
❄️SNOW FLOWER❄️
EPISODE 34
Permaisuri menunggu putranya itu cukup lama, ia mulai bosan.Ia mengalihkan pandangannya ke arah sebuah halaman di depannya tampak sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, ruangan itu seperti sebuah kamar kosong yang sudah tak berpenghuni.
Banyaknya debu juga sawang yang tampak memenuhi langit-langit pintu depan kamar tersebut.
Permaisuri menatap kamar itu lama-lama, itu membuatnya agak merinding bulu kuduknya mulai berdiri.
Hong Lian yang menyadari tatapan majikannya tertuju pada hal yang tidak wajar pun mengikuti pandangan permaisuri dan mendapati apa yang junjungannya lihat begitu lama.
Hong Lian lantas langsung saja salah tingkah, ia tak sengaja menyenggol tubuh junjungannya tersebut dan membuatnya tersadar.
"Ah, maaf Yang Mulia .... Hamba kehilangan sopan santun!" Hong Lian lantas langsung bersujud membuat permaisuri bangun dengan tergopoh-gopoh membantunya berdiri.
Permaisuri menarik lengan Hong Lian dengan lembut, menuntunnya untuk bangkit dari sujudnya.
Hong Lian hanya diam dan bangkit dari posisinya di bantu oleh sang permaisuri.
Hong Lian terdiam sejenak, ia dengan tampang ragunya menatap ke arah permaisuri ia tatap mata permaisuri dalam-dalam dengan sedikit keberanian yang ia miliki.
Pangeran kembali menatap ke arah ibunda tercintanya itu, melihat ibunya yang akrab dengan pelayanannya itu sudah menjadi hal yang biasa baginya, seolah sudah terbiasa melihat kebesaran hati sang ibu.
Pangeran kembali menghadap lurus tempat dimana gurunya berdiri menjelaskan setiap detail mengenai solusi dari sebuah masalah yang biasa di hadapi dalam pemerintahan.Semua orang tahu benar ia adalah seorang putra mahkota yang nantinya akan menggantikan posisi ayahandanya untuk mengurus pemerintah kelak nanti, saat ia benar-benar sudah siap dan beranjak dewasa.
Hong Lian menatap sekilas kebelakang selepas setelah permaisurinya beranjak meninggalkan tempatnya dan berjalan menuju tempat putranya.
Hong Lian menatap sayu kamar tersebut dan menatapnya cukup lama sembari berjalan dengan langkah kaki yang lunglai.
"Tempat itu telah merubah segalanya, merenggut senyuman di wajahnya dan merenggut kebahagiaan Yang Mulia pula" pikir Hong Lian menatap dalam-dalam halaman luar kamar yang begitu sepi dengan hati yang benar-benar hampa.
Hong Lian membalikkan kembali pandangannya ke arah permaisuri, tatapan sayu masih saja tertaut di wajahnya.Ia mengikuti langkah permaisuri dengan tergopoh-gopoh melihat junjungannya itu sudah jauh di depan.
Tak lama setelah itu ....
_____________________________________________
__ADS_1
"Salam ibunda!" Pangeran Ling memberikan salamnya kepada ibundanya.
Permaisuri sekilas tersenyum lalu ia belainya puncak kepala putranya itu.
Pangeran mengerang pelan, ia bertanya-tanya kenapa Hong Lian menunjukkan tampangnya yang tampak cemas itu.
Pangeran Ling menatap Hong Lian dengan tatapan menyelidik, sikap dan gerak-geriknya tidak biasa seperti tengah menyembunyikan sesuatu.
Hong Lian yang menyadari tatapan pangeran Ling pun lantas langsung saja menundukkan kepalanya.
Hal itu sungguh membuat pangeran Ling tambah penasaran ia mengimbuhkan bahwa sepertinya ada hal tak beres.Rasa penasaran makin membuatnya waspada.Walau ia tahu Hong Lian tak akan menyakiti ibundanya ia rasa .... ada hal yang mengganjal di hati pelayan setia ibunya yang satu ini.
_____________________________________________
Malam harinya di istana phoenix kediaman sang permaisuri ....
Di tengah kegelapan kunang-kunang berterbangan di langit dan semak-semak menyebar seolah ada yang meminta mereka menemani malam gelap gulita yang di lalui oleh seorang wanita yang duduk diantara mereka.Terbang seekor dan lalu lalang di antara bunga-bunga yang tampak masih mekar dengan sempurna.
Seekor kunang hinggap di hidung kecil wanita itu dan juga seekor pula yang ada di telapak tangannya, seperti ingin menghangatkan tangan dingin wanita itu.
Ia seolah seperti wanita yang malang, meratapi nasibnya sendirian di tengah gelapnya malam.
Air mata mulai merintik dengan derasnya membanjiri pipinya yang tampak memerah entah kenapa.
Ia menatap langit seraya berkata"Aku rindu duniaku!" serunya dengan senyuman di bibirnya di iringi dengan air mata yang bercucuran tiada henti.
Entah kenapa hatinya yang dengan susah payahnya ia bangun dan kuatkan kembali merapuh.
Ia benar-benar tak berdaya, berbeda dengan wajahnya yang ia pasang di depan banyaknya orang di luar sana.Sangat jauh berbeda dengan dirinya sekarang, sekarang ia seperti gadis kecil yang merengek ingin pulang.Sekilas ia berpikir akan baik-baik saja jika kaisar ada di sisinya, namun .... itu tak merubah kenyataan bahwa ini bukan dunianya, ini bukan kehidupannya, ini bukan kebahagiaan dan kehangatan yang sebenarnya.
Semua kasih sayang mereka sangat polos dan murni.
Memang benar namun semua itu bukan untuknya.Melainkan untuk Tian Lan, jelas baginya bahwa dirinya adalah Amyra bukan Tian Lan membuatnya begitu terpuruk.
Malam itu ia menangis sejadi-jadinya.Tak ada orang yang mendengar isakannya.
Dimata dunia ia adalah Qin Tian Lan namun bagi dirinya ia hanyalah gadis malang yang bahkan tak bisa di sandingkan dengan permaisuri mereka.
__ADS_1
Tak lama setelah ia menutupi keterpurukannya .....
_____________________________________________
Permaisuri melangkahkan kakinya menuju ke kamar tempat ia beristirahat.Dengan langkah kaki yang berat , berjalan di sepanjang jalan dengan wajahnya yang sembab, matanya juga, karena terlalu banyak menangis.
KRIEEET ..... Suara pintu yang terdorong itu membuat lamunan sang kaisar terbuyar.
Ia tampak bersandar di dekat jendela membalikkan badannya.Melihat permaisuri memasuki kamarnya kaisar menghampirinya hendak menyambut wanita pujaannya itu.
"Kau kemana saja, keluar tidak memakai pakaian tebal?"
"Apa kau tidak kedinginan Lan'er?" tanya sang kaisar memakaikan selapis pakaiannya di badan permaisuri.
Permaisuri diam tak bergeming, ia berjalan menuju ranjangnya merebahkan tubuhnya di sana dan menarik selimutnya dengan tangan polos miliknya.
Kaisar terpaku, ia berdiri di tempatnya berdiri saat ini cukup lama hingga ....
Ia lihatnya permaisuri yang sudah tertidur pulas di balutan selimut yang menutupi tubuhnya dari ujung kaki hingga lehernya.Kaisar hanya bisa memandangi wajah elok permaisurinya, kakinya mulai melangkah, menghampiri tempat dimana permaisuri terbaring.
Ia belainya wajah permaisuri, ia lihatnya juga matanya yang sembab karna terus menangis meluapkan emosinya yang telah ia pendam selama ini.
Kaisar tersenyum pahit, ia tahu benar ialah yang membuatnya seperti itu.Walau tak tahu jelasnya bagaimana.Seketika itu hati kaisar dilanda kesedihan, ketakutan dan rasa bersalahnya yang besar bercampur aduk mengacaukan pikirannya.
"Kenapa?, kenapa?, setiap hubungan diantara kami berdua mulai membaik, keterpurukanmu menghancurkan segalanya?"
"Kenapa?"
"Bisakah aku menganggap dirimu itu egois atau ini karena aku yang terlalu menuntut memperbaiki semuanya dalam waktu yang begitu singkat?, untuk memulai semuanya dari awal?"
Kaisar terus bertanya-tanya dalam hati, melihat wajah permaisurinya hatinya menjadi luluh.Pikirannya yang mulai kacau seketika kembali tenang melihat wajah permaisurinya yang begitu terlelap dalam mimpinya.
BERSAMBUNG ....
... ...
... ~❄️我爱你❄️~...
__ADS_1