Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Masalah Selesai


__ADS_3

Memanfaatkan rasa terkejut semua orang, Saka melesat ke atas dan membuat domain cahaya dalam skala ribuan kilometer. Aura kematian perlahan tersedot, regenerasi dari para vampire terhenti, dan para iblis serta murid Sekte Racun Iblis menggeliat bak cacing kepanasan.


"Sial! Dia memiliki elemen cahaya!" pekik salah satu tetua Sekte Racun Iblis yang tengah bersusah payah memblokir elemen cahaya yang meresap ke seluruh meridian miliknya dan menimbulkan kerusakan fatal. Tak hanya rasa sakit yang menyiksa, tetapi ancaman kultivasi yang hancur.


"Serang dia! Asal dia mati kita bebas dari domain cahaya ini!" perintah pria bermata juling setelah mengamati keadaan.


Sontak saja beberapa petinggi mulai mengalihkan serangan ke arah Saka. Dengan kekuatan penuh, mereka cukup percaya diri bisa melukai Saka karena Saka masih harus mempertahankan domain cahaya miliknya sehingga mereka berpikir energi Saka terbatas.


"Ingin melukai Penguasa? MIMPI!" Tigra tiba-tiba berada di depan Saka, dengan perisai angin miliknya, serangan terblokir dan hanya menciptakan ledakan keras memekakkan telinga.


"Terlalu dini untuk kalian berpikir bisa bebas dari domain cahaya milik Penguasa," ucap Tigra dengan seringai lebarnya.


Saka sendiri hanya tersenyum tipis. Sebenarnya tanpa bantuan dari Tigra, Saka bisa mengatasi serangan itu sendirian. Bagaimana ia bisa kehabisan energi saat memiliki Tubuh Kekosongan dan Teknik Penyerapan Ilahi? Bahkan saat tidur pun energi akan masuk dengan sendirinya dan dimurnikan secara otomatis.


"Tidak! Kenapa di alam rendah ini ada eksistensi yang begitu kuat?" Wajah pria bermata juling itu menjadi jelek. Dia berada di ranah Mahayana tingkat delapan, seharusnya sudah menjadi eksistensi paling kuat di Alam Kultivator meski pun di Alam Bintang ia hanya menjadi seorang murid inti sebuah sekte.


Otaknya berputar. Jika keadaan terus begini, maka kematian adalah jawaban pasti.


"Aku harus meminta bantuan. Kita terlalu meremehkan Alam Kultivator dan hanya mengirimku. Demi Yang Mulia Azazel, Alam Kultivator harus tunduk kepada kita." Meski hanya sekedar bergumam, tetapi telinga Saka sangat tajam. Ia mampu mendengar gumamam pria bermata juling itu dan pandangannya mendingin.


Hawa membunuh yang pekat terarah kepada pria bermata juling membuat pria itu berkeringat dingin. Ia merasakan bahaya yang besar, tetapi tak dapat mendeteksi darimana bahaya itu berasal.


"Kalian antek-antek si jelek Azazil?" tanya Saka dengan dingin. Suhu menurun drastis. Beberapa orang bahkan menggigil. Tigra dan Gentala bergerak cepat mengumpulkan Pasukan Garuda dan membuat sebuah penghalang energi. Gentala juga menyalurkan elemen api miliknya sehingga Pasukan Garuda tak lagi mengalami kedinginan. Tersisa pihak musuh yang bersusah payah membungkua diri sendiri dengan energi yang nyatanya tak bisa bertahan lama.


"Beraninya kamu tidak hormat kepada Yang Mulia?" Kali ini pemimpin iblis berteriak murka. Sebagai sesama ras, Azazil sudah seperti eksistensi yang wajib dipuja bagi bangsa iblis.

__ADS_1


"Yang Mulia kentut. Dia bahkan tak bisa menyelamatkan kalian dari kematian," ujar Saka sembari membuka telapak tangannya. Titik-titik embun berkumpul, memadat dan membeku menjadi es runcing yang berputar dan siap dilepaskan.


"Kalian telah membunuh banyak nyawa demi mengumpulkan aura kematian dan membangkitkan si jelek Azazil itu, maka tidak ada maaf untuk kalian. Silakan betemu dengan Azazil di neraka!" Saka melambaikan tangan pelan, dan es runcing itu melesat dengan kecepatan cahaya menusuk seluruh pasukan musuh yang tersisa lalu meledak. Pasukan musuh musnah tanpa sempat bersuara.


**


Satu tahun penuh Saka habiskan untuk menjelajahi Alam Kultivator. Mencari penyitas dan memburu para vampire, iblis atau pun manusia yang berkomplot dengan keduanya. Nama Pendekar Saka semakin bergema di seluruh penjuru Alam Kultivator, patungnya berdiri gagah di setiap alun-alun Ibukota Kerajaan.


Hari ini adalah bulan ketiga tahun kedua Saka berada di alam ini setelah bertransmigrasi. Banyak pengalaman dan kejadian yang sudah ia lalui. Semuanya seperti mimpi panjang yang melelahkan. Jalan menuju keabadian, bukanlah hal yang mudah. Saka menyadari dengan sangat jelas. Jika ia tak cukup kuat untuk melindungi dan mendukung orang-orang terdekatnya, maka Saka akan menjadi pria kesepian yang berdiri di puncak. Karena takdir yang tak bisa ia tolak, karena Tubuh Dewa Abadi miliknya tak bisa mati. Meski yang tersisa hanya setetes darah, ia akan hidup kembali kecuali jiwanya hancur. Namun, jiwanya adalah jiwa semesta, tingkat jiwa tertinggi yang ada di Alam Semesta.


Saka terdiam di bawah pohon besar tanpa bergerak sedikit pun sejak satu jam yang lalu. Semua orang tengah berkultivasi dengan giat di dunia cincin setelah ia mengatakan akan segera pergi ke alam yang lebih tinggiPikirannya berkelana jauh dan berandai-andai. Saat ini keadaan di Alam Kultivator sudah lumayan stabil. Kekuatan merata karena Kerajaan Victoria dengan murah hati memberikan bantuan dengan mengirim prajurit dan sekte-sekte mengirim muridnya untuk mencari pengalaman di benua lain. Seharusnya tugas Saka selesai sampai di sini. Ia sudah bisa bersiap-siap mencari portal yang akan membawanya ke alam yang lebih tinggi.


[Ding! Selamat, Tuan! Telah menyelamatkan kehidupan Alam Kultivator dari kehancuran, mendapatkan Teknik Penciptaan]


Mata Saka melotot mendengar notifikasi dari sistem. Ugh, bukankah Teknik Penciptaan terdengar sangat mendominasi? Sudut mulut bibir Saka terangkat lebar.


Senyum yang tadi sangat lebar pun memudar.


"Apa maksudnya?"


[Ding! Syarat untuk mempelajari Teknik Penciptaan adalah Tuan akan kehilangan semua teknik yang telah Tuan kuasai. Teknik Penciptaan juga tidak bisa menciptakan makhluk hidup]


Saka terdiam dan menimbang. Untuk hal kedua itu sudah pasti, akan sangat menakutkan jika ia bisa menciptakan makhluk hidup, bukankah itu sama artinya dengan keberadaan tinggi Sang Pencipta? Saka juga tak segila itu memikirkan untuk menciptakan makhluk hidup. Sementara untuk hal pertama, ada hal yang harus dibayar demi mempelajari teknik tertinggi dari yang paling tinggi ini.


"Tunggu! Bukankah itu artinya aku bisa menciptakan dan memanipulasi teknik sesukaku?" Mata Saka berbinar saat ia sampai pada suatu kesimpulan. Lantas tanpa ragu, ia pun memerintahkan sistem untuk mempelajari Teknik Penciptaan.

__ADS_1


[Ding! Mempelajari Teknik Penciptaan dengan mengorbankan seluruh kemampuan Tuan sebelumnya]


[Proses dimulai ....]


[10% ... 20% ... 30% ... 90% ... 100%]


[Selesai]


Saka merasakan sesuatu telah hilang darinya berganti dengan suatu energi sejuk yang begitu nyaman mengalir di seluruh bagian tubuhnya.


"Fiuhh! Meski hanya satu teknik, ini adalah teknik absolut, tidak ada yang bisa menandinginya. Sebaiknya aku mencobanya terlebih dahulu."


Saka kemudian berdiri, mengingat salah satu jurus yang pernah ia lihat di salah satu animasi saat ia ada di bumi.


"Jurus seribu bayangan!"


Zzttt!


Saka terpana melihat seribu 'Saka' berjejer di belakangnya.


"Ini benar-benar berhasil?" Saka terkekeh. "Tapi jurus ini menguras banyak energiku. Jika aku tidak memiliki Tubuh Kekosongan dan Teknik Penyerapan Ilahi, sudah pasti aku akan mati jika menggunakan teknik ini," gumamnya dengan penuh takjub.


"Baiklah, karena aku sudah mendapatkan teknik absolut ini, akan sangat tidak berguna jika tidak digunakan. Karena masalah Alam Kultivator telah selesai, waktunya memperbaiki portal yang akan membawaku ke Alam Bintang. Tugas kalian semua adalah menyebar ke seluruh tempat yang pernah aku kunjungi dan berpamitan! Ini akan lebih praktis dan menghemat waktu, hehe!" Saka terkekeh sendiri. Memang menyenangkan memiliki kloning, ia tak perlu melakukan semuanya sendiri, karena kemiripan kloningnya adalah 99,9%. Bahkan tingkat kekuatannya pun sama.


Usai mendapat perintah, seribu kloning Saka pun menyebar ke berbagai tempat yang pernah ia kunjungi termasuk Sekte Pedang Langit. Sementara Saka sendiri memandang sebuah gunung yang menjulang tinggi nun jauh di hadapannya.

__ADS_1


"Gunung Langit, aku datang!"


__ADS_2