Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Guru Pemalas & Murid Jeniusnya


__ADS_3

Setelah Michael mengeluarkan kemampuan Dragon's Roar, dia menciptakan sebuah ledakan Aura yang telah bercampur dengan energi kehidupan dari seekor Naga. 


Sehingga membuat ribuan monster dan mahluk buas di medan pertempuran pada saat ini, terbebas dari pengaruh sihir kegelapan yang telah mengendalikan kesadaran mereka sebelumnya. 


Monster dan hewan buas yang telah kembali dalam komdisi normal ini, tiba-tiba saja mulai berlarian meninggalkan medan pertempuran satu persatu, karena merasakan ketakutan yang begitu hebat dengan insting hewan liarnya. 


Mereka mengira seekor naga yang Asli telah muncul di sekitar mereka saat ini, karena merasakan Energi dari Esensi kehidupan seekor naga yang begitu pekat di sekelilingnya. 


Membuat ribuan Monster dan hewan buas ini, lari berhamburan kesana kemari dan saling mendahului satu sama lain, hanya untuk meninggalkan daerah ini secepat mungkin dan pergi ke tempat asal mereka masing-masing. 


Seluruh pasukan Zeron yang menyaksikan kejadian ini, tidak kuasa untuk menahan kegembiraan di hati mereka atas usaha Michael dan seluruh prajurit zeron yang akhirnya dapat memenang pertempuran. 


"RRAAAGGHHH" terdengar suara dari seluruh pasukan zeron yang tersisa saat ini, mereka berteriak sekuat tenaga, meluapkan kegembiraan atas kemenangan pasukan zeron yang begitu mustahil untuk mereka dapatkan sebelumnya. 


Ditengah suara sorakan dan kegembiraan seluruh pasukan Zeron saat ini, Michael yang telah kehabisan seluruh energi dan aura miliknya, karena telah mengeluarkan kemampuan Dragon's Roar yang sangat kuat, terjun bebas dari ketinggian seperti sebuah meteor yang jatuh menghantam daratan. 


"BOOMM!!" terdengar suara ledakan di atas permukaan tanah. 


Seluruh pasukan yang saat ini tengah bersuka cita, tiba-tiba saja merubah ekspresi di wajah mereka dengan penuh kegelisahan. 


"Marquis" 


"Tuan Marquis" 


"Owh tidak, tuan Marquis" 


Hampir seluruh pasukan mengatakan hal yang sama secara bersamaan saat ini, hanya ada satu pemikiran di hati mereka. Yaitu menghawatirkan keselamatan Marquis, Tuan mereka yang begitu mereka banggakan. 


Saat ini seluruh pasukan telah berkumpul dan mengelilingi tempat Michael mendarat setelah terjun dari atas ketinggian, hingga menciptakan sebuah lubang sedalam 3 meter di atas tanah, yang saat ini masih tertutupi debu yang sangat tebal. 


Seluruh pasukan merasakan kehawatiran yang sama di hati mereka, seolah kemenangan dari pertempuran ini, akan terasa sia-sia jika mereka harus kehilangan sosok pemimpin yang begitu mereka cintai ini. 

__ADS_1


Setelah beberapa saat, debu yang tebal itu kini perlahan mulai menghilang dan mengungkap sosok Michael secara perlahan. 


Hingga akhirnya memperlihatkan sosok Michael yang saat ini, tampak sedang mengapung di atas tanah dan melayang diatas sebuah sihir pusaran angin berwarna hijau bersama seorang penyihir pria di sebelahnya, yang tidak lain adalah Artius. 


Tepat ketika Michael terjatuh dari ketinggian, beberapa saat sebelum dirinya terjatuh, Artius dengan sihir Angin yang merupakan spesialisasi sihirnya, melesat dengan kecepatan yang luarbiasa, terbang menghampiri Michael dari atas Menara Benteng dan berhasil menangkapnya dengan tepat waktu. 


"Tuan Marquis berhasil selamat" Ucap Jenderal Varus yang begitu bahagia, mendapati Michael yang saat ini tampak baik-baik saja berkat pertolongan Artius di detik terakhir. 


"Aku baik-baik saja, kerja bagus kalian semua" Michael melambaikan tangannya, dan memberi senyum kepada seluruh pasukannya. 


     "Syukurlah" 


     "Terimakasih Dewa"


     "Hik, hik, hik" 


     "Hidup Marquis!" 


Berbagai ungkapan kebahagiaan, rasa syukur, dan kesedihan satu persatu, keluar dari mulut setiap prajurit zeron saat ini.


     "Terimakasih atas pertolongan anda, tuan Artius" Michael memberi senyum kepada Artius yang ada di sampingnya. 


     "Hamba yang seharusnya berterimakasih kepada anda tuan, izinkan saya membantu anda merawat luka ini tuan Marquis." Artius yang melihat Luka parah yang terdapat di tubuh Michael saat ini, langsung memberikan pertolongan pertama kepadanya, dan seluruh pasukan Zeron yang saat ini berkumpul di sekitarnya, menggunakan sebuah sihir peri kuno. 


Artius yang merupakan murid langsung dari sang Kaisar sihir, memiliki bakat jenius dan tubuh peri yang sangat langka. Membuatnya mampu merapalkan sihir kuno yang saat ini hampir punah karena kerumitan dan persyaratannya yang mengharuskan seseorang memiliki tubuh bawaan seorang peri dan hanya muncul setiap 300 tahun sekali, yang dapat mempelajari sihir kuno ini. 


     "Fountain of life"


Artius merapalkan sebuah mantra kuno, dan menciptakan lingkaran sihir raksasa di atas tanah, hingga mencakup seluruh pasukan Zeron yang sedang mengelilingi dirinya dan Michael saat ini, yang secara ajaib menumbuhkan padang rumput yang dipenuhi bunga berwarna-warni, dan ratusan akar merambat yang melilit tubuh setiap orang, dan memulihkan luka mereka secara perlahan. 


"Ini adalah sihir kuno tuan Artius, luarbiasa akar tumbuhan ini memulih luka-lukaku" 

__ADS_1


"ya benar, ini sihir yang begitu indah" 


"terimakasih tuan Artius" 


"ya, terimakasih tuan" 


ucap para prajurit yang memuji kemampuan sihir artius dan berterimakasih atas kekuatan sihir kuno miliknya yang saat ini sedang merawat luka dari setiap orang. 


Kembali ke atas sebuah menara yang terletak di dinding Benteng Zeron. 


Roddin dan Jasel tampak begitu terkejut, setelah menyaksikan kekuatan Marquis yang begitu mengerikan dengan kedua mata mereka, di tambah dengan aksi gurunya beberapa saat yang lalu, yang tiba-tiba saja mengeluarkan sihir angin miliknya dan melesat terbang tinggi ke udara untuk menyelamatkan Marquis yang terjatuh dari langit. 


Hingga membuat kedua murid kesayangannya itu, terjungkal kebelakang karena hempasan sihir angin yang dilepaskan Artius, yang membuat mereka meringis kesakitan karena membenturkan kepala mereka ke tembok menara. 


Namun tepat ketika keduanya akan protes kepada Artius. Mereka menyaksikan Artius telah menyelamatkan Marquis, dan kini mengeluarkan kemampuan sihir kuno miliknya, yang baru saja di ketahui oleh kedua muridnya itu. 


     "wooaahhh... Jasel!!, apakah kamu percaya kalo itu adalah guru kita? Ternyata selama ini guru kita memiliki kekuatan sihir yang sangat hebat, ini adalah sihir Kuno Jasel.. Aku selalu bermimpi untuk dapat menemukan seorang guru yang mau mengajariku kemampuan sihir semacam ini." Roddin yang saat ini melihat Artius gurunya dari kejauhan, menunjukan sorot matanya yang berbinar dan begitu kegirangan. 


    "Pantas saja guru pemalas itu, tidak mau ikut bertarung bersama kita sebelumnya, ternyata dia hanya ingin terlihat keren di akhir pertempuran, hmmfhh... dasar guru tukang pamer." Ucap Jasel Mengomentari sosok gurunya. 


Mungkin orang lain yang mendengar ucapan Jasel saat ini, akan sangat marah kepadanya.


Namun saat ini, dia sedang berbicara dengan Roddin sahabatnya, yang sudah sangat lama mengenal dan memahami karakter Jasel yang sebenarnya. 


Meskipun sikapnya yang selalu terlihat kasar kepada Artius, selama ini Artius selalu mengajarinya dengan baik, dan tidak pernah sekalipun marah terhadap sikap Jasel kepadanya. 


Dia justru malah sering meledeknya, dan dengan sengaja menerima pukulan jasel yang selalu dibuat marah olehnya. 


Karena sikap bodoh, malas dan ceroboh dari gurunya itulah, yang membuatnya selalu merasa bahagia dan begitu menyayangi Artius sebagai gurunya.


Sama seperti yang dirasakan olehnya saat ini, di dalam lubuk hatinya, dia merasa sangat bangga terhadap gurunya yang telah memberikan kontribusi yang jauh lebih besar di medan pertempuran, jika harus dibandingkan dengan dirinya dan Roddin yang saat ini hanya bisa menonton akhir pertempuran dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2