SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
BATU BING FENG


__ADS_3

❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 75


Mata seluruh pengunjung berbinar-binar saat menatap kalung berbentuk tanaman rambat dengan permata biru yang menjadi barang incaran pada pelelangan kali ini.


"Harga dibuka dari 1.000 tael emas!"


Banyak dari mereka langsung menaikkan harga kalung itu 2 kali lipat dari harga awal. Hingga ...


"5.000 tael emas" sahut Tian Lan, wanita itu berdiri di balkon menghadap ke bawah sembari bersandar pada balkon yang sama.


Suasana menjadi hening seketika, tak ada seorangpun yang berani menawar lebih tinggi lagi daripada wanita itu.


Bukannya tak punya uang, mereka semua takut menyinggung wanita itu. Hanya demi memperebutkan sebuah kalung bisa-bisa nyawa mereka sendiri yang melayang.


Tian Lan berbalik hendak duduk ke tempat duduknya saat pelelang menghitung maju harga yang ditawarkan oleh Tian Lan.


"5.000 tael satu"


"5.000 tael dua"


"10.000 tael emas!" sahut seorang pria dari kejauhan.


Mata Tian Lan terbelalak, ia lantas berbalik mencengkeram bibir balkon hingga muncul beberapa retakan. "15.000 Tael" balasnya, ia tak mau kalah begitu saja.


"16.500, berikan aku kalung itu!" Pria itu menatap tajam ke arah pejabat lelang yang ada di hadapannya.


Pejabat itu gemetar, ia takut menyinggung pria yang tak jelas asal-usulnya itu. Tatapan pria itu bukanlah tatapan yang orang biasa.


Di sisi lain, ia juga takut dengan Tian Lan. Sudah jelas bahwa wanita itu seorang dewi. Pedang es Tian Lan yang masih berlumuran darah itu terngiang - ngiang di pikirannya.


Jika dirinya tak mengikuti kehendak Tian Lan bisa saja wanita itu langsung membunuhnya saat itu juga.


"20.000" ucap Tian Lan, ia mengangkat jarinya menunjukkan angka 2

__ADS_1


Semua orang tertegun, tak sedikit dari mereka mulai berdesir kagum. "20.000 ? segampang itu dia melepas uang sebanyak itu?"


___________________________________________


Di istana naga, kediaman sang kaisar. Feng Huang menyapukan pandangannya menatap bintang yang bertebaran di bentangan langit gelap yang luas.


Di temani secangkir arak, matanya mulai terpejam. Hampir saja, jika bukan karena angin berhembus kencang yang menerpa daun jendela kamarnya, mungkin tubuhnya akan roboh.


Ia seolah masih tenggelam di tengah lautan kegelapan yang membelenggunya. Ia belum lepas dari rasa bersalahnya, ia terus-menerus menyesalkan kematian Tian Lan.


Ia meringis, meremas jubahnya. Jantungnya terasa seperti terbakar. "Yang Mulia!"


Feng Huang menatap tajam kearah Yun Fei. Ia pikir apa seharusnya dia menempatkan wanita itu di istana dingin?


Ia mulai kesal dibuatnya, Sepanjang hari wanita itu sibuk membenahi pandangan Feng Huang terhadapnya. Namun, di mata Feng Huang ... sudah jelas dia wanita licik yang haus akan kekuasaan.


"Jika aku tidak menjadi permaisuri, setidaknya aku menjadi selir utama" pikirnya, seringainya tertaut sudah di bibirnya.


"Kau pergilah!" titah Feng Huang. Pria itu hampir kehabisan kesabarannya.


Yun Fei mendekat kearahnya, ia tak menggubris Feng Huang yang jelas-jelas mengusirnya.


"Adik Hamba sekarang pasti sudah mendapatkan batu Bing Feng itu!" tukasnya. Wanita itu berpikir Feng Huang sekarang hanya bisa patuh kepadanya untuk kesembuhannya.


"Jika kau pikir dengan melakukan itu aku akan sangat berterimakasih kepadamu ... Maaf, dimataku kau tetap seorang wanita yang pernah memohon untuk aku berikan sedikit belas kasihanku!"


"Pergilah!" bentaknya setelah lama terdiam. Yun Fei yang mulai kesal sendiri keluar meninggalkan Feng Huang sendirian di kamarnya.


"Bagaimana bisa aku begitu ceroboh seperti ini" ia memijat pelipisnya.


Andai saat itu dia bisa mengendalikan emosinya. Andai saja.


Ia sendiri yang telah membuka segel kekuatannya. Istana phoenix yang dulunya begitu megah, sekarang hanya tumpukan arang yang hancur walau hanya terpijak.


Feng Huang benar-benar membumi hanguskan seisi istana itu dengan kekuatan api phoenix yang ia miliki.

__ADS_1


Kenangan Tian Lan membuatnya gila. Namun rahasia besar yang ia ketahui membuatnya terpaksa membuka segel kekuatannya walau ia tahu itu mengancam nyawanya sendiri.


"Jantungku terasa terbakar, tapi rasa sakit ini tidaklah sebanding dengan rasa sakit ditipu olehmu!"


"Jika aku tidak menemukan Tian Lan ... Da Ziran kita akan segera bertemu. Aku adalah pewaris asli kerajaan langit, aku tidak pernah ingin memiliki kekuasaan seperti itu."


"Haruskah aku merebut sesuatu yang sudah aku sumbangkan hanya untuk wanita licik sepertimu?"


"Itu sama seperti menjilat air liurku sendiri!" ucapnya geram.


Jelas-jelas keduanya begitu bertentangan. Api - Es. Walau elemen es bukanlah sebagian besar kekuatannya, Tian Lan mengembangkan elemen ini dari elemen air yang ia miliki.


Ia sangat suka apapun yang berbau musim dingin. Lan kecil dulunya sering berangan ia akan menciptakan hujan salju di tamannya sendiri. Entah kenapa walaupun itu hanya khayalannya di masa kecil. Wanita itu benar-benar melakukannya saat beranjak dewasa.


________________________________________


"Aku harus mendapatkan kalung itu!" pikir Yun Zhu, tuan muda Keluarga Yun.


Ia kembali menatap sekeliling, ia merasa aneh. "Aneh, kenapa semua orang menatapku dengan tatapan aneh seperti itu?"


Ia menghela napas. "Gara-gara kakakku yang idi*t itu aku harus jauh-jauh kemari!" keluhnya.


Ia melihat kearah Tian Lan, Pria itu ternganga. Ia kini faham kenapa dirinya mendapat tatapan tajam dari para pengunjung yang mengikuti pelelangan tersebut.


Sekilas hanya dengan melihat pakaiannya, wanita itu memang bukanlah wanita biasa. Ia makin ngeri melihat gagang pedang es yang ada di pinggangnya.


Tian Lan membalas tatapan Yun Zhu dengan tatapan dinginnya. Wanita itu hanya mengisyaratkan kepada pejabat lelang bahwa ia ingin kalung itu. Dan kembali duduk setelahnya.


"Haisss, sudahlah toh aku tak membawa uang sebanyak itu. Ayahku yang bod*h itu mendesakku agar segera kemari tanpa persiapan yang matang."


"Jika aku tak bisa membawa batu Bing Feng yang ada pada kalung itu. Ya ... Salah sendiri dia tak membekali anaknya ini dengan tael emas yang banyak" ucapnya tak mau tahu. Ia tak ingin berpikir panjang lagi. Memikirkan itu bisa membuatnya gila.


Di sisi lain ...


"Tian Lan, aku menemukanmu!"

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你❄️~...


__ADS_2