
"Panggil saja aku Saka, sekarang kita keluar dulu." Saka kemudian mengalihkan pandang ke arah Orion yang setia berdiri di belakangnya. "Kak Rion, tolong hancurkan portal yang ada di belakang istana."
"Baik, Tuan Muda!"
Sepeninggal Orion, Saka dan semua orang yang semula ditahan di penjara naik untuk berkumpul di aula luas yang mampu menampung ribuan orang. Semua orang masih merasa sangat emosional sehingga keadaan begitu hening. Seolah menunggu Saka untuk mengatur mereka semua. Bahkan Raja Maeda pun tak berbicara apa-apa.
Saka yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia tak banyak bicara, hanya mengeluarkan berbagai makanan yang ia beli dari sistem.
[Ding! Tuan, kapan sistem diijinkan untuk upgrade?]
Setelah Saka naik ranah ke Mahayana berkat pembantaian para vampire itu, sistem memang akan segera upgrade ke versi tiga, tetapi Saka melarangnya. Karena ia memerlukan toko sistem untuk hal-hal yang mendesak. Apalagi waktu yang dibutuhkan lebih banyak daripada saat sistem upgrade ke versi dua.
[Ding! Tuan, waktu upgrade bisa dipersingkat]
"Oh, ya?" Alis Saka terangkat sebelah. "Apq bayarannya?" Saka tak percaya sistem tak mengharapkan apa-apa sebagai imbalan.
[Ding! Hanya 1 miliyar poin sistem, Tuan]
Bibir Saka berkedut mendengar jawaban dari sistem. Benar saja, mana mungkin sales yang sering menawarkan dagangannya akan secara tiba-tiba memberikan semua dagangannya secara gratis?
"Baiklah, gunakan poin sistem dan upgrade versimu," kata Saka pasrah. Pasalnya ia sudah lelah mendengar rengekan sistem yang terdengar kaku seperti suara robot tapi anehnya suara itu seolah memiliki emosi.
[Ding! Terima kasih, Tuan!]
[Ding! Memulai upgrade sistem ke versi 3.0]
[Ding! Mengkonsumsi 1 miliyar poin sistem untuk mempersingkat waktu upgrade]
[Upgrade dimulai ....]
[1% ....]
[50% ....]
[100% ....]
[Ding! Upgrade sistem selesai. Sekarang sistem sudah versi 3.0]
__ADS_1
Saka tetap dalam posisi diam membiarkan semua orang makan dengan nyaman. Saat mendengar notifikasi dari sistem, ia tak bisa untuk mengerutkan kening, lantaran suara sistem tak lagi terdengar seperti robot, tetapi seperti manusia biasa layaknya remaja ... tunggu! Apakah sistemnya ... laki-laki?
"Sistem, apakah kamu laki-laki?" tanya Saka dengan hati-hati.
[Tuan, sistem bisa berubah menjadi laki-laki atau pun perempuan, terserah sistem]
Nah, bahkan suara ding sudah tidak terdengar lagi. Kini, lebih manusiawi.
"Apakah kamu juga bisa membuat tubuh fisik seperti yang pernah kubaca di novel-novel lain?"
[Bisa Tuan, tapi tubuh fisik sistem bukan manusia]
"Lalu?"
[Silakan ditebak, jika benar maka akan sistem beri hadiah]
Mata Saka berkedut bersama dengan pening yang melanda. Menghadapi sistem yang telah upgrade lebih susah daripada sistem versi awal.
"Sudahlah, aku akan menebaknya nanti. Sekarang ada hal yang lebih mendesak untuk diurus. Oh ya, apakah aku tidak mendapat hadiah dari kenaikan versi sistem?"
[Tuan mendapatkan dua kotak hadiah istimewa, apakah Tuan akan membukanya sekarang?]
[Baik, Tuan]
Saka kemudian mengakhiri percakapannya dengan sistem dan mengamati semua orang yang sudah selesai makan.
"Apakah kalian sudah selesai?"
"Sudah, Tuan!"
"Baiklah, untuk urusan selanjutnya aku akan menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Maeda. Yang Mulia, silakan diambil alih!"
Raja Maeda tampak terdiam dengan pandangan rumit. "Tuan Saka, apakah ini tidak apa-apa?"
Semua orang masih tampak trauma dengan apa yang menimpa mereka. Tak ada keinginan untuk memisahkan diri dan cenderung ingin Saka terus berada di sekitar mereka karena dengan begitu mereka merasa aman.
Saka yang memahami kekhawatiran mereka pun tersenyum tipis. "Jangan takut, selama kalian tidak keluar dari Kota Olos, kalian akan baik-baik saja. Aku juga akan mengatur pasukanku untuk menjaga seluruh area kota. Aku akan menjemput orang-orang yang masih hidup dan sedang bersembunyi untuk bersama-sama membangun kembali Kerajaan Canavero."
__ADS_1
Usai ucapan Saka jatuh, semua orang menghela napas lega. Mendapat jaminan keamanan adalah hal yang mereka utamakan sekarang.
Raja Maeda pun tak ragu lagi. Sebagai orang yang memiliki kedudukan tertinggi di Kerajaan Canavero, ia pun mulai mengatur rakyat dan bawahannya yang tersisa. Bersama-sama, mereka membangun kembali Kota Olos menjadi semakin megah. Saka juga menyumbangkan banyak sumber daya dan bahan bangunan yang membuat pembangunan itu selesai lebih cepat.
Pasukan Garuda sudah disiagakan di seluruh penjuru Kota Olos. Sementara Saka dan Orion sendiri kembali ke pesisir pantai untuk menjemput penyitas yang sebelumnya mereka temui.
Satu per satu dan kota demi kota Saka jelajahi demi menemukan para penyitas yang mungkin tersembunyi. Ia juga membunuh semua anggota sekte aliran hitam dan vampire yang ia temui. Sampai Saka berada di Sekte Pedang Langit, yang menjadi salah satu pilar Kerajaan Canavero dan tengah mengalami pukulan berat akibat kekalahan melawan pasukan vampire.
Sekte Pedang Langit berada di sebuah pegunungan tinggi yang ada di Benua Tengah. Dengan lima puncak gunung yang menjadi masing-masing aula, dan satu puncak tertinggi yang menjadi tempat patriak dan para tetua. Jika di saat normal, keberadaan Sekte Pedang Langit akan terlihat dengan mata telanjang meski ada array pertahanan yang melindungi wilayah sekte, tetapi sekarang Sekte Pedang Langit seolah menghilang dari daratan Benua Tengah. Hanya terlihat hutan belantara yang begitu rimbun dan menyeramkan. Namun ilusi itu tak berpengaruh bagi Saka yang menggunakan mata dewa. Wilayah yang sangat besar, harusnya terdapat banyak anggota, tapi saat ini anggota Sekte Pedang Langit hanya sekitar seribu orang dan semuanya tengah terluka.
Tanpa kesusahan, Saka membuka celah kecil array ilusi itu sehingga dirinya dan Orion bisa langsung masuk. Kedatangan Saka dan Orion kemudian disambut dengan seorang pria tua dengan luka dalam yang cukup parah.
"Siapa kalian? Kenapa bisa masuk ke Sekte Pedang Langit?" tanya pria tua itu dengan waspada. Keadaan sedang tidak baik, jika para vampire dan sekte aliran hitam bisa masuk ke sekte mereka, maka bisa dipastikan jika Sekte Pedang Langit akan musnah.
"Tenanglah, Tetua! Aku datang tidak dengan niat buruk," ucap Saka menenangkan kekhawatiran pria tua di depannya itu.
"Lalu, apa yang kau inginkan?"
"Aku hanya sedang berjalan-jalan dan tidak sengaja menemukan wilayah sekte ini, lalu aku melihat kalian semua terluka." Saka menjeda ucapannya, sementara pria tua itu semakin waspada meski ia tak merasakan niat buruk dari dua pemuda di hadapannya ini. Bagaimana pun, mengetahui keadaan sekte yang sudah bersembunyi dibalik array ilusi, berhasil masuk tanpa merusak susunan array, kekuatannya sudah pasti sangat luar biasa.
"Aku bisa membantu kalian," lanjut Saka.
Pria tua itu skeptis, lantaran luka mereka bukanlah luka biasa. Karena elemen kegelapan, luka mereka tak bisa disembuhkan dengan cara biasa.
Melihat tatapan pria tua itu, Saka tersenyum tipis. Ia kemudian menunjukkan elemen cahaya miliknya. "Apakah ini cukup?"
Mata pria tua itu membelalak kaget melihat elemen yang sangat langka bisa dikuasai oleh seorang pemuda. Namun hatinya berdebar penuh semangat. Dengan elemen cahaya, bukan tidak mungkin semua anggota Sekte Pedang Langit akan pulih seperti semula.
"Tuan muda, benarkah apa yang kamu katakan? Jika kamu membantu Sekte Pedang Langit, katakan saja apa bayarannya, kami akan berusaha semaksimal mungkin," ucap pria tua itu dengan yakin.
"Tidak banyak, aku hanya meminta kalian untuk sekali lagi menjadi pilar bagi Kerajaan Canavero yang baru saja bangkit."
"Bangkit? Apakah Yang Mulia Raja Maeda masih hidup?" Kejutan sekali lagi diterima oleh pria tua itu.
"Benar, Raja, Ratu, Putra Mahkota bahkan Pangeran kini sedang membenahi Kerajaan Canavero. Kini, giliran sekte kalian untuk bangkit dan pulih."
"Tuan Muda, saya Wisnu, Patriak Sekte Pedang Langit, jika Tuan Muda bisa memulihkan kondisi anggota sekteku, Tuan Muda akan menjadi tamu kehormatan Sekte Pedang Langit, yang mana kedudukan Tuan Muda akan setara denganku." Pria tua yang ternyata patriak dari Sekte Pedang Langit itu tak bisa menahan haru karena harapan untuk sembuh sudah ada di depan mata.
__ADS_1
**
Mulai ini alurnya aku percepat ya, soalnya bosen di Alam Kultivator mulu wkwkwk