
❄️ SNOW FLOWER❄️
EPISODE 72
Di puncak Qi ...
Sebuah rumah kayu berdiri di atas puncaknya. Suasana sekitar yang begitu tenang, juga pemandangan yang begitu memanjakan mata. Tian Lan duduk dibawa pohon rindang. Menyandarkan tubuhnya sekedar melepas lelah.
"Ling, suatu saat nanti kau akan tahu siapa ibu kandungmu!"
"Jujur aku sendiri tidak rela meninggalkanmu di sana, tempat dimana orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasaan. Aku telah mengandungmu walau hanya pada 5 bulan terakhir," Tian Lan mengedarkan pandangannya menyapu langit yang membentang luas. Ia memejamkan matanya sembari menghela napas.
"Jika saja dia masih hidup. Aku seolah merenggut mu darinya tapi aku terpaksa!"
"Mau tak mau aku harus memindahkan janinnya mengingat masa hidupnya yang tak akan lama.
Tian Lan kembali menghela napasnya. Kini pandangannya teralihkan saat Wei Keran, Master berelemen ganda meminta permohonan maaf secara langsung kepadanya. "Hamba Wei Keran memberi salam kepada Yang Mulia!"
Tian Lan sekilas menatap gadis itu, ia langsung teringat akan Selir Wei. "Sudah lama sekali, kupikir putri tertua Keluarga Wei benar-benar mati" pikirnya.
"Bangunlah, lain kali aku tidak ingin melihatmu kemari selain perintah dariku!" ucapnya sembari bangun dari posisinya. Tian Lan beranjak masuk ke rumahnya.
Wei Keran lantas membungkuk menanggapi keinginan Tian Lan. Langkah wanita itu terhenti sesaat. "Aiyaaa, kenapa kakak begitu dingin. Ayolah tersenyumlah sedikit saja kepada adikmu ini!"
Tian Lan berbalik mendapati Xuan Yu putra langit. "Salam putra mahkota!" Wei Keran berbalik kepada Xuan Yu dan membungkukkan badannya sekilas.
__ADS_1
"Kau kembalilah!" titahnya. Xuan Yu sekilas membungkuk dihadapan Tian Lan. "Lama tidak bertemu kakak!"
Tian Lan hanya diam membisu. Dia tak menggubris lagi omongan Xuan Yu. "Dimana Feng Ling?" tanyanya, ia tak memikirkan lebih jauh perasaan Tian Lan. Entah, atau mungkin pria itu tak senang akan kehadiran Ling dikehidupan Tian Lan.
Tian Lan menekankan auranya membuat bulu kuduk Xuan Yu berdiri dalam sekejap. "Ingatlah kak, dia bukan putramu. Dia cukup mendapat keuntungan menjadi putra mahkota Dinasti Tang karena mu."
"Walau begitu, aku pernah mengandungnya selama 5 bulan. Walau bukan anakku sendiri, bukankah pada dasarnya ia memang keturunan Feng Huang!" Lama ia terdiam pengakuan yang cukup mengejutkan inilah yang keluar dari bibir mungilnya.
"Aku tidak tahu seberapa luasnya hatimu itu. Bahkan kau rela memindahkan janin hasil hubungan suamimu dengan orang lain kedalam tubuhmu.
"Jangan lupa dia juga anak dari seorang wanita rendahan!" Tanpa ia sadari Xuan Yu mengingatkan Tian Lan akan sosok yang sudah lama ia lupakan. "Cukup!"
"Jika kau masih sayang pada nyawamu pergilah sekarang juga!" kencamnya. Tian Lan masuk kerumahnya dan membanting pintunya dengan sangat keras.
Xuan Yu terdiam cukup lama, ia teringat seorang wanita yang memiliki kemampuan spesial seperti Tian Lan. Wanita yang memiliki seluruh elemen alam dan surgawi seperti yang dimiliki oleh Tian Lan saat ini.
___________________________________________
Di kediaman Selir Kehormatan Rong ...
Wanita itu menekuk tangannya dan menutup matanya dengan telapak tangannya. Ia lalu melihat keluar ruangan, menatap teduh wajah Feng Ling. Anak itu sekarang menjadi begitu pendiam dari sebelumnya. "Andai kau tahu, Lama aku ingin merawatmu selayaknya seorang ibu. Jika aku mengatakan bahwa aku terlahir kembali di tubuh Lu Bing San ... siapa yang akan percaya?"
"Di sini semua itu hanya cerita fiksi. Walau di mata para dewa itu adalah sebuah keajaiban kecil yang biasa terjadi. Aku bersyukur Tian Lan melakukan pengorbanan ini. Aku adalah saingannya tapi ia masih mau merawat anakku seperti anaknya sendiri."
Lu Bing San tersenyum samar, ia mengingat saat Tian Lan memintanya untuk merawat Feng Ling dengan baik seperti anaknya sendiri. Wanita itu masih memikirkan anak itu. Bisa saja dia membiarkannya, mengingat Selir Kehormatan Yun Tian Lan tidak tenang. Wanita itu pasti mencari cara agar semua yang berkaitan dengannya ikut lenyap.
__ADS_1
Tian Lan hanya tidak ingin anak itu mendapat imbas dari perseteruannya dengan Yun Fei yang masih belum selesai.
___________________________________________
Hari berikutnya, Tian Lan menginjakkan kakinya di perpustakaan akademi. Sepanjang jalan seluruh pandangan teralihkan oleh perawakan Tian Lan. Wanita itu hanya mengenakan jubah polos tanpa hiasan apapun.
Sekilas ia terlihat seperti orang miskin, namun wajahnya itu membuatnya terlihat anggun dengan pakaian sederhana yang melekat pada tubuhnya. "Aiyaaa orang miskin darimana ini?"
Tian Lan tetap berjalan, ia tak menghiraukan orang yang mencari masalah dengannya. Kini seorang gadis berdiri tepat di hadapannya, untuk menghadang Tian Lan. Tian Lan berdecak remeh, Agaknya gadis muda itu tak tahu mereka tengah memancing masalah besar untuknya sendiri.
"Katakan apa yang kalian inginkan?" cetus Tian Lan. Ia mulai tak sabaran.
"Ayolah, Kau murid baru perguruan mana? Datang-datang merenggut semua perhatian."
"Senior, dia hanyalah gadis lemah. Hanya saja tampangnya begitu menarik. Siapa yang mau merengkrutnya sebagai muridnya jika dia tak mengandalkan wajahnya yang seperti pelac*r ini" cela salah satu dari mereka, Gadis itu membelai pipi Tian Lan dengan senyum sinisnya yang tersungging.
"Siapa kau? biarkan aku pergi. Kau membuatku muak!" balas Tian Lan. Ia menunjukkan ketidak peduliannya dengan memutar bola matanya. Tian Lan benar-benar memandang rendah gadis yang bermain-main dengannya itu.
"Ck, sombong sekali. Apa kau tahu ... dia adalah Senior wuyin. Putri dari guru wu penasihat Kaisar Langit."
"Oh, maaf aku tidak tertarik. Dan juga aku tidak peduli, tolong menyingkirlah, jangan halangi jalanku!" ucapnya jujur. Tian Lan tak mau tahu walau dia putri kaisar langit sekalipun.
BERSAMBUNG ....
...~❄️我爱你❄️~...
__ADS_1