SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
PELAYAN BARU


__ADS_3

❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 20


Matahari yang mulai sejajar di atas kepala, tidak begitu terik.Namun cuaca siang itu sangat cerah.Permaisuri tengah bersandar di bawah pohon yang rindang di taman bunganya.


Ia tampak sedang berbicara dengan kepala dayang dengan tampang wajah cemberut.


Seperti tidak menghiraukan penjelasan yang kepala dayang berikan.


"Yang Mulia, ini perintah langsung dari ibu suri,,, hamba hanya"Kata-kata kepala dayang terhenti melihat tatapan tajam permaisuri.


"Aku akan memilih pelayanku sendiri!"Titah permaisuri yang sudah ia pikirkan bulat-bulat.


"Tap...pi!"


"Kau mulai berani meragukan keputusanku?"Tanya permaisuri menatap kepala dayang tersebut dengan tatapan


tidak suka.


"Ham...hamba tidak berani Yang Mulia!"Jawab kepala dayang itu ketakutan.


"Sudah!, kalian semua pergilah!"Kata permaisuri menurunkan perintah.


"Baik Yang Mulia!"Jawabnya mereka serentak.


Sesaat kemudian, setelah kepala dayang dan dayang-dayang yang lain pergi dari hadapan permaisuri.


"Aiyaaa, ada-ada saja!"Keluh kesal sang permaisuri.


"Hong Lian, apa Yuwei sudah melakukan apa yang aku suruh?"Tanya permaisuri.


"Iya Yang Mulia, tadi hamba berpapasan dengannya!"Jawab Hong Lian.


"Hamba bahkan hampir tidak mengenalinya, kulitnya begitu putih tidak seperti yang dulu!"


Hong Lian mengutarakan kekagumannya.Sedangkan permaisuri tetap terlelap dalam pikirannya.


Hingga...


"Minta dia menemui ku!"Titah sang permaisuri.


Kata-kata permaisuri spontan membuat Hong Lian bertanya-tanya, apa lagi yang permaisuri rencanakan?


Beberapa menit kemudian di kamar permaisuri....


Tampaklah Seorang wanita cantik kulitnya begitu putih walau tak seputih dan seindah kulit permaisuri.Ia tampak berjalan menghampiri permaisuri dan berlutut memberi salam kepadanya.



"Yuwei memberi salam kepada Yang Mulia permaisuri!"Kata wanita cantik itu.


Siapa sangka dayang yang awalnya memiliki kulit yang kusam dan gelap juga badan yang gemuk muncul dengan perubahan yang begitu drastis! bagai selepas menjalani oplas.

__ADS_1


"Hmm, sesuai perkiraan"Kata permaisuri mengusap-usap dagunya.


"Tapi aku tidak menyangka hasilnya akan secepat ini"Lanjut permaisuri.


permaisuri terus menatap Yuwei dengan seksama membuat Yuwei sedikit merinding karna tatapannya.Yuwei sedikit mencuri pandang permaisuri.Dan melihat tatapan permaisuri padanya yang tidak sedingin yang dulu.Yang ia lihat bukan tatapan penguasa yang begitu dingin dan bengis melainkan tatapan hangat bagai seorang kawan.


"Ramuan yang anda berikan sangat manjur permaisuri, bahkan banyak dari para pejabat mengira hamba adalah tamu kekaisaran"Kata Yuwei menjelaskan.


"Bagus, apa kau tidak keberatan jika aku mengumumkan bahwa kau adalah salah seorang pelayan pribadiku yang ku tunjuk langsung?"Tanya permaisuri dengan ragu.


"Atau kau jika kau berpura-pura sebagai tamuku?"Tanya permaisuri ragu-ragu.


Yuwei menatap permaisurinya sekilas, ia lihatnya keraguan di matanya.


Lantas Yuwei menjawabnya.


"Lebih baik hamba menjadi pelayan anda Yang Mulia, agar hamba bisa senantiasa ada di sisi anda!"


"Suatu kehormatan yang besar bisa melayani anda!"Lanjut Yuwei menjelaskan.


Yuwei tak keberatan apapun yang permaisuri perintahkan kepadanya.Di mata Yuwei sekarang, permaisuri adalah sosok penyelamat bagi dirinya dan adiknya.Seorang wanita berjiwa besar yang menompang kekuatannya, kekuatan untuk terus berusaha menjalani hidup yang lebih baik yang hampir saja hilang darinya.


"Baiklah, karna kau memiliki paras yang elok bak seorang dewi aku akan memanggilmu


Nu Shen!"Kata permaisuri mengacungkan jari telunjuknya ke atas.


"Nu Shen nama yang begitu indah!"Sahut Hong Lian.


Permaisuri menatap Hong Lian sekilas lalu memberi senyum hangatnya kepadanya.


Nu Shen tetap berlutut menunjukkan rasa syukurnya terhadap permaisuri.Saat itu juga ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk setia kepada permaisuri.Sosok mentari terang yang meneranginya dimasa tergelapnya.


"Baiklah untuk sementara waktu, biarlah adikmu menetap di istana bambu!"Kata permaisuri penuh pertimbangan.


"Baik Yang Mulia!"Jawab Nu Shen.


Permaisuri menghela napas sesaat memijat pelipisnya.Melihat itu Nu Shen memberanikan dirinya untuk bertanya


"Apa anda tidak enak badan Yang Mulia?"Tanyanya.


"Tidak"Jawab permaisuri singkat


"Kupikir sejak kejadian itu ibu suri makin waspada, ia bahkan memaksaku mencari seseorang pelayan lagi yang bisa di percaya"Lanjut permaisuri menjelaskan.


Sambil berpikir permaisuri mengingat-ingat kejadian malam itu, kala itu kaisar menunjukkan watak aslinya.Dan menghukum gantung dayang yang bernama Mu Li itu.


"Bagaimana soal dayang yang di jatuhi hukuman gantung itu?"Tanya permaisuri mengisyaratkan Nu Shen untuk bangun.


"Ini hari ke-5 sejak mayatnya di gantung di depan pengadilan rakyat"Jawab Hong Lian.


"Memangnya ada apa Yang Mulia?"Sahut


Nu Shen.

__ADS_1


Sembari menyilangkan kakinya permaisuri menghela napasnya lagi.Ia masih tak habis pikir nyawa begitu banyak orang dengan mudahnya melayang di zaman kerajaan Tiongkok.Salah sedikit saja bisa membuat nyawa melayang.


"Tidak apa-apa!"Lirih permaisuri.


Melihat ekspresi wajah permaisuri tampak begitu jelas kegelisahan yang ia rasakan.


Hong Lian yang tak mau junjungannya begitu terlelap dalam kesedihan nya pun mengalihkan pembicaraan mereka.


"Permaisuri!, pangeran bilang beliau akan mengunjungi anda nanti malam sekalian menginap"Kata Hong Lian mengalihkan topik pembicaraan.


"Ah, benarkah?"Tanya permaisuri


Permaisuri sedikit mendongakkan kepalanya ke arah Hong Lian.


"Benar Yang Mulia!"Jawab Hong Lian.


"Haisss"Permaisuri menghela napas pelan.


Ia tampak memasang tampang cemberutnya dan mengerucutkan bibirnya.


"Aku sudah bilang, jika kita tidak di tempat umum panggil aku Lan, ingat Lan!"Kata permaisuri menekan nada bicaranya.


Mendengar itu Hong Lian tertawa pelan, sedangkan Nu Shen makin melihat betapa murah hatinya sang permaisuri, ia begitu takjub dan kecewa.


Kenapa aku berniat mencelakai beliau dulu.Nu Shen begitu terlelap dalam pikirannya, hingga tak sadar permaisuri mulai memperhatikan dirinya.


"Nu Shen kenapa kau diam saja?"Tanya permaisuri cemas.


Nu Shen menatap ke arah permaisurinya dan ia melihat ketulusan permaisuri saat menatapnya itu membuat Nu Shen tak kuasa menahan air matanya lagi.


"Kenapa kau menangis?"Tanya permaisuri menghampiri Nu Shen.


"Tidak apa-apa Yang Mulia!"Jawabnya sembari mengusap air matanya.


Nu Shen sekilas tersenyum ke arah permaisurinya, dan melanjutkan kata-katanya.


"Hamba benar-benar bodoh mempercayai kata-kata selir kehormatan Yun"


"Pada dasarnya ia hanya memperalat hamba saja!"Lanjut Nu Shen.


Permaisuri tersenyum sinis, ide mulai terlintas di pikirannya.Ia menepuk bahu Nu Shen dan berkata"Maka buat dia menyesal karna memperalat dirimu!"Lirih sang permaisuri.


Apa yang permaisuri rencanakan?


Dan bagaimana cara Nu Shen membalaskan dendamnya?


Simak terus kelanjutannya ya!


BERSAMBUNG.....


 


~❄ WO AI NI ❄~

__ADS_1


 


__ADS_2