
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 29
Di istana phoenix kediaman permaisuri ....
Malam hari di taman bunga permaisuri ....
Tampaklah seorang wanita berjubah putih tengah duduk di antara gelapnya malam.
Ia hanya diam memandang ribuan bintang yang bercahaya di langit.
Begitu jauh ia memandang membuatnya terlelap.
Dari belakang terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah tempat dimana permaisuri duduk, langkah kaki itu terdengar semakin dekat membuat lamunan sang permaisuri terbuyar.
Dan ....
1,2,3
"Berhentilah!"Kata permaisuri menekan nada bicaranya.
ia lantas berbalik dan berkata"Yang Mulia ...."Lanjutnya menyeringai.
Kaisar yang berniat mengejutkan permaisuri malah ia sendiri di buat terkejut.
Bagaimana permaisuri begitu peka?
Permaisuri mengisyaratkan kaisar untuk duduk bersebelahan dengannya.Ia menepuk nepuk tempat kosong di sebelah kanannya.
Kaisar langsung mengiyakan saja tanpa berkata apapun lagi dan duduk di sebelah kanannya permaisurinya.
"Apa yang kau lakukan itu sini sendirian?"Tanya kaisar mengerutkan keningnya.
Permaisuri tersenyum paksa lalu ia tatapnya bintang bintang yang berkilauan di langit dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.
"Hanya menatap bintang bintang"Jawab permaisuri lirih.
Permaisuri tersenyum sekilas menatap ribuan bintang bersama orang yang berarti baginya.Selepas sekian lamanya entah kenapa ia baru merasakannya.Rasa yang begitu aneh namun menyenangkan.
Permaisuri melihat sang kaisar di antara ribuan bintang itu, membuat lamunannya terbuyar.
Ia menatap ke arah sang kaisar lalu ia sandarkan kepalanya di bahu kaisar yang kokoh.Melepas rasa letihnya ....
"Apa kau lelah?"Tanya sang kaisar mengelus elus rambut panjang permaisurinya.
Permaisurinya mengarahkan pandangannya ke arah sang kaisar lalu tersenyum sekilas dan mencium pipinya.
"Iya aku lelah ...."Jawab permaisuri menggantung.
__ADS_1
Permaisuri terdiam sejenak ia tatap nya sang kaisar dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Bukannya kau sedang bersama selir umum Fei tadi, kenapa ...."Kata kata permaisuri di sela langsung oleh sang kaisar seolah tak ingin berhutang penjelasan.
"Dia merusak suasana hatiku!"Sela sang kaisar menekan nada bicaranya.
Permaisuri terdiam ia pikir jika saja sang kaisar bisa mengendalikan perasaannya ....
jika saja ia adil terhadap para selir nya, jika saja ia tau bahwa dirinya yang mendapatkan masalah karna nya.
Permaisuri menghela napas panjang, lalu ia bangun dari posisinya dan berkata"Walau kedengarannya ini mengadilimu .... aku akan mengarahkan nya"
"Kau adalah seorang kaisar, kau harus berlaku adil entah itu kepadaku, rakyatmu, para selirmu bahkan juga anak anakmu, tak ada pengecualian"Kata permaisuri menatap dalam dalam mata sang kaisar.
Kaisar terdiam, ia balasnya tatapan permaisuri, ia dapat melihat tatapan penuh harapan yang permaisuri pancarkan kepada sang kaisar, iya dia memang berharap banyak kepadanya.
"Aku berharap banyak kepadamu .... phoenix, jadi ...., kuharap kau tidak pernah mengecewakanku untuk sekian kalinya"Kata permaisuri menjelaskan, ia menepuk pelan lengan sang kaisar lalu menyandarkan kepalanya lagi.
Permaisuri terdiam begitu lama membuat suasana di antara mereka menjadi begitu canggung.
Hingga permaisuri tertidur .... sang kaisar hanya diam tak membalas penjelasan yang permaisuri berikan.
Tampaklah wajah kaisar yang begitu masam, ia lantas menatap ke arah permaisurinya .... ia mulai sadar memang, tak satu dua kali ia telah mengecewakannya.
Beberapa saat kemudian di kamar tidur sang permaisuri ...
Kaisar merebahkan tubuh permaisuri dengan hati hati di kasur, tak lama lalu ia merebahkan tubuhnya pula.
Permaisuri yang merasakah hawa dingin mulai merasuk hingga ke tulang nya terbangun, ia berjalan menjauh dari sang kaisar berusaha menahan rasa sakit yang hampir tak tertahan itu.
Ingin sekali ia berteriak, ingin sekali ia merintih namun .... ia tak bisa.
Bagaimana perasaan sang kaisar jika ia tahu seberapa menderitanya dirinya saat itu.
Ia hanya bisa berteriak dalam hati.
Tak ingin ia menorehkan luka bagi sang kaisar.
Entah sejak kapan ia benar benar mencintainya.
Sakit ...., pada akhirnya tetap sama saja hanya rasa sakit yang ia rasakan.
Tak peduli seberapa besar kecintaannya terhadap sang kaisar, tak peduli seberapa keras ia berusaha ....
Itu tak mungkin merubah jika yang ia cintai hanyalah permaisuri yang sesungguhnya.
Ia hanyalah pengganti, ia terlalu lancang jika benar benar mencintainya.
Sadar .... entah seberapa banyak penderitaan yang harus di tanggung permaisuri Lan hanya untuk terus mencintainya.
__ADS_1
Entah kenapa ia menoreh luka yang sama di bekas luka yang kaisar buat.
Ia terus saja mencintainya walau ia tahu itu tak akan bertahan lebih lama lagi, setidaknya ia menepati janjinya akan mencintai sang kaisar sampai akhir darinya.
Karna baginya .... tak peduli seberapa banyak hal buruk yang ia lalui itu membuatnya jauh lebih baik dan dewasa.
Tapi ia terlalu jauh dari kata dewasa, sikapnya yang cenderung dingin dan bengis hanyalah topeng yang menutupi kesedihan yang melanda.Topeng yang ia gunakan untuk menutupi tangisan, luka bahkan derita yang tak terhitung jumlahnya.
Permaisuri menahan isakannya membuat napasnya terengah-engah.
Kaisar yang terbangun karna itu mencari sumber suara yang telah membangunkan dirinya dari tidurnya.
Ia berjalan ke arah sekat sekat yang ada di pojok kamar permaisuri, ia bisa merasakan hawa dingin yang begitu mencekam membuatnya menggigil hanya dengan jarak beberapa langkah.
Kaisar membuka sekat tersebut mendapati permaisurinya duduk tersungkur meremas gaun tidur yang melilit tubuhnya menahan isakan rasa sakitnya.
Mata kaisar terbelalak, ia lantas langsung saja memeluk permaisurinya dan menenangkannya.
"Ada apa denganmu?"Tanya kaisar panik.
Permaisuri mendorong pelan sang kaisar seolah mengisyaratkan ia untuk menjauh darinya untuk saat ini.
"Maaf .... aku mengganggu istirahatmu!"Kata permaisuri dengan napas terengah-engah.
Kaisar menatap permaisurinya dengan tampang wajah yang kecut, ia tak habis pikir ... kalau ia begitu kesakitan kenapa tak berserah saja kepadanya?
Kaisar lantas langsung menggendong permaisuri dan ia baringkan tubuhnya yang jakung di ranjang.
Permaisuri yang masih kesakitan meremas pelapis ranjang untuk melampiaskan rasa sakitnya itu.
Kaisar tanpa berpikir panjang langsung dengan sergapnya hendak keluar kamar memerintahkan orang untuk memanggil tabib namun ....
"Phoenix!"Lirih permaisuri.
Kaisar menghentikan langkahnya lalu ia tatapnya permaisurinya dengan tatapan sendu.Tanpa berpikir panjang kaisar menghampiri permaisurinya yang tengah terbaring di ranjangnya.
"Tetaplah bersamaku ...."Pinta sang permaisuri dengan tatapan memohon.
Kaisar membisu ia lantas merebahkan tubuhnya di ranjang lalu mendekap permaisuri erat erat.
"Emmh .... aku kesulitan untuk bernapas"Lirih permaisuri menepuk nepuk dada lapang sang kaisar.
Kaisar melonggarkan pelukannya dan ia tatap nya permaisurinya dalam dalam lalu ....
"Untuk kali ini .... biarkan aku menghangatkan tubuh mu!"Pinta sang kaisar menindih tubuh permaisuri.
Permaisuri mengerang pelan lalu menatap ke arah sang kaisar dan menjawab"A .... aku belum siap!"Jawabnya dengan gugup.
Permaisuri mendorong pelan sang kaisar.
__ADS_1
Kaisar duduk menyandarkan tubuhnya pada sekat ranjang, permaisuri mendudukkan tubuhnya di pangkuan sang kaisar mencoba untuk membuat sang kaisar mengurungkan niatnya.
BERSAMBUNG ....