SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
BUNGA ES


__ADS_3

❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 55


Dengan kecepatan tinggi Tian Lan terbang melintasi cermin air, tabir pelindung alam bunga.Tatapan mata semua orang tertuju ke arah langit yang membentang luas.Kini dengan langkah kaki cepat, mereka tergopoh-gopoh menuju ke sumber dentuman keras tersebut.


Alangkah terkejutnya mereka mendapati cermin air yang berlubang.Kini mereka begitu paniknya, apa yang terjadi?


Siapa yang berani merusak tabir pelindung yang di buat oleh Dewi Bunga?


Tian Lan agaknya menggabungkan 2 elemen sekaligus untuk membobol cermin air, ia mengubah wujudnya menjadi air dan membekukan tubuhnya menjadi bongkahan lancip es yang memecahkan tabir pelindung.Tabir inilah yang telah melapisi alam bunga sejak ribuan tahun lamanya.


Wujud tetapnya adalah bunga es, ia dengan mudahnya membekukan dan menyalurkan hawa dingin dari tubuhnya.Karna memiliki seluruh elemen ia bisa berubah wujud menjadi air, angin dan lainnya seperti apa yang ia kehendaki.


Seluruh alam bunga saat ini tengah gempar, bagaimana bisa?


"Tabir inilah yang membuat kita terputus dari ke enam alam!"


"Siapa yang berani membobolnya?" tukas yang lain.


Dewi Bunga yang baru saja sampai di buat terkejut tidak main.Matanya terbelalak melihat ke atas, cermin air pecah!!


Dengan nada bicaranya yang terbata-bata, ia jatuh terduduk di atas tanah.Tangannya kini menggenggam erat tanah yang terkumpul saat tangannya mencengkram tanah."Ti .... ti, tidak mungkin!!!"


Ia terus bicara melantur, sedangkan yang lain panik melihat kondisi pemimpinnya.Ia memungkiri kejadian yang ada tepat di depan matanya itu.Ia tak pernah menyangka bahwa putrinya itu telah melewati kekuatannya, bahkan membobol cermin air yang berusaha keras ia buat.


Ia melihat bongkahan es yang ada di hadapannya, tangan putihnya kini mencoba meraihnya dan meletakkannya ke dalam dekapannya.Wanita itu agaknya sudah tahu, siapa yang membobol cermin air, menurut ramalan ... putrinya akan mempunyai kekuatan yang melebihi dirinya suatu saat.Tak di sangka-sangka bahwa hari itu sudah tepat di depan mata.


Hari dimana Dewi Bunga menanti dengan senyuman yang terukir di bibirnya.Ia tahu jika putrinya itu memiliki takdir burung biru, hal itulah yang membuatnya bersusah payah untuk merubah sikap Tian Lan yang kekanakan dan sombong itu.Ia beranggapan bahwa jangan sampai putrinya itu memiliki kebencian, kesombongan walau itu tak sampai dari ujung rambutnya.


Tian Lan terbang di antara semilirnya angin.Ia kembali ke wujud semulanya, senyum lebar nan seringainya yang beriringan menambah kesan tersendiri.Ia terbang hingga mendapati dirinya sudah sangat lama berada di atas.Matanya kini tertuju ke arah dunia fana yang berada tepat di hadapannya.


Gadis itu perlahan turun dari ketinggian, hingga kini matanya mendapati begitu luasnya hamparan dengan pepohonan yang rindang.Ia turun dan kini menginjakkan kakinya di dahan pohon besar.Ia mulai melontarkan kata-kata besarnya.

__ADS_1


"Ha ha ha, miris sekali hidupmu(Tian Ning) kau baru menyesal di saat terakhir?"


"Tapi maaf, aku bukanlah orang baik yang akan sembarangan memberikan kesempatan untuk kedua kalinya!"


"Bukankah kau sangat menjunjung tinggi martabatmu, lihatnya dirimu yang sekarang berada di tingkat bawahku!"


Ia seperti orang gila yang teriak tak jelas dengan tawanya yang membuatnya semakin terlihat seperti orang gila.Dari balik batang pohon yang lainnya pula terdengar suara sahutan, tawa yang tak kalah keras dari gadis itu.


Nampaknya hal ini menarik perhatian sang gadis, ia turun dengan kecepatan kilat dan berada di depan sesosok pria yang tengah tertidur di bawah rindangnya pepohonan.Pria itu terdiam, ia menutup matanya dengan punggung lengannya.


Tian Lan menatap rendah ke arahnya, ia melipat tangannya dan bertanya kepada pria itu"Apa yang kau tertawakan?" tanyanya dengan nada bicaranya yang penuh dengan tekanan.


Pria itu mendengus pelan, ia menggeserkan lengan yang menutupi pandangannya dan menatap lekat ke arah Tian Lan.Gadis itu awalnya sedikit terpana, pria itu begitu tampannya.Bulu mata yang panjang, tatapan mata yang ketat, tak kendur sekalipun.


Gadis itu tersadar, ia menepuk jidatnya menyesalkan pikirannya.


"Bodoh walau tampan, apa gunanya, ia tetap saja menyebalkan!"


Pria itu mengusap-usap dagunnya menimbang-nimbang pikirannya.Ia memutar bola matanya dan berkata dengan jelas"Jangan pernah berpikir kalau aku mau menjadikanmu putri mahkota ataupun selirku!" jelasnya.


"Ck, tidak di sini maupun di sana!"


Kata-kata gadis itu malah membuat pria yang ada di hadapannya itu terkekeh, ia tertawa tak jelas.Gadis di hadapannya kini sukses membuat dirinya kebingungan sekaligus bertanya-tanya dari mana asalnya.


"Hai, aku baru saja melepaskan tahtaku, susah payah aku keluar dari sana(alam bunga) aku tidak ingin masuk ke tempat yang serupa!" kini Tian Lan membalas tak kalah pedas.Memang benar awalnya ia menginginkan tahta sebagai putri mahkota alam bunga, namun seketika itu semuanya sirna karena ibundanya yang menyebalkan itu.


"*Siapa sebenarnya gadis kecil ini?"


"Melihat pakaian yang ia kenakan, sepertinya ia bukanlah orang biasa!"


"Apalagi jepit rambutnya yang di kenakan olehnya, kurasa ia bukan dari sini*."


Pria itu menimbang-nimbang pikirannya, hingga mulutnya tak sabar lagi ingin mengetahui lebih jelasnya, darimana gadis itu berasal?

__ADS_1


"Kau orang mana?"


"Sepertinya kau bukan dari sini," lanjutnya.


Tian Lan menghela napas panjangnya, ia duduk di sebelah pria itu sembari menompang kepalanya dengan telapak tangannya.


"Kau sudah tahu aku bukan berasal dari sini?" gadis itu tampak menyayangkan hal ini, agaknya ia teringin membuat pria itu penasaran.


"Aku berasal dari alam bunga, aku kabur dari sana!" jelasnya lagi.


Pria itu hendak melontarkan pertanyaan kembali namun, Tian Lan menyelanya begitu saja."Sudah, jangan tanya lagi!"


"Lebih baik kau mengatakan kepadaku, apa maksud perkataanmu tadi?" Tian Lan mengubah topik pembicaraan, ia sudah malas mengingat ibunya itu.


"Yang mana?" tanya pria itu keheranan.


Tian Lan menepuk keningnya, bagaimana bisa ia bertemu orang bodoh sepertinya."Apa maksudmu'Jangan pernah berpikir kalau aku mau menjadikanmu putri mahkota ataupun selirku!' hah?" gadis itu menirukan gaya bicaranya.


"Tidak, itu bukanlah hal yang perlu untuk di bahas!" pria itu memalingkan wajahnya sekilas.


"Ck, lupakan saja, siapa namamu?" tanyanya selepas berdecak.


"Aku Tian Lan, panggil saja Lan!"


"Dan kau?"


"Namaku ..."


Siapa hayoo


tunggu di episode selanjutnya ya!


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


...~❄️我爱你❄️~...


__ADS_2