Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Inti Es Semesta


__ADS_3

Satu minggu berlalu di dunia cincin. Semua penghuninya berkultivasi dengan giat. Si kembar Vega dan Venus kini sudah menembus ranah Jenderal tingkat dua, sementara Alice sudah menembus ranah Jenderal tingkat akhir. Selama satu minggu pula, Saka memperkuat jiwanya dengan buah persik abadi dan puluhan pil penguat jiwa. Hasilnya cukup memuaskan, Saka sudah mampu merobek ruang meski masih terbatas alam. Di mana pun tempatnya, selama masih satu alam, Saka akan bisa pergi ke sana dalam hitungan detik.


"Tuan Muda!"


Saka yang tengah bersantai di dekat danau sembari makan buah persik abadi tersenyum saat merasakan aura Orion yang mendekat.


"Selamat Kak Rion, naik dua tingkat sekaligus," ucap Saka sembari berbalik, menghadap Orion yang berjalan ke arahnya.


"Ini semua berkat pil dari Tuan Muda," ujar Orion dengan penuh terima kasih.


Saka melambaikan tangannya tak peduli. "Ini juga keberuntunganku, kalau Kak Rion semakin kuat, berarti aku tak perlu khawatir lagi dengan kekuatan musuhku."


Saka menghbiskan buahnya sebelum kembali bertanya. "Kita lanjutkan perjalanan, Kak?"


"Baik, Tuan Muda!"


Saka dan Orion langsung keluar dari dunia cincin. Di dunia luar, matahari baru saja terbit, suasana Hutan Jurang tampak asri dengan sejuknya pepohonan dan kicauan burung.


Setelah menghilangkan array yang ia buat, Saka dan Orion melanjutkan perjalanan semakin masuk ke dalam Hutan Jurang. Meski beberapa kali bertemu hewan buas maupun monster, tetapi itu bukan hal yang sulit untuk keduanya. Namun, saat tinggal beberapa kilo lagi sampai dasar jurang, mereka justru tak menemukan monster atau hewan buas satu pun. Sebaliknya, hawa yang ada terasa sangat dingin menusuk tulang.


"Tuan Muda, ini sangat dingin! Bahkan energiku tidak bisa menghalaunya." Orion tampak bergetar menahan dingin, giginya bergemeletuk dengan bibir yang sedikit pucat.


Saka tersadar, karena keberadaan Api Naga Abadi miliknya, Saka tak terlalu merasakan dingin ekstrem seperti yang dirasakan oleh Orion.


"Kak, sebaiknya Kak Rion kembali ke dunia cincin. Hawa dingin ini terlalu ekstrem dan tidak bisa Kak Rion hadapi," ucap Saka saat melihat Orion menggigil.


Orion ingin membantah, tetapi mulutnya terkatup tanpa sanggup untuk sekedar membuka. Tanpa persetujuan Orion, Saka mengirim bawahannya itu kembali ke dunia cincin. Kini tertinggal Saka sendiri yang terus berjalan menuju pusat Hutan Jurang sembari melapisi dirinya dengan Api Naga Abadi.

__ADS_1


"Sistem, bisakah kau mencari sumber hawa dingin ini?"


[Ding! Sumber hawa dingin terdeteksi! Lima kilometer dari tempat Tuan, tepat di arah jam tiga, terdapat sebuah goa yang menjadi sumber hawa dingin ekstrem di Hutan Jurang ini]


Tak menunggu lama, Saka mengedarkan persepsinya, dan setelah menemukan lokasi goa, Saka menggunakan teleportasi untuk menghemat waktu.


Di depan goa, hawa dingin yang ekstrem terasa semakin menggigit, bahkan saat Saka sudah melapisi seluruh tubuhnya dengan Api Naga Abadi, tetapi ia masih bisa merasakan sedikit rasa dingin sehingga sebuah kesimpulan ia dapatkan. Tidak ada makhluk hidup yang bertahan di pusat Hutan Jurang dalam jarak enam kilometer, meski tidak membeku, tetapi hawa dingin dingin ekstrem ini bisa membunuh semua makhluk hidup yang tidak mampu menahannya. Bahkan pohon-pohon di sini berevolusi memiliki batang yang cukup tebal.


"Tengkorak manusia?" Saka sedikit terkejut mendapati banyak tengkorak manusia di sepanjang jalan menuju ke dalam goa.


"Mungkin ini kerangka para kultivator yang nekat untuk masuk, bahkan ada yang sudah berada di ranah Saint King?" Saka sendiri cukup heran. Sangat disayangkan seseorang yang memiliki ranah setinggi itu harus mati konyol karena keserakahannya. Tapi itulah manusia, selama masih bernapas, ia akan terus memiliki nafsu, entah nafsu untuk kekuatan atau kekayaan. Hanya segelintir orang yang bisa mengontrol nafsu itu hingga tak berlebihan.


Sampai di dasar goa paling dalam, mata Saka berbinar saat menemukan sebuah kristal berwarna biru yang  mengambang di tengah-tengah goa.


[Ding! Terdeteksi inti es semesta]


[Ding! Inti es semesta memiliki energi yang sangat besar, jika diserap oleh orang biasa, mereka bisa membeku lalu hancur menjadi debu]


Saka membeku, jawaban sistem adalah sesuatu yang tidak ia duga.


"Bukankah sama-sama es? Alice juga bukan manusia biasa karena ia memiliki fisik Dewi Es?" Saka masih belum puas dengan jawaban sistem.


[Ding! Ada banyak tingkatan es di seluruh alam semesta, dan es semesta adalah tingkatan paling tinggi. Seseorang yang menyerapnya membutuhkan wadah yang besar untuk menampung semua energi dari inti es semesta, tidak seperti inti energi lain yang bisa diserap sedikit demi sedikit, inti es semesta jika sudah diserap tidak bisa dihentikan. Jadi Tuan, kecuali Tuan yang memiliki Tubuh Kekosongan dan Api Naga Abadi, tidak ada yang sanggup menyerapnya. Tuan juga bisa memberikan sebagian energi dari inti es semesta ini saat proses pembangkitan fisik Dewi Es]


"Jadi tidak ada cara lain selain melakukan itu?"


[Ding! Tidak ada, Tuan!]

__ADS_1


Saka menghela napas panjang, sepertinya ia akan melepaskan masa perjaka sebentar lagi.


Selain inti es semesta yang mengambang, Saka juga melihat sekeliling goa di mana banyak terdapat eliksir yang sangat langka. Di antaranya adalah rumput Altaica, yang berguna untuk membersihkan meridian untuk memperlancar kultivasi. Ada juga Waldheimia tridactylites, eliksir ini berguna sebagai salah satu obat untuk racun jiwa. Salah satu eliksir paling langka yang ada di Alam Kultivator.


Jangan bertanya darimana Saka tahu itu semua, tentu saja dari panel sistem, saat di bumi, ia terlalu malas untuk belajar biologi sehingga pengetahuannya di bidang ini sangat terbatas. Meski beberapa kali ia harus berdecak saat menemukan tanaman yang menjadi gulma saat di bumi ternyata adalah eliksir yang sangat berharga di alam ini.


Usai memanen semua eliksir yang ada di goa, Saka mulai mendekat ke arah kristal inti es semesta.


"Sistem, dengan aku menyerap inti es semesta, akankah aku mempunyai elemen es?"


[Ding! Benar, Tuan!]


Maka tak menunggu lama, Saka menggapai kristal itu, mengambil sikap lotus lalu menyerapnya. Dengan teknik penyerapan ilahi dan Tubuh Kekosongan dibantu dengan Api Naga Abadi, Saka tak menemukan kesulitan yang berarti saat menyerap inti es semesta.


Tiga hari kemudian berlalu begitu saja, Saka belum juga menyelesaikan proses menyerap inti es semesta. Meski begitu, hawa dingin ekstrem mulai sedikit berkurang dan beberapa hewan buas serta monster yang merasakan itu, mulai memberanikan diri untuk mendekat ke pusat Hutan Jurang.


Satu minggu berlalu, ledakan teredam mulai terdengar dari dalam diri Saka.


Lima kali ledakan beruntun terdengar, setelah itu, Saka mulai membuka mata, hembusan napas dingin disertai dengan uap menjadi pembuka. Saka melakukan sedikit peregangan dan merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan dengan energi yang meledak-ledak. Di antara dantian miliknya, kini bertambah satu bola cahaya lagi berwarna biru.


[Ding! Selamat, Tuan! Sudah mencapai ranah Immortal tingkat empat, mendapatkan kotak emas, dengan begitu sistem akan mulai untuk upgrade. Upgrade sistem membutuhkan waktu 1x24 jam, selama waktu itu Tuan tidak bisa mengakses sistem kecuali bagian inventory]


[Ding! Memulai upgrade dalam 3 ... 2 ... 1]


Lalu hening, tak terdengar lagi suara sistem, dan tak ada respon apa pun saat Saka mencoba memanggilnya. Ia hanya bisa melihat bagian inventory dan mengambil atau pun menyimpan benda di dalamnya.


Tengah sibuk dengan sistem, Saka tak menyadari sosok yang mulai masuk ke dalam goa.

__ADS_1


Wushh!


__ADS_2