
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 47
Benar saja, sepulangnya para selir dari istana phoenix.Mereka masih tak percaya dengan apa yang telah mereka lihat tadi.Yang benar saja ia mempermainkan seorang Selir berkedudukan tinggi yang tak lain kepala dari semua selir sekaligus lawan terberatnya.Mereka terus tertawa sepanjang jalan pulang, raut wajah Selir Kehormatan Yun yang masih tergiang di pikiran mereka membuat tawanya terdengar sangat keras.Hingga mereka lupa, dirinya seorang selir, dan seorang selir harus menjaga etikanya di manapun mereka berada.
Namun ... lelucon yang permaisuri buat, seolah membangunkan jiwa humoris mereka.Sudah lama sejak mereka datang ke istana, namun ... mereka selalu di tindas dengan selir lain yang kedudukannya jauh lebih tinggi.Dengan kejadian tadi, ia sekaligus memperingatkan kepada semua orang bahwa, di atas langit masih ada langit!, Selir kehormatan Yun terlalu berbangga diri, ia berulang kali melewati batas kekuasaan permaisuri, tak sadar jika dirinya hanyalah seorang selir.
Ia pikir permaisuri akan tetap diam karna sang kaisar sendiri hanya mendiamkannya saat mengetahui apapun yang telah ia perbuat.
"Entah kenapa sekarang aku berpikir untuk berada di pihak beliau (permaisuri)!" ucap seorang selir.
"Aku masih ingat wajah beliau (permaisuri) yang seolah tak merasa bersalah, sepertinya jika seluruh dunia tahu, beliau akan memiliki begitu banyak penggemar!" tukas yang lain.
"Atau mungkin aku benar-benar telah menjadi penggemar fanatik beliau,"
"Kau masih ingat wajahnya yang masam itu?, ya aku sangat menyukainya!"
Mereka bicara panjang lebar sepanjang jalan pulang, mereka seperti telah mendapat asupan pagi walau belum sempat sarapan.Setiap hari setelah bangun tidur dan membersihkan diri mereka langsung menuju kediaman ibu suri dan istana phoenix kediaman sang ibu negara, memang benar ... bertahan hidup di istana memang begitu sulit, yang lemah dan tak memiliki kedudukan yang tinggi akan tertindas.
"Pufffttt!"
Permaisuri menahan tawanya, menutup rapat mulutnya dengan telapak tangannya.Ia merasa ini begitu menggelitik perut ratanya itu.Ia berpikir bagaimana perasaannya setelah ia permalukan?
Ia mulai berpikir, otaknya mulai bekerja kembali.Mungkin sekarang ini, ia memukuli pelayannya atau membanting dan mengobrak-abrik seisi kamarnya.Ya ... apa yang bisa ia perbuat?
__ADS_1
Jika ia menunjukkan sifat aslinya mungkin posisi kepala selir kekaisaran akan ternodai!
"Sepertinya Anda begitu senang dengan pertunjukan yang telah Anda buat sendiri!" Nu Shen menyajikan kue kacang dengan senyuman yang tersungging bersamaan dengan sajian kue kacang itu.
Ia ambilnya sepotong kue kacang, ia hadapkan kue itu tepat di depan wajahnya.Permaisuri dengan senyum nakalnya mengedipkan salah satu matanya tanda ia merasa begitu puas untuk sekarang ini.
"Sekarang mungkin lelucon yang Anda buat menjadi bahan pembicaraan hangat di Harem" timpal Hong Lian dari balik pintu.
Permaisuri mengangguk cepat mengiyakan perkataan Hong Lian.Tampang penuh percaya diri tertaut lengket di wajahnya sekarang ini.Raut wajah penuh kemenangan menghiasi bibir nya yang mulai tertarik senyumnya.
"Inilah keinginanmu ... Qin Tian Lan!"
Di sisi lain di istana bulan ...
Terdengar suara ricuh yang menggemparkan para dayang yang berlalu lalang di sekitarnya.Sesuai dengan perkiraan permaisuri, ia akan memukuli pelayannya dan mengobrak-abrik seisi kamar tidurnya.Ia begitu geram"Beraninya dia mempermainkanku!" ia meremas telapak tangannya erat-erat, lalu kembali menghempaskan barang-barang yang berada di sekitarnya.
"Kupastikan kau akan menerima rasa malu berkali-kali lipat dari yang aku rasakan sekarang!"
Selir kehormatan Yun tatapan matanya yang sudah memerah karena amarahnya yang menggebu menatap tajam ke luar.Ia sekilas tersenyum sinis hingga pandangannya mulai mengabur dan ...
BRUKKK...
"Yang Mulia!!"
Samar-samar ia mendapati tubuhnya tengah terbopong, ia bisa merasakan kenyamanan di atas kasurnya.Perlahan pandangannya menghitam dan memudar.
__ADS_1
Tak lama kemudian ...
"Apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya sang kaisar menaikkan nada bicaranya.
Dengan tubuh yang gemetaran pelayan pribadi Selir Kehormatan Yun tersebut menundukkan kepalanya dan menjawab"Beliau habis berdebat dengan permaisuri, tadi saat memberikan salamnya kepada permaisuri, permaisuri membuat nona malu di depan umum" jelas pelayan itu.
Kaisar mengerenyit, ia tak langsung percaya dengan perkataan pelayan itu.Dengan ekspresi dingin yang tertaut lengket di wajahnya, kaisar menatap tajam ke arah pelayan itu.Tatapan yang begitu menusuk, sekali lagi sang kaisar bertanya untuk sekian kalinya"Jawab dengan benar!" geramnya kaisar membuat nada bicaranya memberat.
Pelayan itu makin bergetar hebat, ia tak berani memandang sang kaisar yang tengah ada di hadapannya.Ia duduk tersungkur dan menunjukkan tampang wajahnya yang benar-benar menunjukkan dirinya yang telah mengatakan apa adanya.
"Yang Hamba katakan benar adanya!, Anda bisa bertanya kepada Ye Yin!" lanjut pelayan itu yang membuat kaisar semakin yakin karna tak terdapat celah apapun.
Kaisar kini melayangkan pandangannya ke arah Ye Yin.Ye Yin sekilas membungkuk dan membenarkan perkataan pelayan tersebut.Namun ia tak berhenti sampai disitu, Ye Yin memang membenarkan perkataan pelayan itu, namun ... ia masih menambahkan bahwasanya permaisuri hanya sekedar membuat guyonan yang ringan dan menurutnya itu tak sampai mempermalukan martabat dari Selir Kehormatan Yun sendiri.
"Memang benar Yang Mulia!, namun ... Hamba harus menambahkan bahwa itu hanyalah guyonan biasa yang menurut pendapat Hamba sendiri tak akan sampai melukai martabat Selir Kehormatan Yun sendiri" jelasnya.
Kaisar terdiam, ia memijat pelipisnya.Entah kenapa ia kesal dengan sikap permaisuri yang menurutnya terlalu sembrono itu?
Dalam wajahnya yang tanpa ekspresi ini, ia melayangkan pandangannya ke arah selirnya itu.Ia pernah berjanji kepada wanita itu, bahwasanya setelah kematian putranya ia tak akan mengalami kesulitan apapun dan ia sendiri sang kaisar yang telah menjaminnya.
Namun di sisi lain pula, istri sekaligus cintanya.Apa yang harus ia perbuat?
Terbesit di lubuk hatinya, ia akan membiarkan masalah ini, ia pikir keadaan akan berangsur membaik saat gosib baru bermunculan.Namun sebagai seorang kaisar apa ia harus tetap bersikap adil dan menyampingkan perasaannya yang terasa berat jika kembali menyinggung Tian Lan.Ia terus menimbang-nimbang pikirannya, apa hubungannya dengan Tian Lan akan kembali meregang?
BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...~❄️我爱你❄️~...