Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Sekte Pedang Langit 2


__ADS_3

Saka, Orion dan Wisnu berjalan menuju pusat sekte. Saka berencana untuk membuat array permurnian untuk menghilangkan elemen kegelapan yang korosif dan menyembuhkan semua orang secara massal menggunakan elemen cahaya.


"Sepertinya di sini sudah baik," ucap Saka lalu ketiganya berhenti berjalan. Wisnu dengan penuh antusias menatap Saka.


"Apa yang harus disiapkan, Tuan Muda?"


"Tidak perlu, duduklah dan buat dirimu nyaman. Aku akan mempersiapkan semuanya," tolak Saka.


Meski bingung, Wisnu dengan patuh duduk di rerumputan dengan posisi lotus, matanya dengan penuh rasa ingin tahu menatap Saka yang terdiam sejenak sebelum kemudian melambaikan tangan dan dari kekosongan muncul seorang gadis cantik.


"Kakak, apa yang harus aku lakukan?" Vega yang baru saja dikeluarkan oleh Saka langsung paham jika Saka membutuhkan bantuannya karena ia merasakan elemen kegelapan yang cukup pekat. Hanya saja, elemen kegelapan ini tidak seperti milik Venus yang masih sangat murni. Elemen kegelapan yang ia rasakan bersifat merusak dan membuatnya tidak nyaman.


"Vega, aku akan membuat array pemurnian, dan kamu bantu aku untung menyalurkan elemen cahaya milikmu, apa kamu bisa?"


"Aku bisa, Kak!" jawab Vega dengan mantap.


"Baiklah, aku akan membuat array terlebih dahulu," ucap Saka lalu melayang di atas Sekte Pedang Langit. Tangannya membuat segel untuk array pemurnian. Tak lama kemudian, sebuah cahaya perak membentuk setengah lingkaran mengurung Sekte Pedang Langit.


"Kemarilah!" pinta Saka kepada Vega yang langsung melesat menyusul Saka di udara.


Di bawah, Wisnu menatap semua yang dilakukan Saka dengan takjub. Ia memang tak bisa mengukur kekuatan dari Saka dan Orion, tetapi ia bisa mengukur kekuatan dari Vega. Belum ada tujuh belas tahun, dan gadis itu sudah berada di ranah Langit. Bahkan murid paling jenius yang ada di Sekte Pedang Langit hanya berada di ranah Raja untuk seumuran gadis itu.

__ADS_1


Setelah Saka dan Vega di posisi masing-masing, keduanya segera menyalurkan elemen cahaya ke pusat array yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru Sekte Pedang Langit.


Jerit kesakitan mulai terdengar saat tubuh semua orang yang terluka diselimuti oleh cahaya transparan, tak terkecuali juga Wisnu. Patriak sekte itu tengah menahan sakit tak terkira karena luka dalam yang cukup parah. Belum lagi energi korosif itu menggerogoti jiwa dan kultivasinya.


Membutuhkan waktu dua jam penuh untuk memulihkan  kondisi semua anggota Sekte Pedang Langit. Meski belum di kondisi puncaknya, tapi mereka sudah melewati masa kritis dan tidak mengancam nyawa. Hanya perlu pemulihan  sebentar, akan sangat bagus jika ada pil pemulihan, tetapi Saka sengaja tidak memberikannya.


Saat ini, semua anggota Sekte Pedang Langit yang hanya tinggal seribu orang, berkumpul di lapangan dengan pandangan heran. Saat mereka mendapati luka yang perlahan sembuh, rasa bahagia tak bisa disembunyikan, lalu tak lama patriak sekte memerintahkan semua orang untuk berkumpul di lapangan. Ini menimbulkan tanda tanya besar di benak semua orang.


Tak lama, Patriak Wisnu muncul bersama Orion, Saka dan Vega yang sudah selesai memulihkan diri setelah menggunakan energi yang sangat besar untuk menyembuhkan semua orang. Kedatangan tiga orang asing semakin menambah rasa penasaran mereka, tapi tak sedikit yang menebak jika kesembuhan mereka berkaitan dengan tiga orang asing itu.


"Baiklah, mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah tahu tujuan kenapa aku mengumpulkan kalian di sini." Patriak Wisnu membuka suara. Beberapa orang saling berbisik untuk menebaknya. "Benar, ini tentang kesembuhan kita semua. Berkat dermawan Saka dan kedua temannya, kita terbebas dari rasa sakit yang selama ini menyiksa."


Semua orang terdiam, menunggu Patriak Wisnu melanjutkan ucapannya.


"Namun hari ini, sekte kita kedatangan dermawan yang sangat kuat. Tidak hanya menyembuhkan kita semua, tetapi dermawan ini juga telah membebaskan istana kerajaan dari cengkeraman para vampire dan menyelamatkan keluarga kerajaan. Karena itu, tugas kita sekarang adalah memulihkan diri, perkuat diri kita agar kejadian yang sama tidak terulang lagi."


Patriak Wisnu terdiam sejenak, menatap Saka lalu tanpa ragu membungkuk sembilan puluh derajat. "Terima kasih, Dermawan Saka!"


Para anggota sekte yang melihat patriaknya begitu menghormati pemuda itu tanpa ragu ikut melakukan penghormatan. "Terima kasih, Dermawan Saka."


Saka menghela napas panjang merasa tak berdaya di kehormatan besar yang ia terima.

__ADS_1


"Bangkitlah, ini adalah kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk tolong menolong, apalagi musibah yang datang mengancam keberlangsungan hidup manusia di Alam Kultivator, aku tentu tidak bisa berpangku tangan begitu saja," ucap Saka dengan tenang dan penuh wibawa. Karena aura penguasa miliknya, semua orang tanpa sadar memiliki keinginan untuk berlutut dan memberi hormat yang sedalam-dalamnya.


Semua orang kagum melihat tempramen Saka. Melihat dari usia tulang, Saka baru berusia 18 tahun, tapi pihak lain sama sekali tidak berani untuk meremehkannya.


"Untuk semua anggota Sekte Pedang Langit, aku akan memberi pengumuman, mulai saat ini, Dermawan Saka akan menjadi tamu kehormatan Sekte Pedang Langit. Perlakukan beliau seperti kalian memperlakukanku," ucap Patriak Wisnu sambil memberikan sebuah lencana emas dengan ukiran dua pedang yang indah.


"Baik, Patriak!" jawab semua anggota sekte yang mana hampir semuanya adalah murid, sementara tetua hanya beberapa saja yang tersisa.


"Dermawan Saka, mari menuju kediamanku, kita bisa beristirahat sejenak karena sudah waktunya makan siang," ajak Patriak Wisnu yang disetujui oleh Saka.


Keempatnya kemudian terbang menuju puncak gunung yang menjadi kediaman dari patriak sekte, sementara para murid sekte langsung kembali ke kediaman masing-masing untuk memulihkan diri.


*


Selama satu minggu penuh Saka berada di Sekte Pedang Langit. Ia membantu melatih beberapa murid potensial dan juga memberikan menara kultivasi agar kecepatan kultivasi mereka semakin meningkat.


Keluar dari area Sekte Pedang Langit, Saka mengambil arah utara untuk melanjutkan perjalanan. Sesuai informasi yang ia dapatkan dari Patriak Wisnu, di Hutan Kematian ada Sekte Racun Iblis yang selama ini menjadi sarang para vampire dan iblis yang datang ke Alam Kultivator.


Saat ini hanya Saka dan Orion yang melanjutkan perjalanan sementara Vega kembali ke dunia cincin.


"Tuan Muda, apakah kita akan menuju Hutan Kematian?" tanya Orion saat keduanya sedang beristirahat di sebuah dahan pohon yang ada di hutan.

__ADS_1


Setelah satu hari satu malam terbang dengan kecepatan penuh, hamparan hutan dengan aura kematian yang pekat mulai terlihat.


"Hutan Kematian kah? Kenapa aku merasakan aura manusia kuat yang bukan dari Alam Kultivator?" Saka bergumam sembari menatap Hutan Kematian penuh arti. Sepertinya ada campur tangan dari alam yang lebih tinggi.


__ADS_2