SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
XUAN ZHANSHI


__ADS_3

❄️SNOW FLOWER❄️


EPISODE 74


Guru Wu mengangguk cepat mengiyakan perkataan Tian Ling. Ia lantas berbalik kepada Tian Lan dan berjanji bahwa dia akan memberikan pelajaran untuk putrinya yang kurang ajar itu.


"Terimakasih atas kemurahan hati Anda Yang Mulia.


"Hamba akan berusaha mendidik putri Hamba dengan baik setelah ini!" imbuhnya sembari berlutut.


Xuan Zhanshi, tak sangka pria dingin itu tersenyum. Senyumannya terukir indah di bibirnya. Tian Lan, wanita itu mengalihkan pandangannya, membalas tatapan Xuan Zhanshi dengan tatapan mata yang aneh.


"Kau benar, dia begitu cantik tapi sayang tabiatnya begitu buruk," Tian Ling mengerenyitkan dahinya menatap Wuyin.


"Dia iri kepadaku, harusnya sekalian saja aku merusak wajahnya. Sayang sekali wajahnya hanya tergores" imbuh Tian Lan. Senyumannya membuat orang merinding.


"Aiyaaa, sepertinya aku telah merusak pestamu Yang Mulia!" Tian Lan menghela napasnya. Ia menatap tajam kearah Wuyin yang baru saja bangun dari posisinya.


"Aku undur diri Yang Mulia, kalian lanjutkan saja pestanya!" Tian Lan berbalik melangkahkan kakinya keluar dari aula istana langit. Ia hanya mengangkat tangan kanannya sejajar dengan telinganya untuk mengucapkan selamat tinggal.


Sepeninggalan Tian Lan, semua orang ternganga melihat tontonan yang barusan selesai. Banyak dari para gadis disana mendukung Tian Lan mengingat Wuyin juga menindas mereka.


Gadis itu hanya mengandalkan paras dan latar belakang keluarganya untuk menindas gadis lain. Tak sangka ia berbuat begitu hanya karena rasa iri dan dengki. Ia benci melihat wanita yang jauh lebih cantik dan berbakat daripadanya.


Namun siapa sangka, kali ini dia mencari masalah dengan orang yang salah. Sejak saat ini mungkin ia akan menjadi bahan lelucon.


Di sisi lain, di ujung tebing yang tak jauh dari istana langit ...


Tian Lan memejamkan matanya membiarkan angin malam menerpa tubuhnya. Rambutnya yang panjang terurai dan wajahnya yang rupawan itu begitu indah dibawah sinar bulan.

__ADS_1


Xuan Zhanshi, pria itu berusaha berjalan tanpa membuat suara sekecil apapun. Namun agaknya wanita itu begitu peka akan keberadaannya.


"Apa kau kemari untuk bertanya, apa alasanku kembali?" Tian Lan tak berbelit-belit lagi. Ia tahu apa yang akan pria itu inginkan darinya.


Xuan Zhanshi mempercepat langkahnya, memang hal itu lah yang membuat ia terus bertanya-tanya dalam hati. Ia lantas memegang pundak Tian Lan dan membalikan badannya berhadapan dengannya.


"Apa Feng Huang memperlakukanmu dengan buruk? Dan kau tidak bahagia dengannya?" Xuan Zhanshi menggoyang pelan pundak Tian Lan. Wanita itu dengan tampang dinginnya menepis tangan pria itu.


Ia berkata dengan nada lirih "Alangkah baiknya jika kau tidak ikut campur dengan kehidupan pribadiku!" Lama ia terdiam itulah yang keluar dari bibir mungilnya.


Xuan Zhanshi menarik tangannya kembali. Ia tahu apa yang terjadi, hanya dengan sekilas melihat ekspresi wajah Tian Lan. Pria itu kini diam tak bergeming.


"Lebih baik jika kau mengurus dirimu sendiri daripada risau akan kehidupan orang lain. Kudengar sampai saat ini kau bahkan tak mempunyai seorang yang kau suka," ledek Tian Lan. Wanita itu tersenyum sinis melihat pria itu.


Wajahnya memang begitu menonjol daripada saudaranya yang lain. Banyak dari para gadis akademi yang ingin diperistri olehnya. Namun, setiap kaisar langit menjodohkan dirinya dengan gadis pilihannya pria itu selalu menolak.


"Aku, mempunyai seorang yang kusuka!" ucapnya lirih.Tian Lan mengangkat alisnya. Ia menatap ke wajah pria itu.


"Aiyaaa, sehebat apa gadis itu sehingga dapat membuat seorang pria playboy sepertimu jatuh cinta kepadanya.


"Aku dengar setelah aku kabur dari alam bunga, kau berhenti bermain-main dengan gadis-gadis itu. Kau bahkan bersikap dingin dan acuh tak acuh saat ada gadis yang sengaja menggodamu"


Xuan Zhanshi tertegun, wanita itu bahkan tak sungkan mengatakan apapun yang ia ketahui.


"Wanita yang kau sukai itu mungkin tak mencintaimu, makanya dia meninggalkanmu. Hahahaha sekarang aku ingin sekali menertawakanmu," Tian Lan terkekeh. Ia menengadahkan wajahnya menatap wajah Xuan Zhanshi. Ia lihatnya pria itu dengan seksama.


"Kupikir kau telah melupakannya, gadis itu memang sudah pergi. Yang ada di hadapanmu sekarang ini bukanlah gadis itu," Tian Lan makin mendekatkan wajahnya ke Xuan Zhanshi.


Xuan Zhanshi, pria itu tak sadar mulai mengatakan hal yang selama ini ia pendam. "Lalu kenapa, toh kau adalah kau. Kau pernah berjanji kepadaku ... kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi, apa?"

__ADS_1


"Kau meninggalkanku seperti wanita itu. Kau sama seperti ibuku yang kali terakhir meninggalkanku tanpa sepatah katapun!" Pria itu merintikkan air matanya. sudah lama sekali ia menahan air matanya.


Dimata semua orang dia adalah pria dingin berhati bengis. Siapa sangka dia sebenarnya tak sekuat yang terlihat. Hatinya rapuh, ia selalu merasa kesepian.


Tian Lan menarik wajahnya, menjauh dari Xuan Zhanshi. "Apapun itu, aku harap kau bisa menghargai segala keputusanku!" Tian Lan beranjak pergi. Ia meninggalkan Xuan Zhanshi yang masih terpaku menatap punggungnya yang makin menjauh dan hilang di detik berikutnya.


Xuan Zhanshi jatuh terduduk. Ia kini menangis sejadi-jadinya. "Aku merelakan mu kepada Feng Huang berharap kau bahagia. Jika sudah sampai seperti ini, apa yang harus kulakukan jika kau tidak membiarkanku mengisi kekosongan dalam hidupmu.


"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, andai saja kau tahu apa yang kurasakan. Jika saja.


"Kupikir, kau memahami ku lebih dari siapapun. Memang, kau tahu siapa yang ku maksud. Sampai kapan kau lari dan berpura-pura tidak tahu?"


Di sisi bukit yang sama ...


Tian Lan menatap sendu Xuan Zhanshi. Haruskah dia kembali dan memeluknya?


Ia sangat ingin, tapi egonya menghentikan langkahnya. Ia memendam niatannya dan memutuskan kembali ke rumahnya. Jika dia adalah dirinya yang dulu, mungkin tanpa berpikir panjang ia akan memeluk pria itu.


Namun keadaannya sudah berubah. Tian Lan kini adalah seorang wanita yang memiliki hasrat yang kuat. Entah mengapa wanita itu lebih memilih melakukan apapun yang bertentangan dengan dirinya yang dulu.


Bak tak ingin terjerat dengan masa lalu. Ia selalu memandang kedepan. Ia hanya berbalik untuk mengucapkan selamat tinggal kepada masa lalunya, dan Feng Huang.


"Maaf, hanya saja aku tidak ingin kau terlarut dalam perasaan yang rumit ini. Jika kau menjadi pria yang tak memiliki hati nurani sekalipun itu akan lebih baik untukmu dan untukku!"


Tian Lan menghela napasnya. Ia di temani angin malam dan segelas arak untuk melalui malam yang begitu panjang dihari yang melelahkan ini.


"Xuan, andai saja kau tahu apa yang kualami. Andai kau tahu betapa egoisnya diriku yang sekarang. Apa kau tetap ingin bersamaku?" Tian Lan.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


...~❄️我爱你❄️~...


__ADS_2