SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
FLASHBACK 02


__ADS_3

❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 63


Malam harinya ...


Keadaan kamar begitu gelapnya, Tian Lan masih berdiri menghadap ke luar jendela. Entah apa yang ia pikirkan, ia benar-benar tak bisa menutup matanya untuk tidur sekarang. Tangannya meraih tirai yang menghalangi pandangannya, ia sisihkan selagi angin dingin berhembus kencang.


Wanita itu mendesah kesal. "Aihhhh," dia memijat pelipisnya serta mengerutkan keningnya. Begitu banyak hal yang ingin ia ketahui tentang Tian Lan. Ia berharap ia segera mengetahui rahasia pemilik raga yang ia tempati ini.


Ia teringat akan Liliang, wanita itu kini mengumpatnya dengan kesalnya. Ia pikir pria itu tengah mempermainkan dirinya.


"Ck, omongannya tak bisa di percaya. Aku pikir aku bisa melihat ingatan Tian Lan dalam waktu dekat. Jika aku tahu akan jadi seperti ini, aku akan memilih tak percaya kepadanya!" Tian Lan mendengus jengkel.


Dari balik sekat ruangan, Tian Lan merasakan hawa panas. Entah darimana asalnya, ia mengalihkan pandangannya dalam kurun waktu kurang dari sedetik. Wanita itu di selimuti rasa penasaran. Bagaimana bisa hal seperti ini ...


Kakinya yang jenjang mulai melangkah, tangannya meraih pintu kamarnya. Seorang pria yang tak lain sang kaisar sendiri berdiri di depan pintu dengan raut wajahnya yang aneh. Sosoknya itu membuat Tian Lan terkejut, ia tak bisa berkata-kata.


"Apa yang dia lakukan tengah malam di depan pintu kamarku?"


Tian Lan menarik tangan Feng Huang masuk kedalam kamar. Ia lalu menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Pria itu berjalan tertatih-tatih, juga sempoyongan. Tercium bau alkohol yang begitu menusuk indra penciumannya.


"Apa kau minum ?" tanya Tian Lan yang hanya terjawab oleh semilirnya angin.

__ADS_1


"Huang'er aku bertanya kepadamu!" Tian Lan mengerutkan alisnya tanda mulai gusar. Pria itu hanya diam saja tak menggubris perkataan istrinya.


Tian Lan memapah tubuh kekarnya dan menuntunnya berbaring di atas kasur. Tian Lan yang juga kehilangan keseimbangan akan tubuhnya pun jatuh dan menindih tubuh Feng Huang. "Ada apa dengannya?" Ia diam cukup lama, pertanyaan kembali terlontar dari mulutnya.


Feng Huang samar-samar melihat wajah Tian Lan. Mengingat apa yang dikatakan oleh Liliang hatinya serasa tak rela. Ia sudah berusaha keras memperbaiki hubungannya dengan Tian Lan walaupun berpondasikan kebohongan. Ia tak tahu harus bagaimana lagi. Jika Tian Lan meninggalkan dirinya sekali lagi, dirinya akan jatuh serendah-rendahnya.


Feng Huang mempererat pelukannya, kini ia membalikkan badannya dan menindih tubuh Tian Lan. Kedua tangannya mulai beraksi, Satu tangannya mengunci kedua pergelangan tangan Tian Lan di ruang kosong kasur yang ada di atas kepalanya, dan yang satunya lagi membuka ikatan baju Tian Lan.


Wanita itu sontak terkejut dengan apa yang Feng Huang lakukan sekarang ini. Tangannya benar-benar terkunci. Ia masih tak kehabisan akal, kini ia berniat menendangkan kakinya. Namun aksinya terhenti menyadari adanya ketidak beresan yang ia lihat dari raut wajah Feng Huang.


Wanita itu menyapukan telapak tangannya di pipi Feng Huang setelah pria itu melonggarkan cengkramannya. Ia merasakan hawa panas yang sebelumnya tak pernah ia rasakan. Benar-benar panas, itu hampir membuat tangannya terbakar.


Tatapan matanya terlihat seperti tatapan orang yang di lahap oleh amarah. Biji matanya seperti bola api mungil namun begitu membakar. Tian Lan terpana oleh apa yang ia lihatnya. Tak sadar, tubuhnya kini mati rasa, juga terasa kaku tak bisa bergerak seolah jiwanya telah lepas dari tubuhnya.


Namun usahanya nihil, pria itu kini menikmati setiap inci tubuhnya. Tubuhnya yang tadinya polos kini di penuhi oleh tanda merah karena ulah brutal Feng Huang. Tian Lan hanya bisa meringis menahan rasa sakit dan geli akibat ulah suaminya itu.


Ia awalnya tak pernah berpikir jika ia akan menggantikan Tian Lan, bahkan untuk melayaninya sebagai istrinya. Itu benar benar di luar dugaan. Walau bukan untuk pertama kalinya ia mengeluarkan suara itu.


Lalu ... apa yang terjadi malam itu ? ( Bab 33, Episode 32 "KALI PERTAMA")


FLASHBACK ON


Tian Lan menggigit bibirnya, tubuhnya gemetaran, ia tak tahan dengan hawa dingin yang hampir membuat tubuhnya membeku. Feng Huang yang sedari tadi menenangkan istrinya itu kini kehilangan kesabarannya. Ia membuka jubahnya lalu beralih, ia hendak melepaskan pakaian yang Tian Lan kenakan.

__ADS_1


Sejenak tangannya terhenti, ia membalas tatapan mata Tian Lan yang seolah tak rela. Wanita itu tak ingin jika Feng Huang melakukan yang hendak ia lakukan kala itu. Tian Lan menggeserkan tubuhnya menjauh dari sang kaisar, ia menarik selimut yang terbentang rapi di atas kasur dan menyelimuti tubuhnya hingga mencapai lehernya. Wanita itu mulai mendengkur, ia menyandarkan kepalanya pada tiang-tiang ranjang. Ia diam tak bergeming lagi.


Keduanya diam dalam kurun waktu yang cukup lama, Wanita itu hampir tak sadarkan diri. Kesadaran mulai memudar, dalam sedikit kesadaran yang masih ia miliki ia memanggil-manggil sebutan pria itu. "Kaisar"


Feng Huang mendekat kearahnya, ia mengusapkan telapak tangannya yang hangat itu dan ia sapukan di pipi Tian Lan. Ia menggenggam pergelangan tangan Feng Huang mengisyaratkan agar ia menyentuhnya lebih lama lagi. Wanita itu benar-benar kedinginan. Ia merasakan tubuhnya seperti di tusuk-tusuk oleh bongkahan es yang tajam.


Feng Huang yang sudah bertelanjang dada kini melepaskan pakaian Tian Lan satu persatu, setelah terlepas dari tubuhbya pakaian itu Feng Huang lemparkan hingga mendarat di lantai. Ia menarik tubuh polos istrinya itu kedalam dekapannya. ia selimuti badannya dan rebahkan bersamaan dengan tubuhnya sendiri.


Tubuh mereka berdua tak berjarak sesenti pun. Kulit mereka bersentuhan memberikan kehangatan yang begitu aneh. Tian Lan menengadahkan kepalanya dan menyapukan pandangannya ke arah kaisar. Wajah pria itu begitu cantik, ia hampir terpana namun ...


"Oouuch" Tian Lan meringis, ia teringat sesuatu.


"Ada apa?" tanya kaisar, kini tangan Feng Huang membuka selimut yang membungkus keduanya. Ia melihat pinggang mungil permaisuri yang agak memar, ia lantas bertanya. "Ada apa dengan pinggangmu ini?" tanyanya melihat dengan seksama.


Tian Lan, wanita itu agaknya merasa tidak nyaman dengan sentuhan tangan Feng Huang. Ia lantas menepis tangan pria itu yang menyentuh tubuhnya. Dengan sergapnya ia menjawab. "Aku tadi jatuh di kamar mandi," pungkasnya, wanita itu diam setelah itu.


Feng Huang tersenyum teduh, lalu mendorong kepala Tian Lan agar menempel di dadanya yang bidang. Wanita itu kini menyadari apa maksud dari suaminya. Jika kulit saling bersentuhan akan terasa hangat.


"Tidurlah!" pinta kaisar, pelupuk matanya mulai tertutup.


BERSAMBUNG ...


...~❄️我爱你 ❄️~...

__ADS_1


__ADS_2