
❄SNOW FLOWER❄
EPISODE 08
Permaisuri sekilas membalas senyum kaisar lalu mendekat dan memeluk sang kaisar.
"Badannya begitu dingin"pikir kaisar sembari melepaskan pelukan permaisuri nya dengan lembut.
"Apa kau kedinginan?"tanya kaisar menyeka pipi permaisuri.
"Eemm..,tidak"jawab permaisuri sambil berfikir sejenak.
"Ada apa?"permaisuri bertanya kembali kepada sang kaisar.
"Tidak..,badan mu begitu dingin..!"ucap kaisar berterus terang.
"Ah..,begitu ya"jawab permaisuri agak gugup.
Melihat reaksi sang permaisuri kaisar hanya menghela nafasnya sembari memegang sudut pipi permaisuri dan berkata"tidak apa jika kau tidak ingin menceritakan nya..,aku harap kau bisa menjaga dirimu sendiri"
Mendengar itu alangkah terkejut nya permaisuri.
"Ia begitu lembut!"ujar nya dalam hati.
"Dulu banyak orang yang menjauhiku hanya karna ayah ku seorang pembunuh juga karna penyakit ku"pikir permaisuri.
"Juga racun dingin yang membuat ku kesakitan sepanjang malam..penderitaan yang selama ini ku tanggung sendiri"pikir nya dalam hati.
Permaisuri menatap kaisar sekilas dan ia pun menyadari jika ia punya tempat untuk bersandar sekarang ini,untuk apa merasakan penderitaan tersebut sedirian.Tergantung dirinya sendiri mau apa tidak membagi kepiluan nya itu, semua akan baik-baik saja.
"Phoenix?"ucap nya sembari memegang tangan kaisar yang menyeka pipi nya.
Walau masih ragu..,permaisuri pun memutuskan untuk menceritakan segalanya kepada sang kaisar"aku..."ucapnya agak ragu-ragu.
"Aku tau.."sahut kaisar.
"Hah?"
"Aku...,aku tidak tau jika kau begitu menderita.."ucap kaisar berterus terang.
"Aku sungguh bodoh..sampai-sampai tak tau ini semua"ucap nya sambil menarik tangan nya dari pipi permaisuri.
"Phoenix!"ucap permaisuri dengan nada lirih.
"Bahkan aku tidak pernah mengunjungi mu beberapa tahun terakhir"lanjut sang kaisar.
"...."
Melihat suasana yang canggung di antara mereka berdua,akhirnya permaisuri berinisiatif untuk menawarkan secangkir teh kepada kaisar.Tanpa bertanya ia langsung menuangkan teh untuk kaisar.
Suara teh yang tertuang itu memecah keheningan saat itu.
"Teh"ucap permaisuri menyodorkan secangkir teh kepada kaisar.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kaisar mengambil cangkir tersebut dan lekas meminum teh nya.
"Aku baru sadar sebenarnya ia begitu tampan"pikir permaisuri dalam hati.
"Ada apa?"tanya sang kaisar.
__ADS_1
"Tidak!"ucap permaisuri mengalihkan pandangannya.
Melihat tingkah permaisuri kaisar hanya tersenyum dan menggeleng-ngeleng kepala nya,dan lantas meminum teh nya lagi.
Namun...
TIBA-TIBA
"Uugghhhh"permaisuri memegang kepala nya merintih kesakitan.
"Ada apa?"tanya kaisar lekas mendekati permaisuri.
Dalam pikiran permaisuri muncul gambaran-gambaran tentang masa lalu yang ia dan kaisar jalani bersama.Dan rasa sakit itu berangsur hilang bersamaan dengan hilangnya gambaran tersebut.
"Kau tidak apa?"tanya sang kaisar memegang punggung tangan permaisuri.
"Tidak...aku tidak apa-apa"jawab nya sembari menyeka pipi sang kaisar.
Kaisar sekilas tersenyum.Walau dalam hati ia masih menyesal atas semua yang telah terjadi.
"Lan'er masih butuh waktu untuk mempercayai ku lagi..walaupun begitu..aku rasa kepercayaan nya padaku tak akan seperti dulu"pikir sang kaisar dalam hati.
"Kenapa tiba-tiba aku merasa jantung ku berdetak sangat lambat"pikir permaisuri sambil memegang dada nya.
"Ada apa?"
"Ada apa?"tanya kaisar sekali lagi.
Sembari memindahkan tangannya permaisuri menjawab"Tidak apa-apa"
"Ku dengar yang mul.....maksudku anda.."
"Phoenix..aku heran kenapa aku menamai mu dengan sebutan itu!"ucap permaisuri.
Permaisuri menatap mata kaisar seraya berkata"Apa karna warna matamu yang menyerupai warna bulu burung phoenix?"
"Mungkin...tapi apa kau tau asal mula berdiri nya dinasti ini?"ucap kaisar yang malah bertanya kembali kepada permaisuri.
"Emmm?"
"Ada yang bilang kekaisaran ini di dirikan oleh dewa api yang memiliki perwujudan burung phoenix..,oleh sebab itu kami para keluarga kekaisaran di sebut keturunan dewa langit"ucap kaisar menjelaskan.
"Ia turun ke bumi dan mendirikan kekaisaran ini!.."
"Itu sebabnya hanya keluarga kekaisaran yang punya kekuatan layaknya kekuatan keturunan dewa pada umumnya"
"Termasuk kau?"tanya permaisuri.
"Iya.."jawab kaisar singkat.
"Tapi ada peraturan yang mengharuskan bahwa kami keluarga kekaisaran tidak boleh menunjukkan kekuatan mereka.."
"Termasuk aku"lanjut sang kaisar.
"Darah burung phoenix sudah beregenerasi selama ratusan tahun..,ada yang bilang bahwa darah ini sudah memudar"ucap sang kaisar sembari mengelus kepala permaisuri.
Permaisuri menghentikan tangan kaisar yang mengelus kepalanya,menarik lalu menggenggam tangan kaisar dan memeras tangan kaisar yang hangat dengan lembut.
"Tangannya begitu dingin"pikir kaisar.
"Apa kau kedinginan?"tanya kaisar.
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya hal yang sama berulang-ulang?"tanya permaisuri mencubit lengan kaisar.
"Lagian sekarang bukan musim dingin kenapa kau selalu bertanya apa kau kedinginan?"ucap sang permaisuri melucu.
"Aku tidak sedang bergurau!"jawab sang kaisar dengan tampang serius kepada permaisuri yang menganggap pertanyaan nya itu hanya sebuah lelucon.
Permaisuri mengalihkan pandangannya dari kaisar sedangkan kaisar malah mendekatkan bibir nya ke telinga permaisuri dan berkata"Ini tidaklah lucu..jawab dengan benar apa kau kedinginan?"
"Apa kau mencoba mengalihkan pertanyaan ku ini dengan menganggap nya sebagai lelucon?"
"Tidak"jawab permaisuri menundukkan kepalanya.
"Akuuuu"ucap permaisuri sambil mengarah kan kepalanya ke arah kaisar namun...
Kata-kata permaisuri terhenti saat bibir mereka saling bersentuhan.Melihat itu kedua mata permaisuri yang indah terbelalak.Sedangkan kaisar masih tetap tenang dengan itu.
Melihat permaisuri kaisar langsung menjauh kan wajahnya dari wajah permaisuri.
"Maaf"
"......"mendengar permintaan maaf dari kaisar permaisuri sekilas tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun.
"Aku sekarang bukanlah Amyra melainkan Qing tian lan permaisuri dinasti ini...jika aku memutuskan untuk menjadi dirinya dan memenuhi semua keinginan nya"
"Jika aku bisa memperbaiki hubungan ini kenapa tidak ku lakukan?"tanya permaisuri dalam hati.
"Mungkin dengan ini aku bisa hidup dengan baik di kehidupan ku yang sekarang ini ku jalani"pikir permaisuri.
Permaisuri menatap kaisar kembali dan sekilas tersenyum pada nya..
"Phoenix!"ucap permaisuri dengan nada lirih.
"Racun dingin ini membuat ku begitu menderita di kehidupan ku terakhir kali"pikir permaisuri.
"Aku kedinginan!"ucap permaisuri mendekatkan dirinya ke arah kaisar dan memeluk nya saat itu juga.
Kaisar hanya menghela nafasnya dan memeluk erat permaisuri nya itu.
"Hangat"pikir permaisuri sembari mengusap-usapkan kepalanya di dada sang kaisar.
Kaisar membelai rambut panjang permaisuri dengan lembut dan entah sejak kapan ia tersenyum melihat kelakuan permaisuri nya itu.
"Hangat?"tanya kaisar menatap mata permaisurinya.
"I..iya"jawab permaisuri sedikit mendongak kan wajahnya.
"Dia tersenyum?"tanya permaisuri dalam hati.
Permaisuri sekilas tersenyum lalu mengarahkan bibir mungilnya ke arah kaisar dan menakutkan bibirnya tadi di antara bibir kaisar.
"Bibirnya hangat"pikir sang permaisuri dengan mata terpejam.
"Bibirnya begitu dingin"pikir kaisar yang mulai ******* lembut bibir permaisurinya.
**MAKASIH BUAT YANG MAU MAMPIR
YANG INGIN FEEDBACK SILAHKAN TINGGALKAN KOMEN SAYA AKAN MENGUNJUNGI KARYA KALIAN
I LOVE U ALL❤**
__ADS_1