sebuah keberuntungan bagi Aland, Sistem dengan sigap memberitahu Aland, bahwa beberapa orang Beastman tengah menghampiri mereka dari kejauhan.


“Woahh... bukankah ini akan menjadi pertunjukan yang menarik, aku sangat ingin melihat kemampuan yang dimiliki kedua orang ini. Mari kita nikmati pertunjukan kali ini.. hehehe..” Aland tertawa bahagia di dalam hatinya, karena akan mendapatkan hiburan yang cukup bagus.


“Apakah tujuan kita masih jauh tuan muda? Saya merasakan Lingkungan di hutan ini sudah sedikit berbeda dengan hutan pada umumnya.... Owh tidak! Mungkinkah.” Tepat ketika Rodin mulai menyadari keanehan yang terjadi di sekelilingnya, Tiba-tiba saja. Sebuah anak panah melesat dihadapan mereka dan menancap di batang pohon, seolah mencegah ketiganya untuk melanjutkan perjalanan.


Jasel yang merupakan seorang Kesatria Aura tingkat ke 4, langsung mencabut pedangnya dan berdiri di hadapan Aland untuk melindunginya dari bahaya.

__ADS_1


“Bersiaplah untuk pertempuran Rodin, aku akan melindungi tuan Muda dari depan, dan kau menjaga bagian belakang.” Ucap Jasel, dengan sigap mengatur strategi untuk bertempur.


“Ya! Serahkan bagian belakang kepadaku.” Jawab Rodin yang berpindah kebelakang Aland, dan mengeluarkan tongkat sihirnya untuk bertempur.


“Anda tidak perlu hawatir Tuan, kita memiliki Jasel yang merupakan seorang Kesatria Tingkat 4 di pihak kita... Jika tebakan saya benar, sepertinya itu adalah anak panah milik para Beastman dari kerajaan Volem, dan nampaknya kita bertiga telah memasuki wilayah kekuasaan mereka.” Ucap Rodin menyampaikan hasil pengamatannya kepada Aland.


“Dapat mengamati situasi dengan sangat cepat, Rodin memang layak disebut sebagai salah satu Jenius dari keluarga Rosenthal, begitupun dengan sosok Jasel.. Dia dapat menentukan keputusan dan mengatur strategi dengan cepat dalam sebuah pertarungan. Bakatnya juga layak disebut sebagai Jenius keluarga.” Ucap Aland di dalam hatinya, menilai bakat dan kelayakan dari dua orang di dekatnya.


“Baiklah, aku serahkan hal ini kepada kalian.. Aku sangat menantikan kerja keras kalian.” Jawab Aland dengan santai.. lalu duduk di bawah pohon sambil mengeluarkan satu set perlengkapan membuat teh dari dalam ruang penyimpanan miliknya di dalam sistem, perlengkapan tersebut sudah termasuk satu buah meja dan kursi, serta beberapa gelas dan sebuah poci yang sudah ia isi dengan teh panas sebelumnya.


“Aa.. A.. Apakah itu adalah sihir ruang dimensi yang sangat rumit? Bukankah hanya penyihir tingkat 6 yang bisa menggunakannya?.. Ehhhhh....” Tanya Rodin dengan sangat terkejut. Ketika melihat Aland duduk bersantai dibawah pohon, sambil menikmati secangkir teh hangat.


“Mereka datang Rodin, bersiaplah.. bukankah hal itu bisa kita tanyakan nanti kepadanya.” Lanjut Jasel, memberi intruksi kepada Rodin sambil melirik ke arah Aland yang tengah asyik menyesap segelas teh.


Aland tidak mempedulikan ocehan dari keduanya itu, lagipula dirinya sudah merencanakan untuk menunjukkan sedikit bakat dan kemampuan yang dimilikinya saat ini, kepada Rodin dan Jasel yang ditugaskan oleh Marquis Michael untuk mengevaluasi bakat yang dimilikinya, sehingga dengan melakukan hal tersebut, dirinya tidak perlu repot-repot untuk menunjukkan hal itu kepada kedua orang tuanya, yang tampaknya sudah mengetahui bakat yang dimilikinya sejak kecil.


Tiba-tiba saja, dari balik semak-semak, muncul sekelompok prajurit Beastman yang dipimpin oleh Kapten Rhinon. Mereka muncul dengan wajah serius, senjata mereka terhunus, dan siap untuk bertarung.

__ADS_1


"Siapa kalian dan apa tujuan kalian memasuki wilayah kami tanpa Izin?" Ucal Kapten Rhinon dengan tegas.


Jasel dengan sigap dan tenang menjawab pertanyaan tersebut sambil tetap waspada, dan memegang pedangnya dengan erat.


"Kami adalah prajurtit Keluarga Rosenthal dari wilayah Zeron, saat ini kami sedang mengawal Tuan muda kami yang hendak menjelajah kedalam hutan. Namun karena terlalu asyik mengobrol, kami tidak sadar telah memasuki wilayah perbatasan anda, kami mohon maaf atas kesalahpahaman ini.” Ucap Jasel menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya.


“Owhh.. jangan-jangan, tuan muda yang kamu maksud adalah bocah sombong yang sedang duduk santai di sana itu? Huh.. semua anak bangsawan manusia memang sama saja.. mereka adalah anak-anak manja, yang tidak bisa melakukan apa-apa selain membayar prajurit seperti kalian untuk melindunginya. Hahahaha, sungguh membuatku merasa muak.” Ucap Rhinon yang begitu muak ketika melihat tingkah Aland yang begitu santai dihadapannya.


“Hey.. jaga ucapanmu, aku sudah menjelaskan kebenaran dengan niat yang baik.. tapi kau malah menghina tuan muda kami, hal itu tidak bisa kami maafkan..” Ucap Jasel dengan nada yang tinggi karena terbawa emosi.


“hoohhh.. jadi apa yang akan kau lakukan? Kau ingin menghajar kami?” Ucap Rhinon yang dengan sengaja memancing amarah Jasel.


“Hahahaha.. sepertinya orang sepertimu memang harus di ajak bicara dengan menggunakan kekerasan. Terimalah serangan ku ini... Hyahhh... ” Jasel menutup ucapannya dan langsung menerjang ke arah Rhinon dengan menggunakan kekuatan Auranya yang sangat dahsyat.


“Tunggu Jasel, Jangan...!” Ucap Rodin yang terlambat untuk mencegah Jasel karena terpancing oleh Provokasi dari Kapten para Beastman itu.


“Sial, sepertinya mereka dengan sengaja memancing Jasel agar menyerang lebih dulu.. ini akan jadi masalah besar jika sampai terjadi kesalahpahaman antar kedua kerajaan. Huhh.. mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlambat.. Aku harus membantu Jasel.” Ucap Rodin mengutarakan isi pikirannya.

__ADS_1


Sementara itu, Aland yang duduk dengan Santai tampak begitu menikmati waktu minum teh-nya. Dia menganalisa setiap tindakan yang dilakukan oleh Rodin dan Jasel yang sedang bertarung di hadapannya.


“Hmm.. tidak ku sangka Rodin dapat menyadari Rencana Provokasi yang dilakukan oleh musuh, namun sayangnya.. sahabatnya Jasel terlalu mudah tersulut emosi dan pada akhirnya dia harus terlibat dalam pertempuran yang sebetulnya bisa di selesaikan dengan pembicaraan. Hehehe... namun jika itu terjadi, keseruan ini tidak akan bisa aku saksikan, Baiklah... untuk saat ini, ayo kita nikmati dulu pertunjukannya..” Ucap Aland dengan begitu Antusias melihat pertarungan yang terjadi di hadapannya.


__ADS_2