
Saat ini, Seraphina yang merupakan entitas spiritual tingkat tinggi yang bersemayam di dalam tubuh Elis, Tampak mulai terbangun dari tidur panjangnya. Namun akibat kesalahpahaman Seraphina menyangka tubuh Spiritual Aland saat ini, sebagai seorang musuh yang akan menyerangnya.
Seraphina tampak sedikit kesal di wajahnya, dirinya yang merupakan seorang Elemental Bumi Tingkat tinggi. Mengeluarkan aura Spiritual berwarna hijau sangat dahsyat di seluruh tubuhnya. Dia mengangkat tangannya ke langit, dan beberapa bola cahaya berputar mengelilinginya, memberikan kekuatan kosmik yang luar biasa dan menyebar kesegala arah.
Aland yang sudah menduga hal ini akan terjadi, menyerap energi Spiritual yang dilepaskan oleh Seraphina sebelumnya dan berdiri dengan santai, memandang Seraphina dari kejauhan sambil memberikan senyuman kepadanya.
Aland sebagai seorang Pria, tidak mau dirinya di intimidasi oleh seorang Gadis cantik, dia kemudian menyebarkan aura mengintimidasi yang jauh lebih kuat dan memberikan tatapannya yang tajam.
Yang terjadi selanjutnya, muncul sebuah Energi berwarna biru terang yang memancar dari dalam tubuh Aland saat ini, membentuk pusaran Energi Spiritual yang bercampur dengan kilatan petir yang sangat ganas.
Keduanya saling mengunci pandangan saat ini, dam siap untuk mengeluarkan kemampuan spiritual mereka dalam sebuah pertarungan.
Seraphina mengeluarkan serangkaian serangan energi bumi yang kuat, menciptakan kilatan gemilang yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Aland. Serangan ini dipantulkan oleh perisai energi yang terbuat dari Aura Spiritual miliknya, menciptakan ledakan energi yang mengguncang tanah di sekitar mereka.
Tidak kalah dengan Seraphina, Aland menggerakkan tangannya dengan cepat, menciptakan lingkaran energi kuat di sekelilingnya. Lingkaran itu membesar dan menyemburkan energi Spiritualnya yang kuat, membentuk tentakel-tentakel energi yang melesat ke arah Seraphina seperti sebuah pedang yang di tusukan berulang kali.
Namun, Seraphina dengan lincah menghindari serangan itu dan melayang di udara, mengelilingi Aland dengan kecepatan yang sulit diikuti. Membuat setiap serangan Aland yang di tujukan kepadanya, hanya menghancurkan lingkungan di sekitarnya tanpa mampu menggotesnya sedikitpun.
Pertarungan keduanya terus berlanjut hingga memakan waktu yang begitu lama, kilatan cahaya dan gelombang energi Spiritual saling bertabrakan di antara keduanya. Mereka saling berhadapan, saling mengkonter serangan dan bertahan dengan kekuatan spiritual masing-masing.
Setiap gerakan mereka menimbulkan getaran kuat yang terasa di seluruh alam kesadaran. Petir membelah langit dan angin menderu, mencerminkan intensitas pertarungan yang terjadi di antara keduanya.
Sampai pada akhirnya, pertarungan mulai mereda ketika sosok Seraphina mulai dibuat kewalahan karena menghabiskan hampir seluruh energi Spiritual yang dimilikinya.
__ADS_1
"Apakah Pria ini seekor Monster, berapa banyak Energi Spiritual yang dimilikinya? Dia bahkan terlihat sangat santai dan hanya tersenyum kepadaku sepanjang pertarungan ini." Seraphina mengeluh di dalam hatinya.
Aland yang menyadari sosok Spiritual di depannya itu telah mulai kehabisan energi setelah menyerangnya, mencoba untuk memberikan penjelasan atas kesalahpahaman yang terjadi.
"Bagaimana? Apakah kamu masih ingin bertarung denganku, berhentilah membuang-buang energi Spiritual mu, dan dengarkan penjelasanku."
Cih.. Apakah kau dengan sengaja meremehkan kekuatanku yang seorang Ratu Elemental, baiklah aku tidak akan menahan diriku lagi. Terimalah serangan terkuatku ini!!"
Dengan tangan yang terangkat ke langit, Seraphina memanggil kekuatan elemental Bumi yang terdalam dan mengeluarkan serangkaian mantra kuno dalam bahasa elemental. Suaranya yang menggema, mengisi udara dengan aura magis yang kuat. Membuat tanah mulai bergelombang dan retak, memisahkan diri dari bawah kaki Seraphina dan membentuk goresan besar di sekitarnya.
Aland yang melihat aksi Seraphina di depannya, hanya bisa menghela nafas panjang di mulutnya dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.
Terlihat dari kejauhan, Seraphina mulai melepaskan kemampuan serangannya yang paling dahsyat. Dengan gerakan tangan yang tegas, dia mengarahkan energi elemental Bumi kepada Aland yang berada tidak jauh di depannya.
Sebuah gelombang kejut menerjang, mengguncang tanah di sekitarnya dan menciptakan gempa bumi dahsyat yang menjalar ke arah Aland.
Namun, Seraphina tidak berhenti di situ. Serangan Kuat sebelumnya hanyalah sebuah serangan pembuka yang dia ciptakan, untuk mengecoh Aland dan membatasi jarak pandangnya.
Dia mengarahkan energi elemental Bumi ke tubuhnya sendiri, memberinya kekuatan yang melampaui batas biasa. Rambutnya berkibar dan berubah menjadi warna hijau terang, sedangkan matanya memancarkan semangat juang yang membara.
Keadaan yang begitu bertenaga ini, adalah kemampuan terkuat Seraphina bernama "Elemental Transcendence" yang dapat membuatnya melampaui setiap batasan kekuatan elemental, mengubah dirinya menjadi entitas elemental yang murni dan tak terkalahkan, meningkatkan kekuatan spiritualnya hingga batas yang tak terbayangkan.
Seraphina meluncur maju dengan kecepatan yang mengesankan. Setiap langkahnya menghasilkan getaran kuat yang menghancurkan apa pun yang ada di jalannya. Ia menerjang ke arah Aland yang saat ini sedang berdiri dengan santai tanpa terluka sedikitpun, meski sudah ditimpa oleh puluhan batu raksasa yang diciptakannya.
__ADS_1
Seraphina yang saat ini telah berhadapan langsung dengan wajah Aland dari jarak yang sangat dekat, semakin dibuat kesal ketika melihat wajah aland yang tetap tersenyum kepadanya.
Merasakan penghinaan yang sama di hatinya, Seraphina kemudian melepaskan Tinjunya yang sangat kuat, dan menghantam tubuh Spiritual Aland secara membabibuta.
"Horaaa.. Horaaa... Horaaaa.."
"Boom! Boom! Boom!"
Seraphina menyerang Aland dengan pukulan kuatnya tanpa henti, namun dia tidak bergerak sedikit pun untuk menghindarinya. Sebaliknya, dia dengan sengaja membiarkan serangan itu menembus tubuh spiritualnya yang memancarkan kekuatan yang luar biasa. Setiap pukulan, serangan, dan serbuan yang diarahkan kepadanya diterima dengan damai.
Tubuh Aland bergetar, tetapi dia tetap tegar dan kokoh. Dia merasakan setiap serangan, sensasi itu melintasinya dengan kepekaan yang luar biasa. Semakin banyak serangan yang dia terima, semakin kuat energi spiritualnya terasa. Dia membiarkan dirinya merasakan setiap intensitas serangan, mencatat setiap sensasi yang melintasinya.
Seiring waktu berlalu, energi spiritual Aland semakin berkobar-kobar. Tubuhnya bercahaya dengan kekuatan yang semakin meningkat, mengesankan semua yang menyaksikannya. Dia tetap tenang dan terfokus pada tujuannya, mencermati seberapa jauh tubuh spiritualnya bisa bertahan.
Meskipun pukulan dan serangan dari Seraphina terus datang, Aland tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Tubuh spiritualnya melindungi dan menyerap setiap serangan dengan kekuatan yang mengagumkan. Dia merasakan denyutan energi yang mengalir melalui tubuhnya, mengisi setiap serat keberadaannya dengan kekuatan yang membara.
Seraphina secara terus menerus melancarkan pukulannya kepada Aland, mengancurkan segala sesuatu yang terkena dampak dari serangannya yang sangat kuat. Melemparkan tubuh Aland ke segala arah, lalu menendangnya dengan keras hingga membuat lubang yang begitu besar di atas tanah.
Setelah beberapa saat, dia menyadari bahwa Seraphina telah menghentikan serangannya. Dirinya yang saat ini terkubur dalam tumpukan tanah akhirnya memutuskan untuk berdiri dan melihat tubuh spiritual yang bercahaya, dirinya tersenyum puas setelah mengetahui batas dari kekuatan tubuh spiritualnya, dia dengan sengaja menguji kemampuan dan ketahanannya dalam menerima setiap serangan dari Seraphina sebelumnya tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.
Setelah serangkaian serangan yang dipenuhi dengan Luapan Energi miliknya, Seraphina akhirnya kembali ke penampilan semulanya dan tampak begitu kelelahan setelah mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Dirinya hanya bisa duduk bersimpuh ditanah, dan memandang kearah Lubang besar di tanah, yang saat ini tertutupi kepulan debu yang begitu tebal. Berharap musuhnya itu telah terluka dengan parah dan berhasil dikalahkannya.
__ADS_1
"Uhuk.. Uhuk.. Apakah kamu harus berbuat sampai sejauh ini hanya untuk mengalahkanku. Bukankah aku sudah bilang kepadamu, untuk mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu." Aland keluar dari kepulan Asap yang sangat tebal, sambil membersihkan pakaiannya dari debu yang menempel.
"A.. Apa yang sebenarnya terjadi, Si.. Siapa engkau sebenarnya. Mengapa aku yang telah berjuang sampai ke titik ini, tetap tidak bisa mengalahkanmu.. Hiks..hiks..Huwaaa..aaaa.." Seraphina yang sudah berjuang sekuat tenaga, begitu terpukul di hatinya, ketika mengetahui usahanya sejauh ini tidak membuahkan hasil apapun dan menangis sejadi-jadinya.