
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 33
"Oouuch"Permaisuri spontan memegangi pinggulnya yang seakan mau patah.
Hong Lian dan lainnya lantas langsung memapah tubuh permaisuri dan mendudukkannya kembali di kursi yang tadinya ia duduki.
"Anda baik-baik saja Yang Mulia?"Tanya Nu Shen cemas.
Permaisuri mengangguk cepat tanpa melontarkan sepatah katapun.Ia terlalu malu untuk membahas mengenai hal ini.Hong Lian yang sudah mengerti apa yang terjadi pun hanya diam mengisyaratkan yang lainnya agar tidak menanyakan hal ini lebih jauh lagi.
"Kaisar sialan itu .... karenanya aku harus seperti ini, bergerak pun susah, perutku juga rasanya perih"Gerutunya.
Permaisuri memegangi perutnya yang perih, ia bangun dari duduknya berniat mengunjungi tempat putranya itu.Permaisuri di ikuti Hong Lian pun segera bergegas selagi yang lainnya masih menyiapkan tandu, ia benar-benar tidak kuat berjalan lebih lama daripada biasanya.
Hong Lian membantu junjungannya itu untuk naik ke dalam tandunya.Ia ulurkan tangannya kepada permaisuri dan permaisuri menerima uluran tangannya dengan senyum manis di bibirnya.
Sementara permaisuri dan Hong Lian mengunjungi tempat pangeran pertama.Nu Shen berberes membersihkan alat sulam yang selepas di pakai oleh sedangkan Min Ru pergi ke kediaman ibu suri untuk melapor.
Di kediaman ibu suri ....
Tampaklah ibu suri tengah mereguk secangkir teh hangat di halaman istananya.Ia mendengus seolah mulai bosan dengan apa yang ia lakukan sekarang ini.
Tampaklah pelayan pribadinya berlari menghampirinya sekilas memberi hormat lalu berkata"Min Ru sudah datang Yang Mulia!"Kata pelayan itu menundukkan kepalanya.
Ibu suri meletakkan cangkirnya menyilangkan tangannya dan berkata"Suruh dia masuk!"Titahnya.
Pelayan itu lantas menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari sana untuk mempersilakan Min Ru menghadap di hadapan ibu suri.
Tak lama kemudian ....
__ADS_1
Tampaklah Min Ru tengah berjalan menuju ke arah ibu suri.Ia menangkupkan kedua telapak tangannya dan berlutut di hadapan ibu suri untuk menyapa dan memberikan salamnya kepada beliau.
"Salam Yang Mulia!"
Min Ru terdiam, hingga ibu suri mempersilakan dirinya untuk bangkit dari posisinya.
Ibu suri mengerang menghela napasnya yang racau.
Ia menatap ke arah Min Ru seolah meminta penjelasan darinya dan memintanya membuka suaranya.
"Keadaan permaisuri saat ini sudah membaik Yang Mulia, Yang Mulia kaisar juga kerap mengunjungi beliau secara teratur. Mengingat kejadian di istana bulan hampir sebagian besar para selir sedang menjalani hukumannya, melihat itu kaisar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menemani permaisuri!"Tukas Min Ru menjelaskan dengan detail.
"Bahkan saat hamba hendak menyambut beliau bangun tidur .... di lihat dari keadaan saat itu ...."Lanjut Min Ru menggantungkan penjelasannya.
Ibu suri yang sudah tidak sabaran pun menepuk pelan mejanya, bangun dari duduknya dan menggoyangkan pundak Min Ru menyuruhnya segera menyelesaikan penjelasan yang ia gantungkan.
"Apa ... katakan padaku!"Ibu suri terus menggoyang-goyangkan pundak Min Ru hingga membuatnya kewalahan menghadapi tingkah ibu suri yang tak biasa itu.
Ibu suri memang tegas dalam urusan pemerintahan dan harem, namun .... jika menyangkut permaisuri ia bukanlah tipe penguasa yang tegas nan cetus yang sudah biasa orang lain lihat dari dirinya.
Min Ru tersenyum canggung, dengan wajahnya yang bersemu merah ia melanjutkan penjelasannya.
"Sepertinya tadi malam permaisuri melayani Yang Mulia kaisar!"Tukasnya.
Ibu suri tercengang, ia mulai melepaskan cengkraman tangannya yang meremas lengan Min Ru.Ia kembali duduk di tempatnya tadi dengan tatapan mata yang yang masih sama, ia tak berkedip sekalipun hingga ....
"Kau tidak bohong kan?"Tanya ibu suri kembali bangkit dari posisinya menunjukan jari telunjuknya ke arah Min Ru dan memberinya tatapan menyelidik.
Min Ru menggeleng cepat tanda ia tak berbohong kepada majikannya itu.Ibu suri menatapnya begitu lama, ia tatapnya mata Min Ru dalam-dalam namun tetap saja ia tak menemukan celah apapun.
Ia menghela napas lega.Senyuman mulai tertaut di bibir wanita paruh baya tersebut.Ia sepertinya menanti-nanti hal ini.
__ADS_1
______________________________________________________
Di sisi lain di istana penitipan pangeran ....
Tampaklah permaisuri duduk di gazebo yang berada tak jauh dari tempat dimana putranya itu mendapat pelajaran dari gurunya.Permaisuri menghirup udara segar, begitu khidmat.
Menikmati pemandangan di sekitarnya sembari menatap tampang putranya yang begitu seriusnya memperhatikan setiap penjelasan yang ia dapatkan dari sang guru melihat wajah putranya yang tak kalah tampan ketimbang ayahandanya membuat permaisuri teringat akan kaisar.Malam panas yang ia lewatkan bersamanya yang terekap di memorinya .Membayang-bayang di pikirannya, membuat dirinya termenung cukup lama tak jarang ia tertawa kecil mengingat masa-masa yang ia habiskan dengan sang kaisar.
Namun .....
Lamunannya terbuyar seketika, mengingat bahwa dirinya hanyalah pengganti.Semua perlakuan kaisar terhadap dirinya hanyalah untuk Lan yang sebenarnya.Ia bukan Lan, ia Amyra gadis dari masa depan.Dia bukanlah permaisuri Lan yang begitu di cintai banyak orang juga bukan permaisuri Lan yang begitu di benci banyak orang pula.Ia hanyalah gadis biasa, untuk menyaingi permaisuri Lan .... ia harus mengalami penderitaan yang tak bisa di bayangkan oleh pikiran dangkal Amyra.
Permaisuri termenung cukup lama membuat Hong Lian yang berada di sisinya agak panik, ia memanggil junjungannya itu dan menepuk pelan pundaknya menyadarkan permaisurinya dari lamunannya.
"Permaisuri!"
Permaisuri lantas terkejut mendapati seseorang menepuk pundaknya.Ia berbalik mendapati Hong Lian menatap dirinya dengan tatapan mata yang kendur.
"Ah, aku melamun!"Permaisuri mendesah pelan mengingat tingkahnya yang aneh itu.
Pangeran Ling yang sedari tadi fokus pada pelajarannya mengalihkan pandangannya kearah ibundanya yang tampak sayu.Rasa takut mulai menggema di pelupuk hatinya.Apa yang terjadi pada ibunda?
"Akhir-akhir ini bukankah ayahanda menemani beliau sepanjang hari?"Tanya pangeran Ling dalam hati.
"Kenapa beliau tampak sayu?"Lirih pangeran Ling.
Gurunya yang sedari tadi memperhatikan kelakuan muridnya itu pun menghampirinya, ia mengelus puncak kepala pangeran dan berkata"Mungkin permaisuri kelelahan!"Ucapnya menenangkan hati muridnya yang tampak murung itu.
Pangeran Ling hanya mengangguk, mengiyakan perkataan sang guru.Ia memfokuskan diri kepada pembelajaran lagi.Walau hatinya agak racau, ia pada dasarnya hanya bisa diam tidak dulu maupun sekarang.
...~❄️WO AI NI❄️~...
__ADS_1
______________________________________________________
BERSAMBUNG ....