SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
KERAGUAN


__ADS_3

❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 27


Di istana ketenangan kediaman ibu suri ....


Di aula istana ....


Tampaklah ibu suri dan kaisar yang tengah berbincang dengan seriusnya.


Tampaklah sang kaisar yang mulai kewalahan dalam menghadapi ibu suri.


"Kau sungguh bodoh!, bagaimana bisa kau mempercayakan urusan harem kepada selir kehormatan Yun?"Tanya ibu suri menekan nada bicaranya.


Kaisar terdiam sejenak, ia pikir apa salah?


Bukankah saat permaisuri memutuskan mengurung dirinya selir kehormatan Yun juga yang mengambil alih urusan harem selama bertahun-tahun lamanya karna permaisuri tak pernah menampakkan dirinya.


"Bukankah ...."Kata kata kaisar tergantung, ibu suri langsung saja menyelanya seolah tak ingin kalah dengan putranya itu.


"Kau terlalu memanjakannya, kau selalu membelanya dan apa kau lupa ...."Kata ibu suri menggantung.


Ibu suri menghela napas sekilas lalu ia tatap nya lukisan permaisuri di sudut ruangan.


"Kau meragukannya, kau menyudutkannya dan kau membuatnya hingga seperti ini"


"Tidakkah kau berpikir bahwa kau terlalu berpihak kepada selir kehormatan Yun?"Kata ibu suri memojokkan sang kaisar.


Ibu suri berjalan menuju lukisan permaisuri, ia belainya lukisan tersebut ....


"Ia begitu cantik saat tersenyum, namun .... siapa sangka bahwa orang yang paling ia cintailah yang merenggut senyumnya"Lirih ibu suri.


Kaisar hanya bisa diam, memang benar sejak kaisar menjatuhkan hukuman kurung kepada permaisuri sikapnya berubah drastis.


Bahkan saat kaisar mengumumkan pembebasannya permaisuri tak kunjung menyelesaikan nya ia seolah terus ingin berada dalam istana yang dingin itu.


Bahkan saat ia kembali ke istananya, istana phoenix ia hampir tak pernah keluar dari sekat sekat kamarnya yang begitu gelap dan dingin.


Seolah menyiksa diri sendiri, ia begitu takut dengan yang namanya kegelapan malah menjadikan nya sebagai temannya di


masa tergelapnya.


Hanya karna ingin lepas, hanya karna tak ingin bergantung.


Karna ia tahu pasti sebesar apapun rasa cinta, jika tanpa adanya rasa kepercayaan antara satu sama lain .... hubungan seperti itu hanya menunggu masa untuk hancur.


Di sisi lain di istana bulan kediaman selir kehormatan Yun ....


Tampaklah selir kehormatan Yun tengah duduk dengan wajah pucatnya, menikmati teh hangat bersama selir tinggi Ning.


Selir kehormatan Yun menghela napas panjang ....


Ia berkata"Sudah hampir sebulan ....


Yang Mulia tak mengunjungiku sejak aku sakit .... uhuk .... uhuk"Katanya sampai terbatuk.


Selir tinggi Ning hanya diam, memang benar sejak kejadian yang menimpa selir umum Fei .... begitu banyak juga kejadian yang kurang mengenakkan yang menimpa permaisuri.


Kaisar akhir akhir ini juga hanya mengunjungi permaisuri dan tak mengunjungi siapapun lagi di harem ini.

__ADS_1


"Sampai kapan ia terus begitu?"Tanya selir kehormatan Yun menghela napasnya.


Selir tinggi Ning menepuk pelan bahu


selir Yun.


Seolah mengisyaratkan bahwa mereka ada di pihak yang sama.


"Anda harus ingat yang tertawa di awal .... belum tentu ia akan terus tertawa


sampai akhir"


"Dan yang tertawa di akhir adalah pemenang yang sebenarnya!"Lanjut selir tinggi Ning dengan senyum sinisnya.


Malam harinya di istana phoenix ....


Tampaklah sang kaisar tengah berjalan menuju kamar tidur permaisuri.


Sesampainya ia di depan kamar tidur permaisuri, tampaklah Hong Lian yang tengah berjaga di depan pintu.


Ia membungkukkan badannya menyambut kedatangan sang kaisar.


"Apa yang permaisuri lakukan di dalam?"Tanya kaisar dengan tampang dinginnya.


Hong Lian sekilas membungkuk lalu dengan nada lirih ia menjawab"Beliau tengah tidur Yang Mulia .... Hamba sudah memberi beliau obat agar tidur nyenyak"Jawab Hong Lian dengan nada lirih.


Kaisar diam sejenak lalu ia masuk ke dalam kamar permaisuri dan mendapati permaisuri memang tertidur pulas.


Ia mematung melihat permaisuri tertidur ....


permaisuri begitu cantik bahkan saat tidur sekalipun.


Lalu ia duduk menyisihkan sehelai rambut yang menutupi wajah permaisuri.


Kaisar mengerang pelan lalu mencium lembut kening permaisurinya itu.


Ia tatapnya wajah permaisuri sangat lama hingga tak sadar, karena letih dan matanya yang mulai memberat kaisar pun mulai terlelap ....


Di tengah malam ....


Hawa di istana phoenix semakin dingin, membuat permaisuri menggigil.


Ia bangun dari posisinya sembari meregangkan badannya, dan mendapati sang kaisar yang tertidur sambil duduk tersungkur di bibir ranjangnya.


Tak mengatakan apapun permaisuri mengusap lembut rambut kaisar hingga ....


"Emmh"


Kaisar menatap permaisuri sekilas ia tatapnya permaisuri dalam kurung waktu yang lama.


"Kenapa kau tidur di bawah?"Tanya permaisuri membuat kaisar tersadar.


Kaisar sontak saja mendehem lalu bangun dari posisinya dan duduk di ranjang.


"Aku ketiduran"Jawab sang kaisar singkat.


Permaisuri hanya mengangguk menanggapi penjelasan sang kaisar.


"Sejak kapan kau ada di sini?"Tanya permaisuri sekali lagi.

__ADS_1


Kaisar hanya diam tak menanggapi lagi pertanyaan yang permaisuri lontarkan kepadanya.


Permaisuri mengerang pelan lalu ia sandarkan kepalanya di bahu sang kaisar, membuat sang kaisar mematung karna itu.


"Apa yang kau pikirkan?"Tanya permaisuri menarik kepalanya dari bahu kaisar.


Kaisar menatap sekilas permaisurinya lalu menghela napas pelan, ia menatap mata permaisuri dalam dalam lalu berkata ....


"Apa kau kedinginan?"Tanya kaisar ragu ragu.


Permaisuri menghela napas panjangnya menahan tawanya lalu menjawab"Kau selalu bertanya apa kau kedinginan, apa kau kedinginan?"Kata permaisuri menirukan gaya bicara kaisar.


"Pufft"Permaisuri menahan tawanya.


Permaisuri menutup mulutnya dengan tangannya, menahan tawanya.


Kaisar hanya diam lalu mendekatkan wajahnya ke arah permaisuri membuat permaisuri terkejut.


"A .... apa yang kau lakukan?"Tanya permaisuri dengan gugup.


Kaisar memberikan senyum nakalnya.


Itu membuat permaisuri makin merinding.


Sedangkan kaisar terus saja menggodanya, membuat permaisuri jeli.


Permaisuri membuang mukanya, lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya seolah berusaha mengabaikan sang kaisar.


"Aku mau tidur!"Kata permaisuri menutupi tubuhnya dengan selimutnya.


Tingkah permaisuri membuat sang kaisar terkekeh-kekeh karena nya.


Permaisuri membuka selimutnya menunjukkan wajahnya seraya berkata"Apa kau akan begadang?"Tanya permaisuri dengan tampang polosnya.


Kaisar tersenyum hangat lalu membaringkan tubuhnya di samping permaisuri, membenarkan selimut lalu tidur saling berhadapan dengan permaisurinya.


Ia mengusap usap pipi permaisurinya dan terua memandanginya membuat permaisuri merasa tidak nyaman.


"Emmh, jangan memandangiku seperti itu!"Kata permaisuri menepis pelan tangan kaisar.


"Kau permaisuriku, kenapa aku tidak bileh memandangmu?"Tanya kaisar dengan nada meledek.


"Lagipula aku adalah kaisar, kaisar yang berkuasa, siapa yang berani memerintahku"Lanjut sang kaisar membanggakan diri.


Permaisuri memasang tampang jutek nya lalu menjawab dengan santai nya.


"Benarkah?"Tanya permaisuri seolah meragukan.


"Apa kau tidak percaya?"Tanya kaisar sekali lagi.


Permaisuri menggelengkan kepalanya dengan wajah datarnya.


"tidak!"


"Walau kau kaisar sekalipun, kau tetap memiliki seorang ibu yang begitu kau takuti!"Lanjut permaisuri menunjuk nunjuk dada kaisar dengan telunjuknya.


Kaisar hanya diam, ia seolah bungkam seribu bahasa karna tak bisa membalas ocehan permaisurinya.


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2