
❄️SNOW FLOWER❄️
EPISODE 32
Keesokan harinya ....
Sinar matahari mulai menyelinap masuk kedalam kamar tidur permaisuri.Di balik kelambu ranjang di kamar permaisuri tampaklah permaisuri tengah tertidur pulas di dekapan hangat sang kaisar dengan selimut putih yang masih menyelimuti keduanya.
Kaisar yang merasa pagi telah datang menggantikan malam pun mulai membuka pelupuk matanya.
Ia menatap ke arah langit-langit lalu ia lihatnya wajah permaisuri yang tampak sayu.
Kaisar menghela napas pelan, ia tatapnya wajah istrinya itu cukup lama.Ia sibakkan rambut panjang permaisuri yang menutupi sebagian besar wajahnya yang begitu ingin ia lihat, cantik!, walau bertambah usia ia masih saja secantik dan se imut dulu seolah tak bertambah usia.
Namun itu tak merubah kenyataan bahwasanya dia tidak seperti yang dulu lagi, dalam sesaat rasa takut mulai menghantui pikirannya.Ia takut jika saja Lan'er nya mendapatkan ingatannya kembali apa ia akan meninggalkannya?
Pada akhirnya ia hanya bisa berharap, bila saja ia bisa seperti ini selamanya, ya selamanya.
Dan jika dia meninggalkanku seperti kali terakhir maka .... aku akan benar-benar hancur.
Kaisar terus berandai-andai, jika saja, iya jika saja ia bukanlah seorang kaisar yang begitu berkuasa.Jika saja .... namun semua itu sudah takdir, ini bukanlah kemauannya sendiri.Pada akhirnya ia tetap saja memangku tahtanya itu.
Jika saja .... jika saja ia bukan keturunan kerajaan, jika saja ia bukan keturunan Phoenix, jika saja ia hanyalah rakyat biasa.Ia bisa hidup tenang dengan wanita yang begitu di cintainya.
Kaisar tersadar, ia menatap permaisurinya sekali lagi.
Permaisuri meraih tangan sang kaisar lalu ia letakkan di pinggangnya yang ramping, bahkan saking mungilnya pinggang permaisuri, tangan sang kaisar mampu meraih seluruh bagian belakang pinggangnya dengan sekali cengkraman.
"Kau sudah bangun?"Tanya sang kaisar mengeratkan pelukannya.
Permaisuri tersenyum miris, ia balasnya tatapan sang kaisar dengan tatapan mata yang tidak bisa terbaca oleh sang kaisar.Permaisuri mendengus, selekas setelah itu menghela napasnya untuk kesekian kalinya.
"Apa kau lelah?"Kaisar mencoba mencairkan suasana yang begitu canggungnya kala itu, ia berusaha untuk terus berbincang dengan permaisuri dengan melontarkan beberapa pertanyaan ringan.
Permaisuri terdiam, ia masih tak percaya bahwa ia benar-benar melakukannya malam tadi.
Ia menatap langit-langit ranjangnya dengan tatapan kosong, lalu ia raihnya kelambu ranjangnya yang masih menyelimuti dirinya dan sang kaisar dari teriknya mentari pagi.
__ADS_1
Permaisuri bangun dari tidurnya, memposisikan diri duduk di bibir ranjang setelah selesai mengikat kelambu ranjangnya pada tiang-tiang penyangga di samping ranjang.Ia mencari sesosok 3 pelayan pribadinya yang tak menyambutnya seperti biasanya.
Sang kaisar yang tampak memperhatikan permaisurinya tengah mencari-cari sosok pelayannya pun membuka suara.
"Aku menyuruh mereka pergi, melihat kau tidur nyenyak aku jadi tidak tega membangunkanmu"Tukas sang kaisar menjelaskan.
Lagi-lagi permaisuri terdiam, ia tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana? ia benar-benar kebingungan, sekaligus malu dengan apa yang terjadi kemarin ia seolah bungkam seribu bahasa.
Kaisar menelengkan kepalanya ia lihatnya raut wajah yang cemas tertaut lengket di wajahnya.
Ia lantas tersadar, lalu menegakkan kembali kepalanya dan berkata"Aku ada hal yang harus di urus, kau jagalah dirimu baik-baik, dan makanlah dengan benar!"Titah sang kaisar mengelus puncak kepala permaisuri.
Permaisuri hanya mengangguk dan tidak membalas kaisar lebih panjang lagi.Kaisar faham mungkin ini bukanlah pertama kalinya bagi mereka melakukan hubungan layaknya suami istri.Namun ia tahu pasti ini pertama kalinya setelah permaisuri kehilangan ingatannya.Butuh waktu baginya untuk terbiasa akan hal ini, ia juga tidak bisa menuntut lebih daripada itu.
Kaisar memojok ke bibir ranjang lalu bangun dari posisinya untuk mengganti pakaiannya.Permaisuri masih saja diam, ia memegang erat-erat selimut putih yang masih terlilit di tubuhnya menutupi kulit putihnya yang polos.
Kaisar memunguti pakaian istrinya yang tergeletak di lantai, lalu ia lipatnya pakaian itu dan diletakkannya di atas kasur.
"Aku pergi dulu!"Pamit sang kaisar mengecup kening permaisuri, ia masih tampak tercengang.
Kaisar tersenyum sayu sekilas lalu pergi meninggalkan permaisuri di kamar tidurnya.
______________________________________________________
Di sisi lain ....
Di istana bulan ....
PRAANNNGGG ....
"Nyonya ... tenanglah dulu!"Pinta pelayan pribadinya yang begitu ketakutan itu.
Pelayan itu gemetar melihat sosok wanita yang ada di hadapannya yang tak lain adalah selir kehormatan Yun yang mulai memperlihatkan tampang bengisnya.Tangannya yang masih berlumuran darah ia gunakan untuk menyeka keringatnya membuat darah menempel di wajahnya, dengan tampang yang seperti itu .... ia tampak seperti seorang iblis yang tidak memiliki hati nurani haus akan darah dan kekuasaan.Ia masih jengkel dengan apa yang terjadi kemarin.Beribu umpatan yang ia tujukan kepada permaisuri, kata-kata kotor yang ia lontarkan terhadap ibu suri seolah tak bisa meredakan amarahnya
saat ini.
"Tian Lan, akan kupastikan kehidupanmu yang bahagia kali ini tak akan bertahan lama!"Ucapnya geram.
__ADS_1
Jemari tangannya yang tertempel di lantai mulai mengepal, ia masih menahan amarahnya menggigit bibir bawahnya hingga berdarah-darah.
Pelayan pribadinya itu langsung panik melihat sosok tuannya berlumuran darah dengan pakaian yang lusuh.Ia berpikir kali ini permaisuri mungkin tak akan selamat.
______________________________________________________
"HACHOOOO!!!"
Hong Lian dan lainnya lantas langsung menghampiri junjungannya itu memberikan sapu tangan yang terbuat dari sutra emas mengelap ingus permaisuri.
"Apa anda masuk angin?"Tanya Hong Lian mengangkat alisnya.
"Kalau begitu hamba akan mengambilkan anda mantel!"Timpal Nu Shen.
Permaisuri terdiam menatap bingung ke arah ketiga pelayan pribadinya itu.
Ia pikir sepertinya ada yang mengutuknya.
Iya, tapi siapa?
Permaisuri menggeleng cepat lalu melanjutkan pekerjaannya.Hong Lian dan lainnya terdiam cukup lama hingga permaisuri menunjukkan hasil sulamannya kepada ketiganya.
"Apa ini bagus?"Tanya permaisuri ragu-ragu.
Mereka bertiga mengangguk secara bersamaan.Memang sangat indah.Hasil sulaman permaisuri terkenal dan menjadi yang terbaik saat ini.
Tidak ada yang semahir dirinya dalam hal menyulam.
"Tapi maaf, mungkin aku akan menyimpannya sendiri lain kali aku akan membuatkan kalian selimut yang ku sulam sendiri!"Tukas sang permaisuri.
Permaisuri tahu menghadiahkan sapu tangan adalah sesuatu yang tabu menurut tetua Tionghoa, karna sapu tangan di berikan selepas setelah menghadiri pemakaman.Hal itu membuat sapu tangan di hadiahkan sebagai lambang perpisahan.
"Hamba mengerti Yang Mulia, cukup melihat anda behagia dan baik-baik saja sudah menjadi hadiah terbaik untuk kami!"Jelas Nu Shen.
"Benar Yang Mulia!"Timpal Min Ru mengiyakan.
Sesaat permaisuri begitu terharu, ia bangun dari duduknya berniat memeluk pelayan pribadinya yang setia itu namun .....
__ADS_1
______________________________________________________
BERSAMBUNG .....