Sistem Apostle Dewa

Sistem Apostle Dewa
Kepala Pelayan yang Sadis


__ADS_3

Sementara itu, di kediaman pribadi Marquis Zeron saat ini.


Kegelapan malam tampak menyelimuti seluruh sudut ruangan di Mansion yang megah itu, hanya menyisakan sedikit cahaya redup dari lentera sihir yang menyala di ujung lorong. Di ruangan tidur utama, Elis masih tertidur lelap bersama tubuh bayi Aland yang sedang di peluknya. Aland yang saat ini masih berada di Alam Spiritual ibunya, meninggalkan tubuh fisiknya itu, dalam keadaan tertidur.


Di dalam bayang-bayang sebuah ruangan, Sebas, seorang kepala pelayan keluarga Marquis, berdiri tegak di tengah-tengah koridor dengan mata tajamnya memperhatikan gerakan yang mencurigakan. Dia merasakan kehadiran beberapa orang yang tak diundang dan mengetahui bahwa nyawa Nyonya Elis dan Putranya sedang dalam bahaya.


Dirinya mengetahui dengan pasti bahwa para pembunuh ini bukanlah para pembunuh biasa, melainkan sekelompok Assassin Elit, anggota Dark Legion yang sebelumnya telah di sampaikan oleh Michael kepadanya, sebagai dalang utama dibalik pertempuran besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu.


Dalam sekejap, Sebas bergerak dengan cepat dan menghilang ke dalam kegelapan. Pakaian pelayannya digantikan dengan baju zirah berkilauan, mengungkapkan identitas aslinya sebagai seorang kesatria khusus tingkat 6. Sebuah pedang panjang berkilau di tangan kanannya, bentuknya menyerupai Sebuah Samurai di Bumi, dengan ketajaman dan bentuknya yang unik dan presisi. Membuatnya terlihat begitu misterius dan mengerikan.


Di sudut ruangan, Empat orang assassins muncul dengan senyap, membawa pisau-pisau tersembunyi dan Aura pembunuh yang sangat pekat. Mereka mengira bahwa mereka dapat mengakhiri nyawa keluarga Marquis dengan mudah tanpa terdeteksi.


Namun, sebelum mereka bisa melangkah lebih jauh, Sebas melesat keluar dari kegelapan, menyerang dengan kecepatan yang luar biasa dengan Pedangnya yang bersinar terang, memotong udara dengan suara melengking yang memekakkan telinga.


Pertarungan dimulai dengan kecepatan yang mengejutkan. Sebas menghindari setiap serangan dengan gerakan yang lincah, meliuk-liuk di antara para assassins seolah ia adalah bayangan yang tidak terlihat.


Seorang Assassin wanita berpakaian hitam dengan gerakan halus dan licin, meluncur maju dengan pisau kecil yang tersembunyi. Ia berusaha menyerang dari belakang, tetapi Sebas dengan instingnya yang tajam, membalikkan tubuhnya dengan cepat dan menangkis serangan wanita itu lalu mencengkram lengannya.


Dengan kekuatan tubuh fisik nya yang kuat, Sebas membanting tubuh Assassin wanita itu ke lantai beberapa kali seperti sebuah kain. Hingga membuat tubuh Assassin Wanita itu terluka parah dan tergeletak di lantai.

__ADS_1


Sebas yang melihat tubuh Assassin wanita itu masih bernyawa, menjambak rambutnya dengan tangan kiri dan mengangkat tubuh itu hingga sejajar dengan kepalanya, Lalu menebas kepalanya hingga terpisah dari tubuhnya yang kembali terjatuh ke lantai.


Sebas dengan Wajahnya yang terkena cipratan darah. Menunjukan sorot mata yang begitu keji dan sadis kepada Tiga orang Assasin di depannya, sambil melemparkan sebuah kepala manusia ke arah mereka, yang tidak lain adalah temannya yang telah lebih dulu di penggal oleh nya.


Tiga orang Assassin yang tersisa itu, tampak begitu kesal ketika melihat kepala temannya dilemparkan dan menggelinding ke arahnya. Membuat ketiganya meluncur maju dengan serangan serentak, mencoba menggempur Sebas dari segala arah.


"Bajingann!! Akan ku bunuh kau.. Huarrghh.." ucap salah seorang Assassin yang bergerak lebih dulu untuk menyerang ke arah Sebas di ikuti oleh kedua temannya yang lain.


Sebas memusatkan perhatiannya, melihat gerakan mereka dengan penglihatan tajamnya. Dalam gerakan yang sangat cepat, ia meluncur maju, melompat ke udara, dan menghadapi setiap serangan dari ketiga orang Assassin itu.


Sebas mengguncang tubuhnya, memanfaatkan tenaganya yang besar untuk melepaskan cengkeraman dari salah seorang Assassin yang mencoba menghentikan pergerakannya dengan mengunci tubuhnya dari belakang.


Sebas memanfaatkan celah yang terbuka dari ketiga orang Assassin ini, dan mengeluarkan salah Satu Jurus Pendang terkuatnya untuk menghabisi mereka sekaligus.


"Eclipse Severance" Ucap Sebas dengan suara yang dalam dan tatapan matanya yang penuh dengan kekuatan.


Sebuah tebasan pedang yang mematikan melesat dengan sangat cepat hingga membentuk Bulan sabit berwarna hitam. Serangan itu hanya mengenai dua orang Assassin yang sudah terluka karena menyerang sebas sebelumnya, Sedangkan satu orang dari mereka berhasil menghindari serangan itu dan menjauh dari kedua temannya.


Serangan dari tebasan pedang Sebas sebelumnya, memiliki ketajaman layaknya sehelai rambut yang sangat tipis, membuat kedua orang Assassin yang terkena serangannya itu. Seolah tidak merasakan adanya luka pada tubuh mereka.

__ADS_1


Namun setelah mereka mencoba untuk menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba saja dari ujung kepalanya hingga kebawah, telah terbelah menjadi dua bagian yang memisahkan tubuh mereka


Setiap gerakan Sebas membawa kematian, mengirim para assassins menemui ajal mereka satu persatu. Kelihaian dan ketepatan serangannya yang mengagumkan, seolah ia adalah makhluk legendaris yang tidak bisa dihentikan. Tetesan darah mewarnai lantai, menciptakan gambar yang mengerikan dari kekuatan Sebas yang tak terbendung.


Akhirnya, hanya ada satu assassin yang tersisa. Dengan tatapan yang penuh ketakutan, dia menatap Sebas yang berdiri di hadapannya dengan keangkuhan yang memancar. Sebas menekankan satu langkah maju, memaksa musuhnya ke sudut ruangan.


Dalam gerakan terakhir yang mematikan, Sebas mengerahkan serangan pamungkasnya. Pedangnya bersinar terang saat ia menerjang ke arah assassin tersebut dengan kekuatan dan kecepatan yang tak terbayangkan. Serangan itu tidak bisa dihindari dan mengeluarkan suara tusukan yang menggetarkan jiwa.


"Slebb.." Suara pedang Sebas yang menusuk jantung assassin itu dan menembus tubuhnya hingga menancap ke dinding tebal di belakangnya.


Tubuh assassin itu terkulai lemas dengan raut wajah dipenuhi oleh ketakutan. Sebas hanya menatap wajah Assassin yang sedang sekarat itu dengan ekspresi yang datar di wajahnya dan mata sedingin gunung es.


Dia mencabut pedang milik nya yang tertancap di dinding dan menjatuhkan tubuh Assassin yang sudah tidak bernyawa itu, hingga mengeluarkan genangan darah di atas lantai.


"Orang-orang dari Dark Legion ini benar-benar menyusahkan, mereka akan melakukan segala cara untuk menciptakan perpecahan pada sebuah pihak." Sebas memandang dengan kesal mayat beberapa orang Assassin di depannya.


Namun, betapa terkejutnya dia ketika merasakan sebuah Aura haus darah yang biasanya dimiliki oleh seorang pembunuh, menggunakan instingya. Datang dengan samar dari arah Kamar utama, tempat Elis dan Aland sedang beristirahat saat ini.


Dengan kecepatan yang luar biasa, Sebas menghilang dalam kegelapan malam untuk melindungi keluarga Marquis yang tengah tertidur di dalam ruangan itu saat ini, dari serangan seorang Assassin yang hendak membunuh keduanya.

__ADS_1


__ADS_2