Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Kebangkitan Fisik Dewi Es


__ADS_3

"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang, Sistem?"


[Ding! Kebangkitan fisik Dewi Es bisa dipermudah dengan bantuan pil Yin Yang]


"Baiklah sistem, beli pil Yin Yang."


[Ding! Pil Yin Yang termasuk pil kelas tujuh, baru akan terbuka saat sistem berada di versi 4]


Saka membeku, jika seperti ini apa yang harus ia lakukan? Apakah harus melakukan itu sekarang juga? Tapi proses itu tidak boleh ada kesalahan karena ia harus menyeimbangkan energi panas dan dingin secara manual dan di sini ada Vega.


Lama Saka berpikir, hingga kemudian ia menepuk keningnya dengan keras. "Kenapa aku bisa lupa kalau aku sudah mempelajari teknik alkemis dan kalau melakukan itu, aku bisa membuat array kedap suara dan array ilusi." Saka tampak terdiam sejenak lalu matanya berbinar. "Bukankah ini di cermin dimensi? Ia bisa mengirim Vega keluar dan masalah beres."


[Ding! Disarankan Tuan untuk membeli ikan yang kaya dengan omega 3 untuk perkembangan otak agar tidak mengalami kepikunan dini, hanya tersedia di toko sistem]


Sial, di saat seperti ini kenapa sistem malah promosi? Sudah pasti ini gara-gara upgrade dan mungkin terjadi kesalahan dalam prosesnya sehingga menjadi sangat menyebalkan seperti ini.


Saka tak berlama-lama menggerutu, saat ini Alice membutuhkan bantuannya.


Saka menoleh ke arah Vega.  "Vega, apakah kau ingin tetap di sini? Atau kau mau keluar dari dimensi ini?"


Vega tampak terdiam sejenak. "Apakah terjadi sesuatu yang buruk kepada Alice?" tanyanya dengan cemas.


"Jika tidak ditangani dengan cepat memang akan terjadi sesuatu yang buruk," jawab Saka jujur.


"Kak Saka, bolehkah aku ada di sini? Mungkin aku bisa membantu sesuatu."


"Ini ... mungkin sedikit privasi dan aku akan memasang array untuk menutupnya," jawab Saka dengan sedikit gugup.


"Tidak bolehkah?" Sudut mulut Vega menurun. Ia merasa tak dibutuhkan dan hanya menjadi beban.


"Bukannya tidak boleh, tapi prosesnya sedikit dewasa, apa kamu benar-benar ingin menyaksikannya?" Akhirnya Saka membuka kartu. Rasa malu tak lagi ia pedulikan asalkan bisa mengeluarkan Vega secepatnya.


Vega tampak terdiam bingung sebelum kemudian wajahnya memerah. "Itu ... benarkah seperti itu?"


Saka hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Ba-baiklah, aku akan keluar," ucap Vega terbata dengan wajah yang masih memerah.


Saka hanya mengangguk, lalu melambaikan tangan dan Vega pun keluar dari cermin dimensi. Saka kemudian mengalihkan pandang ke arah Alice yang masih menggigil sembari merintih.


"Sa-kit, Kak!" rintihnya dengan wajah sayu.

__ADS_1


"Bertahanlah, aku akan mencari cara mengurangi rasa sakitnya," ucap Saka lembut sembari mengelus rambut Alice. Saka tak sadar, sekian waktu yang ia habiskan dengan gadis itu, melihat keceriaannya meski tak lagi memiliki keluarga, menimbulkan getaran aneh yang membuatnya ingin selalu memastikan keamanan gadis itu.


"Sistem, apa tidak ada cara untuk mengurangi rasa sakitnya untuk sementara?"


[Ding! Bisa menggunakan darah Anda, Tuan! Tapi itu hanya bertahan selama delapan jam, setelah itu rasa sakit akan kembali datang]


"Menggunakan darahku? Bukankah jika seseorang meminum darahku akan semakin kuat? Apakah Alice akan naik ranah dengan meminum darahku?"


[Ding! Tidak Tuan, karena dalam kondisi Nona Alice, darah Anda akan berfungsi menekan rasa sakit sehingga tidak akan berfungsi menambah kekuatan]


Saka mengangguk-anggukkan kepalanya setelah berdiskusi dengan sistem di benaknya. Tanpa ragu, ia kemudian menyayat pergelangan tangannya dan menyodorkannya ke arah Alice.


"Buka mulutmu, ini akan mengurangi rasa sakitmu sementara!"


Alice menurut tanpa kata. Ia sudah mempercayai Saka sepenuh hidupnya. Darah emas milik Saka perlahan menetes dan langsung ditelan oleh Alice. Perlahan, sinar emas mulai berpendar dari tubuh Alice dan tertahan sebagai selaput bening yang membungkus tubuhnya. Ini akan menghilangkan rasa sakit dan dingin yang dialami oleh Alice untuk sementara.


"Kak Saka!" Alice mulai bertenaga dan mencoba bangkit dari tidurnya.


Saka dengan sigap membantu Alice untuk duduk.


"Kak Saka, apa yang terjadi? Kenapa aku merasa tubuhku seperti ditusuk-tusuk dengan jarum besar dan rasanya dingin sekali?" tanya Alice heran. Seingatnya tadi ia tidur nyenyak, tak lama kemudian rasa dingin mulai menerpa bersamaan dengan rasa sakit yang menusuk seluruh tubuhnya.


"Karena tubuhmu istimewa," jawab Saka singkat.


"Ada beberapa orang yang memiliki tubuh istimewa, salah satunya adalah tubuhmu. Tubuhmu dinamakan Fisik Dewi Es, itulah kenapa kamu merasakan rasa dingin yang ekstrem karena ini adalah proses kebangkitan tubuh istimewamu," jelas Saka panjang lebar.


Alice tampak terpukau, tapi juga sedikit takut. "Lalu, apakah aku akan mati?"


Saka menyentil kening Alice pelan. "Apa yang kamu pikirkan gadis bodoh! Ada aku di sini yang akan membantumu membangkitkan tubuh istimewamu."


Wajah Alice yang tadinya khawatir kemudian kembali ceria. Asal ada Saka, entah kenapa Alice tak mengkhawatirkan apa-apa.


"Baiklah, jika Kak Saka yang berkata seperti itu, aku akan mempercayainya, lalu bagaimana caranya membangkitkan fisikku?"


Saka tampak terdiam merangkai kata yang tepat. Ini akan sedikit sensitif dan memalukan.


"Dengar, Alice! Ada dua proses yang dilakukan untuk membangkitkan tubuh istimewamu, yang pertama kamu meminum pil Yin Yang untuk memicu kebangkitan itu, saat kamu dalam proses, aku harus membantumu untuk menetralkan energi dingin yang berlebihan sebelum Fisik Dewi Es sempurna. Namun, cara membantuku adalah dengan cara dewasa." Semakin mendekati akhir, suara Saka semakin pelan.


Alice mendengar semua ucapan Saka, ia terdiam sejenak untuk mencerna informasi yang baru saja ia dengar. Tak lama kemudian semburat merah tampak menghiasi pipinya.


"Ap-apa kita akan melakukan itu?" tanyanya dengan malu-malu.

__ADS_1


Saka mengangguk. "Jika kau tak mau tidak apa-apa, aku akan mencari cara lain agar–"


"Aku mau!" jawab Alice cepat yang langsung menutup mulutnya sendiri.


Saka tersenyum tipis lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Meski begitu, jauh di dalam hatinya ia gugup. Ini adalah pengalaman pertama. Mungkin jika tidak ada peninggalan sifat asli milik Wisaka yang penuh cinta kepada mantan tunangannya, Saka tak akan melangkah sejauh ini dengan wanita.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membuatkan pil terlebih dahulu," ucap Saka sembari bersiap menyuling pil.


Satu kali percobaan gagal, tak menyurutkan semangatnya, dua kali sampai tiga kali percobaan, masih banyak kandungan racunnya. Selama satu jam penuh, Saka terus mencoba keahlian alkemis miliknya. Setelah hampir sepuluh kali gagal, Saka kemudian mengubah strategi dengan mencoba membuat pil tingkat satu terlebih dahulu seperti pil penyembuhan dan pil pengumpul energi.


Tahap demi tahap dilalui Saka dalam alkemis. Selama delapan jam penuh Saka membuat pil hingga ia bisa naik menjadi alkemis bintang empat yang mana sudah memenuhi syarat untuk membuat pil Yin Yang.


Dengan senyum lebar, Saka kembali mengulang proses membuat pil Yin Yang. Kali ini proses lancar hingga saat terakhir tiga buah pil berbeda warna di mana setengahnya berwarna putih dan setengahnya berwarna hitam terbentuk dengan satu garis merah.


"Pil dengan nadi vena," gumam Saka pelan. Ia bahagia melihat kerja kerasnya tak sia-sia.


"Haa, ternyata lebih murah membeli herbal dan menyuling pil sendiri daripada membeli pil jadi di sistem, apalagi semua pil yang telah kubeli dari sistem hanyalah pil tingkat satu sampai tiga saja," lanjutnya.


Saka kemudian bangkit dan mendekat ke arah Alice yang mulai menggigil karena waktu hampir habis.


"Minumlah!" ucap Saka sembari membantu Alice meletakkan pil itu di mulut, lalu ia juga membantu Alice untuk mencerna pil itu dengan mengalirkan energi.


Dalam dua hela napas sebuah energi kuat meledak dari dalam diri Alice. Saka sampai terdorong mundur dan harus menggunakan energi miliknya untuk bertahan. Perlahan seluruh dinding goa membeku dengan lapisan es yang menyelimutinya. Saka mengedarkan persepsinya dan merasakan dalam jarak satu kilometer dari goa semuanya membeku.


Alice yang tadi bersandar kini terangkat satu meter. Perubahan fisik tampak terlihat oleh Saka. Tubuh yang tadinya begitu mungil dengan tinggi 150 cm, kini semakin tinggi semampai. Seluruh bagian tubuhnya tumbuh layaknya gadis dewasa. Rambut yang awalnya hitam mulai memutih. Kulitnya pun menjadi putih bersinar seperti giok. Saka melihat semua proses itu tanpa sadar menelan ludahnya. Apalagi saat Alice sudah turun dan membuka mata.


Bola mata biru jernih seperti kristal menatapnya dengan penuh kasih.


"Cantik," bisik Saka tanpa sadar.


Alice yang mendengar bisikan Saka pun tersenyum, tapi ia juga tak bisa membohongi kondisi tubuhnya yang melemah.


Saka yang melihat kondisi Alice pun mendekat dan merengkuh gadis itu dalam pelukannya, saat ini adalah waktu untuknya beraksi.


**


Aku sekarang updatenya malem ya, kalau pas siang update berarti aku libur atau kerjaan longgar. Tapi kemarin aku update malem, baru di acc agak siangan, jadi harap bersabar ya karena kadang dari pihak NT lama reviewnya


see you ....


Alice

__ADS_1



__ADS_2