
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 37
Sang mentari mulai menampakkan diri, sinarnya menyusup, menyelinap hingga dari balik kelambu ranjangnya.Kaisar mengerenyitkan dahinya.Ia mulai gusar dengan seberkas sinar yang menyilaukan matanya.Ia mencari-cari sosok istrinya yang sudah tidak berada di sisinya.Bangunlah ia dari posisinya, menyisihkan dirinya di bibir ranjang sembari menggerutu"Dimana dia sepagi ini?" ia terus bertanya-tanya hingga tak sadar dirinya tengah termenung cukup lama.
Dari balik sekat ruang ganti, seorang wanita dengan punggung mulus nan putih tengah membenahi ikat pinggangnya, ia belum lagi memakai jubahnya, membuat punggungnya yang indah itu tersuguhkan di hadapannya mentari pagi yang baru saja naik. Ia mendengus, memutar bola matanya seolah suasana hatinya tengah racau.
"Apa untungnya jadi permaisuri?" tanyanya, nada bicaranya terdengar gusar.
"Bahkan aku tidak bisa menyikat gigiku sendiri" gerutunya, ia teringat akan sang kaisar yang masih tertidur.
Ia kesal, entah kenapa hal sepele seperti itu kini bahkan bisa membuatnya sangat kesal.Ia juga berpikir sejak kapan ia begitu sensitif bahkan ia kerap marah hanya karena hal-hal yang begitu sepele, dulu ia selalu mendiamkan apapun itu, walau hal itu membuat orang mempertanyakan ketulusannya maupun melukai harga dirinya.
Dulunya ia hanya gadis polos, yang bahkan tak bisa membela dirinya sendiri di depan dunia.Mungkin, Kehidupannya yang kali ini membuatnya berubah, ia mulai terbiasa bersaing dengan semua orang di istana ini, bahkan Harem kaisar sekalipun.Harem adalah tempat tergelap yang pernah ia datangi, permaisuri Lan yang dulu bahkan menyebut ini dalam salah satu puisi karangannya.Tekat telah mendarah daging di hatinya.Ia memutuskan untuk membalaskan dendam permaisuri Lan yang sampai saat ini belum terbalaskan.Ia mendesah, kenapa tidak dari dulu ia terpikirkan akan hal ini.Sehingga untuk sesaat mengalihkan perasaannya yang terus saja ingin kembali.Ya, balas dendam.
Di sisi yang lain di balik sekat dimana permaisuri membenahi pakaiannya, kaisar dengan sengaja menguping, ia tertawa kecil mendengar permaisurinya yang tengah menggerutu tak jelas.
"Haissshh" permaisuri menghela napas panjangnya, ia bersandar di dekat jendela menatap pemandangan yang begitu indah di lihat dari tempatnya berdiri saat ini.Matanya tertuju kepada kuil Dewi bunga, sangat lama ia terdiam membuat suasana menjadi hening kala itu.Pandangannya melekat erat di makam sang Dewi.Sedangkan di belakangnya sepasang tangan meraih pinggang mungilnya, ia rangkul pinggang itu dengan sekali cengkraman.
Hawa panas mulai menerpa telinga permaisuri, ia tolehkan kepalanya ke arah angin panas yang membuat telinganya memerah itu dan mendapati sang kaisar yang ada di belakangnya.Permaisuri terdiam sejenak sesaat setelah sang kaisar merebahkan kepalanya di bahu permaisuri.
__ADS_1
"Sudah bangun?" permaisuri menggeser kepala kaisar agar lebih menekan pada bahunya.Kaisar sekilas tersenyum ke arah permaisurinya.Lalu menarik kembali kepalanya dari sandaran bahu sang permaisuri.Ia menciumi bau harum dari lehernya membuatnya hampir tak bisa menahan diri.
"Aku mau mandi dulu" kaisar beranjak meninggalkan permaisuri di ruang ganti.
"Aku baru ingat kalau aku menyuruh ketiga pelayanku itu pergi, biarkan aku menimba air untukmu!" seru permaisuri ia sedikit mendongak menaikkan nada bicaranya.
Permaisuri bergegas mengambil timba di dalam kamar mandinya, sesaat sebelum ia keluar dari kamar mandi, tangannya dihentikan oleh sang kaisar, ia rebutnya timba bawaan permaisuri.
"Ada apa?" tanyanya menelengkan kepalanya.
Kaisar mendengus, mana mungkin ia membiarkan permaisuri menimba air untuk dia mandi.Tangannya saja begitu kurus, bagaimana mungkin ia membiarkan wanita itu melakukannya.Kaisar tanpa berkata sepatah katapun keluar dengan ia menggenggam kait timba tersebut erat-erat.
"Memangnya ada yang salah, kenapa sikapnya seperti itu?" permaisuri mengerenyitkan dahinya berbicara dengan membukakan mulutnya lebar-lebar.
Permaisuri tetap diam tak bergeming, tak menghiraukan sang kaisar yang berlalu lalang menimba air dan memasukkannya ke dalam bak mandinya.Permaisuri begitu terlelap, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini, kaisar yang melihatnya terdiam cukup lama bahkan tak berkedip sekalipun memutuskan mengeceknya, ia mulai merangkak menaiki tubuh permaisuri, setelah wajah mereka saling berhadapan ....
CUP
Kaisar mencium kening istrinya itu membuat wanita itu tersadar.Kaisar memandang mata permaisuri dalam-dalam, tatapan yang begitu lekat, tanpa rasa ragu permaisuri membalas tatapan mata sang kaisar.
"Aku heran, ia seorang pria tapi .... bulu matanya panjang dan lentik, huh ... kenapa aku sangat iri kepadanya" terkagum kagum permaisuri ia tak sadar jika telah memuji tampang pria itu dalam hati.
__ADS_1
Permaisuri menggerutu, sedikit menggembungkan pipinya sembari menggerutu, darimana ia memiliki kebiasaan seperti itu?
Kaisar begitu gemas melihat tingkah wanita itu, ia mulai kembali menunjukkan kenakalannya.
Ia mengarahkan bibirnya itu mendekati wajah permaisuri, ia melirik ke bibir mungil permaisuri yang tampak indah ia lihat dari dekat.Ia tautkan bibirnya itu di antara belahan bibir mungil permaisuri.Mulai mengulumnya dengan lembut, sekilas permaisuri menikmatinya namun saat lidah sang kaisar menjelajahi bagian dalam mulutnya itu sungguh membuatnya tak nyaman terlebih hal itu hampir membuatnya tersedak.
Permaisuri mendorong tubuh kaisar pelan.Kaisar bangun mencondongkan tubuhnya agar wajahnya agak menjauh.Permaisuri terbatuk, ia mengelus-elus lehernya agar merasa baikan.
Wanita itu bangun dari posisinya, kaisar menyisih bangun dari ranjang.Berdiri, ia sepertinya menyadari kesalahannya.Wanita itu menatapnya dengan tatapan yang cukup sinis, ia berkata"Jangan memasukkan lidahmu sembarangan saat berciuman, kau pikir aku itu siapa, apa kau masih saja berpikir kau sedang melakukannya dengan selirmu?" permaisuri bicara dengan nada melengking, ia kesal dengan sikap kaisar yang membuatnya tak nyaman.
Kaisar berdalih, ia menghampiri tempat permaisurinya, memegang pundaknya seraya berkata"Tidak, jelas-jelas aku tahu itu kau!"
"Jadi, kalau tahu kenapa memainkan lidah sembarangan seperti itu!" bentak permaisuri, kali ini sepertinya ia begitu kesal.
Pria itu mulai mengeluarkan jurus andalannya, ia memelas bagai anak anjing di hadapan sang permaisuri, permaisuri menghela napasnya, memijat pelipisnya dan menjawab"Sudahlah cepatlah mandi, sebentar lagi waktunya sarapan"
Kaisar mengangguk cepat mengiyakan perkataan sang istri, permaisuri yang melihatnya masih di tempatnya merasa jengkel, kepalanya mengangguk cepat tapi ia tak segera menyelesaikan permintaannya itu.
"Jika kau terlambat maka aku tidak akan makan, jika aku jatuh sakit dan ibu suri bertanya apa alasannya, aku akan mengatakan'Yang Mulia membuatku menunggunya cukup lama, aku bahkan belum makan kemarin', bagaimana?" tanya permaisuri menyilangkan tangannya.
Kaisar menahan tawanya, ia beranjak dari tempatnya untuk mandi, bersamaan saat ia masuk kedalam kamar mandi ia menoleh dan menjawab"Baiklah Yang Mulia, aku tidak akan membiarkan Anda menunggu lama"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....
...~❄️我爱你❄️~...